Subscribe:

Rabu, 08 Juni 2011

MTP-IPHI Lampung Gelar Sunatan Masal

ADILUWIH - Dalam rangka Harlah Majelis Taqlim Perempuan (MTP) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Lampung, diselenggarakan khiatan masal yang dipusatkan di Pekon (Desa) Adiluwih, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Rabu (8/6).


Dalam kegiatan khitanan masal yang diikuti sebanyak 100 anak dari sejumlah desa di Kecamatan Adiluwih ini, dihadiri Gubernur Provinsi Lampung yang diwakili Kadis Sosial Provinsi Lampung, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ny.Hj.Truly Sjachroedin ZP yang juga sebagai Penasehat MTP-IPHI Provinsi Lampung, Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, Sekdakab Pringsewu H.Idrus Effendi, sejumlah anggota DPRD Pringsewu asal daerah pemilihan setempat, para asisten dan staf ahli serta kepala satuan kerja, Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Lisnalela Sudarno Eddi dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Idrus Effendi.


Gubernur Provinsi Lampung dalam sambutan yang dibacakan Kadis Sosial  menyatakan dukungannya atas terselenggaranya kegiatan khiatanan masal tesrebut, sekaligus berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan sebagai salah satu bentuk kegiatan sosial dan perhatian kepada masyarakat.
"Ini merupakan suatu bukti bahwa masih ada rasa kesetiakawanan sosial diantara sesama. Kiranya kegiatan ini betul-betul dapat membantu masyarakat," ujarnya.
 Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP-PKK sekaligus penasehat MTP-IPHI Provinsi Lampung Ny.Hj.Truly Sjachroedin ZP juga membangikan santunan kepada anak-anak peserta khitanan masal dalam bentuk uang tunai, pakaian  dan perlengkapan lainnya. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Rabu, 01 Juni 2011

IMM Diminta Kedepankan
Kepentingan Umat

PRINGSEWU - Sudah tidak diragukan lagi bahwa Muhammadiyah memiliki andil besar dalam kehidupan bangsa, terutama dalam mencerdaskan kehidupan anak negeri.






Berbagai kegiatan da’wah Islam serta beragam seminar telah semakin memantapkan eksistensi serta kinerja
organisasi kemasyarakatan Islam yang mengakar kuat dikalangan masyarakat.


Demikian dikatakan Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi yang diwakili Kadis Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pringsewu Syamsir saat membuka seminar kepemudaan yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pringsewu, Minggu (4/6)  di kampus Universitas Muhammadiyah Pringsewu.

Terkait terpilihnya Kepengurusan  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pringsewu Pemkab Pringsewu  berharap IMM
senantiasa  mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan umat, sehingga mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat luas.
"Saya yakin ketua dan pengurus pimpinan cabang Muhammadiyah  memiliki idealisme tinggi, dedikasi dalam perjuangan yang besar terhadap bangsa dan negara, serta senantiasa berinovasi mencari formula dakwah baru yang disesuaikan dengan kondisi sosial psikologis masyarakat, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam," ujarnya.
Selain itu,  program kerja IMM agar  memberikan pengaruh signifikan dalam memperbaiki mutu kehidupan serta kualitas masyarakat itu sendiri, serta dapat menyalurkan
 aspirasi, saran dan pendapat melalui dialog yang penuh semangat kekeluargaan. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)


 Pemkab Pringsewu Luncurkan
Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu
PRINGSEWU - Saat ini tuntutan masyarakat terhadap pelayanan prima dari aparatur pemerintah merupakan keharusan yang tidak dapat ditunda lagi pelaksanaanya oleh aparatur sebagai abdi negara dan masyarakat. Selain itu arus globalisasi dalam persaingan pasar bebas menginginkan berbagai kemudahan dalam melakukan investasi, terutama  dalam pengurusan perizinan yang dapat dilakukan dalam satu wadah.
Sejalan dengan tuntutan tersebut,  Pemerintah  Kabupaten Pringsewu telah menetapkan Peraturan Daerah No.  5  Tahun 2010 tentang Pembentukan Organisasi Dan Tata Kerja Lembaga Lain Sebagai Bagian Dari Perangkat Daerah Kabupaten Pringsewu yang salah satunya adalah
Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu yang merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah No.38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi  Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/ Kota Serta Peraturan Menteri Dalam Negeri No.24 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat peluncuran
Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Pringsewu, Selasa (7/6)  berharap
dengan dibentuknya Sistem Pelayanan Perizinan Terpadu diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan citra aparatur pemerintah, penyederhanaan birokrasi, dan peningkatan  mutu pelayanan kepada masyarakat, serta dapat meningkatkan investasi yang pada akhirnya dapat meningkatkan PAD.
"Saya berharap  para pengusaha agar mempunyai dokumen sebagai salah satu legalitas dalam melakukan kegiatan, dan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait yang mempunnyai tugas dan fungsi merekomendasikan terbitnya perizinan agar dapat bekerja efektif dan tepat waktu, serta dapat  mengkaji payung hukum dari beberapa izin yang mungkin dapat di tetapkan di Kabupaten Pringsewu,"  harap bupati.

Khusus kepada jajaran pelaksana Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu, bupati  juga meminta  agar dapat menjaga komitmen seperti yang tertuang dalam motto yakni
Memberikan pelayanan  yang Pasti, Ramah, Inovasi, Murah, Amanah (PRIMA).   

Untuk diketahui, jenis-jenis perijinan yang saat ini dapat dilayani oleh Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Pringsewu yakni Ijin Usaha Industri, Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Gudang (TDG), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Tanda Daftar Industri (TDI), Izin Gangguan (HO), Ijin Prinsip Lokasi (IPL), Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Ijin Usaha Jasa Kontruksi, Surat Ijin Usaha Kepariwisataan, Ijin Peletakan Titik Reklame, dan Surat Ijin Usaha Angkutan.


Acara peluncuran Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Pringsewu yang berada di Jalan KH Ghalib Raya, Pringsewu tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekretaris Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus  Effendi, para asisten dan staf ahli beserta kepala satuan kerja perangkat daerah lainnya, jajaran fokorpimda, serta para pelaku usaha dan jajaran perbankan di Kabupaten Pringsewu. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)


||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 31 Mei 2011

Rapat Paripurna DPRD Pringsewu Penyampaian LKPJ Bupati Pringsewu


Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pringsewu penyampaian hasil pembahasan LKPJ Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu tahun 2010 di ruang rapat utama DPRD Kabupaten Pringsewu, Rabu (1/6).
(Humas & Protokol Setdakab Pringsewu) 


****************************************

Rapat Paripurna Penyampaian Hasil Pembahasan LKPJ Penjabat Bupati Pringsewu

PRINGSEWU - Rapat paripurna DPRD Pringsewu penyampaian hasil pembahasan atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu tahun 2010 berlangsung di ruang rapat utama DPRD setempat, Rabu (1/6) dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Idrus Effendi mewakili Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi beserta jajaran eksekutif lainnya dari Pemkab Pringsewu.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Pringsewu FX Siman tersebut, Sekdakab Pringsewu mewakili bupati mengatakan LKPJ  2010 merupakan akumulasi dari kinerja penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pembangunan yang muatannya menjelaskan tentang Arah Kebijakan Umum Pemerintahan Daerah, Pengelolaan Keuangan Daerah secara makro termasuk pendapatan dan belanja daerah, penyelenggaraan urusan desentralisasi, penyelenggaraan tugas pembantuan dan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.
"Terkait dengan LKPJ yang kami sampaikan tersebut, adalah hal yang istimewa bahwa Dewan yang terhormat telah menyelesaikan tugas pembahasan terhadap LKPJ Bupati Pringsewu T.A 2010. Ini sesuai dengan pasal 23 ayat 4 dan 5 dalam PP no. 03 tahun 2007 yang menyebutkan bahwa pembahasan terhadap laporan LKPJ disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak LKPJ diterima dalam rapat paripurna yang bersifat istimewa sebagai rekomendasi kepada Kepala Daerah guna perbaikan penyelenggaraan Pemerintah Daerah ke depan," katanya.

Selain itu, lanjut dia, tahun 2010 adalah tahun pertama Kabupaten Pringsewu melaksanakan APBD secara murni yang masih disusun secara manual dan belum menggunakan Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda) APBD, dimana sistem tersebut baru kita pergunakan untuk penyusunan APBD TA 2011 yang saat ini sedang berjalan. Berkenaan dengan kesimpulan hasil pembahasan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ yang telah disampaikan beberapa waktu lalu yang berisi catatan, saran dan masukan sebagai hasil dari pembahasan (hearing) antara Pansus DPRD dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),  Pemkab Pringsewu selaku pihak eksekutif mengucapkan terimakasih karena telah dilakukan pembahasan secara transparan dan akuntabel dalam suasana saling memahami tugas dan fungsi kedua lembaga yang tentunya semua itu bertujuan untuk membangun Kabupaten 
Pringsewu kearah yang lebih baik lagi.                                                                                    "Sebagai  tindak lanjut dari kesimpulan hasil pembahasan Pansus DPRD tersebut, Pemkab Pringsewu  akan menindaklanjuti dengan melakukan perbaikan-perbaikan disemua sektor dalam rangka meningkatkan kinerja kearah yang lebih baik, sebagaimana masukan dan saran dari anggota dewan yang terhormat, sehingga penyelenggaraan pemerintahan daerah   dapat berjalan sebagaimana yang kita harapkan," tandasnya. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

KPID KUNJUNGI RAPEMDA PRINGSEWU

Jajaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung, Selasa (31/5) mengunjungi Radio Siaran Pemerintah Daerah (Rapemda) Kabupaten Pringsewu di komplek Kantor Pemda Kabupaten Pringsewu. Dalam kesempatan tersebut komisioner KPID juga melihat secara langung kondisi studio dan tower pemancar. KPID menyambut baik pendirian lembaga penyiaran publik (LPP) tersebut di Bumi Jejama Secancanan.  (Humas & Protokol Pemkab Pringsewu)
 
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

DPRD Pringsewu Gelar Dialog Interaktif

PRINGSEWU - DPRD Pringsewu menggelar acara dialog interaktif  antara  jajaran DPRD Pringsewu  dengan  Pemkab Pringsewu serta masyarakat lainnya yang  berlangsung di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Selasa (31/5).
 
Acara yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi tersebut dihadiri  para asisten dan staf ahli,  jajaran DPRD Pringsewu,  jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,  Dinas Kesehatan beserta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu  dan sejumlah satker lainnya, serta diikuti  elemen masyarakat Pringsewu, seperti para mahasiswa, ormas, LSM, OKP, tokoh masyarakat, dan juga insan pers.
Dari jajaran DPRD Pringsewu tampak diantaranya Wakil Ketua DPRD Pringsewu Drs.FX Siman dan Stiyono, SH, Ketua Komisi  A Herman Bukhori, Sekretaris DPRD Bahagia Saputra, Leo Bambang Irawan, Heri Prodwikaz, Mailan Bastari,  Mastu'ah, Asita Nurgaya, serta sejumlah anggota legislatif lainnya.
Menurut Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Kabag Humas Sekretariat DPRD Pringsewu Ridwan Mas'ud, tujuan digelarnya dialog interaktif tersebut adalah untuk mengetahui program-program diadakan di masing-masing satker  dan permasalahannya berikut  solusi pemecahannya.
"Dengan adanya dialog ini diharapkan masing-masing pihak maupun elemen masyarakat lainnya bisa mengetahui dengan jelas sejumlah program pemerintah yang saat ini sedang dilaksanakan, termasuk bidang-bidang pelayanan masyarakat lainnya," kata Ridwan.

Sekdakab Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi mewakili Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH mengatakan Pemkab Pringsewu sangat mendukung kegiatan dialog interaktif tersebut sebagai sarana untuk berbagai pengetahuan dan pengalaman, sekaligus dapat dijadikan ajang untuk mendekatkan diri baik DPRD, Pemda, maupun elemen masyarakat lainnya. 
"Dengan diadakannya dialog dengan bertatap muka seperti ini diharapkan setiap stakeholder dan masyarakat lainnya dapat saling mengerti apa yang menjadi harapan dan keinginan masing-masing pihak," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pringsewu Kalmansyah, SH  memaparkan sejumlah program diantaranya mengenai program e-KTP atau KTP Elektronik yang dijalankan di Kabupaten Pringsewu berikut dasar hukumnya yaitu  UUD 1945 Pasal  26 Ayat (3),  UU No.23/2006 Tentang Administrasi Kependudukan,  UU No.52/2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga,PP No.37/2007, Peraturan Presiden (Perpres) No.25/2008,  Perpres No.26/2009, Perpres No.35/2010, Kepres No.10/2010, Kepmendagri No.471.130.5-335 Tahun 2010, Permendagri No.6/2011, serta Permendagri No.9/2011.
"Kabupaten Pringsewu telah memenuhi persyaratan untuk menerapkan e-KTP yang telah ditetapkan oleh Dirjen Administrasi Kependudukan Kemendagri," kata Kalmansyah.


Dalam hal ini, kata Kalmansyah,  pemerintah pusat  bertanggung jawab dalam  menyediakan perangkat keras dan lunak, blangko KTP berbasis NIK yang dilengkapi kode keamanan dan rekaman elektronik, memberikan bintek dan damtek pelayanan e-KTP serta sosialisasi, termasuk Pemerintah Provinsi untuk melakukan supervisi serta monitoring dan evaluasi, dan juga melakukan koordinasi dan konsultasi ke pusat," ujarnya.


Sedangkan Pemkab Pringsewu, lanjut dia,  berkewajiban menyediakan ruang server dan pelayanan, tenaga operator maupun pendukung lainnya, menjaga akurasi database kependudukan melalui pelayanan dafduk dan capil menggunakan aplikasi SIAK, serta sosialisasi di wilayah Kabupaten Pringsewu.


Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Pringsewu dr.Hj.Endang Budiati dalam pemaparannya mengungkapkan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan di bidang kesehatan, diantaranya pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan pelayanan kesehatan, pelayanan Jamkesda,  serta program Jaminan Persalinan (Jampersal).

"Untuk Jampersal sasarannya adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan, persalinan, dan pemeriksaan masa nifas pada 10 puskesmas, 35 pustu, poskesdes, rumah sakit, bidan praktek swasta yang melaksanakan PKS dengan Dinas Kesehatan. Dasarnya SK Menteri Kesehatan No.515/Menkes/SK/III/2011," ungkapnya.


Sedangkan Direktur RSUD Pringsewu dr.Djohan Lius dalam kesempatan tersebut menyampaikan visi RS tersebut yakni Terwujudnya Pelayanan Prima di RSUD Pringsewu, dengan  memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan berkualitas, meningkatkan profesionalisme SDM dan berakhlak mulia, serta mengembangkan sistem keuangan, informasi dan pemasaran RSUD sesuai misi RS tersebut.

"Untuk pelayanan dan fasilitas yang ada di RSUD Pringsewu diantaranya Rawat Jalan sesuai dengan standar  pelayanan RSUD tipe C, yaitu dapat menerikan pelayanan dasar minimal untuk 4 dasar bidang yakni klinik penyakit dalam, kesehatan anak, bedah umum, dan obstetri dan ginekologi. Pelayanan medik lainnya adalah  klinik kulit kelamin, mata, THT, pelayanan anestesi, rehabilitasi medik, dan gizi," papar Lius.


Untuk Pelayanan Rawat Inap, sambung Lius, meliputi pasien umum/non operasi, bedah, anak, kebidanan, perinatologi, dan penyakit dalam yang terbagi kedalam kelas VIP (kapasitas 8 Tempat Tidur/TT), kelas I (8 TT), kelas II (18 TT),  serta kelas III (113 TT). Selain itu juga tersedia Instalasi Gawat Darurat 24 jam dan bedah sentral, ruang persalinan, pelayanan penunjang radiologi, anasthesi, laboratorium klinik, farmasi, gizi, rehabilitas medik, serta sarana penunjang lainnya.

"Namun demikian, sejumlah hambatan juga masih menjadi kendala yakni kurangnya sosialisasi tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Pringsewu, serta belum memadainya infrastruktur dan sarana prasarana di RSUD Pringsewu. Kami juga berharap  bantuan dari Pemda Pringsewu untuk membuat infrastruktur dan sarana prasarana RSUD Pringsewu yang memadai,"  harapnya. (*/Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pringsewu Jadi Kota Transit Wisatawan Asing


PRINGSEWU - Kota Pringsewu nampaknya sudah menjadi lokasi transit dan tempat persinggahan favorit bagi para turis asing yang melintas di Jalur Lintas Barat (Jalinbar).

Hal tersebut terlihat dengan banyaknya para wisatawan mancanegara (wisman) yang belakangan marak terlihat di sejumlah sudut jalanan  ibukota Kabupaten Pringsewu tersebut.

Para turis asing rupanya telah menjadikan Kota Pringsewu sebagai pilihan untuk sekedar beristirahat maupun berbelanja berbagai barang kebutuhan sebelum melanjutkan perjalanannya menuju sejumlah obyek wisata di sepanjang pantai barat Sumatera, seperti kawasan Tanjung Setia maupun kawasan pesisir Krui lainnya hingga Bengkulu.

Nuno, seorang wisatawan asing asal Portugal mengaku lebih memilih beristirahat di Kota Pringsewu, sebelum melakukan perjalanan wisata menuju daerah pesisir Lampung Barat.

”Kami sengaja singgah dulu di Pringsewu untuk beristirahat dan berbelanja,” ujarnya dalam bahasa Inggris, saat berbelanja di sebuah toko selular di sekitar kawasan Tugu Bambu Pringsewu, kemarin.

Menurut Nino yang datang berombongan menggunakan sejumlah kendaraan rental bersama rekan-rekan senegaranya, dipilihnya Kota Pringsewu untuk melepaskan lelah dan berbelanja aneka kebutuhan di perjalanan, karena kondisi kota ini yang terbilang nyaman dan lengkap.

”Selain itu disini lebih aman dan banyak toko-toko swalayan sehingga kami mudah membeli barang kebutuhan kami di perjalanan nanti,” tambah pria yang mengaku masih lajang ini.

Secara terpisah, John, yang berasal dari Sidney, Australia, juga mengungkapkan hal yang sama.

”Kami bersama rekan-rekan beristirahat sejenak di Pringsewu untuk mengisi perut, selain untuk berbelanja makanan untuk kami bawa dalam perjalanan,” akunya, saat menikmati makan siang di sebuah rumah makan di dekat Kantor Bupati Pringsewu.

Ia dan rekan-rekannya yang mengaku hendak melakukan surfing (berselancar) di pantai Tanjung Setia ini sebelumnya sempat menyusuri jalan-jalan di Kota Pringsewu.

”Kami datang berombongan bersama kawan-kawan. Warga sini sangat ramah, mereka banyak senyum kepada kami,” tuturnya dalam bahas Inggris ber-aksen Australia.

Berdasarkan pantauan, beberapa waktu belakangan, sejumlah turis asing memang terlihat di beberapa sudut Kota Pringsewu. Para bule tersebut tampak keluar kendaraan dan berjalan-jalan di sejumlah sudut jalan, sedangkan yang lain tampak asyik berbelanja di sebuah toko swalayan.
Para turis asing tersebut sengaja singgah di Kota Pringsewu untuk beristirahat sambil berbelanja sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan pantai wilayah Pesisir Krui ataupun Bengkulu untuk berwisata. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Sabtu, 28 Mei 2011


Guru Dituntut Profesional

GADINGREJO - Guru memiliki posisi sentral dan strategis karena dengan posisinya tersebut maka baik dilihat dari kepentingan pendidikan nasional maupun tugas fungsional guru, semuanya menuntut agar pendidikan dilaksanakan secara professional.
Demikian dikatakan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi dalam sambutan yang dibacakan Sekdakab Pringsewu H.Idrus Effendi saat pengukuhan Forum Komunikasi Guru Program S1 Dalam Jabatan (FKGPJ) di GSG Gadingrejo, Pringsewu, Senin (30/5).
  
Menurutnya, program sarjana (S1) Kependidikan bagi guru dalam jabatan adalah suatu program penyelenggaraan pendidikan yang secara khusus diperuntukkan bagi guru dalam jabatan yang bertugas pada satuan pendidikan formal.
"Penyelenggaraan program ini bertujuan untuk mendukung upaya percepatan peningkatan kualifikasi akademik bagi guru dalam jabatan sesuai dengan persyaratan yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen," katanya.


Forum Komunikasi Guru Program S1 Dalam Jabatan (FKGPJ), kata dia,  merupakan wadah persatuan mahasiswa yang terdiri dari para guru baik SD maupun SMP yang mengikuti program penyetaraan Sarjana Guru dalam Jabatan. 
"Keberadaan forum ini menjadi wadah dalam menampung aspirasi para anggota dalam menyikapi kebijakan maupun penyampaian informasi baik dari lembaga penyelenggaraan pendidikan maupun dinas pendidikan selaku pengelola, sehingga aspirasi yang disalurkan dapat terakomodir dengan baik tanpa menimbulkan akibat yang negatif," ujarnya.  (*/Humas dan Protokol Pemdakab Pringsewu)






 
PGRI Ciptakan SDM Kreatif
AMBARAWA - Dunia pendidikan saat ini dihadapkan dengan tantangan berat yang harus segera di jawab, karena mau tidak mau seluruh kegiatan pembangunan yang dilakukan akan bermuara dan sangat ditentukan oleh penyiapan sumber daya manusia dalam arti luas, yang artinya pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dimulai dari peningkatan mutu aparatur yang ada sampai pada seberapa besar sumber daya insani yang dihasilkan dan mampu menjawab tantangan. Hal ini sangat penting mengingat  telah terjadi pergeseran tata nilai dalam kehidupan masyarakat.
”Menghadapi pergeseran nilai yang demikian itu, perlu kiranya kita pikirkan bersama implikasinya dalam perencanaan pendidikan dan pengajaran agar produk-produk pendidikan selaras dan relevan dengan kebutuhan pembangunan dewasa ini, apalagi dalam menyikapi perkembangan saat ini dengan segala konsekuensinya seakan tanpa ambang batas meskipun kita juga harus menyadari bahwa terkadang tingkat pendidikan tidak menjadi ukuran kepribadian seseorang secara utuh,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi saat meresmikan gedung PGRI Kecamatan Ambarawa, Senin (30/5).
Terkait  hal tersebut, Sekda Pringsewu Idrus Effendi berharap seluruh anggota PGRI untuk dapat menjalankan tugas dengan sebaik mungkin, sebab dengan adanya tenaga pendidikan yang berkualitas dan profesional dapat menciptakan sumber daya manusia yang kreatif akan teknologi canggih, demi kemajuan seluruh pembangunan.
Dalam kaitan dengan keberadaan gedung baru PGRI ini pula sekda juga berharap dapat dimanfaatkan oleh para guru secara optimal untuk berbagai kegiatan, terutama yang dapat menunjang peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Pringsewu.Saat peresmian tersebut turut hadir wakil ketua DPRD setempat Drs.FX Siman, para asisten dan staf ahli, serta sejumlah kepala satuan kerja Pemkab Pringsewu. (*/Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu)

Perguruan Tinggi Bantu Atasi Pengangguran

GADINGREJO - Diera globalisasi saat ini sudah banyak dibangun perguruan tinggi negeri maupun swasta dengan jumlah kelulusan yang lebih besar dibandingkan dengan peluang kerja saat ini.
Melihat kondisi negara yang masih belum pulih dari keterpurukan adalah sebuah peluang untuk bersama-sama membangun kembali citra bangsa ini bukan dengan perlawanan fisik, melainkan dengan sumbangan pemikiran dan pekerjaan yang konkret bagi  masyarakat.
Demikian dikatakan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat wisuda sekaligus peresmian kampus STIKes Aisyah Pringsewu di Desa Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, belum lama ini.

Dikatakan, masyarakat menunggu peran dari para wisudawan STIKes Aisyah Pringsewu untuk membantu mengatasi masalah kemasyarakatan dengan tindakan nyata.
Paling tidak dengan keberadaan perguruan tinggi yang ada  bisa mengatasi pengangguran dengan menciptakan  lapangan kerja bagi mereka yang membutuhkannya,” ujarnya.

STIKes Aisyah Pringsewu merupakan salah satu dari sekian banyak lembaga perguruan tinggi yang ada di Pringsewu, yang mengkhususkan diri pada penyelenggaraan pendidikan ilmu kesehatan. Pada tahun  2011 STIKes Aisyah Pringsewu mulai menempati kampus baru yang berada di Jalan Raya Lintas Barat KM 32, Desa Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Kamis, 26 Mei 2011

Bupati Pringsewu Lantik 2 Kepala Pekon

SUKOHARJO – Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi melantik 2 kepala pekon  (kepala desa) di Kecamatan Sukoharjo, masing-masing  Sigit Budiastowo sebagai kepala pekon Sukoharjo II dan ……….. sebagai kepala pekon Waringinsari Barat.
Acara pelantikan yang berlangsung di balai pekon Waringinsari Barat, Jumat (27/5) tersebut juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Pringsewu dari daerah pemilihan kecamatan setempat,  sekdakab Pringsewu H.Idrus Effendi beserta  para asisten dan staf ahli dan  para kepala SKPD di lingkungan Pemkab Pringsewu,  jajaran uspika serta kepala pekon se Kecamatan Sukoharjo.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi mengingatkan kepala pekon yang baru dilantik agar  malaksanakan tugas-tugas pembantuan baik  membantu tugas pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, ataupun Pemerintah Kabupaten Pringsewu, termasuk tugas menghimpun Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Dikatakan bupati, dalam melaksanakan tugasnya, kepala pekon wajib melaporkan penyelenggaraan pemerintahan pekon kepada bupati melalui camat, sehingga selalu dapat dilakukan pengawasan dan monitoring terhadap pekon dipimpin.  Kepala  Pekon diharapkan juga dapat mensukseskan program pemerintah, serta mengemban amanat masyarakat dengan memberikan layanan  yang terbaik, tercepat, merespon berbagai keinginan dan kebutuhan masyarakat.
"Untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman dalam menjalankan tugas sebagai kepala pekon, saya ingin mengingatkan bahwa ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan, sebagaimana  tercantum  dalam pasal 16  PP 72 tahun 2005 tentang desa, yakni  dilarang menjadi pengurus partai politik, merangkap jabatan sebagai ketua dan atau  anggota Badan Hippun Pemekonan, serta lembaga kemasyarakatan, dilarang merangkap jabatan sebagai anggota DPRD dan terlibat dalam kampanye pemilu, pilpres, maupun pemilukada,  dilarang merugikan kepentingan umum, meresahkan sekelompok masyarakat, dan mendiskriminasikan warga atau golongan masyarakat lain,  melakukan KKN, menerima barang dan atau jasa dari pihak lain yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan yang akan diambil,  dilarang menyalahgunakan wewenang dan melanggar sumpah jabatan,serta dilarang meninggalkan wilayah kerja tanpa izin atasan,”  tegas bupati.

Kemudian pada pasal 18  PP 72/2005, sambung bupati,  bila larangan-larangan tersebut dilanggar, maka seorang kepala pekon dapat dikenakan sanksi, termasuk sanksi diberhentikan dari jabatannya. (*/Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara)


SELAMAT - Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi saat memberikan ucapan selamat kepada pengurus DPD KNPI Pringsewu saat pelantikan di Lapangan Sukoharjo, Pringsewu, Jumat (27/5).
(Foto Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara)

Donor Darah Tingkatkan Rasa Kesetiakawanan Sosial
PRINGSEWU - Setiap tetes darah yang kita donorkan  tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.
“Bagi para pendonor,  hal ini tentunya akan meningkatkan kesehatan kita, seperti menjaga kesehatan jantung,  meningkatkan produksi sel darah merah,  membantu menurunkan berat badan bagi yang memiliki masalah dengan kelebihan berat  badan, dan masih banyak manfaat kesehatan lainnya,” kata Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi dalam sambutan yang dibacakan Kadis Kesehatan Kabupaten Pringsewu dr.Endang Budiati, saat membuka kegiatan donor darah dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Jumat (27/5).
Dengan  kegiatan donor darah, kata bupati, diharapkan juga akan semakin menambah rasa kesetia kawanan sosial  diantara kita semua, sekaligus menjadi contoh yang baik bagi kita. “Saya berharap kiranya kegiatan ini dapat terus lebih digiatkan lagi di masa-masa mendatang, serta para peserta donor juga semakin meningkat. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud adanya rasa  kepedulian kita terhadap sesama,” tandasnya. (*)




Bupati Pringsewu Tutup Diklat 
Prajabatan Golongan III Angkatan I-VI

PRINGSEWU – Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH  menutup diklat prajabatan CPNS golongan III angkatan I-VI  di lingkungan Pemkab Pringsewu  di aula Bapelkes Provinsi Lampung, Hajimena, Natar, Kamis (26/5).

Dalam sambutannya, Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH   mengatakan prajabatan adalah diklat yang harus diikuti oleh semua Calon Pegawai Negeri Sipil sebagai salah satu persyaratan untuk bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.



“Dalam konteks pengembangan sumber daya manusia aparatur negara, diklat prajabatan hendaknya bukan sekedar sebagai tahap yang dilalui hanya untuk mengubah status CPNS menjadi PNS. Akan tetapi, diklat ini merupakan awal bagi serangkaian perjalanan dan perkembangan karier di masa depan,” kata bupati.

Melalui diklat ini, sambung dia,  terjadi proses transfer pengetahuan dan sharing pengalaman, interaksi yang saling mendukung dan menguatkan komitmen sebagai aparatur negara. Nilai-nilai yang telah terjalin selama pelaksanaan diklat ini seperti kedisplinan, kerjasama, keterbukaan hendaknya terus dikembangkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. (*/Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md.K)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
MELANTIK - Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi melantik Kepala Pekon (Kepala Desa) Sukoharjo II dan Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo di Balai Pekon (Balai Desa) Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Jumat (27/5).
(Foto Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara)

 
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Rabu, 25 Mei 2011

Bupati Pringsewu Lantik 102 Pejabat Eselon II, III, dan IV


PRINGSEWU - Mutasi ataupun promosi suatu jabatan merupakan bagian dari proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personil dalam sebuah organisasi birokrasi. Mutasi atau promosi jabatan akan selalu ada selama kebutuhan dan situasi organisasi menghendakinya. Namun demikian, proses penyegaran ini seyogyanya dilihat dan di tanggapi sebagai upaya perbaikan kinerja organisasi sekaligus guna terlaksananya percepatan pembangunan. Demikian dikatakan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat melantik 102 pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemkab Pringsewu di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Rabu (25/5).

Menurut bupati, sebagai sebuah daerah otonom baru, Kabupaten Pringsewu masih sangat membutuhkan bantuan dari seluruh elemen yang mampu bekerja keras, bersinergi untuk melakukan percepatan pelaksanaan program yang telah dicanangkan. Pringsewu, kata dia, memerlukan aparatur yang memiliki jiwa leadership, profesional, mengetahui tugas dan fungsinya, menciptakan kondisi kerja yang nyaman, serta yang terpenting adalah mempunyai loyalitas tinggi pada atasan dengan tidak mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, tetapi tetap selalu berpihak pada kepentingan rakyat, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“ Saya menghimbau pejabat yang baru dilantik agar selalu berada pada koridor perundang-undangan yang berlaku, serta berdisiplin, dengan selalu mengambil posisi sebagai aparatur pemerintah yang memiliki integritas dan tanggap terhadap pelayanan kepada masyarakat, sehingga dapat tercipta pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” ujarnya.


Pj Bupati Pringsewu juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah dan kepercayaan yang diberikan bukan hanya dari atasan dan pemerintah, tetapi juga amanah dari masyarakat. Lebih dari itu, jabatan adalah amanah dari Tuhan yang kelak akan dipertanggungjawabkan.
“Seorang pejabat struktural eselon II, III dan IV merupakan jabatan operasional yang harus menguasai secara teknis bidang yang dipimpin. Jangan berhenti berbuat dan mendedikasikan segala kemampuan dan potensi untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama, serta menjadi motivasi untuk melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab guna membawa perubahan positif dalam memajukan Kabupaten Pringsewu,” harapnya.
Adapun para pejabat yang dilantik tersebut terdiri 2 eselon II, 14 eselon III, dan 86 eselon IV. Mereka diantaranya pada eselon II Drs.Samsir, MM sebagai Kadis Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata menggantikan Rimir Mirhadi, SH dan Tias Nuziar, SH sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.
(*/Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)


Teknologi Pertanian
Belum Teraplikasi Sepenuhnya

GADINGREJO - Hingga saat ini  sektor pertanian masih menjadi tulang punggung pembangunan di Kabupaten Pringsewu. Berdasarkan kondisi tersebut sektor tanman pangan  dan hortikultura tidak bisa diabaikan begitu saja, tetapi justru  harus dipacu lebih berkembang dan ditingkatkan keberhasilannya agar dapat membawa dampak positif terhadap perkembangan Kabupaten Pringsewu.

“Orientasi pembangunan pertanian khususnya hortikultura diharapkan  akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Sekretaris Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, saat membuka rakor jajaran pertanian di Balai Laboratorium Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura , Wates, Rabu (25/5).

Kabupaten Pringsewu pada tahun 2011 ini, kata dia, mendapat bantuan untuk pengembangan kawasan sayuran berupa cabe dan jamur serta pengembangan kawasan buah pisang. Namun hingga saat ini  mutu produk cabe merah yang dihasilkan petani Pringsewu  belum memenuhi standar yang diinginkan konsumen. Hal ini disebabkan antara lain  kemajuan teknologi budidaya cabe merah  belum sepenuhnya diaplikasikan oleh petani secara baik dan benar.
Rakor tersebut diikuti para praktisi pertanian se Kabupaten Pringsewu, termasuk Kadis Pertanian Ir.Junaidi Hasyim dan para camat se Pringsewu. (*/Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)




||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 24 Mei 2011


Pemkab Pringsewu Canangkan Bulan Bhakti Gotongroyong & HKG PKK
PRINGSEWU - Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat  dan Hari Kesatuan Gerak PKK merupakan upaya untuk menghidupkan dan menggelorakan kembali semangat kegotong-royongan dan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan. Sebagaimana diketahui, bahwa semangat kegotong-royongan serta kebersamaan yang telah turun temurun dan mendarah daging dalam kehidupan masyarakat, telah melahirkan dan menciptakan masyarakat yang dapat hidup rukun dan damai, penuh kekeluargaan, keakraban, serta bahu membahu dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
 Hal tersebut dikatakan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi saat membuka sekaligus mencanangkan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke-8 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-39 tingkat Kabupaten Pringsewu di Lapangan Pekon (Desa) Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo, Selasa (24/5).
Menurut bupati, pembangunan masyarakat tentunya memerlukan suatu sinergi dari semua unsur, karena masyarakat  pekon/kelurahan merupakan dasar dari pembangunan di semua tingkatan. Begitu pula dengan ketertinggalan yang dialami oleh suatu kelurahan/pekon juga merupakan ketertinggalan secara nasional.
“Betapapun kecilnya kesenjangan yang dialami masyarakat, harus benar-benar dapat dihilangkan, sehingga prinsip pembangunan dari, oleh dan untuk rakyat, dapat diwujudkan sebagai manifestasi dan cita-cita bersama untuk menuju masyarakat yang sejahtera,” kata bupati.
Selain itu, lanjut bupati, kearifan nilai-nilai sosial budaya lokal dalam aspek kegotong-royongan patut diberdayakan, dilestarikan dan dikembangkan, sehingga menjadi potensi dalam pelaksanaan pembangunan kelurahan/pekon. Melalui peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat  dan Hari Kesatuan PKK ini, diharapkan dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam rangka keanekaragaman masyarakat dan dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.
“Saya mengajak kepada seluruh elemen  masyarakat, mari kita giatkan kembali budaya gotong royong dalam melaksanakan pembangunan di Bumi Jejama Secancanan yang kita cintai ini. Dan kepada para camat, saya menghimbau untuk dapat memfasilitasi Tim Penggerak PKK dalam rangka pelaksanaan 10 Program Pokok PKK melalui kegiatan nyata di masyarakat seperti LPM dan Tim Penggerak PKK pekon atau kelurahan sebagai motor penggerak gotong royong di masyarakat,” ujarnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Wakil Bupati Tanggamus KH.Sujadi Saddad, Sekdakab Pringsewu Ilyasa, para asisten dan staf ahli, Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Dra.Hj.Lisnalela Sudarno Eddi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Idrus Effendi, jajaran fokorpimda, para kepala SKPD di lingkungan Pemkab Pringsewu, para camat dan kapolsek, kepala pekon, serta tokoh masyarakat lainnya.
Diserahkan pula sejumlah hadiah kepada para juara lomba desa dan kesrak PKK, penghargaan bagi para kader PKK, serta bantuan bupati  berupa selimut untuk ibu hamil, dan lainnya.
                                                 
 
 (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Rabu, 18 Mei 2011

Peringatan Harkitnas & Hardiknas 2011


 Puluhan Ribu Warga Pringsewu 
Ikuti Lomba Jalan Sehat
PRINGSEWU – Puluhan ribu warga Pringsewu, Jumat (20/5) membanjiri lapangan alun-alun Pendopo Kabupaten Pringsewu, guna mengikuti lomba jalan sehat dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Pendidikan Nasional 2011. 
Kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD KNPI Kabupaten Pringsewu ini dilepas oleh Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH didampingi Ketua DPD KNPI Kabupaten Pringsewu H.Handitya Narapati, SZP, SH, dihadiri Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa beserta jajaran dan anggota legislatif lainnya, Sekretaris Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, para asisten dan staf ahli dan kepala satuan kerja perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Ketua TP-PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pringsewu, jajaran fokorpimda,  serta tokoh masyarakat lainnya.

Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam kata sambutannya mengatakan kegiatan lomba jalan sehat memiliki banyak sekali faedah  bagi  kehidupan kita, dimana secara fisik, dengan kita berjalan kaki, hal tersebut  bisa mengurangi tingkat resiko terkena penyakit serta dapat  meningkatkan kesehatan dan fungsi jantung, selain untuk meningkatkan kelenturan tubuh, menguatkan otot dan tulang, dan mencegah rematik. 
"Sementara secara  psikis,  manfaat dari kegiatan jalan sehat bersama ini,  selain  berguna untuk mencegah depresi dan  menghilangkan stress, juga merupakan ajang untuk melakukan sosialisasi diantara sesama warga masyarakat, sehingga hal tersebut dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan sebagai warga bangsa," katanya.

Sesuai tema Hari Pendidikan Nasional pada tahun 2011 ini yakni ‘Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa’  dan  sub-tema  Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti’,    serta  tema   Hari Kebangkitan Nasional ke-103 tahun 2011  yaitu  ‘Melalui Peringatan Harkitnas Ke-103 Tahun 2011, Kita Tingkatkan Semangat Kebangsaan Dalam Keaneka Ragaman Latar Belakang dan Budaya Bangsa’, kata bupati,  kita semua diajak untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai bangsa dengan  menumbuh-kembangkan nilai-nilai dan sikap postif dalam kehidupan kita sehari-hari. Pendidikan yang mengajarkan nilai dan sikap yang baik akan menstimulus kita  untuk berlaku cinta kepada tanah air sekaligus berbudi pekerti yang luhur.
"Saya yakin kegiatan lomba jalan sehat yang digelar oleh DPD KNPI Kabupaten Pringsewu ini mampu menunjukkan perhatian dan kontribusi yang sangat berarti dalam upaya membangun Kabupaten  Pringsewu kedepan dengan lebih baik lagi,"  tambahnya.

Lomba jalan sehat dalam rangka Harkitnas dan Hardiknas tersebut menempuh jarak kurang lebih 5 km menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Pringsewu, dimulai dari Pendopo Kabupaten Pringsewu, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Pemuda, Jalan Merpati I, Jalan Merpati II, Jalan KH Ghalib Raya, Jalan Satria, Jalan Olahraga, serta kembali finish di Pendopo Kabupaten Pringsewu.
Sejumlah hadiah utama dan hiburan juga disediakan panitia diantaranya berupa 1 unit sepeda motor, lemari es, mesin cuci, pesawat televisi, sepeda gunung, rice cooker, dispenser, dan lain-lain. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)



  FORMAP Audiensi Dengan
Bupati Pringsewu

PRINGSEWU - Forum Anak Pringsewu (Formap) yang beranggotakan para pelajar SLTP dan SLTA di Kabupaten Pringsewu, Kamis (19/5)  melakukan audiensi dengan Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH  di  ruang kerja Bupati Pringsewu, Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu.

FORMAP yang diketuai Kurdiyan (pelajar SMAN Pagelaran),  Bendahara Jami'atun Hasanah (pelajar SMAN 1 Pringsewu), Divisi TOT Ledi Priscila Anjani (pelajar SMAN Gadingrejo), Divisi Advokasi Rizka Fajrianti (pelajar SMAN 2 Pringsewu),  Divisi Partisipasi  M.Suhaidi (pelajar SMA Yasmida Ambarawa) dan Catur Adi Bintoro (pelajar SMPN 1 Pagelaran) tersebut didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan KB Kabupaten Pringsewu Drs.Achmad Basyar dan aktivis Lembaga Pemerhati Anak dan Masyarakat (L-PAMAS) Kabupaten Pringsewu Drs.Indra Paramayogi, dan diterima oleh Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, didampingi Sekretaris Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, Asisten I H.Firman Muntako, SE, dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu Dra.DM Fitri Indo.

Tujuan dilakukannya audiensi dengan Penjabat Bupati Pringsewu tersebut adalah dalam rangka  persiapan mengikuti  kegiatan forum anak tingkat Provinsi Lampung.
Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH berharap anak-anak yang tergabung dalam FORMAP dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan menjaga nama baik Kabupaten Pringsewu, sekaligus membawa harum nama Kabupaten Pringsewu.  Dalam kesempatan tersebut Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH juga memberikan bantuan dalam bentuk uang saku. (*/Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)


Muli Mekhanai Pringsewu
Calon Duta Wisata


PRINGSEWU - Ajang malam grand final pemilihan muli mekhanai Kabupaten Pringsewu 2011, Kamis (19/5) malam dibuka oleh Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi di Mahan Agung Pendopo Kabupaten Pringsewu.
Acara yang digelar untuk memilih para calon duta-duta wisata Pringsewu tersebut juga dihadiri Ketua  DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekdakab H.Idrus Effendi, para asisten dan staf ahli beserta kepala SKPD Pemkab Pringsewu, Ketua TP-PKK dan Dharma Wanita Pringsewu, jajaran fokorpimda, serta para tokoh adat di daerah setempat.

Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi dalam sambutannya mengatakan
pemilihan Muli Mekhanai  merupakan suatu ajang untuk menunjukkan kemampuan dan bakat, dalam hal ini muli mekhanai tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga dituntut untuk memiliki  kecerdasan dan kepribadian yang baik, serta memiliki pengetahuan yang cukup,  karena nantinya muli mekhanai yang terpilih akan menjadi duta wisata Kabupaten Pringsewu dalam memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Pringsewu, baik potensi budaya maupun potensi wisata dan lainnya kepada masyarakat luas,  selain tentunya akan menjadi wakil Kabupaten Pringsewu dalam ajang serupa di tingkat Provinsi Lampung. 
Pemkab Pringsewu, kata bupati, juga sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang bersifat positif seperti halnya ajang pemilihan Muli Mekhanai ini, sebagai salah bentuk dan upaya untuk melestarikan budaya daerah, serta sebagai wahana untuk memperkenalkan dan mempromosikan keberadaan Kabupaten Pringsewu beserta potensi-potensi yang dimilikinya.
"Saya juga mengingatkan bahwa setelah terpilih menjadi pasangan Muli Mekhanai Kabupaten Pringsewu, tentunya tugas dan tantangan telah menanti di depan mata, karena sebagai duta-duta Kabupaten Pringsewu, muli mekhanai harus mampu menyumbangkan pikiran, tenaga dan pengetahuan sekaligus nama baik Kabupaten Pringsewu," katanya.

Dalam pemilihan muli mekhanai Pringsewu yang diikuti puluhan pasang tersebut, terpilih sebagai Muli Mekhanai Pringsewu 2011 adalah ...........................dan............................................ Serta di posisi kedua yaitu Fitri Faula dan ........................................., serta di urutan ke-3 adalah ............................ dan .............................................. . (*/Humas & Protokol)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>