Subscribe:

Sabtu, 02 April 2011

SEJARAH SINGKAT KABUPATEN PRINGSEWU




DIBACAKAN OLEH KETUA DPRD KAB.PRINGSEWU BPK.ILYASA
SAAT UPACARA HARI JADI KAB.PRINGSEWU KE-2
DI LAP.KUNCUP, PRINGSEWU, SENIN, 4 APRIL 2011.

Sejarah Pringsewu diawali dengan berdirinya sebuah perkampungan yang bernama Tiuh Margakaya pada tahun 1738 Masehi yang  terletak di tepi aliran sungai Way Tebu.
Kemudian, 187  tahun berikutnya,  pada tanggal  9 September 1925,  sekelompok masyarakat  dari Pulau Jawa,  melalui program kolonisasi oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, membuka  permukiman baru dengan membuka  hutan belantara yang  sangat lebat,  yang banyak ditumbuhi  ribuan pohon bambu di sekitar Tiuh Margakaya tersebut.
Karena begitu banyaknya pohon bambu, oleh masyarakat pembuka hutan, perkampungan atau desa yang baru dibuka  tersebut dinamakan ‘Pringsewu’  yang mengambil nama  dari bahasa Jawa yang artinya Bambu Seribu, dengan kepala desa pertama  yaitu  Bapak Ambar.
Selanjutnya, pada tahun 1936  berdiri pemerintahan Kawedanaan Tataan yang berkedudukan di  Pringsewu,  dengan Wedana pertama yakni Bapak Ibrahim hingga 1943. Selanjutnya Kawedanaan Tataan berturut-turut dipimpin oleh Bapak Ramelan pada tahun 1943, Bapak Nurdin pada tahun 1949, Bapak Hasyim Asmarantaka pada tahun 1951, Bapak Saleh Adenan pada tahun 1957, serta pada tahun 1959 diangkat sebagai Wedana yaitu Bapak R.Arifin Kartaprawira yang merupakan Wedana terakhir hingga tahun 1964,  saat  pemerintahan Kawedanaan dihapuskan.
Pada tahun 1964,  dibentuk pemerintahan Kecamatan Pringsewu yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Selatan sesuai dengan  Undang-undang Nomor 14 Tahun 1964,  yang sebelumnya  Pringsewu  juga  pernah menjadi bagian dari Kecamatan Pagelaran yang juga berkedudukan di Pringsewu.
Dalam sejarah perjalanan berikutnya,  Kecamatan Pringsewu bersama sejumlah kecamatan lainnya di wilayah Lampung Selatan bagian barat  yang menjadi bagian wilayah administrasi Pembantu Bupati Lampung Selatan Wilayah Kotaagung, masuk menjadi bagian wilayah Kabupaten Tanggamus berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1997.
Seiring dengan perjalanan waktu, dengan disetujuinya  wilayah Pringsewu dan sekitarnya menjadi Daerah Otonomi Baru bersama 10 kabupaten dan 1 kota lainnya pada sidang paripurna DPR RI  pada tanggal 29 Oktober 2008,  merupakan tonggak sejarah yang tidak dapat dipungkiri, sebagai sebuah proses panjang perjuangan rakyat Pringsewu melalui wadah Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Pringsewu (P3KP)  yang dipimpin oleh sejumlah tokoh-tokoh Pringsewu diantaranya ketua umum pertama Bapak Bambang Waluyo Utomo, kemudian Bapak RU Hendarman, dan dilanjutkan  oleh Bapak Wanawir, termasuk Ketua Harian P3KP Imop Sutopo, Ketua Presidium Pusat P3KP di Jakarta yakni Bapak Sugiri Syarif, serta Ketua P3KP Provinsi Lampung  yakni Bapak Muhajir Utomo.
Namun demikian, sidang paripurna di gedung DPR RI tersebut  belumlah  final,  karena masih harus melalui beberapa tahapan lagi, diantaranya  meneruskan RUU tentang Pembentukan Kabupaten Pringsewu  yang telah disetujui DPR RI tersebut kepada Presiden Republik Indonesia untuk disetujui, dan kemudian dimasukkan kedalam Lembaran Negara sekaligus pemberian nomor undang-undang tersebut melalui Menteri Sekretaris Negara.
Setelah menjadi undang-undang,  selanjutnya diserahkan kepada  Menteri Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah guna ditindak lanjuti mengenai penetapan Penjabat Bupati melalui sebuah prosesi peresmian Kabupaten Pringsewu serta pelantikan Penjabat Bupati Pringsewu.
Pada tanggal 26 November 2008, ditetapkanlah Undang-undang Nomor 48 Tahun 2008  Tentang Pembentukan Kabupaten Pringsewu di Provinsi Lampung.
Akhirnya, pada tanggal 3 April 2009,  bertempat di aula Gedung Sasana Bhakti Praja Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia H.Mardiyanto, atas nama Presiden Republik Indonesia H.Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Kabupaten Pringsewu, serta melantik penjabat Bupati Pringsewu pertama saat itu Bapak Ir.H.Masdulhaq.

Pada saat itu, ungkapan rasa syukur  masyarakat  Kabupaten Pringsewu menggema, setelah sekian lamanya  perjuangan masyarakat  Pringsewu  untuk membentuk dan mewujudkan Pringsewu sebagai daerah otonom yang mandiri  akhirnya dapat terwujud.
Keberhasilan perjuangan membentuk Kabupaten Pringsewu tersebut, juga merupakan hasil dukungan  dan andil  dari seluruh elemen masyarakat, yang telah mengorbankan waktu, harta dan benda serta tenaga maupun curahan pemikiran demi terwujudnya Kabupaten Pringsewu yang diidam-idamkan.
Keberhasilan tersebut tentunya juga tak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus  sebagai kabupaten induk dengan bupatinya mulai dari Bapak Fauzan Sya’ie hingga Bapak H.Bambang Kurniawan,  ketua dan anggota serta jajaran DPRD Kabupaten Tanggamus, dan juga dukungan kuat  datang dari  Gubernur Provinsi Lampung Bapak H.Sjachroedin ZP  beserta ketua, anggota, dan jajaran DPRD Provinsi Lampung yang telah memberikan persetujuan dan  rekomendasi pembentukan Kabupaten Pringsewu.
Kabupaten Pringsewu  merupakan sebuah wilayah heterogen  yang dihuni oleh masyarakat yang multi-etnis, selain masyarakat Jawa yang cukup dominan, dan masyarakat asli Lampung, yang terdiri dari  2 (dua)  masyarakat  adat,  yakni  Pepadun dan Saibatin.
Pada saat  berdiri 2 (dua) tahun lalu,   Kabupaten Pringsewu memiliki luas wilayah 625 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sebanyak 368.318  (tiga ratus enam puluh delapan ribu tiga ratus delapan belas jiwa),  yang tersebar di  96 pekon (desa)  dan  5 kelurahan, dengan jumlah kecamatan yang menjadi pilar berdirinya Kabupaten Pringsewu sebanyak 8 (delapan) kecamatan, yakni masing-masing  Kecamatan Pringsewu dengan camat  pada saat itu Bapak H.Nasrun Yusuf,  Kecamatan Pagelaran dengan camatnya Bapak H.Ananto Pratikno,  Kecamatan Pardasuka dengan camatnya Bapak  Humaidi Elhudri, Kecamatan Gadingrejo dengan camatnya Bapak  Nang Abidin Hasan, Kecamatan Sukoharjo dengan camatnya Ibu DM Fitri, Kecamatan Adiluwih dengan camatnya Bapak  Edi Sumber Pamungkas, Kecamatan Ambarawa dengan camatnya Bapak Ahyani Muchsin, serta Kecamatan Banyumas dengan camatnya Bapak Syamsul Rizal.
Selanjutnya,  atas pertimbangan dan evaluasi Gubernur Provinsi Lampung, tugas Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu diteruskan oleh  Bapak H.Helmi Machmud, hingga berakhir karena memasuki masa pensiun. Kemudian pada tanggal  3 September 2010, Gubernur Lampung  H.Sjachroedin ZP melantik Bapak H.Sudarno Eddi  sebagai Penjabat Bupati Pringsewu hingga saat ini.
SELESAI.


HUT Pringsewu Ke-2, HUT PWI Ke-65, HPN 2011 Puluhan Ribu Warga 
Ikuti Jalan Sehat

PRINGSEWU - Dua puluhan ribu warga Kabupaten Pringsewu, Minggu (3/4) pagi  mengikuti lomba jalan sehat dalam rangka HUT Kabupaten Pringsewu ke-2, HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-65, serta hari Pers Nasional (HPN) 2011, yang dipusatkan di Lapangan Kuncup, Pringsewu Barat. 
Kegiatan yang merupakan merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu dengan PWI Perwakilan Kabupaten Pringsewu tersebut dilepas oleh Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, didampingi Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu H.Idrus Effendi, Wakil Bupati Tanggamus KH.Sujadi Saddad, Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian, jajaran forkopimda Kabupaten Pringsewu, seluruh kepala satuan kerja (satker) di lingkungan Pemkab Pringsewu, serta jajaran PWI Perwakilan Pringsewu dan PWI Perwakilan Pesawaran.

Meskipun di tengah rintik air hujan, tidak menyurutkan semangat dan antusiasme peserta untuk mengikuti lomba jalan sehat tersebut yang menempuh jarak kurang lebih 4 km menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Pringsewu.
 Pada kesempatan tersebut, panitia yang didukung Pemkab Pringsewu menyediakan berbagai macam hadiah, baik hadiah utama maupun doorprize, seperti  sepeda motor ,  lemari es, pesawat TV, sepeda, kompor gas, kipas angin, jam dinding, tabungan,  payung, bahkan hingga 1 ekor sapi, 3 ekor kambing, belasan ekor bebek (itik), bibit ikan, dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Pringsewu atas dukungannya terhadap kegiatan tersebut, yang juga merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur di hari jadinya yang ke-2  bagi Kabupaten Pringsewu. 
 "Begitu pula kepada seluruh  jajaran PWI Perwakilan Kabupaten Pringsewu yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pringsewu sehingga kegiatan lomba jalan sehat dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Pringsewu yang ke-2, Hari Ulang Tahun PWI yang ke-65, serta Hari Pers Nasional tahun 2011 berjalan dengan sukses," katanya.
 Selanjutnya, Pj Bupati Pringsewu berharap kegiatan tersebut dapat terus ditingkatkan lagi di masa yang akan datang, sebagai salah satu bentuk kemitraan dan hubungan yang harmonis antara Pemkab Pringsewu dengan jajaran pers khususnya yang tergabung dalam PWI Perwakilan Pringsewu. 
Sehari sebelumnya (2/4), Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, Sekdakab Pringsewu H.Idrus Effendi, serta  Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa dan jajaran Pemkab Pringsewu juga membuka lomba memancing yang juga diselenggarakan  oleh PWI Perwakilan Pringsewu dalam rangka memperingati HUT PWI ke-65, HPN 2011, dan HUT kabupaten Pringsewu yang ke-2d yang dipusatkan di Dusun Ganjaran, Pekon (Desa) Gumukrejo,  Kecamatan Pagelaran.

Lomba memancing ini tidak hanya diikuti peserta dari Pringsewu saja, tetapi juga diiikuti  para peserta dari sejumlah kabupaten/kota, diantaranya Pesawaran, Tanggamus, Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Metro. (*/Humas dan Protokol Setkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar