Subscribe:

Rabu, 19 Oktober 2011

Pringsewu Canangkan Imunisasi Campak & Polio Tambahan


PRINGSEWU TIMUR - Kabupaten Pringsewu termasuk salah satu kabupaten yang mendapatkan imunisasi tambahan campak dan polio. Imunisasi tambahan untuk penyakit campak dan polio ini telah dilaksanakan secara serentak mulai tanggal 18 Oktober sampai dengan 18 November 2011, dilakukan terhadap balita yang telah berusia 9-59 bulan dan imunisasi polio kepada balita berumur 0-59 bulan. Demikian dikatakan Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat mencanangkan pemberian imunisasi tambahan campak dan folio di Kelurahan Pringsewu Timur, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Kamis (20/10).
Penyakit campak secara umum, kata bupati,  memang tidak menimbulkan kematian secara langsung, sehingga sebagian masyarakat kita penyakit campak ini cenderung dianggap sepele. Namun ternyata, penyakit ini dapat mengakibatkan melemahnya sistem kekebalan tubuh, sehingga dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh ini akan menyebabkan anak-anak sangat rentan terhadap serangan berbagai penyakit.                                    “Jadi yang sangat mengkhawatirkan bukanlah ketika anak-anak kita terserang campak, melainkan dampaknya setelah anak-anak terserang penyakit campak inilah yang sangat perlu diwaspadai. Sedangkan penyakit polio yang menyerang pada syaraf tulang dan otak dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak-anak,” katanya.
Diungkapkan penjabat bupati didampingi ketua tim penggerak PKK Kabupaten Pringsewu Lisnalela Sudarno, campak dan polio sesungguhnya dapat dicegah dengan imunisasi, dari kajian Kemenkes, WHO, dan UNICEF, dipandang penting melaksanakan kampanye imunisasi campak dan folio tambahan  ini melalui penggerakan kelompok sasaran yakni usio 0-59 bulan dengan tidak memandang status imunisasi dengan target lebih dari 95 persen.                                                                                                                  “Vaksin dan alat suntik saat ini sudah sampai di semua puskesmas di wilayah Kabupaten Pringsewu dengan tenaga  1835 kader, 26 dokter, 82 perawat,  159 bidan, dengan tenaga sebanyak 264 orang, berikut sarana berupa 367  posyandu, 1 RSUD, dan 4 rumah sakit swasta, dengan jumlah sasaran 35.699 balita,”  ungkapnya.
Penjabat Bupati Pringsewu juga menghimbau seluruh masyarakat  Pringsewu terutama kaum ibu yang memiliki balita, agar membawa anak balitanya ke tempat pelayanan imunisasi tambahan campak dan polio, baik yang sudah pernah mendapatkan imunisasi lengkap maupun yang belum, karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati.                                      “Metode imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif dan efisien untuk mencegah anak-anak dari serangan penyakit campak dan polio, dan jangan lupa tetap memberikan ASI eksklusif, nutrisi cukup dan seimbang serta senantiasa menjaga kebersihan badan dan lingkungan,” pungkasnya. (*)
CPNSD Pringsewu 
Terima SK 100 Persen
GADINGREJO - Sebanyak  328 Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) yang telah memenuhi syarat dan  telah memiliki STTPL (Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan) Prajabatan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu mendapat Surat Keputusan (SK) perubahan status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) 100 persen. Penyerahan Surat Keputusan sekaligus pengambilan sumpah dilakukan Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu Hi.Sudarno Eddi, SH, MH di aula Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Gadingrejo,  Kabupaten Pringsewu, Kamis (20/10).

Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu Hi.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya berharap para Pegawai Negeri Sipil  yang telah mendapatkan Surat Keputusan 100 persen mensyukuri apa yang telah didapatkan dengan meningkatkan kinerja dan disiplin, serta memahami aturan-aturan kepegawaian, disamping menguasai sepenuhnya tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, baik sebagai aparatur pemerintah, abdi negara, serta pelayan masyarakat.
"Dengan diterimanya SK PNS ini, berarti secara formal saudara sekalian sudah berstatus sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil," ujar bupati.


Penjabat bupati juga meminta para Pegawai Negeri Sipil  yang menerima Surat Keputusan 100 persen untuk membekali diri dengan integritas dan mentalitas yang baik dengan mengutamakan kejujuran dan keikhlasan dan kedepankan sikap ramah tamah.  Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu, jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pringsewu, para asisten dan staf ahli bupati, serta kepala satuan kerja perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

PRINGSEWU TERIMA 17 SARJANA PROGRAM PSP3



PRINGSEWU - Kabupaten Pringsewu menerima 17 sarjana penggerak pembangunan perdesaan yang mengikuti program penempatan Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan (PSP3) di 3 kecamatan, masing-masing Kecamatan Pagelaran sebanyak 6 orang, Kecamatan Banyumas sebanyak 6 orang, serta Kecamatan Adiluwih sebanyak 5 orang. Para sarjana yang berasal dari sejumlah provinsi diantarnya Sumatera Selatan (Sumsel), Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), serta Kepulauan Riau (Kepri) ini, diterima oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu Drs.H.Gatot Susilo, MM mewakili Penjabat Bupati Pringsewu di Panti Wecono Podomoro, Selasa (18/10), dihadiri Camat Adiluwih Edi Sumber Pamungkas, S.Sos, Camat Banyumas Drs.Syarifudin Yusuf, dan sejumlah kepala pekon yang akan akan berketempatan peserta PSP3 tersebut.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu Drs.H.Gatot Susilo, MM membacakan sambutan tertulis Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH mengatakan pemuda mempunyai peranan penting dalam pembangunan, dimana keberhasilan pembangunan, terutama dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki keunggulan daya saing, menjadi salah satu kunci dalam membuka peluang dan kemajuan di berbagai sektor pembangunan. “Program PSP3 ini selain memiliki tujuan untuk membantu percepatan pembangunan juga memiliki manfaat bagi pesertanya yakni untuk membangun kemampuan diri serta lebih mengenal dan mencintai desa,” katanya.

Dipaparkan bupati, Kabupaten Pringsewu merupakan Daerah Otonomi Baru (DOB) hasil pemekaran dari Kabupaten Tanggamus yang terdiri dari 8 kecamatan, 96 pekon (desa), serta 5 kelurahan, dengan luas wilayah 625 km2. “Di usianya yang baru tiga tahun, Kabupaten Pringsewu masih terus membutuhkan perbaikan-perbaikan di segala bidang meskipun beberapa prestasi sudah diraih. Oleh karenanya, kehadiran para peserta PSP3 di tengah-tengah masyarakat Pringsewu kiranya dapat menjadi motivator dalam rangka membangun dan mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

PEMKAB PRINGSEWU LUNCURKAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA 2011

PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten Pringsewu meluncurkan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia tahun 2011 dalam bentuk apel di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Jumat (14/10). Kegiatan ini dipimpin langsung Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Dra.Hj.Lisnalela Sudarno Eddi. Tampak hadir para asisten dan staf ahli bupati, para kepala SKPD beserta seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu.


Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam amanatnya mengatakan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2008 telah menyerukan perlunya peningkatan praktek Higiene dan Sanitasi di seluruh dunia. Untuk itu sejak tahun 2008, Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) ditetapkan pelaksanaannya secara global pada tanggal 15 Oktober yang diperingati setiap tahunnya.
“ Cuci Tangan Pakai Sabun adalah perilaku sederhana yang paling mudah dan murah untuk dilakukan, namun faktanya hal ini seringkali tidak dilakukan, padahal perilaku ini berdampak besar untuk menghindari berbagai penyakit menular seperti diare, ISPA, Flu Burung serta penyakit kulit lainnya,” kata bupati.

Dikatakan bupati, peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia tahun 2011 kali ini mengusung tema global yakni ‘Cuci Tangan, Upaya Promotif dan Preventif Terpadu, Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak’. Dengan merebaknya virus H5N1 pada pertengahan tahun 2005 lalu di Indonesia, maka penting untuk menyampaikan pesan CTPS sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut lebih luas.
“Masyarakat maupun tenaga profesional yang melakukan aktivitas di sekitar peternakan termasuk masyarakat yang dipasar dan wilayah perbatasan laut, darat dan udara dan pintu masuk seperti bandara dan pos perbatasan merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi untuk terjangkit H5N1 sehingga perlu menjadi fokus penyampaian pesan CTPS,” ujarnya.
Membiasakan diri untuk melakukan cuci tangan pakai sabun, lanjut bupati, berarti mengajarkan seluruh keluarga hidup sehat sejak dini. Pola hidup bersih dan sehat akan tertanam kuat di diri pribadi dan anggota keluarga lainnya, karena cuci tangan memakai sabun dapat dengan mudah dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak.
“Tujuan pembangunan kesehatan tidak akan dapat dicapai hanya dengan upaya oleh sektor kesehatan saja. Oleh karenanya, dalam kesempatan yang baik ini saya mengharapkan kepada semua pihak, marilah dengan semangat kemitraan kita selenggarakan pembangunan kesehatan, untuk mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan,” tandasnya.

Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi juga berharap peran serta semua pihak agar dapat menyelenggarakan HCTPS secara serentak pada tanggal 15 Oktober setiap tahun, menyelenggarakan kegiatan lanjutan dalam rangka sosialisasi dan kampanye CTPS melalui berbagai kegiatan nyata di masyarakat, serta penyediaan sarana CTPS yang disertai dengan kampanye perilaku higienis lainnya di masyarakat, sekolah, dan tempat umum seperti terminal, rumah makan dan pasar.

Setelah apel, acara dilanjutkan dengan peragaan mencuci tangan dengan memakai sabun yang benar oleh Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dan Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Dra.Hj.Lisnalela Sudarno Eddi.
Selanjutnya, Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi beserta seluruh jajaran Pemkab Pringsewu mengadakan kegiatan Jumat Bersih dengan membersihkan sampah di sepanjang jalan protokol Kota Pringsewu mulai dari pendopo kabupaten menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Kesehatan, dan Jalan KH Ghalib Raya. (*
)


  
ASISTEN III  SETDAKAB PRINGSEWU 
      BUKA DIKLAT PRAJABATAN GOL. II


HAJIMENA - Diklat Prajabatan bagi CPNS golongan II angkatan IV di lingkungan Pemkab Pringsewu, Senin (17/10) dibuka oleh Pj Bupati Pringsewu diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Pringsewu H.Djohan , SE, MM di aula Bapelkes, Hajimena, Kecamatan Natar.

Asisten III Setdakab Pringsewu H.Djohan, SE, MM membacakan sambutan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi mengatakan, prajabatan merupakan diklat yang harus diikuti oleh semua Calon Pegawai Negeri Sipil sebagai salah satu persyaratan untuk dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil secara penuh. Dalam diklat ini, para peserta akan diberi wawasan tentang kepegawaian, juga akan ditempa dan dilatih untuk lebih memahami rambu-rambu serta mengimplementasikan aturan-aturan yang berkenaan dengan hak, kewajiban maupun larangan bagi seorang Pegawai Negeri Sipil.
"Selain itu juga akan didapatkan pembinaan yang memungkinkan CPNS mengembangkan potensi, kecakapan, dan keahlian serta mentalitas yang baik, agar mampu bekerja secara optimal, penuh dedikasi dan mengedepankan keramahtamahan dalam memberikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Pj Bupati melalui asisten III juga berharap seluruh peserta diklat prajabatan dapat mengikuti diklat dengan sungguh-sungguh, berkonsentrasi dan penuh keikhlasan, mengikuti semua petunjuk, bimbingan dan pelatihan yang diberikan agar dapat menyerap semua ilmu dan keterampilan yang diberikan, sehingga nantinya dapat menjadi sosok Pegawai Negeri Sipil yang handal dan profesional.
"Sehingga ke depan Kabupaten Pringsewu akan dapat melakukan percepatan dalam mencapai harapan seluruh masyarakat, yakni terciptanya kemajuan dan kesejahteraan yang dapat terwujud apabila didukung dengan kinerja para PNS yang baik, disiplin dalam segala hal dan memiliki motivasi yang tinggi untuk mengukir prestasi. saya ucapkan terima kasih kepada Badan Diklat Provinsi Lampung, para widyaiswara dan tim pengajar, pihak Bapelkes dan panitia penyelenggara atas segala upaya dan kerja kerasnya demi terselenggaranya dengan baik diklat prajabatan ini," pungkasnya. (*/Humas dan Protokol)


SEKDAKAB PRINGSEWU BUKA BIMTEK PRODUK HUKUM

PRINGSEWU SELATAN
- Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi mewakili Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Senin (17/10) membuka kegiatan bimtek penyusunan produk hukum daerah di aula STMIK Pringsewu, Pringsewu Selatan. Bimtek tersebut diikuti SKPD di lingkungan Pemdakab Pringsewu.

Membacakan sambutan penjabat bupati, Sekdakab Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi berharap ke depan segala bentuk regulasi yang menjadi payung hukum bagi terselenggaranya tata pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu benar-benar selaras dan tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang ada di atasnya serta tidak kontradiktif dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, sehingga dapat memberikan jaminan kepastian hukum dan mampu secara efektif menciptakan ketenteraman dan kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kepada para peserta bimtek, saya meminta agar dapat mengikuti kegiatan bimtek ini dengan sungguh-sungguh, berkonsentrasi dan penuh keikhlasan.
Ikutilah semua petunjuk dan bimbingan yang diberikan oleh para pemateri dengan sebaik-baiknya, agar dapat menyerap semua ilmu dan keterampilan yang diberikan, sehingga nantinya dapat menguasai prosedur dan teknis penyusunan produk hukum," tandasnya. (*/Humas dan Protokol)
 
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Rabu, 12 Oktober 2011

Pahami Kondisi Anak Secara Komprehensif

GADINGREJO - Masa kanak-kanak atau sering disebut usia dini merupakan usia emas dimana mereka dapat dengan mudah menyerap informasi dan pengetahuan dari dunia sekitarnya. Karenanya, Himpaudi (Himpunan Pendidik Anak Usia Dini) sebagai organisasi para pendidik anak usia dini  agar benar-benar memahami kondisi anak usia dini secara komprehensif dan holistik baik dari aspek fisik maupun psikologi sehingga dalam memberikan pengasuhan dan bimbingan sesuai tingkat perkembangan anak.

Demikian dikatakan Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi saat membuka kegiatan festival dan lomba kreatifitas anak usia dini se Kabupaten Pringsewu di GSG Kecamatan Gadingrejo, Kamis (12/10).

Pendidikan anak usia dini berfungsi untuk membina dan menumbuh kembangkan potensi anak secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai tahap perkembangan agar memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
"Tujuan pendidikan anak usia dini adalah guna membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, berakhlak mulia, mempunyai pribadi luhur, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif dan inovatif, mandiri dan percaya diri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab, selain untuk pengembangan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, kinestetis dan sosial pada masa pertumbuhannya dalam lingkungan bermain yang edukatif," kata bupati. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, ketua TP-PKK Pringsewu yang juga ketua pembina Himpaudi Pringsewu Dra.Hj.Lisnalela Sudarno Eddi, ketua Dharma Wanita Persatuan Pringsewu Ny.Hj.Aslaini Idrus Effendi, serta ketua pembina Himpaudi Tanggamus Ny.Hj.Nurrohmah Sujadi. (*)

Bupati Tinjau Pembangunan Terminal


GADINGREJO - Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, Kamis (13/10) meninjau pembangunan Terminal Gadingrejo, Pringsewu. Pembangunan terminal bertipe C tersebut  berlokasi di lahan eks lapangan Pekon (Desa) Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, tidak jauh dari Pasar Gadingrejo.
Sebagai pintu gerbang utama Pringsewu, Kecamatan Gadingrejo kini semakin menunjukkan perkembangan dan kemajuan  yang cukup pesat, sehingga diperlukan sarana maupun prasarana yang representatif  sebagai menunjang kemajuan wilayah.
 "Bidang transportasi merupakan salah satu hal utama yang masih membutuhkan peningkatan baik pelayanan maupun sarana dan prasarana, mengingat keberadaan terminal merupakan fasilitas urgen yang mendukung kemajuan serta peningkatan PAD," kata bupati.

Bupati berharap dengan keberadaan terminal tersebut nantinya akan mempermudah masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi umum serta dapat meningkatkan dan memperlancar roda perekonomian Pringsewu disamping dapat meningkatkan PAD.
“Saya berharap pembangunan terminal ini dapat selesai tepat waktu. Untuk itu kita berharap pembangunan terminal ini berjalan tanpa hambatan,” harapnya. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Bupati Ajak Masyarakat Sukseskan e-KTP


PRINGSEWU – Sebagaimana diamanatkan Undang-undang no.23/2006 tentang Administrasi Kependudukan, pemerintah wajib memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepada setiap penduduk Indonesia serta mencantumkannya dalam setiap dokumen kependudukan. Selain itu, NIK juga dijadikan dasar penerbitan paspor, NPWP, polis asuransi, sertifikat hak atas tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya.

Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pringsewu Kalmansyah saat acara coffe morning jajaran Pemkab Pringsewu di Grojogansewu, Pringsewu, Rabu (12/10)  menjelaskan setiap penduduk Indonesia wajib KTP, harus memiliki KTP yang mempunyai spesifikasi dan format KTP nasional dengan pengamanan khusus, sebagaimana dimaksud dalam Perpres no.26/2009 tentang penerapan KTP berbasis NIK secara nasional, dan telah diubah dengan Perpres no.35/2010 tentang perubahan atas peraturan presiden no.26 tahun 2009.

Penerapan e-KTP dilatar belakangi sistem pembuatan KTP konvensional yang memungkinkan seseorang memiliki KTP lebih dari satu, disebabkan belum adanya basis sistem pelayanan terpadu yang menghimpun data penduduk seluruh Indonesia. Penerapan e-KTP berbasis NIK merupakan solusi sekaligis menciptakan identitas tunggal.
“E-KTP berbasis NIK adalah salah satu program strategis nasional yang pelaksanaannya disepakati bersama antara pemerintah, pemrov, dan pemkab/pemkot, yakni pemutakhiran data kependudukan di 497 kabupaten/kota yang harus diselesaikan pada 2010, pemberian NIK kepada setiap penduduk pada 2010 di 329 kabupaten/kota dan 2011 di 168 kabupaten/kota, serta penerapan e-KTP pada 2011 di 197 kabupaten/kota, dan  pada 2012 di 300 kabupaten/kota,” jelasnya.

Dasar penerapan e-KTP, lanjut dia, adalah SE Mendagri no.471.13/2715/SJ tertanggal 5 Juli 2010 perihal pemutakhiran data kependudddukan, penerbitan NIK dan persiapan e-KTP, surat Mendagri no.471.12/245/MD tanggal 13 Oktober 2010 tentang ditetapkannya 197 kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk menerapkan e-KTP pada 2011, serta surat Mendagri no.471.12/245/MD tanggal 14 Januari 2011 tentang pencetakan dan distribusi surat pemberitahuan NIK kepada penduduk.
“Yang pasti e-KTP sebagai identitas jati diri berlaku nasional sehingga tidak perlu membuat KTP lokal untuk pengurusan izin, pembukaan rekening bank dan lainnya, serta mencegah KTP ganda dan pemalsuan KTP, terciptanya keakuratan data penduduk guna mendukung program pembangunan,”  tambahnya.

Dalam pada itu, Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi mengajak  seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dan lebih berperan aktif dalam upaya membangun Pringsewu lebih baik, serta mendukung program-program  pemerintah.
"Diantaranya dengan mensukseskan program e-KTP  yang sudah diterapkan di seluruh kecamatan di Kabupaten Pringsewu sejak 22 September 2011 lalu,"  ujarnya.

Coffe morning merupakan agenda rutin Pemkab Pringsewu sebagai ajang silaturahmi antara jajaran Pemkab Pringsewu bersama para pengusaha, dunia perbankan, stakeholder serta melemen masyarakat lainnya dalam rangka bersama-sama membangun Kabupaten Pringsewu. Dalam coffe morning kemarin tampak  hadir diantaranya penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, sekkab Idrus Effendi, para asisten dan staf ahli serta kepala SKPD, kalangan pengusaha, perbankan, serta stakeholder. (*)


||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 10 Oktober 2011

APBD PERUBAHAN 2011 DISAHKAN

PRINGSEWU – Rapat paripurna pengesahan Ranperda APBD Perubahan 2011 menjadi Perda berlangsung di ruang rapat utama DPRD Pringsewu, Selasa (27/9) dipimpin Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa didampingi Wakil Ketua Drs.Fransiskus Xaverius Siman dan Stiyono, SH.
Rapat paripurna tersebut juga dihadiri Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Sekdakab Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, para asisten dan staf ahli, serta para kepala SKPD dan jajaran fokorpimda setempat.
Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya mengatakan perubahan APBD dilakukan karena adanya perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum APBD, yaitu adanya perubahan proyeksi pendapatan daerah, alokasi belanja daerah dan sumber dana pembiayaan yang semula ditetapkan dalam KUA, adanya pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kelompok belanja, antar jenis belanja, antar kegiatan dan antar objek belanja, kemudian penggunaan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya, yang harus dilakukan dalam perubahan APBD.
“Dengan demikian di dalam APBD Perubahan 2011 yang didahului dengan perubahan terhadap dokumen Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara ini dilakukan penataan anggaran baik pendapatan, belanja maupun pembiayaan seiring dengan tuntutan tugas Pemerintah Daerah dalam rangka mengakomodir kepentingan pelayanan kepada masyarakat Alhamdulillah Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan APBD Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2011 dengan lancar,” kata bupati.

Dari berbagai tanggapan dan koreksi serta masukan-masukan yang disampaikan oleh Dewan yang terhormat baik pada saat penyampaian Pandangan Umum Anggota Dewan dan pada saat hearing antar Komisi-komisi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah maupun antara Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang terkait dengan Recana Kegiatan Anggaran Perubahan (RKAP-SKPD) dan dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2011, kata bupati, telah dilakukan pembahasan secara transparan dan akuntabel dengan suasana saling memahami tugas dan fungsi kedua lembaga, sehingga pada akhirnya Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan APBD Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2011 yang telah dibahas dan disempurnakan melalui diskusi-diskusi yang intensif dapat menjadi kesepakatan bersama antara eksekutif dan legislatif menjadi Peraturan Daerah Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2011 Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2011 yang definitif.
“Pada kesempatan ini saya juga mengingatkan kepada kita semua baik Satuan Kerja Perangkat Daerah, Tim Anggaran Pemerintah Daerah, dan Dewan yang terhormat untuk kita setujui paling lambat akhir bulan September 2011 berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2011,” tandasnya. (*)
PEMKAB PRINGSEWU PERINGATI HAORNAS + LEPAS ATLET 
KE APSSO V YOGYAKARTA

PRINGSEWU – Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-28 di Kabupaten Pringsewu diperingati dalam suatu apel di halaman Pendopo Pemkab Pringsewu, Jumat (30/9). Peringatan Haornas juga dimeriahkan dengan aneka perlombaan olahraga tradisional antar instansi se Kabupaten Pringsewu dan pelepasan atlet pelajar Sekolah Dasar yang akan mengikuti ASEAN Primary School Sport Olympiad (APSSO) ke-5 di Yogyakarta.
Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat membuka kegiatan tersebut mengatakan olahraga merupakan kegiatan guna memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran , serta menanamkan nilai-nilai moral seperti sportifitas, disiplin, kejujuran, serta untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan.
“Kita juga akan melepas para atlet cilik yang akan mengikuti APSSO ke-5 di Yogyakarta, atas nama Pemda Kabupaten Pringsewu, saya ucapkan selamat serta berpesan agar selalu memelihara kekompakan dan menjunjung tinggi sportifitas demi meraih prestasi yang terbaik, demi nama baik bangsa dan negara,” ujarnya. (*)
PEMKAB PRINGSEWU PERINGATI 
HARI KESAKTIAN PANCASILA

PRINGSEWU
- Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober di Kabupaten Pringsewu diperingati dalam suatu upacara du halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Senin (3/10).

Upacara tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu H.Idrus Effendi yang bertindak sebagai inspektur upacara, dihadiri Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Ilyasa, para asisten dan staf ahli, kepala satuan kerja perangkat daerah beserta para pegawai di jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu dan anggota Tentara Nasional Indonesia setempat.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi selaku Inspektur Upacara membacakan teks Pancasila, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.Firdaus Tarunajaya, MM bertugas membacakan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, dan ikrar setia terhadap Pancasila dibacakan oleh Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pringsewu Bajuri, SH. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 26 September 2011

Bupati Pringsewu Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Di Talang Rendah

PARDASUKA – Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH memberikan bantuan kepada 2 warga Dusun Talang Rendah, Pekon Selapan, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Senin (26/9), yang menjadi korban kebakaran beberapa waktu lalu. Masing-masing Rusman Effendi (41) yang tempat tinggalnya rata dengan tanah, mendapatkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp.10 juta, serta Farhadi (45) tetangga korban yang sebagian juga turut terbakar. Selain uang tunai, kedua korban juga mendapatkan bupper kit dari Dinas Sosial serta family kit dari BPBD Pringsewu.

Tidak mudah untuk menjangkau Dusun Talang Rendah yang letaknya berada di atas gunung di deretan pegunungan Bukit Barisan Selatan tersebut. Untuk menuju wilayah tersebut, Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH didampingi Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekda Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, Asisten I H.Firman Muntako, SE, Kepala Pelaksana BPBD Pringsewu Drs.Junaidi, Kepala Badan KB dan PP Drs.Zulfuad Zahary, Kepala BP4K Pringsewu Ir.Dancik Ibrahim, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu Drs.Sunargianto, M.Pd, dan Camat Pardasuka Sofyan HS, SH beserta sejumlah anggota TNI dari koramil setempat harus menempuh perjalanan dengan melintasi pegunungan dengan medan yang cukup sulit dengan jurang menganga di kanan kiri jalan. Itupun kendaraan hanya mampu menjangkau pusat Dusun Talang Rendah, sehingga perjalanan hanya bisa dilanjutkan dengan mengendarai kendaraan roda 2 sampai dengan Umbulan Talang Pande, dan selanjutnya dengan berjalan kaki menuju lokasi kebakaran yang berada di wilayah terpencil tersebut.
Namun, lelahnya perjalanan menuju lokasi dusun penghasil kopi, kakao, dan lebah madu tersebut, akhirnya terobati dengan eloknya pemandangan serta dinginnya udara khas pegunungan di dusun tersebut.
Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat memberikan bantuan tersebut berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.
"Ini merupakan salah satu bentuk rasa keprihatinan dan kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu terhadap warga yang sedang tertimpa musibah. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari semua ini,” kata bupati. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Sabtu, 24 September 2011

Bupati Lepas Pemberangkatan Angkutan Logistik Pemilukada

PRINGSEWU SELATAN - Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH  secara resmi melepas pemberangkatan angkutan logistik Pemilukada Kabupaten Pringsewu yang akan digelar 28 September 2011 mendatang.

Acara pelepasan yang  berlangsung di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pringsewu di Jalan Pangeran Diponegoro, Pringsewu Selatan, Kabupaten Pringsewu, Minggu (25/9) tersebut juga dihadiri Wakil Kapolres Tanggamus Komisaris Polisi M.Eka Faturrachman, Perwira Penghubung Kabupaten Pringsewu Kodim 0424/TGM  Kapten Aziz, Ketua KPU Kabupaten Pringsewu Warsito, ST dan jajaran komisioner, Ketua Panwas Kabupaten Pringsewu Fatoni, SH, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Pringsewu H.Firman Muntako, SE,  2 staf ahli bupati masing-masing Drs.H.Zuhairi dan Tias dan Sekretaris KPU Kabupaten Pringsewu Yespi Chori, ditandai dengan prosesi pengguntingan pita dan pemecahan kendi berisi air oleh Penjabat Bupati Pringsewu.

Pengangkutan bahan-bahan logistik keperluan Pemilukada Kabupaten Pringsewu tersebut menggunakan sejumlah kendaraan truk  dengan dikawal personil kepolisian menuju 8 kecamatan se Kabupaten Pringsewu.
Ketua KPU Kabupaten Pringsewu Warsito, ST  dalam laporannya mengatakan ada 2 macam logistik yang diangkut ke masing-masing kecamatan yakni berupa barang logistik yang berada di luar kotak suara, serta logistik yang berada di dalam kotak suara.
"Sebagian barang-barang logistik tersebut sudah dikirimkan ke setiap kecamatan," kata Warsito.

Sementara itu Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya mengatakan KPU Kabupaten Pringsewu beserta jajarannya telah bekerja keras semaksimal mungkin dalam menyelenggarakan Pemilukada Kabupaten Pringsewu yang pertama ini, dan berharap pelaksanaannya nanti dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif.
"Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban daerah kita ini," kata bupati. (*)


||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Kamis, 22 September 2011

BUPATI PRINGSEWU SAMPAIKAN NOTA KEUANGAN RAPBDP 2011

PRINGSEWU - Rapat paripurna penyampaian nota keuangan RAPBD Perubahan 2011 oleh Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi digelar di ruang rapat utama DPRD Pringsewu, Jumat (23/9) dipimpin Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa didampingi Wakil Ketua DPRD Pringsewu FX Siman dan Stiyono.

Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi saat menyampaikan nota keuangan RAPBD Perubahan 2011 mengatakan Penataan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2011 disesuaikan dengan nota kesepakatan tentang Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan yang telah ditandatangani bersama tanggal 20 September 2011.
"Berdasarkan prinsip Otonomi Daerah, maka daerah memiliki kewenangan di bidang perencanaan dan pengendalian pembangunan, membuat kebijakan untuk memberi pelayanan, peningkatan, peran serta dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa target Pendapatan Daerah pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2011 adalah sebesar Rp.602.038.722.864), meningkat sebesar Rp. 12.542.128.864 dari sebelum perubahan, yakni sebesar Rp. 589.496.594.000," kata bupati.

Target Pendapatan Daerah ini, kata dia, terdiri atas Rencana Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.18.080.500.000 dan target Pendapatan Dana Perimbangan sebesar Rp.455.053.168.784 serta target lain – lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp.128.905.054.080.
Secara keseluruhan, anggaran belanja pada APBD Perubahan 2011 direncanakan Rp.602.591.878.854,91. Jumlah ini meningkat sebesar Rp. 21.097.764.254,91 dibandingkan dengan sebelum perubahan yang hanya sebesar Rp. 581.494.114.600. Adapun penggunaannya antara lain untuk Belanja Tidak Langsung, Belanja Langsung, serta Pembiayaan.

Anggaran Belanja Tidak Langsung pada APBD Perubahan dianggarkan sebesar Rp.363.418.701.004,91 atau turun sebesar Rp. 2.369.308.995,09 dari sebelum perubahan yakni sebesar Rp. 365.788.010.000. Belanja Tidak Langsung ini terdiri atas :
1. Belanja Pegawai
Yang direncanakan sebesar Rp.328.735.151.293,91 turun sebesar Rp. 3.051.182.306,09 dari sebelum perubahan yang sebesar Rp. 331.786.333.600
2. Belanja Bunga
Pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2011 menjadi sebesar Rp.89.663.311,- , atau turun sebesar Rp. 1.632.836.689 dari sebelum perubahan ditetapkan sebesar Rp, 1.722.500.000
3. Belanja Hibah
Direncanakan sebesar Rp.24.453.162.000 meningkat sebesar Rp. 1.965.000.000 dari sebelumnya sebesar Rp. 22.488.162.000
4. Belanja Bantuan Sosial
Direncanakan sebesar Rp.6.535.600.000 naik sebesar Rp. 264.000.000 dari sebelumya sebesar Rp. 6.271.600.000
5. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa
Direncanakan sebesar Rp.3.155.124.400 naik sebesar Rp. 135.710.000 dari sebelumya sebesar Rp. 3.019.414.400
6. Belanja Tidak Terduga
Masih ditetapkan sebesar Rp.500.000.000.

Adapun rencana Anggaran Belanja Langsung pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2011, lanjut bupati, dianggarkan sebesar Rp.239.123.177.850 meningkat sebesar Rp. 23.417.073.250 dibandingkan dengan sebelum perubahan sebesar Rp. 215.706.104.600. Belanja Langsung yang diajukan tersebut terdiri atas :
1. Belanja Pegawai
Dari total Belanja Langsung Pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2011, Belanja Pegawai direncanakan sebesar Rp.26.239.077.650 meningkat sebesar Rp. 6.757.506.500 dari sebelum perubahan sebesar Rp. 19.481.571.150.
2. Belanja Barang dan Jasa
Direncanakan sebesar Rp.95.764.372.700 meningkat sebesar Rp. 7.138.046.050 dari sebelum perubahan Rp. 88.626.326.650
3. Belanja Modal
Pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2011 direncanakan sebesar Rp.117.119.727.500 naik sebesar Rp. 9.521.520.700 dari sebelum perubahan sebesar RP. 107.598.206.800.
"Dari uraian tersebut antara target pendapatan daerah dan rencana belanja pada APBD Perubahan 2011 terjadi defisit sebesar Rp.553.155.990,91. Adapun Penerimaan Pembiayaan Daerah Pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2011 diproyeksikan sebesar Rp.16.662.071.449,91 yang bersumber dari SILPA tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp. 6.267.862.936,18 dan penerimaan piutang daerah sebesar Rp. 10.394.208.513,73. Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp. 16.108.915.459 yang kegunaannya untuk pembayaran pinjaman pokok utang kepada Bank Lampung dan Bank Jabar Banten sebesar Rp. 13.000.000.000 serta utang Askes tahun 2010 dan utang pada PLN tahun 2010 sehingga terdapat pembiayaan netto sebesar Rp. 553.155.990,91 untuk menutupi defisit yang terjadi. Dengan demikian SILPA pada tahun anggaran 2011 adalah sebesar nol rupiah atau nihil," jelas bupati.

Penjabat Bupati Pringsewu juga menyatakan eksekutif telah menguraikan beberapa hal tentang RAPBD Perubahan Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2011 yang pada dasarnya penyusunan Rancangan APBD Perubahan yang disusun oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah dilakukan dengan cermat dan berhati-hati serta memperhitungkan waktu akhir tahun yang kurang lebih hanya 3 bulan.
"Namun demikian tentu masih diperlukan adanya pembahasan lebih lanjut.
Oleh karena itu kepada Dewan Yang Terhormat kami mengharapkan dapat meneliti dan membahasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan harapan kiranya anggota Dewan Yang Terhormat dapat membahas dan sekaligus dapat menyetujuinya dalam waktu yang tidak terlalu lama," harapnya. (*)



 Pringsewu Kekurangan PNS Bersertifikasi 
Pengadaan Barang dan Jasa

PRINGSEWU - Kabupaten Pringsewu saat ini baru memiliki sekitar 50 orang PNS bersertifikat Keahlian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Jumlah tersebut tentu masih kurang.
"Untuk memenuhi kebutuhan yang kita perlukan, tentunya sangat diperlukan adanya bimbingan teknis (bimtek, red) guna penanganan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu agar lebih baik dan profesional," kata Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat membuka bimtek dan ujian sertifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah di aula RSUD Pringsewu, Jumat (23/9).

Selain untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hal pengadaan barang dan jasa pemerintah, kata bupati, bimtek dan ujian nasional/sertifikasi keahlian pengadaan barang dan jasa pemerintah ini jelas akan menambah jumlah aparatur pemerintah Kabupaten Pringsewu secara kuantitas, yang nantinya memiliki keahlian serta kewenangan untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa.
"Pengadaan barang dan jasa yang buruk akan berdampak pada penurunan kualitas daya saing, baik di tingkat lokal maupun nasional, serta berdampak pada kualitas barang dan jasa yang tidak sesuai dengan harapan dan ketentuan sehingga mengganggu pembangunan secara umum," ujarnya.
Bupati juga mengingatkan para peserta bimtek untuk tekun dan berkonsentrasi agar dapat menyerap dan memahami materi dengan baik sehingga lulus dan mendapat predikat yang terbaik.
"Dengan demikian diharapkan proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu dapat terlaksana sesuai dengan ketentuan yang berlaku, transparan dan objektif, serta lebih berkualitas," tandasnya. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Direktur KTD Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Buka Pekan Keselamatan Transportasi Tingkat Provinsi Lampung Di Pringsewu

PRINGSEWU - Direktur Keselamatan Transportasi Darat (KTD) Ditjen Perhubungan Darat Hotma Simanjuntak, Kamis (22/9) membuka Pekan Nasional Keselamatan Transportasi Jalan dan Dekade Aksi Keselamatan Jalan tahun 2011 tingkat Provinsi Lampung yang dipusatkan di Kabupaten Pringsewu.
Acara yang digelar di halaman Pendopo Pemda Kabupaten Pringsewu tersebut juga dihadiri Sekdaprov Lampung Berlian Tihang beserta jajaran fokorpimda Provinsi Lampung, Sekdakab Pringsewu Idrus Effendi beserta jajaran fokorpimda Kabupaten Pringsewu.

Direktur Keselamatan Transportasi Darat Ditjen Perhubungan Darat Hotma Simanjuntak mengatakan keselamatan adalah bukan barang murah oleh karena itu pemerintah pusat perlu memotivasi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan keselamatan jalan dimana  targetnya pada 2012 Kementerian Perhubungan khususnya Direktorat Keselamatan Transportasi Darat menganggarkan pendanaan untuk melakukan sosialisasi keselamatan transportasi jalan di seluruh provinsi di Indonesia.
Menurut data Kepolisian RI tahun 2010, kata Hotma,  jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas telah mencapai 31.600 jiwa, dan kecelakaan lalu lintas menduduki rangking ke-7 penyebab kematian di Indonesia, sehingga bila tidak diperbaiki, akan menjadi rangking ke-3 setelah HIV dan TBC.
"Setelah Aksi Keselamatan Jalan dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2007, PBB melalui World Health Organization (WHO) melihat data kematian akibat kecelakaan lalu lintas tidak berkurang secara signifikan. Dengan Deklarasi Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020 yang telah  dicetuskan, diharapkan  sampai 2020 angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia turun menjadi 15.300," kata Hotma.

Sekdakab Pringsewu Idrus Effendi membacakan sambutan Bupati Pringsewu menyatakan posisi Pringsewu  yang sangat strategis berada di Jalur Lintas Barat sehingga diperlukan tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam berlalu lintas, mengingat kondisi lalu lintas daerah ini yang cukup padat.
"Dengan kesadaran akan tertib berlalu lintas diharapkan kondisi lalu lintas di Pringsewu akan lebih nyaman, tertib, dan aman," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga digelar pawai kampanye aksi keselamatan transportasi dan jalan raya dengan menggunakan sepeda motor menyusuri sejumlah ruas jalan di kota Pringsewu dari halaman pendopo Pemda Pringsewu melalui Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Olahraga, Jalan Satria, Jalan KH Ghalib Raya, Jalan Veteran, kembali ke Jalan Jenderal Sudirman serta  finish di halaman pendopo pemda setempat. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 19 September 2011

Rapat Paripurna KUPA & PPAS-P


PRINGSEWU - Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pringsewu membahas Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan  Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2011 berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD setempat, Selasa (20/9).
Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Ilyasa didampingi Wakil Ketua DPRD Stiyono, dihadiri Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi beserta jajaran Pemkab Pringsewu.
Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi saat menyampaikan pengantarnya mengatakan
 

sebagaimana  diuraikan pada saat penyampaian rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan Kabupaten Pringsewu beberapa waktu lalu bahwa perubahan APBD dilakukan karena mengingat adanya perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD, yakni adanya perubahan proyeksi pendapatan daerah, alokasi belanja daerah dan sumber dana pembiayaan yang semula di tetapkan dalam KUA, kemudian adanya pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kelompok belanja, antar jenis belanja, antar kegiatan dan antar objek belanja, serta penggunaan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya  yang harus dilakukan dalam perubahan APBD. 
"Dengan demikian di dalam APBD Perubahan 2011 yang di dahului dengan perubahan terhadap dokumen kebijakan umum APBD dan prioritas plafon anggaran sementara ini dilakukan penataan anggaran baik pendapatan, belanja maupun pembiayaan seiring dengan tuntutan tugas  pemerintah daerah dalam rangka mengakomodir kepentingan pelayanan kepada masyarakat.  Alhamdulilah rancangan perubahan KUA dan PPAS perubahan tahun anggaran 2011 ini dapat kita sepakati bersama yang tertuang ke dalam MoU antara Pemkab  Pringsewu dengan DPRD Kabupaten Pringsewu. Perubahan kebijakan umum anggaran dan belanja daerah KUA dan PPAS merupakan dokumen perencanaan dan penganggaran yang menjadi pedoman atau landasan dalam rangka penyusunan RAPBD Perubahan Kabupaten Pringsewu tahun anggaran 2011 yang berisikan perubahan-perubahan atas pendapatan, alokasi belanja daerah dan sumber dana pembiayaan  serta pergeseran anggaran  yang terkait dengan program dan kegiatan," kata bupati.

Dari berbagai tanggapan dan koreksi serta masukan- masukan yang di sampaikan oleh anggota DPRD  baik pada saat penyampaian Pemandangan Umum  dan pada saat hearing antara komisi-komisi dengan satuan kerja Pemkab Pringsewu maupun antara  Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah  yang terkait dengan perubahan APBD 2011 dan dituangkan dalam kebijakan umum perubahan APBD dan prioritas dan plafon anggaran sementara perubahan tahun anggaran 2011, telah dilakukan pembahasan secara transparan dan akuntabel dengan suasana saling memahami tugas dan fungsi kedua lembaga, sehingga pada akhirnya Rancangan Dokumen Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2011 yang telah dibahas dan disempurnakan melalui diskusi-diskusi yang intensif, dapat menjadi kesepakatan bersama antara pihak eksekutif dan legislatif menjadi Dokumen KUA Perubahan dan PPAS Perubahan Kabupaten Pringsewu tahun anggaran 2011  yang definitif.                                                                                                                                                     "



 
Pada kesempatan ini saya juga mengingatkan kepada kita semua,  baik  SKPD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Dewan Yang Terhormat untuk bekerja keras lagi dalam rangka penyusunan dan penyelesaian RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2011,  mengingat tenggang waktu yang semakin terbatas menjelang akhir tahun anggaran, dan kita
berharap RAPBD Perubahan Kabupaten Pringsewu tahun anggaran 2011  ini dapat kita setujui paling lambat akhir bulan September 2011. Hal tersebut didasarkan pada Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 37 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan APBD tahun anggaran 2011,"  ujarnya.  



Selanjutnya, Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi atas nama Pemkab Pringsewu juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada seluruh jajaran legislatif  atas proses pembahasan yang insentif dan kreatif bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah  sehingga dapat tersusun kebijakan Umum Perubahan APBD  dan PPAS Perubahan Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2011 dengan baik. Begitu pula atas saran, kritik yang kondusif dan rekomendasi yang telah disampaikan baik dalam proses pembahasan maupun dari pendapat akhir fraksi-fraksi, yang akan dijadikan perhatian  akan sangat bermanfaat dalam rangka peningkatan kinerja Pemkab Pringsewu di  masa mendatang. (*)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Peringatan HUT Pramuka Ke-50 Di Pringsewu

PRINGSEWU - Peringatan Hari Pramuka (Praja Muda Karana) ke-50 tahun diperingati dalam suatu apel di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu. Apel tersebut juga dihadiri Ketua Kwarda Pramuka Lampung Sjachrazad ZP, Ketua Kwarcab Pringsewu Drs.Idrus Effendi, diikuti ratusan anggota Pramuka se wilayah Kwarcab Pringsewu.

Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi yang bertindak sebagai pembina apel membacakan amanat Ketua Kwartir Pusat Pramuka Prof.Dr.dr.H.Azeul Anwar, M.Ph mengatakan  revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah berjalan selama 5 tahun dengan tujuan utamanya adalah untuk memantapkan eksistensi gerakan pramuka serta untuk meningkatkan fungsi gerakan pramuka telah memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan. Namun demikian, bersamaan dengan itu, harus diakui pula bahwa tantangan yang dihadapi oleh Gerakan Pramuka dan juga oleh kaum muda Indonesia, juga makin bertambah berat. 
"Gerakan Pramuka merupakan salah satu pilar pendidikan kaum muda di  
Indonesia, dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menyelesaikan masalah kaum muda. Sesungguhnya  dewasa ini, Gerakan Pramuka serta generasi muda di Indonesia banyak menghadapai berbagai masalah antara lain adalah tingginya angka putus sekolah, sulitnya mendapatkan pekerjaan, maraknya tindak kriminalitas yang melibatkan generasi muda, rendahnya rasa hormat kaum muda kepada orangtua dan kepada guru, perubahan gaya hidup yang menjurus pada prilaku tidak sehat, meningkatnya prilaku merokok pada usia muda, makin tingginya konsumsi narkoba dan zat adiktif, serta makin meningkatnya pergaulan bebas yang berakibat pada terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi dikalangan generasi muda, tentu saja sangat memprihatinkan kita semua," kata dia. 
Untuk kepentingan bangsa dan negara pada masa depan,  lanjut dia, berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi tentu saja harus dapat ditanggulangi. Disinilah menjadi penting peranan Gerakan Pramuka, karena sebagai lembaga pendidikan non formal yang bertujuan

untuk membentuk karakter kaum muda, menanamkan semangat kebangsaan, serta meningkatkan keterampilan generasi muda.
"Sejarah telah mencatat besarnya peranan anggota dan organisasi Pramuka dalam kehidupan bangsa dan bernegara, yakni pada masa-masa awal kebangkitan nasional, para anggota Pramuka atau Kepanduan saat itu, mempunyai peranan besar dalam membangkitkan semangat kebangsaan. Pada  tahun 1920 an  para anggota Kepanduan berperan besar dalam menggalang semangat persatuan. Untuk kemudian, pada masa-masa awal kemerdekaan, juga berperan besar dalam menggelorakan semangat bela negara," ungkapnya. 

Selanjutnya Penjabat Bupati Pringsewu saat membacakan sambutan Ketua Kwarnas berharap GerakanPramuka dapat berkiprah dalam mensukseskan pembangunan nasional utamanya dalam mengatasi berbagai masalah dan tantangan kaum muda, dimana Gerakan Pramuka  harus dapat berperan sebagai penyelamat generasi muda.
"Gerakan Pramuka sebagai Lembaga Pendidikan yang berperan melengkapi pendidikan formal bagi generasi muda, sejak dicanangkan revitalisasi 2006 lalu, terus menerus membenahi diri. Pada saat ini, dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, tentu saja upaya pembenahan diri tersebut harus semakin ditingkatkan. Dan hasil yang dicapai sejauh ini cukup menggembirakan dimana minat kaum muda terhadap Gerakan Pramuka tampak semakin meningkat. Bersamaan dengan itu, berbagai kegiatan kepramukaan telah semakin banyak dilaksanakan. Guna tercapainya visi dan misi yang dimiliki yakni mempersiapkan calon pemimpin bangsa yang memiliki watak, kepribadian dan akhlak mulia pada masa depan, berbagai keberhasilan ini tentu saja harus dapat dipertahankan dan bahkan harus dapat lebih ditingkatkan pada masa depan," ujarnya.

Lebih lanjut untuk terwujudnya visi dan misi Gerakan Pramuka, Penjabat Bupati  mengajak kepada semua pihak agar dapat secara terus-menerus dan bersama-sama mengibarkan panji-panji Gerakan Pramuka, karena sesungguhnya salah satu peran utama yang diharapkan dari Gerakan Pramuka adalah sebagai perekat bangsa.   
Seusai apel, Penjabat Bupati Pringsewu juga melepas peserta  yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas)  Pramuka Satuan Karya (Saka)  Bhakti Husada di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sulawesi, dan selanjutnya bersama jajaran Pramuka dari Kwarda Lampung dan Kwarcab Pringsewu melakukan acara halal bilhalal di pusiban Pendopo Kabupaten Pringsewu. (*)                  

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
Gelar Pemilihan Miss Waria 2011
GADINGREJO - Kaum Waria (Wanita Pria) yang tergabung dalam Jaringan Waria Lampung (Jawala) punya gawe. Ratusan kaum 'laki-laki kemayu' ini, Minggu (18/9) malam menggelar pemilihan Miss Waria 2011 bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.
Gebyar Waria 2011 ini diikuti dan dihadiri ratusan waria dari sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH beserta Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Dra.Hj.Lisnalela Sudarno Eddi beserta jajaran Pemerintah daerah Kabupaten Pringsewu juga turut hadir menyaksikan tingkah polah dan gaya para bencong tersebut.

Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya merasa bangga dan bahagia dapat bersilaturahim dengan komunitas kaum waria tersebut, dan berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk terjalinnya hubungan kekeluargaan yang hangat dan akrab, baik antar sesama kaum waria, antara komunitas waria dengan pemerintah, maupun dengan masyarakat lainnya.
"Saya mengajak kepada seluruh komunitas kaum waria, mari kita bekerja sama dan bersatu padu untuk bersama-sama mengabdikan diri membangun daerah demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. (*)
 
Bupati Pringsewu Hadiri Perayaan Ulang Tahun Persatuan Masyarakat Batak Pringsewu
PRINGSEWU - Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH menghadiri ulang tahun Persatuan Masyarakat Batak Pringsewu (PMBP) di Pringsewu, Senin (19/9). Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH didampingi Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekretaris Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, serta Asisten I Setkab Pringsewu H.Firman Muntako, SE serta Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Kabupaten Pringsewu Yus Amri Agus, S.Sos.
Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya mengaku bangga lepada Persatuan Masyarakat Batak Pringsewu yang selama ini telah menunjukkan kekompakan dan kerukunan, baik dengan sesama warga Batak maupun dengan suku lain, sehingga dapat hidup berdampingan dengan damai, penuh toleransi dan saling menghargai.
“Semoga kondisi seperti ini dapat terus kita pertahankan dan kita budayakan dalam kehidupan di masyarakat agar dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan ketenangan lahir dan batin. Jangan sampai terjadi seperti daerah-daerah lain sebagaimana yang kita saksikan melalui televisi; antarkelompok, antarsuku, antaragama, antar geng tawuran. Karena saya tahu, di Pringsewu ini tingkat heterogenitasnya cukup tinggi dimana berbagai suku bangsa, kelompok, dan berbagai agama ada dan hidup bersama di Pringsewu,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa dan jajaran Pemkab Pringsewu beserta Ketua PMBP Simangunsong, tokoh masyarakat Batak Pringsewu L.Hutapea yang juga Kepala BRI Cabang Pringsewu, serta ratusan warga Batak dari berbagai puak dan marga bersama-sama menari tarian khas Batak, dengan dihibur artis Trio Santana. (*)
 
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>