Subscribe:

Minggu, 26 Juni 2011

Bupati Pringsewu Lepas Peserta Jambore Nasional Gerakan Pramuka Ke Teluk Gelam, OKI

PRINGSEWU - Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH secara simbolis melepas peserta Jambore Nasional (Jamnas) Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka)  Kwartir Cabang (Kwarcab) Pringsewu yang mengikuti Jambore Nasional ke-IX pada tanggal 2 hingga  9 Juli 2011 di Bumi Perkemahan Danau Teluk Gelam, Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).




Upacara penglepasan peserta Jamnas dilaksanakan seusai apel mingguan jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Senin (27/6) dutandai prosesi penyerahan bendera pataka dari bupati kepada pimpinan kontingen.

Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, para asisten dan staf ahli, serta kepala satuan kerja perangkat daerah lainnya menyerahkan bantuan berupa uang saku kepada seluruh peserta jambore nasional.

Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam arahannya mengharapkan  peserta jambore nasional kontingen Kabupaten Pringsewu dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan menjaga nama baik daerah Kabupaten Pringsewu.
"Saya berpesan kepada adik-adik agar mampu menjaga sikap dan perilakunya sebagai duta yang membawa nama Kabupaten Pringsewu di tingkat nasional dengan menunjukkan sikap santun, berbudaya, mudah bergaul dan ramah,"  pesan bupati.
Selain itu, bupati juga mengharapkan peserta jambore dari Kabupaten Pringsewu  dapat menjalankan setiap kegiatan dengan baik berinteraksi dan mengikat tali persaudaraan kepada saudara sebangsa serta mempromosikan Kabupaten Pringsewu kepada peserta lainnya. 
"Kembangkan diri baik mental, fisik, intelektual, spiritual dan sosial, sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Sehingga nantinya apa yang didapat adik-adik dalam kegiatan jambore nasional tersebut mampu diterapkan dalam kehidupan nyata," tandasnya. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)


ANAK PRINGSEWU WAKILI LAMPUNG 

DI KONGRES ANAK INDONESIA


PRINGSEWU - Kabupaten Pringsewu dapat berbangga diri terhadapperserta didiknya. Pasalnya, sebanyak 3 siswa dari Kabupaten Pringsewu akan mengikuti Kongres Anak Indonesia. Ke-3 siswa SMA tersebut masing-masing Ledi Priscila Anjani dari SMAN Gadingrejo, Kurdian berasal dari SMAN Pagelaran, dan Jami'atun Hassanah dari SMAN 1 Pringsewu.
Ketua Konsorsium Bina Atmaja (KBA) Lampung Mitra ChildFun, sebagai pendamping Drs. Indra Pramayogi, menuturkan, ketiga siswa SMA tersebut akan mewakili Kabupaten Pringsewu dalam kegiatan Kongres Anak Indonesia dan Forum Anak Nasional dan Konsersium. Menurutnya,untuk Kegiatan Kongres Anak Indonesia yang digelar di Bandung, Jawa Barat akan diikuti oleh Jami'atun dan Kurdian. "Pelaksanaannya dimulai pada tanggal 18 Juli hingga 24 Juli 2011,"
katanya.

Ledi Priscila Anjani dalam waktu dekat ini juga akan segera berangkat ke Kota Surakarta, Jawa Tengah untuk mengikuti pelaksanaan kegiatan Forum Anak Nasional dan Konsersium pada tanggal 29 Juni hingga 2 Juli 2011 mendatang.
Ledi dalam persiapannya sendiri dalam rangka mengikuti kegiatan Forum Anak Nasional dan Konsersium yakni Konfrensi
Anak se Asia Pasifik, mengaku sudah mempelajari adat, tradisi, Kebudayaan dan Pakaian Adat Lampung.
Menurut Ledi, kebudayaan tersebut nantinya untuk diperkenalkan pada saat Malam Kebudayaan pada tanggal 2 Juli 2011 yang juga diikuti perwakilan negara lain seperti Filipina dan New Zeland.

Sementara itu, salah seorang peserta Kongres di Bandung, Kurdian menuturkan,dalam kongres nantinya akan lebih mengangkat pengetahuan isu anak dari informasi yang ada di Lampung. "Pokoknya terkait permasalahan
anak, dan bagimana peranan LSM yang ada di Lampung dalam menangani permalsahan anak tersebut," jelasnya.

Terpisah, Drs. Indra Pramayogi, mengharapkan ketiga utusan bisa membawa nama baik Kabupaten Pringsewu dan Lampung. " Lebih-lebih Kabupaten Pringsewu mempunyai leading sektor di bidang pendidikan, dimana anak-anak bisa berpredstasi untuk menjadi teladan dan contoh teman-teman lain di Kabupaten Pringsewu," katanya.

BUPATI PRINGSEWU BERIKAN UANG SAKU

Pj. Bupati Pringsewu Sudarno Eddi saat menerima audiensi anak-anak peserta kongres beberapa waktu lalu juga memberikan bantuan berupa uang saku kepada masing-masing siswa yang akan mewakili Kabupaten Pringsewu dan Provinsi Lampung. "Kami atas nama Pemda Kabupaten Pringsewu sangat bangga kepada anak-anak yang berprestasi di Kabupaten Pringsewu dan mendukung sepenuhnya kegiatan yang mereka ikuti ini," ujar bupati. (*/HUMAS & PROTOKOL PEMKAB PRINGSEWU)


Bupati Pringsewu Hadiri Peringatan Isra Mi'raj Di Sidoharjo

PRINGSEWU - Peringatan Isra Mi’raj  merupakan salah satu bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah SAW sebagai pemimpin bagi semesta alam, sehingga dalam tatanan kehidupan, sebagai umat kita dapat melaksanakan semua sunnahnya, serta dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk dapat berbuat yang lebih baik. 
Demikian dikatakan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH  dalam acara peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Baiturrahman, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Minggu (26/6) malam.


Dikatakan bupati,  Isra Mi’raj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW yang sangat monumental dari Masjidil Harram di kota Mekkah Al Mukharamah menuju Masjidil Aqsa di kota Yerusalem, untuk menerima perintah dari Allah SWT, yakni shalat 5 waktu.

"Peringatan Isra Mi’raj diharapkan dapat mengingatkan kita semua akan perintah melaksanakan shalat lima waktu serta mengaplikasikan keterkaitan pelaksanaan shalat berjamaah dalam konteks pemerintahan," kata bupati.

Dalam shalat berjamaah, kata bupati, imam memberikan contoh kepada ma’mum dan  apabila dalam shalat imam melakukan kekeliruan, maka ma’mum juga wajib  mengingatkan.

"Hal-hal seperti inilah yang dapat kita aplikasikan dalam tatanan pemerintahan yakni pemimpin memberi contoh dan bimbingan, dan apabila pemimpin melakukan kekeliruan, maka bawahan dan masyarakat wajib mengingatkan dan meluruskan," ujarnya. 

Lebih lanjut dikatakan bupati, banyak pelajaran dan hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Isra Mi’raj yang dapat mendorong kita untuk selalu tabah menghadapi cobaan serta mendorong kita untuk bangkit dan terus berjuang, dimana Rasulullah SAW dalam membangun peradaban Islam di Makkah dan Madinah tidak luput dari ujian, cobaan, dan tantangan.  Namun. dengan keteguhan iman, keikhlasan serta kesiapan untuk berkorban, segala ujian, cobaan dan tantangan itu dapat diatasi dengan baik.
"Dalam membangun daerah ini menjadi daerah yang unggul dan maju, kita pun tidak lepas dari berbagai cobaan, rintangan dan tantangan yang akan senantiasa kita hadapi.  Kita akan sering dihadapkan pada berbagai persoalan yang kompleks dan beragam. Maka, saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu  mengajak kepada segenap kaum muslim di Kabupaten Pringsewu  untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa Isra Mi’raj ini.  Kita  harus yakin bahwa masalah-masalah besar yang dihadapi dalam membangun Pringsewu Bumi Jejama Secancanan menuju masyarakat yang aman, adil, makmur dan sejahtera akan dapat kita atasi dengan baik,"  tandas bupati. 
Peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Baiturrahman tersebut juga dihadiri sejumlah kepala SKPD serta camat setempat dengan menghadirkan KH.Daroini Ali dari Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Rabu, 22 Juni 2011


Sekdakab Pringsewu Buka
Diklat Prajabatan CPNS Gol.III Angkatan VII, VIII & IX
PRINGSEWU - Sekretaris daerah (sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi mewakili bupati Pringsewu membuka diklat prajabatan bagi Calon Pegawai  Negeri Sipil  Daerah (CPNSD) golongan III angkatan VII, VIII, dan IX tahun 2011 di lingkungan Pemkab Pringsewu di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Kamis (23/6).  Acara pembukaan diklat prajabatan CPNSD tersebut juga dihadiri  kepala Badan Diklat Daerah Provinsi Lampung H.Kherlani, para asisten dan staf ahli, serta para kepala satuan kerja (satker) di lingkungan Pemkab Pringsewu. 

Sekdakab Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi saat membuka diklat tersebut mengatakan prajabatan merupakan proses yang harus diikuti oleh semua CPNS sebagai salah satu persyaratan untuk bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam kegiatan ini, selain akan ditempa dan dilatih untuk lebih jauh mengetahui aturan-aturan yang harus dipatuhi seorang Pegawai Negeri Sipil,  peserta juga akan mendapatkan pembinaan  untuk mengembangkan potensi, kecakapan, dan keahlian, sehingga mampu bekerja dengan lebih baik dan optimal. 
"Jadikan diklat ini sebagai ajang belajar untuk mengubah diri menjadi aparatur berkualitas yang mampu berperan melaksanakan tugas umum dan pembangunan dengan sebaik-baiknya, yang menunjukkan semangat pengabdian dengan berorientasi pada pelayanan, demi terwujudnya kepemerintahan yang lebih baik,"  katanya.

Dalam kesempatan tersebut,  sekda juga  berpesan kepada seluruh CPNS  untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh.
"Jangan jadikan diklat ini hanya sebagai ajang untuk memperoleh sertifikat sebagai syarat administrasi untuk menjadi seorang PNS. Hal ini penting dipahami, karena itu saya berharap diklat ini dapat menjadi sarana untuk memotivasi dan membangun diri peserta agar lebih disiplin, profesional dan berdedikasi, serta memiliki kompetensi yang handal selaku aparatur, sehingga mampu bekerja secara optimal, baik dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan, pelayanan publik, maupun dalam memperkokoh citra jajaran aparatur Pemerintah Kabupaten Pringsewu," tandasnya.  (*/Humas &Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)


||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Semiloka PNPM-MPd  Perkuat Komitmen SKPD
SUKOHARJO - Pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan, dimana melalui PNPM Mandiri Perdesaan, dirumuskan kembali mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi, sehingga kemandirian masyarakat terutama untuk meningkatkan kehidupan ekonominya, dapat ditumbuh kembangkan, dan masyarakat bukan sebagai objek melainkan subjek upaya penanggulangan kemiskinan.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi saat membuka Semiloka SKPD PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Pringsewu Tahun 2011 di Vila Novi, Way Sekampung, Sukoharjo, Rabu (22/6).

Penyelenggaraan Semiloka Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan, kata sekda,  bertujuan untuk memperkuat komitmen SKPD dalam rangka penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, memperkuat koordinasi lintas sektor dalam program-program pemberdayaan masyarakat, serta menyusun rencana strategis program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pringsewu. 

Selain itu, guna  mensukseskan program PNPM Mandiri Perdesaan tahun 2011 ini, perlu adanya kerjasama antar pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaannya.

 
“Melalui semiloka ini, saya menghimbau kembali peserta untuk mengevaluasi kembali, sekaligus mensinkronkan program antar SKPD terkait untuk menyusun langkah dan strategi selanjutnya, terutama dalam hal penguatan kelembagaan di tingkat kabupaten hingga tingkat pekon. Saya berharap peserta dapat mengevaluasi pelaksanaan program ini dan merumuskan PNPM Mandiri Perdesaan sebagai penanggulangan masalah kemiskinan di Bumi Jejama Secancanan,” katanya. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)


Bupati Buka Sosialisasi Masa Pensiun
PRINGSEWU - Masa pensiun seringkali menjadi masa yang sulit bagi seorang pegawai, baik secara psikologis maupun ekonomi. Oleh karena itu, pegawai yang akan segera memasuki masa pensiun agar dapat mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan hak-hak untuk mendapatkan jatah Taspen dan jatah pensiun, khususnya yang berkaitan dengan berkas administrasi kepegawaian menjelang purna tugas atau pensiun. 

Demikian dikatakan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat membuka sosialisasi persiapan pensiun PNS di lingkungan Pemkab Pringsewu 2011-2012 di GOR Tirta Sewu, Pringsewu, Rabu (22/6).

Sebagai aparatur negara, kata bupati, PNS memiliki batas akhir tugas yakni masa pensiun. Namun, sebagian pegawai  masih ada yang tidak mengetahui hak-haknya sebagai seorang pegawai yang memasuki purna tugas atau pensiun.
Siapkan mental buat perencanaan keuangan dengan baik,  serta rencanakan berbagai kegiatan bermanfaat untuk mengisi masa pensiun. Semoga melalui sosialisasi ini, PNS dapat memahami dan mengerti tentang hak yang dimiliki, serta sistem dan mekanisme untuk mendapatkan Taspen dan gaji pensiun. Manfaatkan kegiatan ini sebagai sarana konsultasi tentang segala hal yang berkaitan dengan Taspen dengan mendengarkan dan memahami dengan sungguh-sungguh informasi yang diberikan nara sumber  baik dari PT. Taspen (Persero) maupun  BRI,” katanya. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

Pringsewu Siap Terapkan
 KTP Elektronik
PRINGSEWU - Kabupaten Pringsewu termasuk dari 197 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang menerapkan KTP Elektronik pada Tahun 2011. Terkait hal tersebut, Kabupaten Pringsewu telah melaksanakan 2 program stranas tersebut dan akan melaksanakan Penerapan KTP elektonik  (e-KTP) secara efektif pada tanggal 1 Agustus 2011 mendatang. Penerapan KTP elektronik merupakan amanat Undang-Undang No.23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan, serta pelaksanaan dari Peraturan Presiden No.35 Tahun 2010 tentang Penerapan KTP elektronik paling lambat akhir 2012.
Hal tersebut diungkapkan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat membuka kegiatan pemantapan persiapan penerapan e-KTP yang dihadiri Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekdakab Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, para asisten dan staf ahli, para camat serta kepala pekon (kepala desa) dan lurah se Kabupaten Pringsewu di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Rabu (22/6).
Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi nasional Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Jakarta pada tanggal 16-18 Juni 2011 lalu, kata bupati, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian diantaranya  peningkatan catu daya listrik pada lokasi pelayanan KTP elektronik sacara massal di kecamatan masing-masing. Oleh karena itu, perlunya dukungan PLN untuk paling lambat minggu ke-2 bulan Juli 2011 masalah peningkatan catu daya listrik sudah dapat terselesaikan, karena pemasangan alat pada kecamatan masing-masing akan dilaksanakan pada minggu ke–3 awal bulan Agustus 2011.
Berkaitan dengan itu, kepada camat diharapkan untuk mempersiapkan ruang pelayanan yang dapat digunakan untuk menyimpan alat-alat KTP Elektronik statis. Dan untuk menjaga kenyamanan dalam pelayanan dan pemeliharaan alat tersebut, harus didukung dengan ruangan ber-AC yang akan disediakan oleh Pemkab Pringsewu,” katanya.
                                      



 
Dikatakan bupati, SDM perlu dipersiapkan dengan matang untuk operator komputer, foto, tanda tangan dan sidik jari. Jumlah SDM yang dibutuhkan sesuai dengan jumlah penduduk pada masing-masing kecamatan. Untuk setiap Kecamatan akan dilayani oleh 4  orang operator, sedangkan untuk kecamatan yang berpenduduk lebih dari 30.000 jiwa wajib KTP, maka setiap kelipatan dari 15.000 jiwa diperlukan tambahan 2 orang operator.
“Untuk itu, camat diharapkan dapat mengkoordinasi dan memfasilitasi mobilisasi penduduk ke tempat pelayanan KTP elektronik massal. Dimulai dengan pemberitahuan kepada penduduk mengenai jadual pelayanan perekaman data untuk KTP elektronik massal sesuai dengan musyawarah camat dengan lurah, kepala pekon sampai dengan kepala dusun, serta  melakukan koordinasi dengan lurah dan kepala pekon untuk mendata penduduk yang tidak mampu mendatangi lokasi pelayanan sehingga dapat dilayani dengan peralatan mobile KTP elektronik yang disiapkan oleh Kementerian Dalam Negeri,”  ujarnya.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, lanjut bupati,  akan menyediakan data seluruh penduduk sesuai dengan NIK dan Kartu Keluarga pada kecamatan masing-masing untuk mobilisasi massa, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah mempersiapkan 46 orang tenaga operator dan 6 orang tenaga operator mobile.       
Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /Juni2011                                                         6                                                   Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /Juni2011                                                      7                                     



 
Oleh sebab itu, dibutuhkan kerjasama yang solid antara eksekutif dan legislatif serta seluruh lapisan masyarakat karena keberhasilan program ini adalah sumbangsih Kabupaten Pringsewu untuk keberhasilan program nasional dengan menghasilkan data kependudukan yang akurat, dan dimohonkan kepada DPRD, Bagian Keuangan, Bappeda untuk mendahulukan perubahan anggaran untuk pelaksanaan KTP elektronik massal tersebut.
Menteri Dalam Negeri berjanji akan ada penghargaan bagi kabupaten kota yang berhasil, dan sanksi bagi daerah yang tidak berhasil. Untuk itu, saya minta agar seluruh pihak dapat memiliki komitmen yang tinggi untuk turut mensukseskan program ini demi tercapainya Pringsewu yang lebih baik,” tandasnya. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 21 Juni 2011

 Pemkab Pringsewu & STMIK Pringsewu 
Gelar Coffee Night
  
PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu bersama jajaran akademisi STMIK Pringsewu menggelar acara coffee night di kampus STMIK Pringsewu, Pringsewu Selatan, Selasa (21/6) malam.

Acara tersebut dihadiri Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Wakil Ketua DPRD Pringsewu Drs.Fransiskus Xaverius Siman, Sekdakab  Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, jajaran DPRD Pringsewu, para asisten dan staf ahli beserta kepala SKPD di lingkungan Pemkab Pringsewu, Ketua KPUD Pringsewu Warsito, ST dan jajaran KPUD serta Panwaslu, Ketua Yayasan Pendidikan Startech/STMIK Pringsewu Fauzi, SE, M.Kom, Akt dan jajaran akademisi lainnya, serta dari unsur fokorpimda.

Dalam acara yang bertajuk ‘Hubungan Dan Peran Aktif Mahasiswa Dalam Pembangunan Di Kabupaten Pringsewu’ tersebut, Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH memaparkan berbagai upaya dan program pembangunan yang dilakukan Pemkab Pringsewu.
“Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu dari 14 daerah otonom kabupaten kota di Provinsi Lampung yang dibentuk berdasarkan Undang-undang No.48 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Pringsewu di Provinsi Lampung dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia H.Mardiyanto pada tanggal 3 April 2009 di Gedung Sasana Bhakti Praja Jakarta,” kata bupati.

Lebih lanjut bupati menjelaskan Kabupaten Pringsewu dengan luas wilayah 625 km2, berpenduduk sebanyak 377.825 jiwa yang tersebar di 8 kecamatan, yakni masing-masing Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, Pardasuka, Sukoharjo, Gadingrejo, Sukoharjo, Banyumas, Ambarawa, dan Adiluwih.

Bupati juga mengajak jajaran akademisi untuk bersinergi menciptakan Kabupaten Pringsewu yang lebih baik dan akan memfasilitasi mahasiswa untuk dapat menuangkan ide dan gagasan sesuai disiplin ilmu yang diperoleh dalam pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.
“Mahasiswa adalah kaum elit, calon pemimpin bangsa dengan karakternya yang intelek, idealis, kritis dan kreatif,” ujar bupati.

Masyarakat termasuk mahasiswa, kata bupati, memiliki sejumlah peran strategis dalam rangka mensuskseskan pembangunan, diantaranya dengan mengikuti program wajib belajar, membayar pajak, melestarikan lingkungan hidup, mentaati segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, menjaga ketertiban dan keamanan, dan sebagainya.
“Mahasiswa dapat berperan dengan cara belajar keras dalam menuntut ilmu untuk diterapkan dalam masyarakat, berperan sebagai sumber inspirasi baik dalam lingkungan masyarakat maupun dalam lingkungan kampus, berupaya menciptakan perubahan menuju lebih kondisi yang lebih baik, menjadi agen perubahan, serta sebagai pengontrol dalam pembangunan,” ujarnya lagi. 
Lebih khusus bagi mahasiswa di Kabupaten Pringsewu yang akan segera menggelar Pemilukada, mahasiswa, menurut bupati, dapat turut mengawal pelaksanaan semua agenda pemilukada  bersama elemen masyarakat lainnya seperti LSM, akademisi, pers, dan ormas untuk menutup celah penyimpangan yang mungkin terjadi, serta ikut memantau berjalannya setiap agenda tahapan pemilukada guna menciptakan proses pemilihan yang demokratis, jujur dan kondusif, dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sekaligus mencerdaskan pemilih. Selain itu, juga dalam rangka membangun opini publik agar Pemilukada berlangsung aman dan bersih.
“ Isu yang diangkat dapat berupa pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh calon kepala daerah, track record calon, background calon, kejadian-kejadian selama masa kampanye, dan lain sebagainya,” paparnya.

Dengan demikian, sambung bupati, upaya pembangunan di Kabupaten Pringsewu yang dilakukan secara terarah, terpadu, dan berkesinambungan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud di Bumi Jejama Secancanan. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pemkab Pringsewu Gelar Musrenbang RPJPD 2005-2025

PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Selasa (21/6) melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Pringsewu 2005-2025.
Musrenbang ini merupakan tahapan dari proses perencanaan pembangunan jangka panjang daerah yang mengacu pada Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah yang merupakan wahana partisipasi masyarakat di daerah serta untuk keterpaduan dan sinkronisasi rancangan RPJPD Kabupaten Pringsewu dengan provinsi dan nasional.

Dalam musrenbang yang digelar di ruang auditorium lantai II RS Mitra Husada, Sidoharjo, Pringsewu, Selasa (21/6)  tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Pringsewu Drs.Fransiskus Xaverius Siman beserta sejumlah anggota DPRD Pringsewu, Sekdakab Pringsewu Drs.Idrus Effendi, para asisten dan staf ahli beserta para kepala SKPD Pemkab Pringsewu, jajaran Bappeda Provinsi Lampung, konsultan dari LPM dan  stakeholder.

Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya mengatakan melalui forum musrenbang ini diharapkan dapat memberikan masukan dan saran dalam rangka penyempurnaan terhadap Rancangan RPJPD Kabupaten Pringsewu 2005 – 2025 khususnya visi, misi, dan arah pembangunan jangka panjang sampai dengan tahun 2025, dan selanjutnya rancangan RPJPD yang sudah sempurna akan disampaikan kepada DPRD dalam bentuk Ranperda RPJPD Kabupaten Pringsewu 2005 – 2025 untuk dibahas dan disahkan menjadi Perda.
“Dokumen RPJPD Kabupaten Pringsewu yang kita susun bersama tim dari Universitas Lampung diharapkan dapat menjawab 3 pertanyaan dasar yakni kemana daerah akan diarahkan pengembangannya dan apa yang hendak dicapai sampai dengan tahun 2025, kemudian bagaimana mencapainya, dan langkah-langkah strategis apa yang perlu dilakukan agar tujuan tersebut tercapai. Terkait dengan hal tersebut, diharapkan penyusunan RPJPD Kabupaten Pringsewu memenuhi kaidah penyusunan rencana sistimatis, terpadu, teransparan, dan akuntabel; konsisten dengan rencana lainnya yang relevan; terciptanya rasa kepemilikan atau sense of ownership rencana menjadi aspek yang perlu diperhatikan,” kata bupati. 

 
Dengan demikian, kata bupati,  akan dapat terlihat keterkaitan antara sumberdaya dan potensi daerah yang tersedia dengan indikator capaian hasil kerja yang terdefinisi dengan baik, sehingga para pelaku pembangunan khususnya pemerintah daerah dapat terus melakukan pengukuran terhadap hasil kerja (kinerja) dari alokasi atau distribusi sumberdaya dan langkah-langkah strategis pencapaian visi, misi, dan arah pembangunan daerah.
“Selain itu dokumen RPJPD Kabupaten Pringsewu dapat dijadikan pedoman bagi para pelaku pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Pringsewu sehingga menjadi lebih terarah dan terintegrasi dengan prinsip-prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, serta kemandirian, dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut bupati menjelaskan RPJPD yang merupakan  dokumen  penting karena memuat visi, misi, dan arah pembangunan daerah untuk kurun waktu 20 tahun yaitu sampai dengan tahun 2025, dimana nantinya kepala daerah diwajibkan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang memuat visi, misi, dan arah pembangunan untuk jangka waktu 5 tahun berdasarkan pada RPJPD yang telah diperdakan sehingga RPJPD merupakan potensi awal dari RPJMD  yang akan disusun oleh kepala daerah dalam masa jabatan setiap 5  tahun.
“Arahkan kemampuan sesuai dengan keahlian secara maksimal dengan melihat potensi daerah, baik SDM  maupun SDA yang tersedia, sehingga dokumen RPJPD Kabupaten Pringsewu bermanfaat dan menjadi acuan Bagi seluruh pelaku pembangunan di Kabupaten Pringsewu,” tandasnya. (*/Humas & Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pemkab Pringsewu Sosialisasikan SPIP


PRINGSEWU BARAT - Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) merupakan kewajiban bagi setiap pemerintah daerah kabupaten dan kota dalam rangka mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih (good governance dan clean governance)  disamping untuk menumbuhkan pemahaman bagi para pejabat dan staf tentang konsep dasar dan pengertian SPIP, unsur-unsurnya, dan seluruh sub-unsur, serta menambahkan komitmen para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menyelenggarakan SPIP sesuai ketentuan dan peraturan yang ada.

Hal tersebut dikatakan Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat membuka sosialisasi implemenatsi SPIP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu di aula Taman Wisata Grojogan Sewu, Kuncup, Pringsewu Barat, Selasa (21/6).

Menurut bupati, dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, merupakan ketentuan pelaksanaan sebagaimana yang diamanatkan pada Undang-Undang No.01 Tahun 2004, dimana dalam pasal 2 ayat  1  dinyatakan bahwa untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel, pimpinan lembaga, gubernur dan bupati atau walikota wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan.
“SPIP berfungsi untuk memberi arahan yang jelas dalam melakukan kegiatan pengelolaan keuangan guna terciptanya efisiensi dan efektifitas, dan  diharapkan dapat mempercepat terwujudnya keinginan untuk memperoleh opini terbaik atas laporan keuangan yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),”  paparnya.  (*/Humas & Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)



||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 20 Juni 2011

Pemkab Pringsewu Rakor Bulanan

BANYUMAS - Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu menggelar rapat koordinasi (rakor) bulanan yang dipusatkan di Balai Pekon Banyuwangi, Kecamatan Banyumas, Senin (20/6).
Rakor yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi didampingi Asisten I H.Firman Muntako, SE, Asisten II Drs.H.Gatot Susilo, MM, dan Inspektur Kabupaten Pringsewu Zulkifli, SH, MH tersebut diikuti seluruh kepala SKPD, para camat, serta kepala pekon.

Sekdakab Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi dalam sambutannya mengharapkan rakor yang digelar setiap bulannya tersebut jangan hanya sekedar dijadikan kegiatan seremoni dan kewajiban belaka, namun harus betul-betul dijadikan wahana untuk memecahkan berbagai persoalan dan mensinergikan berbagai program pemerintah daerah.

Dalam rakor tersebut, sekdakab juga menegaskan netralitas PNS maupun kepala pekon dan pengurus Badan Hippun Pemekonan (BHP) dalam Pemilukada Kabupaten Pringsewu yang digelar pada bulan September mendatang.
Terkait hal tersebut  Pemkab Pringsewu telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan bagi seluruh jajaran pemerintahan di jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu tentang netralitas PNS dan jajaran pemerintahan mulai dari kabupaten hingga pekon. (*Humas & Protokol Pemkab Pringsewu)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Senin (20/6) menggelar rapat koordinasi bulanan yang dipimpin Sekretaris Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi dipusatkan di Balai Pekon/Desa Banyuwangi, Kecamatan Banyumas.

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Rabu, 15 Juni 2011

Tim Penilai Lomba Desa Provinsi Lampung
Kunjungi Pekon Kresnomulyo
AMBARAWA – Pekon Kresnomulyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu maju mewaklili Kabupaten Pringsewu dalam kegiatan lomba desa tingkat Provinsi Lampung.
Rabu (15/6), tim penilai lomba desa tingkat Provinsi Lampung yang dipimpin ketuanya Johnson Napitupulu mengunjungi Pekon Kresnomulyo untuk melakukan penilaian terhadap desa tersebut. Tim disambut Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, Wakil Ketua DPRD Pringsewu Fransiskus Xaverius Siman, dan Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny Lisnalela Sudarno Eddi.
Turut pula hadir diantaranya Sekdakab Pringsewu Idrus Effendi, para asisten dan staf ahli, jajaran fokorpimda, para kepala SKPD Pemkab Pringsewu, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pringsewu Ny Aslaini Idrus Effendi, camat dan para kepala pekon, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi dalam sambutannya  mengatakan berdasarkan lomba pekon Kabupaten Pringsewu tahun 2011, dari 96 pekon dan 5 kelurahan yang tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Pringsewu, Pekon Kresnomulyo merupakan  pekon yang mendapatkan penilaian tertinggi sebagai pekon berprestasi yang mewakili Kabupaten Pringsewu untuk mengikuti Lomba Desa Tingkat Provinsi Tahun 2011.
”Terpilihnya Pekon Kresnomulyo sebagai duta Kabupaten Pringsewu dalam lomba desa tingkat Provinsi Lampung tidak terlepas dari partisipasi masyarakat yang begitu tinggi dalam membangun pekonnya. Tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi ini memang menjadi ciri khas dan keunggulan yang ada di Pekon Kresnomulyo,” katanya.
Kegiatan lomba desa, kata bupati,  dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kompetisi desa dalam memberdayakan berbagai sektor kehidupan masyarakat desa serta untuk memotivasi pemerintah pekon yang ada di Kabupaten Pringsewu dalam rangka meningkatkan gairah dan dinamika pembangunan di tingkat pekon.
“Untuk itu, saya menghimbau agar pemerintah pekon dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber daya dan potensi yang ada di pekon seperti sumber daya alam dan gotong royong. Saya mengharapkan seluruh jajaran aparat pekon dapat menjadi motivator dan memberikan penampilan yang terbaik pada perlombaan ini,” ujarnya.
Ditambahkan bupati, menang dalam suatu perlombaan tentunya merupakan dambaan semua orang, sebagaimana berharap agar  Pekon Kresnomulyo juga dapat meraih salah satu dari predikat juara, disamping tim penilai lomba desa agar melakukan penilaian secara obyektif mungkin dan melakukan evaluasi yang berpedoman pada sasaran dan indikator yang dititik beratkan pada tingkat perkembangan pembangunan desa. 

Pekon Kresnomulyo sendiri, sebagaimana  dilaporkan kepala pekonnya Sunardiyo, memiliki wilayah seluas 539,75 hektar dengan jumlah penduduk sebanyak 6.334 jiwa (1.708 kk),  terdiri 3.266 pria dan 3.068 wanita  dengan mata pencaharian utama adalah di bidang pertanian.  (*)
  






||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 13 Juni 2011



Bupati Pringsewu Lepas 
Kontingen PENAS Ke Tenggarong
                   PRINGSEWU - Penjabat  Bupati Kabupaten Pringsewu Sudarno Eddi,  Senin (13/6), melepas kontingen Kabupaten Pringsewu yang akan berangkat mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA)  di Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).


                Acara penglepasan dilakukan seusai apel mingguan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu.
              Penjabat  Bupati Kabupaten Pringsewu Sudarno Eddi dalam sambutannya berharap kontingen Kabupaten Pringsewu yang akan mengikuti PENAS dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik, sekaligus dapat menjaga nama baik Kabupaten Pringsewu.  (*/Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)


Bupati Pringsewu Bantu Korban Kebakaran Di Pring-Sel
             PRINGSEWU SELATAN - Penjabat  Bupati Kabupaten Pringsewu Sudarno Eddi,  Senin (13/6),  memberikan bantuan  kepada  Ceteng, warga  Jalan Kesehatan, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu  yang menjadi korban kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu.
Bantuan dalam bentuk uang tunai  dan  set perlengkapan rumah tangga (family kit), dan lain-lain diberikan langsung oleh Penjabat  Bupati Pringsewu Sudarno Eddi kepada korban.

           Penjabat  Bupati Kabupaten Pringsewu Sudarno Eddi yang didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Firman Muntako, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu Junaidi, Kepala Bappeda Kabupaten Pringsewu Hotman Atiek, Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setdakab Pringsewu Arief Nugroho, dan Kepala Kantor Satuan Pol-PP Kabupaten Pringsewu Sukarman,  berharap bantuan yang diberikan Pemkab Pringsewu dapat bermanfaat serta dapat meringankan beban penderitaan korban, serta  merupakan salah satu bentuk perhatian Pemkab Pringsewu terhadap warganya.

          “Semoga bantuan ini dapat  dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harap Penjabat  Bupati Pringsewu Sudarno Eddi.  (*/Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Jumat, 10 Juni 2011

Lomba Desa Tingkat Provinsi Lampung


Kresnomulyo Wakili 
Kabupaten Pringsewu
         AMBARAWA – Pekon (Desa) Kresnomulyo, Kecamatan Ambarawa, siap mewakili Kabupaten Pringsewu dalam lomba desa tingkat Provinsi Lampung.  Sebagai bentuk kesiapan desa tersebut, Jumat (10/6) Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi dan Sekretaris Kabupaten Pringsewu Idrus Effendi,  didampingi para asisten dan staf ahli dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu melakukan kunjungan ke desa tersebut.

        Kunjungan ini dalam rangka melakukan pematauan terkait persiapan desa tersebut  dalam mengikuti lomba desa yang akan dinilai oleh tim penilai dari provinsi dalam waktu dekat.    “Kabupaten Pringsewu siap mengikuti lomba desa tingkat provinsi yang akan diwakili Pekon Kresnomulyo. Harapan kita,  Pekon Kresnomulyo akan mendapatkan juara dalam lomba desa nanti. Maka dari itu, sejumlah persiapan sedang kita intensifkan, diantaranya dengan melakukan pembinaan menyeluruh,” ujarnya.

       Dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan agenda Jumat Bersih tersebut, Pemkab Pringsewu bersama PT.Askes juga melakukan kegiatan senam bersama yang diikuti  jajaran Pemkab Pringsewu serta warga setempat. Tak lupa, dibagikan juga sejumlah hadiah doorprize bagi mereka yang beruntung dengan mengundi kupon yang telah dipersiapkan panitia.
Secara simbolis, Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi juga menyerahkan bantuan peralatan olahraga  diantaranya berupa bola kaki yang diterima Camat Ambarawa Nang Abidin. (*/Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)



Rumah Tradisional Lampung 
Di Pringsewu
Bangunan rumah tradisional Lampung hingga kini masih banyak yang  terawat dan tetap dipertahankan oleh warga di Kecamatan Pardasuka, Pringsewu, di tengah semakin derasnya arus modernisasi di kabupaten tersebut.
(*/Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>