Subscribe:

Rabu, 08 Desember 2010


                Pemprov Lampung 
Gelar Puncak Acara   Penanaman
      1 Milyar Pohon Di Pringsewu
  
GADINGREJO -       Puncak acara Penanaman Satu Milyar Pohon dan Perinagatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional, serta Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon 2010 Tingkat Provinsi Lampung, Jumat (10/12) dipusatkan di lokasi calon hutan kota komplek perkantoran Pemda Kabupaten Pringsewu di Gadingrejo.
Acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung Hanan A.Rozak mewakili Gubernur Provinsi Lampung tersebut, dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus, serta ribuan masyarakat beserta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Ir.Warsito dalam laporannya mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2008 yang menetapkan tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia dan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional, kemudian Peraturan Menteri Kehutanan RI Nomor P.21/Menhut-II/2010 tentang Panduan Penanaman Satu Milyar Pohon (One Billion Indonesian Trees), serta Instruksi Gubernur Provinsi Lampung Nomor 1 Tahun 2010 tentang Gerakan Lampung Menghijau (Gelam), dan juga Surat Menteri Dalam Negeri RI Nomor 660/406A/SJ tertanggal 7 Oktober 2010 perihal Program Penanaman Satu Milyar Pohon. 

"Maksud diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk lebih meningkatkan kepedulian akan pentingnya fungsi pohon untuk penurunan emisi gas rumah kaca dalam mengurangi pemanasan global dan un tuk mencapai pembangunan Indonesia yang bersih (Clean Development Mechanism) sekaligus mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon secara berkelanjutan," katanya. 

Sasaran dari adanya kegiatan tersebut, menurut Warsito, adalah menjadikan setiap bentang lahan menjadi hijau baik di dalam maupun di luar kawasan hutan sehingga mampu memberikan  fungsi perlindungan, estetika, hasil ekonomi masyarakat sekaligus dapat berfungsi untuk penyerapan karbon, dengan sasaran lokasi seluruh potensi lahan dalam kawasan hutan negara dan luar kawasan hutan, yang meliputi lahan masyarakat, batas kebun, lahan pekarangan, turus jalan, fasilitas umum, dan lahan terbuka hijau lainnya.


"Tema kegiatan penanaman pohon tahun 2010 ini adalah 'Penanaman Satu Milyar Pohon' dimana Provinsi Lampung menargetkan penanaman pohon dari bulan Februari 2010 hingga Januari 2011 dapat menanam sebanyak 75 juta pohon, atau sekitar 7,5 persen dari total target nasional. Jumlah bibit  yang sudah ditanam di Provinsi Lampung hingga bulan Desember 2010 ini berjumlah kurang lebih 50,05 juta batang, atau meningkat dibandingkan Program Penanaman Satu Orang satu Pohon (One Man One Tree)  pada tahun 2009 lalu, belum termasuk yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan, bahkan Provinsi Lampung telah melampaui target penanaman sampai 112 persen dari target 7.732 batang yakni sebanyak 8.682.158 batang," ungkap Warsito.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ny.Truly Sjachroedin ZP dalam sambutan yang dibacakan wakil ketua Ny.Yuliati Joko Umar Said mengatakan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) 2010 dengan tema 'Penyelamatan hutan pantai dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir' merupakan wujud komitmen organisasi perempuan sebagai pemrakarsa GPTP untuk terus membudayakan kebiasaan gemar menanam dan memelihara pohon.


"Penanaman pohon bisa dilakukan siapa saja, terpenting masyarakat atau peserta tanam sanggup memelihara dan sedapat mungkin dapat menikmati dan merasakan hasilnya. Kaum perempuan tetap membantu program pemerintah dalam penanaman pohon satu milyar setiap tahunnya secara nasional yang dimulai dari tahun 2010. Prinsip kami seperti npepatah mengatakan 'Banyak pohon banyak manfaatnya, banyak pohon banyak rezekinya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Pringsewu H.Suidarno Eddi, SH, MH juga mengungkapkan kegiatan penanaman pohon di Kabupaten Pringsewu  telah dimulai sejak 29 Oktober 2010 lalu, dengan dicanangkannya Gerakan Pringsewu Bersih dan Menghijau, dimana yang menjadi lokasi penanaman adalah di sepanjang jalan protokol Kota Pringsewu, serta jalan utama di kecamatan dan pekon (desa), serta belum lama ini, dilakukan penanaman pohon penghijauan di bukit hutan kota Pringsewu dengan total pohon yang telah ditanam sebanyak 50 ribu batang pohon.

“Beberapa waktu lalu juga dilakukan Kampanye Indonesia Menanam yang dipusatkan di Pekon (Desa, red) Jatiagung, Kecamatan Ambarawa. Diharapkan gerakan ini akan terus berkembang dan hasilnya dapat dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat sehingga negeri kita dapat kembali menghijau,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekdaprov Lampung Hanan A.Rozak secara simbolis juga menyerahkan bantuan bibit pohon penghijauan kepada Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Lisnalela Sudarno Eddi, istri Ketua DPRD Pringsewu Ny.Ilyasa, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny.Herawati Zulkifli Maliki, Ketua Persit Kartika Chandra, Ketua Bhayangkari, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Pringsewu, Ketua Wanita Tani, Pramuka, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), tokoh pemuda, tokoh adat, serta tokoh masyarakat lainnya, berikut bantuan traktor tangan dari Kementerian Pertanian kepada sejumlahb kelompok tani, yang dilanjutkan dengan penanaman pohon penghijauan di lokasi hutan kota komplek perkantoran Pemda Kabupaten Pringsewu di Gadingrejo. (*)

        Kelestarian Hutan Jadi Isu Global 
GADINGREJO – Kabupaten Pringsewu memiliki areal hutan seluas 7.777 hektar yang merupakan hutan lindung, yaitu terdiri dari register 22 Way Waya  serta  register 39 Kota Agung Utara,  yang kesemuanya berada di Kecamatan Pagelaran. Dewasa ini, kelestarian sumberdaya hutan menjadi isu global, dimana kerusakan hutan terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
“Kerusakan hutan dan berkurangnya tanaman telah membawa dampak pemanasan global yang berpengaruh pada perubahan iklim, yang ditandai dengan terjadinya berbagai bencana alam di berbagai tempat, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, kesulitan memperoleh air karena kekeringan yang begitu panjang, dan lain sebagainya. Dalam jangka panjang, perubahan iklim tersebut akan mempengaruhi kinerja pembangunan dan kesejahteraan rakyat, karena hutan yang merupakan paru-paru dunia tidak hanya memiliki fungsi yang memiliki peran vital bagi sistem penyangga kehidupan, tetapi juga fungsi sosial ekonomi,” kata Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat acara pencanangan penanaman 1 milyar pohon dan  Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon di lokasi calon perkantoran Pemda Kabupaten Pringsewu di Gadingrejo, Jumat (10/12).
Melihat begitu pentingnya fungsi hutan, kata bupati, sudah selayaknya semua perlu mendukung dan berpartisipasi dalam upaya reboisasi, karena dengan tumbuhnya pepohonan yang kita tanam dan pelihara, maka secara langsung kita telah berpartisipasi dalam pembentukan permukiman yang memberi perlindungan terhadap angin, perlindungan dari sinar matahari dan suhu udara yang berlebih, menciptakan sumber ekonomi, estetika lingkungan, perbaikan ekosistem setempat, perbaikan kualitas dan kuantitas air tanah dan udara setempat, serta menciptakan kehidupan sosial masyarakat yang harmonis dengan lingkungan.

“Selain itu, Indonesia memiliki jumlah perempuan yang relatif besar, dan sebagai aset dan potensi bangsa, perempuan dibutuhkan untuk berperan aktif di tiga pilar pembangunan, yaitu ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan, dimana di bidang lingkungan, perempuan diharapkan dapat proaktif dalam upaya mengelola, memanfaatkan dan melestarikan lingkungan hidup, karena dengan melestarikan lingkungan, kaum perempuan dapat meningkatkan peran dan kontribusi dalam menghadapi perubahan iklim, serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam menyelamatkan lingkungan yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat,” kata bupati.

Di Pringsewu sendiri, lanjut bupati,  kegiatan penanaman pohon telah dimulai sejak 29 Oktober 2010 lalu, dengan dicanangkannya Gerakan Pringsewu Bersih dan Menghijau, dimana yang menjadi lokasi penanaman adalah di sepanjang jalan protokol Kota Pringsewu, serta jalan utama di kecamatan dan pekon (desa), serta belum lama ini, dilakukan penanaman pohon penghijauan di bukit hutan kota Pringsewu dengan total pohon yang telah ditanam sebanyak 50 ribu batang pohon.

“Beberapa waktu lalu juga dilakukan Kampanye Indonesia Menanam yang dipusatkan di Pekon (Desa, red) Jatiagung, Kecamatan Ambarawa. Diharapkan gerakan ini akan terus berkembang dan hasilnya dapat dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat sehingga negeri kita dapat kembali menghijau,” pungkas bupati. (*)
 
                                        

 

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 07 Desember 2010


                   Pemkab Pringsewu 
           Kembali Ajukan 14 Ranperda

PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu kembali mengajukan 14 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kepada DPRD Kabupaten Pringsewu.
Keempat belas ranperda tersebut masing-masing adalah ranperda tentang lambang daerah, pajak daerah, retribusi pasar grosir dan pertokoan, retribusi pelayanan pasar, retribusi pelayanan persampahan/kebersihan,  retribusi penggantian biaya cetak KTP dan akta catatan sipil, retribusi pelayanan kesehatan puskesmas, retribusi izin gangguan, retribusi pemotongan hewan,  retribusi pengujian kendaraan bermotor, retribusi izin trayek, retribusi terminal, retribusi pelayanan tera/tera ulang, dan retribusi IMB.

Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam nota pengantarnya  saat rapat  paripurna DPRD Kabupaten Pringsewu, Rabu (8/120) mengatakan Perda tentang Pajak dan Retribusi Daerah merupakan  amanat UU No.28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, sehingga Ranperda tersebut merupakan salah satu sumber pendapatan daerah  yang penting guna membiayai pelaksanaan pemerintahan daerah, berdasarkan prinsip demokrasi, pemerataan dan keadilan peran serta masyarakat dan akuntabilitas dengan memperhatikan potensi daerah.

Sementara itu, dalam rapat paripurna penyampaian RAPBD Kabupaten Pringsewu 2011 yang dilaksanakan  sebelum penyampaian 14 ranperda yang dipimpin ketua DPRD Pringsewu Ilyasa didampingi wakil ketua DPRD Drs.FX Siman dan Stiyono, Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH juga mengatakan  untuk menyusun RAPBD tahun anggaran 2011, Pemkab Pringsewu telah menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2011 yang disusun berdasarkan hasil musrenbang baik tingkat pekon,  kecamatan, maupun kabupaten yang mengacu pada prioritas pembangunan nasional dan provinsi.

“Atas dasar RKPD tersebut, Pemkab menyusun Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2011 yang tekah disepakati antara Pemkab Pringsewu dan DPRD Pringsewu pada tanggal 18 November 2010 lalu,” katanya.

Dalam penyusunan RAPBD 2011 Kabupaten Pringsewu 2011, kata Pj Bupati, telah disesuaikan  kepada arah kebijakan pokok pembangunan Kabupaten Pringsewu yang merupakan prioritas pembangunan yang tertuang dalam Kebijakan Umum APBD 2011 yang meliputi 6 prioritas pembangunan, meliputi 1.Percepatan pembangunan infrastruktur perkotaan, perdesaan dan prasarana pemerintah serta penataan ruang, 2.Peningkatan akses dan pemerataan kualitas serta kuantitas pendidikan dan kesehatan, 3.efektifitas penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, 4.Revitalisasi pertanian, perikanan, kehutanan dan pembangunan perekonomian yang berwawasan lingkungan, 5.Peningkatan kualitas SDM aparatur pemerintah dan pelayanan dan  6.Pengembangan kebudayaan, pemuda dan pariwisata serta Iptek dan peningkatan iman dan taqwa (Imtaq).

“Pemkab Pringsewu berupaya semaksimal mungkin agar penerimaan daerah mengalami peningkatan baik yang bersumber dari PAD maupun sumber penerimaan lainnya, sehingga dengan naiknya anggaran pendapatan tentunya mempunyai korelasi dengan anggaran belanja daerah  yang secara langsung akan mengakomodir kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Pj Bupati, rencana pendapatan daerah Kabupaten Pringsewu tahun anggaran 2011 adalah sebesar  Rp.561.768.178.000, yang terdiri atas rencana PAD sebesar Rp.17.412.200.000, rencana pendapatan dari dana perimbangan sebesar Rp.501.955.978.000, serta rencana lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp.42.400.000.000.
Sedangkan anggaran belanja tahun anggaran 2011 secara keseluruhan direncanakan sebesar Rp.549.768.178.000, yang digunakan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp.359.338.248.000, serta belanja langsung, yakni belanja pegawai yang direncanakan sebesar Rp.14.622.425.550, belanja barang dan jasa direncanakan sebesar Rp.72.188.088.850, dan belanja modal yang direncanakan sebesar Rp.103.619.415.600.

“Berdasarkan rencana pendapatan dan rencana belanja yang ditetapkan dalam RAPBD, maka untuk tahun anggaran 2011 terjadi surplus anggaran sebesar Rp.12.000.000.000. Penerimaan pembiayaan tahun anggaran 2011 berasal dari  sisa lebih pembiayaan (SILPA)  tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp.1.000.000.000 dan pengeluaran pembiayaan daerah tahun anggaran 2011 diproyeksi sebesar Rp.13.000.000.000 yang merupakan kewajiban dalam pembayaran pokok pinjaman Kabupaten Pringsewu kepada Bank Lampung dan Bank Jabar Banten (BJB). Dengan demikian sisa lebih pembiayaan atau SILPA  pada tahun anggaran 2011 sebesar nihil,” jelas Pj Bupati.(*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Minggu, 05 Desember 2010

           Kontingen Porprov VI Dilepas Bupati

PRINGSEWU - Kontingen Kabupaten Pringsewu yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung ke VI di Kota Menggala, Kabupaten Tulangbawang, Senin (6/12) pagi dilepas oleh Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu.
Hadir dalam acara pelepasan kontingen Bumi Jejama Secancanan di Porprov VI Tulangbawang tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Ilyasa, Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pringsewu yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki, jajaran Forkorpimda Pringsewu, para asisten dan kepala satuan kerja (satker) dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu, serta para atlet dan official kontingen Porprov VI Kabupaten Pringsewu.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH mengatakan dirinya dan atas nama Pemerintah Kabupaten Pringsewu merasa bangga dan mengucapkan selamat kepada kontingen Porprov VI  Kabupaten Pringsewu.



 
“Sebagai kontingen yang telah terpilih tentunya di pundak saudara kini terpikul tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan untuk membawa nama Kabupaten Pringsewu, untuk itu, saya menghimbau agar kegiatan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, disamping sebagai wadah pertemuan dan silaturahmi antar daerah, juga merupakan ajang persaingan untuk meraih prestasi yang terbaik,” kata Pj Bupati.

Selain itu, kata Pj Bupati, diharapkan  nantinya akan lahir bibit-bibit atlet dari semua cabang olahraga yang mempunyai potensi untuk diasah dan dikembangkan sehingga mampu meraih prestasi pada level yang lebih bergengsi lagi.

“Saya berpesan kepada kontingen Porprov Pringsewu, pertama manfaatkan kesempatan ini untuk meraih prestasi yang tinggi, agar memberikan kebanggaan tersendiri dan juga akan mengharumkan nama daerah, yang kedua adalah supaya menjaga kesehatan selama kegiatan lomba berlangsung karena kesehatan merupakan salah satu modal utama untuk meraih prestasi, dan yang ketiga agar menjaga nama baik Pringsewu dengan tetap menjunjung tinggi sportifitas, kejujuran, bersikap dan bertingkah laku yang baik dan sopan,”  harap Pj Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada offisial dan pelatih atas kerja keras dalam membina atlet-atlet Kabupaten Pringsewu. 

“Kepada para offisial dan pelatih yang turut menyertai kontingen, saya berpesan agar selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan serta kerjasama yang baik dalam kontingen sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing agar dapat mengikuti kegiatan dengan aman, tertib dan lancar sesuai dengan harapan bersama,”  ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki dalam laporannya mengatakan jumlah kontingen Kabupaten Pringsewu  baik atlet maupun offisial yang mengikuti Porprov di Menggala, Kabupaten Tulangbawang mencapai 171 orang, dengan mengikuti sebanyak 11 cabang olahraga, yakni masing-masing atletik, karate, sepak takraw, catur, sepak bola, bola voli, bola basket, pencak silat, badminton, tenis meja, serta taekwondo. (*)





 
 
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
          Tes CPNSD Kabupaten Pringsewu
       Tingkat Kehadiran Peserta 64,46 %


PRINGSEWU - Pelaksanaan tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu Minggu (5/12) kemarin berlangsung lancar dan tertib.
Hal tersebut terlihat seperti hasil pantauan Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH bersama sejumlah anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pringsewu serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki ke sejumlah lokasi tes di Pringsewu.

Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH  didampingi anggota Komisi A DPRD Pringsewu diantaranya Sunartho, Mailan Bastari, Heri Prodwikaz, Sutarmi, dan Mastuah berkesempatan meninjau pelaksanaan tes CPNSD di SMA Negeri 1 Pringsewu, SD Muhammadiyah Pringsewu, serta di SMA Xaverius Pringsewu.
Dalam setiap peninjauan ke sejumlah lokasi tes, hampir semuanya berjalan lancar dan kondusif, di samping tidak ada yang tampak peserta yang datang terlambat, ataupun masalah teknis lainnya seperti kekurangan lembar jawaban maupun soal dan sebagainya, serta bentuk-bentuk praktik kecurangan seperti penggunaan joki dan lainnya.

Sementara itu, pada waktu yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki bersama sejumlah anggota tim pemantau dari pusat, diantaranya Murni Hastuti Ningsih, Ratnasari dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Tuti S dan Syam Hadiyono dari Universitas Indonesia (UI) juga melakukan peninjauan ke beberapa lokasi tes CPNSD Kabupaten Pringsewu guna melihat dan memantau  proses pelaksanaan tes CPNSD di wilayah Kabupaten Pringsewu.

Sore harinya di halaman Kantor  BKD setempat, Sekda Kabupaten Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki di hadapan para anggota tim pemantau dan sejumlah unsur lainnya seperti kepolisian dan TNI melepas pemberangkatan berkas lembar jawaban tes CPNSD yang akan dibawa ke Bandar Lampung yang selanjutnya akan dibawa ke Jakarta untuk dikoreksi, yang juga dikawal oleh sejumlah personil Polisi dan Satpol PP.

Sementara itu, dari hasil rekapitulasi pengembalian LJK tes CPNSD Kabupaten Pringsewu di BKD Pringsewu, jumlah pelamar CPNSD di Pemkab Pringsewu seluruhnya mencapai 4.987 pelamar.
Dari jumlah tersebut, yang mengikuti tes sebanyak 3.215 peserta atau  persentasenya sebesar 64,46 persen.
Selebihnya sebanyak 1.772 orang tidak hadir mengikuti tes. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 29 November 2010

Pompa Air Tanpa Motor
Mudahkan Petani

PAGELARAN - Pompa Air Tanpa Motor (PATM) merupakan salah satu inovasi baru yang diupayakan Pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk kemudahan para petani, dimana pompa ini tidak membutuhkan tenaga listrik ataupun BBM, sekaligus ramah lingkungan.
Karena banyaknya keunggulan dari penemuan pompa air ini, Pemkab Pringsewu berharap masyarakat petani dapat memanfaatkannya kelak dengan baik.

Harapan tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Pringsewu Drs.H.Gatot Susilo, MM saat menghadiri ekspos hasil penelitian teknologi tersebut di Balai Pekon Patoman, Kecamatan Pagelaran, Selasa (30/11) yang juga dihadiri Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa dan jajaran Dinas Pengairan dan Ciptakarya.

PATM, kata asisten II, memanfaatkan tekanan dinamik atau gaya air akibat perbedaan ketinggian sumber air, dimana dengan teknologi ini,  sumber air dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk berbagai keperluan, termasuk untuk irigasi.
"Dengan demikian, sumber air yang ada dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Lebih lanjut diungkapkan asisten II, Kabupaten Pringsewu memiliki potensi besar di bidang pertanian dan perikanan, dimana potensi perikanan di daerah ini mencapai luas 830,56 hektar, dan lahan tanaman padi mencapai 20.616 hektar.
"Guna mendukung hal tersebut sekaligus sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah, pemkab Pringsewu akan memfasilitasi para petani dengan berbagai cara, termasuk dengan teknologi Pompa Air Tanpa Motor," pungkasnya.

Sementara itu, dari hasil pemaparan pihak konsultan, biaya investasi pengadaan untuk 10 unit pompa PATM tersebut panjang pipa penyalur sampai bak pelepas sepanjang 1 km diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp.300 juta, sehingga bila Kabupaten Pringsewu memasang sebanyak 10 unit, diperlukan dana sebesar Rp.3 milyar. Kemudian untuk pemasangan pompa dan pipa penyalur sebesar Rp.1 milyar, serta pembuatan konstruksi bangunan penyadap atau bendungan sebesarv Rp.500 juta, dan biaya perencanaan sebesar Rp.300 juta, sehingga total biaya yang diperlukan seluruhnya mencapai Rp.4,8 milyar, dengan biaya operasional dan pemeliharaan pertahun sebesar Rp.250 juta, dengan luasan lahan yang dapat diairi mencapai 60 hektar tanaman padi dan 240 hektar tanaman jagung. (*)

Asisten III Pringsewu Lepas
Tim Bantuan Merapi

PRINGSEWU - Asisten III Pemkab Pringsewu H.Syahlulsyah, SH, MH, Selasa (30/11)  secara resmi melepas tim bantuan becana Merapi dari Keluarga Besar Sumatera Barat (KBSB) Kabupaten Pringsewu bertempat  di halaman Masjid Taqwa Kota Pringsewu.
Tim bantuan bencana alam Gunung Merapi KBSB Kabupaten Pringsewu berangkat menuju lokasi bencana alam di Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan menggunakan kendaraan bantuan DPRD Kabupaten Pringsewu dan kendaraan truk pengangkut bahan bantuan yang  dipimpin Irvan Chaniago yang juga anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, bersama sejumlah anggota pecinta alam dan relawan lainnya.

Asisten III H.Syahlulsyah, SH, MH  yang didampingi Kabag Ekobang Hendrid, SE, MM serta Danramil Pringsewu Kapten Sutoto, dalam sambutannya mengatakan bangga terhadap inisiatif dan kerja keras dari organisasi KBSB untuk menggalang dana guna meringankan  beban penderitaan para korban bencana alam Merapi.

"Ini membuktikan bahwa KBSB adalah organisasi yang peduli terhadap bangsa dan masyarakat dan patut dicontoh oleh organisasi lainnya," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten III Syahlulsyah juga mengungkapkan bahwa Pemkab Pringsewu juga menghimpun dana  dari para PNS maupun para dermawan lainnya  melalui rekening Pringsewu Peduli Bencana dengan nomor rekening pada Bank Lampung Cabang Pringsewu No.3840-3012-2222-8.

"Dengan demikian akan lebih banyak lagi yang dapat membuktikan cinta kasih kepada sesamanya, serta rasa kebersamaan dan kekeluargaan bangsa ini akan semakin erat terjalin," ujarnya.

Lebih lanjut Asisten III berharap bantuan yang telah berhasil dikumpulkan KBSB tersebut dapat membantu para korban bencana alam letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Bantuan Tong Sampah


Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Pringsewu menerima bantuan 8 tong sampah dari Bank Central Asia (BCA) Pringsewu yang diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BCA Pringsewu Ali Handoyo kepada Sekretaris Dispenda Pringsewu Syamsul Rizal di halaman Kantor Dispenda setempat, Selasa (30/11).
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
 Kejuaraan Renang, Pelajar Pringsewu Sabet 8 Medali Emas

PRINGSEWU - Sejumlah atlet renang dari Kabupaten Pringsewu berhasil menyabet sebanyak 8 (delapan) medali emas dalam kejuaraan renang yang diikuti 316 orang pelajar Sekolah Dasar (SD)  dari sejumlah provinsi di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) diantaranya Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung.
Dalam kejuaraan renang  yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari di Kolam Renang Pahoman, Bandar Lampung tersebut, Kabupaten Pringsewu menorehkan prestasi yang spektakuler, di mana dari 20 (dua puluh) medali emas yang diperebutkan, Kabupaten Pringsewu telah berhasil merebut sebanyak 40 persen dari total medali emas yang ada.
Selain meraih 8 medali emas, Pringsewu juga berhasil mengumpulkan sebanyak 3 medali perak, serta 2 medali perunggu.

Para atlet renang Kabupaten Pringsewu yang telah berhasil menyabet medali emas tersebut, yaitu Yoantika, pelajar SD Negeri 1 Pringsewu Selatan dengan perolehan 4 medali emas, Odi Ramadhan (pelajar SD Negeri 3 Pringsewu Barat) dengan 2 medali emas dan 1 medali perak, Tri Lestari (pelajar SD Negeri 1 Pringsewu Selatan) dengan perolehan 2 medali emas dan 2 medali perak, kemudian Achmad Fadil (pelajar  SD Negeri 1 Pringsewu Selatan)  dengan perolehan 2 medali perunggu.


Menurut Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Pringsewu Drs.Sugesti Hendarto, keberhasilan para atlet renang Pringsewu tersebut, merupakan prestasi yang patut dibanggakan, mengingat para atlet renang Kabupaten Pringsewu selama ini selelu dipenuhi berbagai kekurangan, baik minimnya sarana atau fasilitas maupun dukungan dana.

"Di tengah kondisi yang serba kekurangan maupun minimnya dana pembinaan, justru atlet renang Pringsewu berhasil menjuarai berbagai kelas yang dipertandingkan. Hal ini membuktikan bahwa para atlet renang Pringsewu ini betul-betul memiliki talenta dan dedikasi tinggi dalam upaya mengharumkan nama daerah serta mempersembahkan yang terbaik, baik untuk Kabupaten Pringsewu secara khusus maupun Provinsi Lampung pada umumnya," kata Sugesti Hendarto, Selasa (30/11).

Dikatakan lebih lanjut oleh Sugesti Hendarto, para siswa atlet renang  peraih medali tersebut, merupakan bibit-bibit  terbaik dan berprestasi yang bisa membawa harum  nama Pringsewu baik di tingkat regional maupun nasional, dan bahkan di tingkat internasional.

"Selama ini para atlet tersebut berlatih secara mandiri dan swadaya, dan bahkan tanpa dukungan dari pihak sponsor manapun. Karena itu, kami selaku induk organisasi yang menaungi para atlet renang, memohon dukungan dari pihak-pihak terkait dan seluruh masyarakat di Kabupaten Pringsewu, demi kemajuan kedepan," ujarnya.

Sementara itu, masyarakat Pringsewu memberikan sambutan hangat dan tanggapan positif atas keberhasilan Kabupaten Pringsewu merebut medali emas dalam kejuaraan renang tingkat pelajar tersebut.

"Keberhasilan para atlet pelajar Pringsewu tersebut telah membuktikan bahwa Pringsewu selama ini dijuluki gudangnya atlet bukan isapan jempol semata, namun memang betul-betul ada buktinya dan nyata. Ini juga membuktikan bahwa Pringsewu betul-betul mempunyai potensi dan SDM yang handal dan bisa menjadi modal bagi kemajuan Pringsewu kedepan. Namun demikian, kita juga jangan cepat berpuas diri, justru ini harus dipertahankan dan bahkan lebih ditingkatkan, dan ini bukan pekerjaan mudah. Namun, dengan semangat dan dukungan dari semua elemen, hal tersebut bisa terwujud," ujar Andrew, warga Pringsewu. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Minggu, 28 November 2010

Pemkab Pringsewu Gelar Upacara HUT Korpri



PRINGSEWU -  Pemerintah Kabupaten Pringsewu memperingati Hari Korps Pegawai Republik Indonesia ke-39 dalam suatu upacara di halaman Pendopo Pemkab Pringsewu, Senin (29/11).

Dalam upacara yang diikuti seluruh pegawai dan jajaran satuan kerja di lingkungan Pemkab Pringsewu tersebut, bertindak sebagai inspektur upacara Sekretaris Kabupaten Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki.

Sekkab Pringsewu Zulkifli Maliki membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan sejak didirikan pada 29 November 1971, KORPRI telah menunjukkan peran dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan tuntutan dan kemajuan jaman. 

Selain itu, KORPRI juga telah mampu mendorong anggotanya untuk mengemban tiga peran penting dan strategis sebagai abdi negara, abdi masyarakat dan abdi pemerintah. Hal ini sejalan dengan amanat Panca Prasetya KORPRI,” katanya.

 Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November2010                                             4                                                Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November2010                                            5    

 
Saat ini dan kedepan, kata dia, anggota KORPRI memiliki tugas sejarah dalam menyukseskan Reformasi Gelombang Kedua, dimana melalui Reformasi Gelombang kedua, kita bertekad untuk memajukan kualitas penerapan demokrasi, meningkatkan upaya penegakan hukum, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Dan pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menyampaikan beberapa pesan dan harapan kepada anggota KORPRI dimanapun saudara berada  untuk melanjutkan penerapan tata kelola pemerintahan yang baik- good governance di semua lini, yang makin professional dan akuntabel dengan memberikan pelayanan birokrasi yang makin cepat, akurat dan makin baik, kemudian yang kedua tingkatkan jalinan kerjasama produktif dengan semua pemangku kepentingan pembangunan. Bangun jajaran birokrasi yang siap merespon berbagai tantangan pembangunan secara konstruktif,” kata sekkab membacakan sambutan presiden.

Kemudian yang ketiga, lanjut dia, lanjutkan kerja keras dan kerja cerdas dalam pengabdian  sebagai abdi negara, masyarakat dan pemerintah, serta yang keempat, pastikan bahwa KORPRI dapat tampil sebagai organisasi profesi yang ikut meningkatkan daya saing bangsa melalui kehadiran pelayanan birokrasi dan pelayanan publik yang berkualitas dan dapat dibanggakan.

 Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November2010                                            6                                                Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November2010                                            7    

 
“Yang kelima adalah agar kita sempurnakan jajaran birokrasi yang tangguh dan berwibawa. Jangan ragu untuk melakukan perombakan, pergantian dan revitalisasi dalam penyelenggaraan birokrasi yang dinilai berpotensi mengurangi produktifitas dan menghambat akselerasi laju penyelenggaraan pembangunan. Lanjutkan pemberantasan tindak pidana Korupsi, Kolusi dan Nepotisme,”  ujarnya.

Dengan peringatan Hari Korpri ke-39 dengan tema ‘Dengan Netralitas dan Profesionalitas KORPRI Mendukung Reformasi Birokrasi Dalam Rangka Optimalisasi Pelayanan Publik’, Sekkab Pringsewu juga mengajak seluruh jajaran KORPRI untuk melanjutkan dan meningkatkan kerja keras, pengabdian dan produktifitas dalam mewujudkan jajaran birokrasi yang semakin professional, serta menjalankan birokrasi yang netral dan sanggup menghadirkan kualitas pelayanan publik yang terbaik bagi seluruh masyarakat. (*).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki bertindak selaku inspektur upacara pada upacara peringatan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di halaman Pendopo Pemkab Pringsewu, Senin (29/11).
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Jumat, 26 November 2010

Pembukaan Muswil Muhammadiyah & Aisyiyah Provinsi Lampung Di Pringsewu

Gubernur Lampung H.Sjachroedin ZP, SH bersama Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, pengurus PP Muhammadiyah H.Marpuji Ali, dan Ketua PW Muhammadiyah Lampung H.Nurfaiv Chaniago menekan tombol sirine tanda peresmian Muswil Muhammadiyah dan Aisyiyah Provinsi Lampung yang akan berlangsung selama 2 hari di Pringsewu.
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Kamis, 25 November 2010

Pawai Ta'aruf

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki  mewakili Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu Hj.Lisnalela Sudarno Eddi dan salah satu pengurus PP Muhammadiyah H.Marpuji Ali melepas peserta pawai ta'aruf di halaman Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu dalam rangka Muswil Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Provinsi Lampung di Pringsewu, Jumat dan Sabtu (26-28/11).
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 23 November 2010


Guru Kunci Utama Peningkatan Kualitas Manusia


GADINGREJO - Pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas manusia, dimana dengan meningkatkan mutu pendidikan, secara otomatis kualitas manusia yang mendapatkan pendidikan tersebut akan meningkat.

Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya  yang dibacakan Asisten III Sekretariat Daerah  (Setda) Kabupaten Pringsewu H.Syahlulsyah, SH, MH saat peringatan Hari Guru Nasional 2010 dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke -65 Kabupaten Pringsewu di halaman SMA Negeri Gadingrejo, Kamis (25/11).

Menurut bupati,

 
perlunya para guru untuk senantiasa  berupaya meningkatkan kualitas.

“Guru akan selalu menjadi sumber ilmu utama bagi para peserta didik, untuk kemudian mereka lengkapi dengan ilmu yang mereka dapat dari keluarga dan masyarakat. Maka adalah hal yang layak jika kemudian seorang guru juga senantiasa meningkatkan ilmu yang telah dimiliki dengan membuka diri terhadap sumber-sumber ilmu lain yang ada di sekitar kita, seperti buku, internet, televisi, masyarakat, bahkan perlu saling berbagi ilmu dengan orang-orang yang lebih muda, bahkan termasuk peserta didik,” katanya.

Bupati  melalui Asisten III juga berharap para guru dapat memberi contoh kepada para peserta didik agar mereka juga dapat mencari pengetahuan yang memang tersedia di berbagai tempat.


 
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, kita bersama-sama  memperingati Hari Guru Nasional 2010 dan HUT PGRI yang ke-65, saya berharap ini dapat menjadi cambuk bagi kita semua untuk memberikan yang terbaik dari apa yang telah kita berikan selama ini dalam memperjuangkan pendidikan yang bermutu. dengan demikian, akan tercipta insan-insan unggul yang berkualitas di negeri ini,”  tandasnya. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

       
               Pringsewu Kampanyekan
                Indonesia Menanam

AMBARAWA - Kelestarian sumberdaya hutan, dewasa ini telah menjadi isu global, dimana umat manusia di seluruh dunia meyakini bahwa hutan tidak hanya memiliki fungsi sosial ekonomi dan sosial budaya, tetapi juga fungsi ekologis yang peranannya sangat vital bagi sistem penyangga kehidupan. Terjadinya fenomena di muka bumi saat ini berupa pemanasan global dan perubahan iklim, merupakan suatu tantangan bagi kita semua untuk segera bertindak sesuai profesi dan proporsinya masing-masing.

Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH  dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang)  Drs.H.Gatot Susilo, MM dalam kampanye Indonesia Menanam, Gerakan Bakti Pemuda Penghijauan, dan musda Himpunan Pelsetari Hutan Andalan, yang dipusatkan di  Pekon (Desa) Jatiagung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Kamis (25/11).

Menurut dia,  salah satu upaya untuk mengurangi efek pemanasan global dan perubahan iklim adalah dengan memperbanyak pohon dan tumbuh-tumbuhan, sehingga diperlukan upaya untuk mempertahankan keutuhan ekosistem hutan dan melakukan penanaman pohon secara besar-besaran.

“Berbagai program rehabilitasi hutan dan lahan yang telah dicanangkan melalui berbagai kegiatan, salah satunya Kampanye Indonesia Menanam, Gerakan Bakti Penghijauan Pemuda, dan Musyawarah Himpunan Pelestari Hutan Andalan (HPHA), pada intinya adalah kegiatan atau aksi penanaman dan pemeliharaan pohon,” katanya.

Namun, kata dia,  di dalam kegiatan atau aksi tersebut juga terkandung gerakan moral, yaitu mengajak semua pihak untuk mengubah pola pikir dari kebiasaan menebang pohon menjadi cinta menanam dan memelihara pohon.
  
Kebersihan terhadap lingkungan, semestinya dimulai dari pribadi masing-masing individu dan kemudian digalakkan secara bergotong royong, hal ini penting karena dengan adanya kebersamaan diharapkan dapat membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya,  pencanangan Kampanye Indonesia Menanam ini, merupakan rangkaian dari upaya untuk menghijaukan ‘Bumi Jejama Secancanan’, dengan harapan agar masyarakat ikut serta menjaga hutan di sekitarnya.

“Bila program ini berhasil, Insya Allah hutan kita tetap hijau dan pada akhirnya sumber mata air akan terjaga,” pungkasnya.
 
Sementara itu,  Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Provinsi Lampung I Made Suwetja  mengatakan penyelenggaraan  kampanye Indonesia Menanam  bertujuan untuk untuk membangkitkan  kembali kesadaran  masyarakat   akan pentingnya  budaya menanam  dan memelihara sumber daya hutan serta lengkungan sehingga  terwujud  perilaku menanam dan melestarikan  hutan serta lingkungan sebagai bagian dari budaya  bangsa.


"kegiatan kampanye Indonesia Menanam dan Gerakan Bakti Pemuda Penghijauan  sekaligus pembukaan musda  Himpunan Pelestari Hutan Andalan (HPHA) Provinsi Lampung dilanjutkan  dengan penanamam pohon penghijauan sebanyak 10 ribu batang, yaitu 5 ribu dari Pemprov Lampung, dan 5 ribu lagi dari swadaya masyarakat,"  kata Suwetja. 


Dalam kegiatan yang juga dihadiri Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia  Eka Sugiri, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hanan A.Rozak, Kadis Kehutanan Provinsi Lampung, Kadis Kehutanan Kabupaten Pringsewu, diikuti sebanyak 300 orang peserta dari petugas penyuluh kehutanan dan masyarakat kehutanan dari Kabupaten Pringsewu, Pesawaran dan Tanggamus, serta diakhiri dengan aksi penanaman pohon penghijauan di  perbukitan Pekon (Desa) Jatiagung. 


Mewakili Wakil Gubernur Provinsi Lampung Joko Umar said, Sekdaprov Hanan A.Rozak mengatakan Provinsi Lampung mempunyai posisi strategis dengan sejumlah kawasan hutan lindung atau hutan register.


"Bahkan Provinsi Lampung ini diapit oleh 3 buah taman nasional yakni Taman Nasional Way Kambas di bagian timur, Taman Hutan Raya Wan Abdurrachman di bagian tengah, serta di bagian barat terdapat Taman Nasional Bukit Barisan Selatan," katanya. (*)



||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 22 November 2010

Rambu Penunjuk Arah

Pemkab Pringsewu memasang sejumlah rambu lalu lintas penunjuk arah di sejumlah ruas jalan di ibukota Kabupaten Pringsewu, seperti halnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani,  Kota Pringsewu ini.
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pringsewu Miliki Sumber Daya Mineral Menjanjikan

PRINGSEWU - Berdasarkan data formasi geologi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, ternyata di Kabupaten Pringsewu terdapat indikasi adanya energi dan sumber daya mineral yang cukup menjanjikan untuk dikelola secara optimal, antara lain berupa emas, batubara, mangan, besi dan batuan.

 
Namun demikian, potensi sebaran mineral  tersebut belum dieksplorasi lebih lanjut, sehingga tidak diketahui secara pasti besarnya cadangan atas mineral-mineral tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH  dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Permbangunan Drs.H.Gatot Susilo, MM saat membuka  kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batu Bara  Tahun Anggaran 2010  yang diikuti  para camat dan kepala pekon (kepala desa)  serta pelaku pertambangan di Balai Pekon (Balai Desa) Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Selasa (23/11).

Menurut Bupati, seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan dan permintaan pasar terhadap komoditas tambang sebagai bahan baku industri semakin meningkat. Kondisi ini memungkinkan dicarinya potensi-potensi mineral baru, termasuk yang terdapat di Kabupaten Pringsewu. 

“Seperti kita ketahui bersama Kabupaten Pringsewu memilik potensi sumber daya air mineral yang  berada di Karawang Sari, Ambarawa, yang dikenal sebagai Air Karawang, dimana distribusi Air Kerawang tidak terbatas di Kabupaten Pringsewu, tetapi telah dikonsumsi pula oleh masyarakat di berbagai daerah lain di Provinsi Lampung, seperti Bandar Lampung, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Barat,  Lampung Tengah, hingga Tulangbawang,” katanya.

Akan tetapi, sambung dia, pemanfaatan air tanah yang telah berlangsung cukup lama ini belum memperhatikan potensi ketersediaan dan perubahan-perubahan lingkungan yang ditimbulkan akibat pengambilan dan pemanfaatan air tanah tersebut, sehingga permasalahan ini harus dikaji ulang.

“Dalam rangka mengurangi ketergantungan pada minyak bumi sebagai sumber energi dan sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan, Provinsi Lampung telah dicanangkan sebagai Lumbung Energi Terbarukan, sehingga u


 
ntuk mendukung program tersebut, Kabupaten Pringsewu telah memprogramkan pengembangan listrik tenaga surya sebagai energi alternatif pengganti minyak bumi, serta energi terbarukan lainnya yakni energi biogas yang diharapkan dapat dikembangkan untuk skala masyarakat,”  ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan dia, pertambangan dapat menjadi pendorong bagi pembangunan suatu wilayah, akan tetapi pada prakteknya pengelolaan pertambangan seringkali menimbulkan ekses-ekses negatif seperti kesenjangan, kecemburuan sosial, konflik sosial, tumpang tindih lahan, bahkan sering pula dituduh sebagai biang keladi terjadinya kerusakan lingkungan.

“Kepada seluruh masyarakat pemakai air dan pengusaha air serta pengguna energi minyak bumi diharapkan dapat berperan aktif dalam pengelolaan air tanah dan pengembangan energi terbarukan sebagai upaya  mengatasi krisis energi,” pungkasnya. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Jumat, 19 November 2010

Pemda Kabupaten Pringsewu Bangga Terhadap Mahasiswa & Wartawan


PRINGSEWU - Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu merasa bangga atas kepedulian para mahasiswa dan insan pers  di Pringsewu terhadap para korban yang tertimpa bencana alam   tsunami di Kepulauan Mentawai, serta letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

 "Ini adalah sebuah usaha yang bukan hanya berguna, melainkan juga indah, sehingga kami semua dapat merasakan ketulusan adik-adik dalam mengadakan kegiatan ini," kata  Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.H.Gatot Susilo, MM  mewakili Penjabat Bupati  Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat malam penggalangan dana bagi korban bencana alam yang terkemas dalam acara Tembang Peduli Merapi dan Mentawai  yang diselenggarakan Komunitas Seni  Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)) Perwakilan Kabupaten Pringsewu di Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu, Sabtu (20/11) malam.

Menurut Asisten II, menanggulangi bencana tentu bukan satu-satunya cara untuk  menyikapi seluruh bencana yang menimpa, namun harus berupaya mencegah bencana serupa terjadi kembali, atau setidaknya bersiap siaga agar tidak ada lagi korban berjatuhan akibat bencana  alam, untuk itu
 harus disadari bahwa bencana alam tidak akan terjadi begitu saja. 

"Mungkin ada kesalahan kita dalam menyikapi alam, karena itu semestinya
sejak dini kita memperhatikan dan melestarikan lingkungan, mislanya dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebangi pohon dengan seenaknya, tidak menggunakan sumber daya alam dengan semaunya, menghemat energi yang kita pakai, serta memperhatikan keseimbangan alam.
Jikalau kita ramah terhadap alam, insya  Allah alam juga akan ramah terhadap kita,"  ujarnya.


 
Lebih lanjut dikatakan Asisten II Drs.H.Gatot Susilo, MM yang didampingi Asisten I H.Firman Muntako, SE  dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu,
adalah hal yang indah bilamana kita dapat menyisihkan sedikit rezeki yang dimiliki untuk membantu mereka yang tengah kesulitan, dengan demikian derita yang mereka alami akan sedikit berkurang, dan rasa kekeluargaan  diantara sesama warga bangsa akan semakin erat. (*/Humas/Isnanto Hapsara, A.Md)


||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>