Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki mewakili Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu Hj.Lisnalela Sudarno Eddi dan salah satu pengurus PP Muhammadiyah H.Marpuji Ali melepas peserta pawai ta'aruf di halaman Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu dalam rangka Muswil Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Provinsi Lampung di Pringsewu, Jumat dan Sabtu (26-28/11).
Kamis, 25 November 2010
Selasa, 23 November 2010
Guru Kunci Utama Peningkatan Kualitas Manusia
GADINGREJO - Pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas manusia, dimana dengan meningkatkan mutu pendidikan, secara otomatis kualitas manusia yang mendapatkan pendidikan tersebut akan meningkat.
Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pringsewu H.Syahlulsyah, SH, MH saat peringatan Hari Guru Nasional 2010 dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke -65 Kabupaten Pringsewu di halaman SMA Negeri Gadingrejo, Kamis (25/11).
Menurut bupati,
perlunya para guru untuk senantiasa berupaya meningkatkan kualitas.
| |
“Guru akan selalu menjadi sumber ilmu utama bagi para peserta didik, untuk kemudian mereka lengkapi dengan ilmu yang mereka dapat dari keluarga dan masyarakat. Maka adalah hal yang layak jika kemudian seorang guru juga senantiasa meningkatkan ilmu yang telah dimiliki dengan membuka diri terhadap sumber-sumber ilmu lain yang ada di sekitar kita, seperti buku, internet, televisi, masyarakat, bahkan perlu saling berbagi ilmu dengan orang-orang yang lebih muda, bahkan termasuk peserta didik,” katanya.
Bupati melalui Asisten III juga berharap para guru dapat memberi contoh kepada para peserta didik agar mereka juga dapat mencari pengetahuan yang memang tersedia di berbagai tempat.
| |
Pringsewu Kampanyekan
Indonesia Menanam
AMBARAWA - Kelestarian sumberdaya hutan, dewasa ini telah menjadi isu global, dimana umat manusia di seluruh dunia meyakini bahwa hutan tidak hanya memiliki fungsi sosial ekonomi dan sosial budaya, tetapi juga fungsi ekologis yang peranannya sangat vital bagi sistem penyangga kehidupan. Terjadinya fenomena di muka bumi saat ini berupa pemanasan global dan perubahan iklim, merupakan suatu tantangan bagi kita semua untuk segera bertindak sesuai profesi dan proporsinya masing-masing.
Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Drs.H.Gatot Susilo, MM dalam kampanye Indonesia Menanam, Gerakan Bakti Pemuda Penghijauan, dan musda Himpunan Pelsetari Hutan Andalan, yang dipusatkan di Pekon (Desa) Jatiagung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Kamis (25/11).
Menurut dia, salah satu upaya untuk mengurangi efek pemanasan global dan perubahan iklim adalah dengan memperbanyak pohon dan tumbuh-tumbuhan, sehingga diperlukan upaya untuk mempertahankan keutuhan ekosistem hutan dan melakukan penanaman pohon secara besar-besaran.
“Berbagai program rehabilitasi hutan dan lahan yang telah dicanangkan melalui berbagai kegiatan, salah satunya Kampanye Indonesia Menanam, Gerakan Bakti Penghijauan Pemuda, dan Musyawarah Himpunan Pelestari Hutan Andalan (HPHA), pada intinya adalah kegiatan atau aksi penanaman dan pemeliharaan pohon,” katanya.
Namun, kata dia, di dalam kegiatan atau aksi tersebut juga terkandung gerakan moral, yaitu mengajak semua pihak untuk mengubah pola pikir dari kebiasaan menebang pohon menjadi cinta menanam dan memelihara pohon.
“
Kebersihan terhadap lingkungan, semestinya dimulai dari pribadi masing-masing individu dan kemudian digalakkan secara bergotong royong, hal ini penting karena dengan adanya kebersamaan diharapkan dapat membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pencanangan Kampanye Indonesia Menanam ini, merupakan rangkaian dari upaya untuk menghijaukan ‘Bumi Jejama Secancanan’, dengan harapan agar masyarakat ikut serta menjaga hutan di sekitarnya.
“Bila program ini berhasil, Insya Allah hutan kita tetap hijau dan pada akhirnya sumber mata air akan terjaga,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Provinsi Lampung I Made Suwetja mengatakan penyelenggaraan kampanye Indonesia Menanam bertujuan untuk untuk membangkitkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya menanam dan memelihara sumber daya hutan serta lengkungan sehingga terwujud perilaku menanam dan melestarikan hutan serta lingkungan sebagai bagian dari budaya bangsa.
"kegiatan kampanye Indonesia Menanam dan Gerakan Bakti Pemuda Penghijauan sekaligus pembukaan musda Himpunan Pelestari Hutan Andalan (HPHA) Provinsi Lampung dilanjutkan dengan penanamam pohon penghijauan sebanyak 10 ribu batang, yaitu 5 ribu dari Pemprov Lampung, dan 5 ribu lagi dari swadaya masyarakat," kata Suwetja.
Dalam kegiatan yang juga dihadiri Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia Eka Sugiri, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hanan A.Rozak, Kadis Kehutanan Provinsi Lampung, Kadis Kehutanan Kabupaten Pringsewu, diikuti sebanyak 300 orang peserta dari petugas penyuluh kehutanan dan masyarakat kehutanan dari Kabupaten Pringsewu, Pesawaran dan Tanggamus, serta diakhiri dengan aksi penanaman pohon penghijauan di perbukitan Pekon (Desa) Jatiagung.
Mewakili Wakil Gubernur Provinsi Lampung Joko Umar said, Sekdaprov Hanan A.Rozak mengatakan Provinsi Lampung mempunyai posisi strategis dengan sejumlah kawasan hutan lindung atau hutan register.
"Bahkan Provinsi Lampung ini diapit oleh 3 buah taman nasional yakni Taman Nasional Way Kambas di bagian timur, Taman Hutan Raya Wan Abdurrachman di bagian tengah, serta di bagian barat terdapat Taman Nasional Bukit Barisan Selatan," katanya. (*)
Sementara itu, Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Provinsi Lampung I Made Suwetja mengatakan penyelenggaraan kampanye Indonesia Menanam bertujuan untuk untuk membangkitkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya menanam dan memelihara sumber daya hutan serta lengkungan sehingga terwujud perilaku menanam dan melestarikan hutan serta lingkungan sebagai bagian dari budaya bangsa.
"kegiatan kampanye Indonesia Menanam dan Gerakan Bakti Pemuda Penghijauan sekaligus pembukaan musda Himpunan Pelestari Hutan Andalan (HPHA) Provinsi Lampung dilanjutkan dengan penanamam pohon penghijauan sebanyak 10 ribu batang, yaitu 5 ribu dari Pemprov Lampung, dan 5 ribu lagi dari swadaya masyarakat," kata Suwetja.
Dalam kegiatan yang juga dihadiri Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia Eka Sugiri, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hanan A.Rozak, Kadis Kehutanan Provinsi Lampung, Kadis Kehutanan Kabupaten Pringsewu, diikuti sebanyak 300 orang peserta dari petugas penyuluh kehutanan dan masyarakat kehutanan dari Kabupaten Pringsewu, Pesawaran dan Tanggamus, serta diakhiri dengan aksi penanaman pohon penghijauan di perbukitan Pekon (Desa) Jatiagung.
Mewakili Wakil Gubernur Provinsi Lampung Joko Umar said, Sekdaprov Hanan A.Rozak mengatakan Provinsi Lampung mempunyai posisi strategis dengan sejumlah kawasan hutan lindung atau hutan register.
"Bahkan Provinsi Lampung ini diapit oleh 3 buah taman nasional yakni Taman Nasional Way Kambas di bagian timur, Taman Hutan Raya Wan Abdurrachman di bagian tengah, serta di bagian barat terdapat Taman Nasional Bukit Barisan Selatan," katanya. (*)
Senin, 22 November 2010
Rambu Penunjuk Arah
Pemkab Pringsewu memasang sejumlah rambu lalu lintas penunjuk arah di sejumlah ruas jalan di ibukota Kabupaten Pringsewu, seperti halnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Pringsewu ini.
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
Pringsewu Miliki Sumber Daya Mineral Menjanjikan
PRINGSEWU - Berdasarkan data formasi geologi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, ternyata di Kabupaten Pringsewu terdapat indikasi adanya energi dan sumber daya mineral yang cukup menjanjikan untuk dikelola secara optimal, antara lain berupa emas, batubara, mangan, besi dan batuan.
| |
Hal tersebut diungkapkan Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Permbangunan Drs.H.Gatot Susilo, MM saat membuka kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batu Bara Tahun Anggaran 2010 yang diikuti para camat dan kepala pekon (kepala desa) serta pelaku pertambangan di Balai Pekon (Balai Desa) Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Selasa (23/11).
Menurut Bupati, seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan dan permintaan pasar terhadap komoditas tambang sebagai bahan baku industri semakin meningkat. Kondisi ini memungkinkan dicarinya potensi-potensi mineral baru, termasuk yang terdapat di Kabupaten Pringsewu.
“Seperti kita ketahui bersama Kabupaten Pringsewu memilik potensi sumber daya air mineral yang berada di Karawang Sari, Ambarawa, yang dikenal sebagai Air Karawang, dimana distribusi Air Kerawang tidak terbatas di Kabupaten Pringsewu, tetapi telah dikonsumsi pula oleh masyarakat di berbagai daerah lain di Provinsi Lampung, seperti Bandar Lampung, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Barat, Lampung Tengah, hingga Tulangbawang,” katanya.
Akan tetapi, sambung dia, pemanfaatan air tanah yang telah berlangsung cukup lama ini belum memperhatikan potensi ketersediaan dan perubahan-perubahan lingkungan yang ditimbulkan akibat pengambilan dan pemanfaatan air tanah tersebut, sehingga permasalahan ini harus dikaji ulang.
“Dalam rangka mengurangi ketergantungan pada minyak bumi sebagai sumber energi dan sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan, Provinsi Lampung telah dicanangkan sebagai Lumbung Energi Terbarukan, sehingga u
ntuk mendukung program tersebut, Kabupaten Pringsewu telah memprogramkan pengembangan listrik tenaga surya sebagai energi alternatif pengganti minyak bumi, serta energi terbarukan lainnya yakni energi biogas yang diharapkan dapat dikembangkan untuk skala masyarakat,” ujarnya.
| |
Lebih lanjut dikatakan dia, pertambangan dapat menjadi pendorong bagi pembangunan suatu wilayah, akan tetapi pada prakteknya pengelolaan pertambangan seringkali menimbulkan ekses-ekses negatif seperti kesenjangan, kecemburuan sosial, konflik sosial, tumpang tindih lahan, bahkan sering pula dituduh sebagai biang keladi terjadinya kerusakan lingkungan.
“Kepada seluruh masyarakat pemakai air dan pengusaha air serta pengguna energi minyak bumi diharapkan dapat berperan aktif dalam pengelolaan air tanah dan pengembangan energi terbarukan sebagai upaya mengatasi krisis energi,” pungkasnya. (*)
Jumat, 19 November 2010
Pemda Kabupaten Pringsewu Bangga Terhadap Mahasiswa & Wartawan
PRINGSEWU - Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu merasa bangga atas kepedulian para mahasiswa dan insan pers di Pringsewu terhadap para korban yang tertimpa bencana alam tsunami di Kepulauan Mentawai, serta letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
"Ini adalah sebuah usaha yang bukan hanya berguna, melainkan juga indah, sehingga kami semua dapat merasakan ketulusan adik-adik dalam mengadakan kegiatan ini," kata Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.H.Gatot Susilo, MM mewakili Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat malam penggalangan dana bagi korban bencana alam yang terkemas dalam acara Tembang Peduli Merapi dan Mentawai yang diselenggarakan Komunitas Seni Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)) Perwakilan Kabupaten Pringsewu di Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu, Sabtu (20/11) malam.
Menurut Asisten II, menanggulangi bencana tentu bukan satu-satunya cara untuk menyikapi seluruh bencana yang menimpa, namun harus berupaya mencegah bencana serupa terjadi kembali, atau setidaknya bersiap siaga agar tidak ada lagi korban berjatuhan akibat bencana alam, untuk itu
harus disadari bahwa bencana alam tidak akan terjadi begitu saja.
"Mungkin ada kesalahan kita dalam menyikapi alam, karena itu semestinya
"Mungkin ada kesalahan kita dalam menyikapi alam, karena itu semestinya
sejak dini kita memperhatikan dan melestarikan lingkungan, mislanya dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebangi pohon dengan seenaknya, tidak menggunakan sumber daya alam dengan semaunya, menghemat energi yang kita pakai, serta memperhatikan keseimbangan alam.
Jikalau kita ramah terhadap alam, insya Allah alam juga akan ramah terhadap kita," ujarnya.
| |
adalah hal yang indah bilamana kita dapat menyisihkan sedikit rezeki yang dimiliki untuk membantu mereka yang tengah kesulitan, dengan demikian derita yang mereka alami akan sedikit berkurang, dan rasa kekeluargaan diantara sesama warga bangsa akan semakin erat. (*/Humas/Isnanto Hapsara, A.Md)
Kamis, 18 November 2010
Pemkab Pringsewu Tanam Pohon Di Bukit Hutan Kota
PRINGSEWU - Jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pringsewu melakukan aksi penanaman pohon penghijauan di kawasan bukit Hutan Kota Pringsewu di Kelurahan Pajaresuk, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Jumat (19/11).
Kawasan Hutan Kota Pringsewu tersebut berada di puncak perbukitan yang berada di sebelah barat Kota Pringsewu, Ibukota Kabupaten Pringsewu.
Aksi penanaman pohon penghijauan yang dipimpin Asisten I Setdakab Pringsewu H.Firman Muntako, SE, Asisten II Drs.H.Gatot Susilo, MM, dan Asisten III H.Syahlulsyah, SH, MH tersebut, diikuti para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemda Kabupaten Pringsewu, serta diikuti pula oleh jajaran TNI-AD dari Komando Rayon Militer (Koramil) Pringsewu.
Menurut Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pringsewu Dra.Dwi Murniati Fitri, aksi penanaman pohon penghijauan di kawasan Hutan Kota Pringsewu tersebut juga dalam rangka Gerakan Pringsewu Bersih dan Menghijau yang beberapa waktu lalu juga sudah dicanangkan oleh Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH.
“Gerakan Pringsewu Bersih dan Menghijau ini dilakukan dalam bentuk penanaman pohon terutama di tepi-tepi jalan serta di areal Hutan Kota Pringsewu. Diharapkan juga agar masyarakat Pringsewu untuk senantiasa menanami pekarangan rumah dengan pohon-pohon yang dapat menyerap air," ujarnya.
Untuk diketahui, Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu telah mencanangkan 'Gerakan Pringsewu Bersih dan Menghijau 2010' di halaman Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu pada tanggal 29 Oktober 2010 lalu, dimana gerakan ini telah diperkuat dengan keluarnya Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia No.24 Tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Nasional, serta imbauan Presiden seperti yang tertuang dalam Surat Menteri Kehutanan Republik Indonesia No.S.86/Menhut-V/2009.
Selain itu, khusus untuk wilayah Provinsi Lampung, gubernur setempat juga telah mengeluarkan Instruksi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Gerakan Lampung Menghijau (Gelam), dimana seluruh gerakan penghijauan ini dimaksudkan untuk mendorong masyarakat Indonesia agar secara terus menerus membudayakan menanam pohon dan menciptakan Indonesia yang lebih nyaman untuk ditinggali. (*/Humas/Isnanto Hapsara, A.Md)
Rabu, 17 November 2010
Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu Herman memberikan dokumen hasil pembahasan KUA-PPAS kepada Penjabat Bupati Kabupatren Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat sidang paripurna DPRD Kabupaten Pringsewu, Kamis (18/11).
Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH menanda tangani MoU KUA-PPAS antara Bupati Kabupaten Pringsewu dengan Pimpinan DPRD Kabupaten Pringsewu saat sidang paripurna DPRD Kabupaten Pringsewu, Kamis (18/11).
Selasa, 16 November 2010
Pemkab Gelar Shalat Idul Adha 1431 Hijriyah
Jadikan Keikhlasan Ibrahim & Ismail Sebagai Suri Tauladan
PRINGSEWU - Keikhlasan dan kesediaan rela berkorban dengan memberikan harta paling berharga yang kita miliki hanya semata-mata karena Allah seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS hendaknya menjadi suri tauladan dan panutan bagi umat Islam sekalian.
Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu Hi.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya saat acara pelaksanaan shalat Ied di halaman Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu, Rabu (17/11).
Menurut Pj Bupati Sudarno Eddi, betapa indah makna yang terkandung dalam perayaan Idul Adha, dimana adalah hal yang layak bagi kita untuk meniru keikhlasan Nabi Ibrahim tersebut, setidaknya berupaya memberikan yang terbaik, bekerja keras, serta rela mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan negara dan agama.
"Saya juga mengajak saudara-saudara sekalian untuk bersama-sama mendoakan bagi saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci, kiranya diberikan kemudahan dalam menjalankan seluruh rukun haji, dan kembali ke tanah air dengan selamat dan mendapatkan haji mabrur," kata Pj Bupati Sudarno Eddi di hadapan ratusan umat Islam yang memadati halaman Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu guna melaksanakan shalat Ied.
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi berharap agar umat Islam di Pringsewu khususnya dapat mengambil hikmah dari peristiwa qurban tersebut sekaligus dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Turut hadir dalam shalat Idul Adha 1431 Hijriyah dengan khatib dan Imam oleh Ust. Untung Suhendro tersebut, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu Drs.Hi.Zulkifli Maliki, para asisten dan pejabat kepala satuan kerja (satker) di lingkungan Pemkab Pringsewu, serta ratusan umat Islam lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Pringsewu yang diwakili oleh Sekkab Drs.Hi.Zulkifli Maliki juga menyerahkan hewan kurban berupa sapi kepada Panitia Hari-hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Pringsewu, serta selanjutnya digelar 'Open House' di Rumah Dinas Bupati Pringsewu di Jalan Pemuda, Pirngadi, Pringsewu Utara, dan di Rumah Dinas Sekretaris Kabupaten Pringsewu di Jalan Satria, Kuncup, Pringsewu Barat. (*/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
PRINGSEWU - Keikhlasan dan kesediaan rela berkorban dengan memberikan harta paling berharga yang kita miliki hanya semata-mata karena Allah seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS hendaknya menjadi suri tauladan dan panutan bagi umat Islam sekalian.
Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu Hi.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya saat acara pelaksanaan shalat Ied di halaman Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu, Rabu (17/11).
Menurut Pj Bupati Sudarno Eddi, betapa indah makna yang terkandung dalam perayaan Idul Adha, dimana adalah hal yang layak bagi kita untuk meniru keikhlasan Nabi Ibrahim tersebut, setidaknya berupaya memberikan yang terbaik, bekerja keras, serta rela mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan negara dan agama.
"Saya juga mengajak saudara-saudara sekalian untuk bersama-sama mendoakan bagi saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci, kiranya diberikan kemudahan dalam menjalankan seluruh rukun haji, dan kembali ke tanah air dengan selamat dan mendapatkan haji mabrur," kata Pj Bupati Sudarno Eddi di hadapan ratusan umat Islam yang memadati halaman Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu guna melaksanakan shalat Ied.
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi berharap agar umat Islam di Pringsewu khususnya dapat mengambil hikmah dari peristiwa qurban tersebut sekaligus dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Turut hadir dalam shalat Idul Adha 1431 Hijriyah dengan khatib dan Imam oleh Ust. Untung Suhendro tersebut, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu Drs.Hi.Zulkifli Maliki, para asisten dan pejabat kepala satuan kerja (satker) di lingkungan Pemkab Pringsewu, serta ratusan umat Islam lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Pringsewu yang diwakili oleh Sekkab Drs.Hi.Zulkifli Maliki juga menyerahkan hewan kurban berupa sapi kepada Panitia Hari-hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Pringsewu, serta selanjutnya digelar 'Open House' di Rumah Dinas Bupati Pringsewu di Jalan Pemuda, Pirngadi, Pringsewu Utara, dan di Rumah Dinas Sekretaris Kabupaten Pringsewu di Jalan Satria, Kuncup, Pringsewu Barat. (*/Isnanto Hapsara, A.Md)
Kamis, 11 November 2010
TINJAU REGISTER 22
Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH bersama Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Asisten I Bidang Pemerintahan H.Firman Muntako, SE, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs.H.Gatot Susilo, MM, serta Kadis Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Pringsewu Ir.H.Junaidi Hasyim saat meninjau patok Register 22 Way Waya di Pekon (Desa) Margosari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Selasa (16/11).
Pemkab Sampaikan 5 Ranperda Ke DPRD
PRINGSEWU - Dalam melaksanakan otonomi daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu perlu menyusun urusan pemerintahan yang berdasarkan kriteria eksternalitas, akuntabilitas dan efisiensi dengan memperhatikan prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, serta menyatukan potensi dan kondisi obyektif daerah, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerah. Demikian pula hendaknya dalam melaksanakan urusan pemerintahan, Kabupaten Pringsewu perlu memberdayakan potensi dan kondisi obyektif daerah dengan memperhatikan kompetensi, penguasaan teknologi, finansial, sumber daya manusia, sumber daya alam serta peran pemerintah kabupaten sebagai fasilitator dan mitra dalam melaksanakan urusan daerah, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki dalam pengantar penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Pringsewu dalam rapat DPRD Kabupaten Pringsewu tentang urusan pemerintahan Kabupaten Pringsewu di gedung DPRD Pringsewu, Kamis (11/11).
Dikatakan Pj Bupati Pringsewu, ranperda tentang urusan pemerintahan Kabupaten Pringsewu yang akan memayungi penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tersebut, semakin jelas bahwa masing-masing tingkatan pemerintahan memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsinya untuk memberikan perlindungan, pelayanan yang baik, memberdayakan serta mensejahterakan masyarakat.
“Kegiatan semacam ini ditujukan sebagai arena sinkronisasi program dan kegiatan agar dalam pelaksanaannya kelak terjadi saling keterkaitan, dan menghindari terjadi tumpang tindih kegiatan. Dasar pemikirannya adalah bahwa pembangunan merupakan kegiatan yang saling terkait antar - sektor, sehingga dalam pelaksanaannya harus mempertimbangkan keterkaitan, baik antar wilayah, ruang, maupun waktu,” katanya.
Selanjutnya, kata Pj Bupati, dalam rangka melaksanakan urusan pemerintah tersebut diatas, Pemkab Pringsewu selalu berupaya mewujudkan pembangunan yang partisipatif dengan memperhatikan kemampuan sumber daya dan sumber dana yang tersedia.
“Kemudian untuk mengakomodasi urusan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Pringsewu beberapa waktu yang lalu telah disampaikan Raperda tentang Organisasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang penyusunannya berpedoman pada Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Pj Bupati Pringsewu, dalam rangka pelaksaaan tugas pemerintah dalam menyelenggarakan urusan pemerintah secara legal, efektif dan efisien, maka bersama ini kami ajukan Raperda Tentang Organisasi yang terdiri dari lima Rancangan Peraturan Daerah yang meliputi :
1.Peraturan Daerah Tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pringsewu, termasuk Staf Ahli Kabupaten Pringsewu,
2.Peraturan Daerah Tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Pringsewu
3.Peraturan Daerah Tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Kabupaten Pringsewu
4.Peraturan Daerah Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan Pringsewu
5.Peraturan Daerah Tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Lain sebagai bagian dan perangkat Daerah Kabupaten Pringsewu. (*/Humas/Anton Hapsara, A.Md)
Sekdakab Pringsewu Hadiri Sertijab
Camat Pardasuka & Ambarawa
PRINGSEWU – Jabatan Camat Pardasuka Kabupaten Pringsewu diserah terimakan dari camat lama Hasnurahim, BBA kepada camat yang baru Sofian HS, SH bertempat di aula GSG Kecamatan Pardasuka, Kamis (11/11) dihadiri Sekretaris Daerah kabupaten (Sekdakab) Pringsewu, para asisten dan pejabat Pemkab Pringsewu, uspika, serta para kepala pekon (desa) beserta para tokoh masyarakat dan adat. Sofian HS sebelumnya adalah Camat Ambarawa sedangkan Hasnurahim selanjutnya menjadi Camat Pringsewu.
Camat Pardasuka & Ambarawa
PRINGSEWU – Jabatan Camat Pardasuka Kabupaten Pringsewu diserah terimakan dari camat lama Hasnurahim, BBA kepada camat yang baru Sofian HS, SH bertempat di aula GSG Kecamatan Pardasuka, Kamis (11/11) dihadiri Sekretaris Daerah kabupaten (Sekdakab) Pringsewu, para asisten dan pejabat Pemkab Pringsewu, uspika, serta para kepala pekon (desa) beserta para tokoh masyarakat dan adat. Sofian HS sebelumnya adalah Camat Ambarawa sedangkan Hasnurahim selanjutnya menjadi Camat Pringsewu.
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki dalam sambutannya mengatakan penataan personil dengan cara rolling, atau mutasi adalah salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan guna mengoptimalkan pelaksanaan pemerintahan.
“Penataan pegawai yang dilakukan untuk memberikan penyegaran dan pemacu prestasi kerja ini, tentu terlebih dahulu telah dipertimbangkan secara matang oleh tim baperjakat dengan berpijak pada aturan kepegawaian yang ada, serta berdasar pada evaluasi kinerja pegawai,” katanya.
| |
“Berkenaan dengan penataan pegawai yang tengah kita lakukan saat ini, saya ucapkan terimakasih kepada camat lama atas jasa, kerja keras, dan dedikasi saudara selama ini, serta kepada camat yang baru, saya ucapkan selamat menjalankan tugas. Segeralah berdaptasi dengan tugas-tugas baru serta lanjutkanlah langkah dan program yang telah digalakkan oleh pejabat lama,” kata Sekkab lagi.
Dalam menjalankan tugas sebagai pejabat pemerintah, lanjut Sekdakab Zulkifli Maliki, seorang camat harus dapat mengkoordinir kecamatan yang ia naungi, serta saling berkoordinasi dan berkomunikasi dengan seluruh jajaran pemerintahan lainnya.
“Untuk itu saya berharap saudara camat dapat menempati rumah dinas camat atau bertempat tinggal di wilayah kecamatan yang saudara pimpin. Dengan demikian saudara dapat lebih membaur, serta memperlebar akses komunikasi dengan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekdakab Pringsewu juga berharap kepada istri camat agar dapat mendukung tugas suami dengan lebih bersikap aktif, serta melanjutkan kiprah tim penggerak PKK kecamatan yang telah berjalan dalam meningkatkan kualitas hidup kaum perempuan di wilayah kecamatan setempat.
Selanjutnya, sertijab juga dilaksanakan di Kecamatan Ambarawa antara camat yang lama Sofian HS, SH dengan penggantinya Drs.Nang Abidin Hasan bertempat di Balai Pekon (Balai Desa) Ambarawa.
Di Kecamatan Ambarawa, Sekdakab Zulkifli Maliki mengingatkan kepada Camat Ambarawa yang baru untuk menggali berbagai potensi yang dimiliki Kecamatan Ambarawa, diantaranya terdapatnya potensi sumber air mineral yakni Air Karawang.
“Untuk itu saya berpesan kepada saudara camat agar dapat memaksimalkan potensi ini sehingga dapat meningkatkan PAD bagi Kabupaten Pringsewu,” ujar Sekdakab.
Seusai sertijab camat kedua kecamatan tersebut, juga dilakukan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan oleh Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Herawati Zulkifli Maliki. (*/Humas/Isnanto Hapsara, A.Md)
Rabu, 10 November 2010
Hari Kesehatan Nasional Ke-46,
Pemkab Pringsewu Gelar Jalan Sehat
Pemkab Pringsewu Gelar Jalan Sehat
PRINGSEWU - Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-46, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu Jumat (12/11) pagi menggelar lomba jalan sehat yang diikuti seluruh jajaran Pemkab Pringsewu dan berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta, serta ribuan masyarakat Pringsewu.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki yang didampingi para asisten dan pejabat Pemkab Pringsewu serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Herawati Zulkifli Maliki, saat pelepasan peserta lomba jalan sehat di halaman Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu mengatakan,
melalui peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) diharapkan kita senantiasa menggaungkan pesan-pesan kesehatan guna lebih mensyukuri karunia Allah berupa kesehatan dan menindaklanjutinya dengan perbuatan.
Lebih lanjut dipaparkan Sekkab Pringsewu, kesehatan sangat penting artinya dan merupakan hak asasi manusia. sehingganya kita upayakan dipraktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari meskipun terkadang baru disadari akan pentingnya kesehatan apabila sudah sakit.
“Melalui peringatan HKN ini, mari kita tanamkan perilaku hidup yang bersih dan sehat sejak dini dalam keluarga, dimana dari keluarga yang sehat akan dapat membentuk masyarakat yang sehat pula, dan dengan begitu,derajat kesehatan masyarakat akan meningkat sehingga akan mampu meningkatkan produktifitas pula,” ajak Sekkab Pringsewu.
Melalui HKN ke-46 tahun 2010 ini pula, dengan tema ‘Keluarga Sehat Investasi Bangsa’, Sekkab Pringsewu menghimbau agar selalu ditingkatkan perilaku sehat keluarga sejak dini agar pada tahun 2014 mendatang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kabupaten Pringsewu dapat meningkat.
Lomba jalan sehat dalam rangka HKN ke-46 tingkat Kabupaten Pringsewu tersebut menempuh jarak kurang lebih 5 km menyusuri sejumlah ruas jalan protokol di ibukota Kabupaten Pringsewu, dimulai dari halaman Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Imam Bonjol, Jalan Palapa, Jalan Raya Gunungkancil, Jalan Simpang Sungkono, Jalan RA Kartini, Jalan RS Wisma Rini, dan finish kembali di halaman Pendopo Mahan Agung kabupaten Pringsewu, dengan memperebutkan berbagai hadiah utama maupun hiburan serta doorprize. (*/Humas/Isnanto Hapsara, A.Md) Selasa, 09 November 2010
Camat Pringsewu & Pagelaran Disertijabkan
Di Ibukota Kabupaten
PRINGSEWU - Bukanlah suatu pekerjaan yang mudah untuk dapat memimpin sebuah kecamatan yang notabene merupakan ibukota sebuah kabupaten dan sekaligus sebagai daerah pusat perkotaan.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki mewakili Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu Drs.H.Sudarno Eddi, SH, saat memimpin acara serah terima jabatan (sertijab) Camat Pringsewu dari camat lama Humaidi Elhudri, S.Sos kepada camat Pringsewu yang baru Hasnurahim, BBA di Balai Kelurahan Pringsewu Utara, Rabu (10/11). Camat Pringsewu yang baru Hasnurahim sebelumnya adalah Camat Pardasuka, dan bahkan sebelumnya ia juga pernah menjadi Sekretaris Kecamatan (Sekcam) dan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pringsewu. Sedangkan Humaidi Elhudri selanjutnya akan menempati pos barunya sebagai Camat Adiluwih.
Menurut Sekkab Pringsewu, dalam memimpin sebuah wilayah perkotaan, diperlukan kemampuan tersendiri dengan dukungan berbagai komponen masyarakat.
”Pemkab Pringsewu memberikan apresiasi yang tinggi kepada Saudara Humaidi Elhudri atas prestasi kerja dan pengabdiannya selama menjadi camat Pringsewu ini yang telah mengkondisikan masyarakatnya untuk terus mendukung program-program pemerintah dalam memajukan Bumi Jejama Secancanan yang kita cintai ini,” katanya.
Pergantian camat, kata dia, adalah hal yang wajar dan merupakan suatu rangkaian dari proses pemerintahan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya, yang mengarah kepada peningkatan, perbaikan, dan penyempurnaan kegiatan pemerintahan.
“Melalui proses ini, pegawai akan merasakan tantangan dan beban tugas yang berbeda serta memperkaya pengalaman bertugas di lingkungan kerja yang lebih variatif,” katanya.
Khusus kepada Camat Pringsewu yang baru, Sekkab ringsewu berharap agar senantiasa membangun koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pringsewu baik dalam pemberdayaan masyarakat, penyelenggaraan ketertiban dan ketentraman umum, penerapan dan penegakkan peraturan perundang-undangan, dan hal-hal lainnya.
“Mengenai realisasi Pajak Bumi dan Bangunan, saya minta kepada Camat Pringsewu yang baru untuk lebih giat dalam melakukan pencapaian target. Tunjukkan prestasi yang lebih baik dalam pencapaian target PBB ini, apalagi Kecamatan Pringsewu merupakan ibukota dari Kabupaten Pringsewu yang juga menjadi barometer,” harapnya.
Seusai memimpin sertijab Camat Pringsewu, Sekkab Pringsewu Zulkifli Maliki selanjutnya juga memimpin sertijab Camat Pagelaran, dari camat sebelumnya Edi Sumber Pamungkas, S.Sos kepada penggantinya Drs.Achmad Basri di Balai Pekon (Desa) Patoman Kecamatan Pagelaran.
Pada kesempatan sertijab kedua camat yang baru tersebut juga dilakukan pelantikan Ketua TP-PKK masing-masing kecamatan yang dipimpin oleh Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Herawati Zulkifli Maliki.
Hadir dalam acara sertijab di dua kecamatan tersebut, Asisten I Setdakab Pringsewu H.Firman Muntako, SE, Asisten II Drs.H.Gatot Susilo, MM, Asisten III H.Syahlulsyah, SH, MH beserta sejumlah pejabat Pemkab Pringsewu lainnya, jajaran pimpinan kecamatan, para kepala pekon (desa) dan lurah, serta para tokoh masyarakat lainnya. (*/Humas/Isnanto Hapsara, A.Md)
Hadir dalam acara sertijab di dua kecamatan tersebut, Asisten I Setdakab Pringsewu H.Firman Muntako, SE, Asisten II Drs.H.Gatot Susilo, MM, Asisten III H.Syahlulsyah, SH, MH beserta sejumlah pejabat Pemkab Pringsewu lainnya, jajaran pimpinan kecamatan, para kepala pekon (desa) dan lurah, serta para tokoh masyarakat lainnya. (*/Humas/Isnanto Hapsara, A.Md)
PRINGSEWU - Peristiwa heroik mempertahankan bumi pertiwi dalam peristiwa 10 November 1945 di Kota Surabaya merupakan bukti nyata kekuatan dan semangat juang bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dengan mempersatukan jiwa dan raga secara tulus dan ikhlas, dimana seluruh komponen bangsa bersatu padu mengusir penjajah yang ingin berusaha menancapkan kembali kekuasaannya di bumi Indonesia. Untuk itu, herndaknya kita senantiasa mengedepankan upaya menumbuh kembangkan nilai kepahlawanan dengan mengambil makna yang terkandung di dalamnya untuk kemudian diimplementasikan dalam kehiidupan sehari-hari.
Demikian dikatakan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam amanatnya yang dibacakan Sekdakab Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki saat upacara peringatan Hari Pahlawan yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Rabu (10/11).
Menurut bupati, para pendiri bangsa menyatakan bahwa ‘hanya bangsa yang menghargai jasa pahlawannya, dapat menjadi bangsa yang besar, karena itu hendaknya kita menghayati dan menjadikan momentum ini sebagai inspirasi untuk memacu kita dalam mengisi kemerdekaan ini.
“Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2010 yang mengangkat tema ‘Dengan Semangat Nilai Kepahlawanan Kita Tingkatkan Kesetiakawanan Sosial Nasional’, hendaknya dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan untuk mengatasi berbagai masalah yang melanda Bbngsa Indonesia saat ini,” katanya.
Berbagai permasalahan yang kita hadapi, kata dia, mulai dari kemiskinan, pengangguran, keterlantaran, keterpencilan sampai pada bencana alam serta masalah sosial lainnya, yang memerlukan perhatian dan keseriusan untuk menanggulanginya. Selain itu, dengan kesetiakawanan sosial yang diwujudkan dengan saling menghargai, menghormati, tolong menolong, membuat kita tidak akan mudah terprovokasi dan sebaliknya akan menguatkan solidaritas yang memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Selain itu, pada tanggal 12 November mendatang kita juga akan memperingati Hari Kesehatan Nasional, dimana melalui peringatan HKN tersebut, mari kita menggaungkan pesan-pesan kesehatan agar kita lebih mensyukuri karunia Allah berupa kesehatan dan menindaklanjutinya dengan perbuatan,” ujarnya.
Lebih lanjut dipaparkan Pj Bupati Pringsewu, kesehatan sangat penting artinya dan merupakan hak asasi manusia., sehingganya kita praktekkan dalam hidup kita, meskipun terkadang baru disadari akan pentingnya kesehatan apabila sudah sakit.
“Melalui peringatan HKN ini, mari kita tanamkan perilaku hidup yang bersih dan sehat sejak dini dalam keluarga, dimana dari keluarga yang sehat akan dapat membentuk masyarakat yang sehat pula, dan dengan begitu,derajat kesehatan masyarakat akan meningkat sehingga akan mampu meningkatkan produktifitas pula,” ajak Pj Bupati.
Melalui HKN ke-46 tahun 2010 ini pula, dengan tema ‘Keluarga Sehat Investasi Bangsa’, Pj Bupati Pringsewu menghimbau agar selalu ditingkatkan perilaku sehat keluarga sejak dini agar pada tahun 2014 mendatang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kabupaten Pringsewu dapat meningkat.
“Dalam kesempatan baik ini, saya mengajak kita sekalian untuk menerapkan pola sehat dengan makan dengan gizi seimbang,dengan memilih makanan yang banyak serat, seperti sayuran dan buah-buahan, menghindari narkoba, alkohol, rokok dan HIV-AIDS yang sangat membahayakan kesehatan, mengendalikan stress, antara lain dengan membiasakan 6 S yakni syukur, senyum, memberi salam atau sapaan kepada teman-teman, bersikap sopan dan berlaku santun, serta peduli lingkungan seperti melakukan 3 M (menutup, menguras, menimbun, red) untuk mencegah demam berdarah, membuang sampah pada tempatnya, mengatur pembuangan limbah, dan pola cara hidup sehat lainnya,” pungkasnya. (*/Humas/Isnanto Hapsara, A.Md)
Jabatan Camat Banyumas & Adiluwih Disertijabkan
PRINGSEWU – Jabatan Camat Banyumas Kabupaten Pringsewu diserah terimakan dari pejabat lama Achmad Basri kepada penggantinya Syarifuddin Yusuf dalam acara sertijab yang juga dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, para sisten dan jajaran Pemkab Pringsewu, unsur pimpinan kecamatan beserta para kepala pekon (desa) di balai kecamatan setempat, Selasa (9/11).
Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya mengatakan penataan personil pemerintah adalah salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan guna mengoptimalkan pelaksanaan pemerintahan, dimana hal tersebut merupakan upaya penyegaran dan pemacu prestasi kerja yang dilakukan berdasar evaluasi kinerja pegawai.
|
Dalam menjalankan tugasnya, kata Pj Bupati, seorang camat harus memiliki pedoman kerja yang diatur dalam PP 19 tahun 2008 pada pasal 15 ayat 1 tentang kecamatan, yakni mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat, mengoordinasikan upaya penyelenggaraan dan ketertiban umum, mengoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan, mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum, mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan,
penyelenggaraan pemerintahan desa dan atau kelurahan, serta melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.
|
“Selain itu, sebagai pejabat pemerintah yang memiliki kedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati melalui sekretaris daerah, camat juga melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah,” jelasnya.
Pada hari yang sama, bertempat di balai Kecamatan Adiluwih juga dilakukan sertijab Camat Adiluwih dari pejabat lama Ananto Pratikno kepada penggantinya Humaidi Elhudri yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki. Humaidi Elhudri sebelumnya menjabat sebagai Camat Pringsewu Kota, sedangkan Ananto Pratikno selanjutnya menempati posisinya sebagai Camat Gadingrejo.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan setempat yang dilakukan wakil ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Herawati Zulkifli Maliki mewakili Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Lisnalela Sudarno Eddi. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
Langganan:
Postingan (Atom)





























