Subscribe:

Senin, 01 November 2010

Berkembang

Perkembangan Kota Pringsewu sebagai ibukota Kabupaten Pringsewu mengalami peningkatan yang cukup signifikan akhir-akhir ini. Tampak, Jalan Jenderal Ahmad Yani di Kota Pringsewu.
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pj Bupati Sidak Drainase Mampet

PRINGSEWU – Penjabat  (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Senin (1/11) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat di ibukota Kabupaten Pringsewu.
Pj Bupati Sudarno Eddi yang didampingi Asisten II Setkab Pringsewu Drs.H.Gatot Susilo, MM, Asisten III H.Syahlulsyah, SH, MH, Kadis PU Ir.Widijatno, Sekretaris Dispenda Hendrid, SE, MM, Sekretaris Dinas Perhubungan Ikhwan Muslimin, Kepala Satpol PP Sukarman, Camat Pringsewu Humaidi Elhudri, para Lurah se-Kecamatan Pringsewu, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Pringsewu melakukan peninjauan ke lokasi perumahan penduduk dan saluran drainase  dan ledeng yang mampet di wilayah Kelurahan Pringsewu Barat dan Pringsewu Utara.


Di Kelurahan Pringsewu Barat, Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi mendapati sejumlah ledeng dan saluran drainase yang mampet dan tertutup oleh sampah. Bahkan, Pj Bupati Sudarno Eddi juga sempat menegor dan memperingatkan seorang warga yang kedapatan mendirikan bangunan di atas saluran ledeng agar segera membongkar bangunan miliknya yang dinilai menyalahi aturan.


Seusai meninjau sejumlah lokasi di Pringsewu Barat, selanjutnya Pj Bupati Pringsewu beserta rombongan menuju Pringsewu Utara.
Di wilayah inipun, Sudarno Eddi mendapati sejumlah kondisi yang sama, yakni saluran ledeng dan drainase yang mampet tertutup sampah.
Bahkan, di lokasi tersebut Pj Bupati Sudarno Eddi tanpa sungkan-sungkan langsung turun sendiri membersihkan sampah di saluran drainase di sekitar Terminal Induk Regional Pringsewu (TIRP).


Sementara itu saat meninjau Pasar Sarinongko, Pj Bupati Pringsewu dan rombongan Pemkab Pringsewu  ‘prihatin’ melihat tumpukan sampah yang menggunung di belakang Pasar Sarinongko, Pringsewu.
Melihat kondisi yang memprihatinkan, Pj Bupati Pringsewu segera memerintahkan dinas terkait untuk segera mengatasi gunungan sampah yang juga menutupi ruas jalan dua jalur di belakang pasar tersebut.


Bahkan, dalam kesempatan tersebut Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi juga memberikan bantuan kepada UPT Pasar setempat  untuk membersihkan tumpukan sampah di Pasar Sarinongko yang disinyalir sudah berbulan-bulan belum teratasi tersebut. (*)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Jumat, 29 Oktober 2010


Bupati Canangkan 
Pringsewu Bersih Dan Menghijau
PRINGSEWU - Dalam rangka mengantisipasi isu ‘Global Warming’, Presiden RI telah mencanangkan gerakan Penanaman Pohon Nasional serta ‘One Man One Tree’  pada  28 November 2008 silam.
Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu/Oktober2010                                                     2                             /             Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu/Oktober2010                                                      3                                       







 
Gerakan ini diperkuat dengan dikeluarkannya Keppres RI No.24 Tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Nasional, juga imbauan presiden yang tertuang dalam Surat Menteri Kehutanan RI Nomor S.86/Menhut-V/2009.
Demikian dikatakan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat upacara pencanangan Gerakan Pringsewu Bersih dan Menghijau 2010 di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Jumat (29/10).
“ Pada tahun 2010 ini, Gubernur Lampung juga telah mengeluarkan Instruksi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Gerakan Lampung Menghijau  (Gelam), dimana seluruh gerakan penghijauan ini dimaksudkan untuk mendorong masyarakat Indonesia agar secara terus menerus membudayakan menanam pohon dan menciptakan Indonesia yang lebih nyaman untuk ditinggali,” katanya.


Dikatakan Pj Bupati Sudarno Eddi, dua tahun setelah pencanangan gerakan ‘One Man One Tree’ oleh Presiden RI, yang juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang mengingatkan kita untuk selalu mencintai tanah air, disamping  Hari Penanaman Pohon Nasional yang menghimbau kita untuk senantiasa merawat lingkungan, Kabupaten Pringsewu juga mencanangkan Gerakan Pringsewu Bersih dan Menghijau.

“Gerakan Pringsewu Bersih dan Menghijau ini dilakukan dalam bentuk penanaman pepohonan, terutama di tepi-tepi jalan. Dihimbau  kepada masyarakat Pringsewu untuk senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih serta menanami pekarangan rumah dengan pohon-pohon yang dapat menyerap air,” ujarnya. 

Seusai upacara, secara simbolis Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi juga menyerahkan tanaman pohon kepada sejumlah perwakilan instansi dan masyarakat,  yang dilanjutkan dengan kegiatan aksi bersih-bersih di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Jenderal Ahmad Yani, serta dilanjutkan dengan penanaman pohon penghijauan di sejumlah titik lokasi yang berakhir di sekitar jembatan Way Bulok. Turut serta dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Asisten I Firman Muntako, Asisten II Gatot Susilo, Asisten III Syahlulsyah, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) beserta ratusan pegawai di lingkungan Pemkab Pringsewu, jajaran Forkorpimda Pringsewu, Ketua PWI Pringsewu Andreas Andoyo dan jajarannya, serta jajaran instansi lainnya di Kabupaten Pringsewu. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Kamis, 28 Oktober 2010

KP2KP Pringsewu Gelar Aksi Simpatik Pajak 2010


PRINGSEWU - Aksi Simpatik Pajak dalam rangka pelaksanaan Hari Sosialisasi Pajak digelar serentak  Kamis (28/10) dengan mengunjungi sejumlah lokasi wajib pajak (WP) dan pejabat publik.

Kepala KP2KP Pringsewu Sofyan  mengatakan, pihaknya  juga melakukan aksi serupa untuk mensosialisasikan mengenai perpajakan. Testimoni yang diungkapkan para Wajib Pajak (WP)  juga diharapkan bisa memberikan masukan positif untuk meningkatkan kinerja.

"Beberapa tahun terakhir ini sudah dilakukan modernisasi pajak dengan pelayanan prima, pengawasan intensif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap administrasi perpajakan serta kepatuhannya membayar pajak," jelas Sofyan, seusai memberikan cinderamata dan bunga kepada Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, SH, MH di Kantor Bupati Pringsewu, Kamis (28/10).

Diungkapkannya , hal mendasar dalam modernisasi pajak adalah perubahan paradigma perpajakan. Dari semula berbasis jenis pajak yang mengesankan terjadinya dikotomi menjadi berbasis fungsi dan lebih mengedepankan aspek pelayanan kepada masyarakat.

"Restrukturisasi organisasi, perbaikan business process serta penyempurnaan sistem manajemen sumber daya manusia adalah tiga hal yang menjadi lingkup modernisasi," katanya.

Pelayanan pun, kata Sofyan, dilakukan melalui sistem satu pintu.

“Bila hanya melaporkan pajak, cukup ke Tempat pelayanan Terpadu (TPT) yang ada di front office dengan dukungan help desk sebagai sumber informasi. Namun jika perlu layanan lanjutan yang lebih teknis, kini juga ada seorang Account Representative (AR) yang secara khusus ditunjuk pimpinan kantor melayani tiap Wajib Pajak,” ujarnya.

Proses modernisasi ini, tambah Sofyan,  juga mencakup layanan dengan memanfaatkan teknologi terkini seperti internet sehingga Wajib Pajak  tidak perlu  mendatangi kantor pajak.

Dalam Aksi Simpatik Pajak 2010, KP2KP Pringsewu yang wilayah kerjanya mencakup Kabupaten Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus dan Lampung Barat melakukan aksi membagi-bagikan bunga dan cinderamata ke sejumlah pejabat public maupun wajib pajak yang ada di wilayah Pringsewu. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
Bupati Pringsewu Lepas 450 Calon Jemaah Haji
PRINGSEWU - Melaksanakan ibadah haji adalah suatu kewajiban bagi umat muslim yang mampu dan mendapat panggilan dari Allah SWT.  Tidak semua umat muslim dapat menunaikan  ibadah haji, kendati mereka memiliki kemampuan dari segi ekonomi, kesehatan dan kesempatan. Oleh sebab itu kepada saudara-saudara yang telah dipanggil Allah SWT untuk menjadi tamu-Nya, sungguh itu adalah suatu anugerah dan kebahagiaan yang luar biasa. 

Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat melepas jamaah haji asal Kabupaten Pringsewu di halaman Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu, Kamis (28/10) pagi.
Dikatakan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu pihaknya mengucapkan selamat  kepada saudara-saudara yang pada musim haji tahun ini berkesempatan berangkat ke tanah suci  dalam rangka memenuhi rukun Islam yang ke-lima.
“Laksanakanlah ibadah haji dengan niat ikhlas, semata- mata karena ridho kepada Allah SWT,” katanya.
Lebih lanjut Pj Bupati mengharapkan para calon jemaah haji Pringsewu agar mempersiapkan diri sebaik mungkin, termasuk obat-obatan yang sekiranya sangat dibutuhkan, sehingga calon jemaah haji  dapat menjalankan ibadah haji dengan khusyuk dan tenang.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu Budi Cipto Utomo mengatakan  calon jemaah haji dari Kabupaten Pringsewu diberangkatkan dengan menggunakan 10 unit bus berjumlah 450 orang yang kesemuanya tergabung kedalam 1 kelompok terbang (kloter) yakni  kloter 24.
“Insya Allah calon jemaah haji dari Kabupaten Pringsewu berangkat pada hari Jumat (29/10) dini hari dari Bandar Udara Radin Inten II setelah sebelumnya menginap semalam di asrama haji Rajabasa Bandar Lampung,” jelasnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, selain Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Ilyasa dan sejumlah anggota DPRD Pringsewu, asisten I Setdakab Pringsewu H.Firman Muntako, SE, asisten II Drs.H.Gatot Susilo, MM, asisten III H.Syahlulsyah, SH, MH,  para pejabat Pemkab Pringsewu lainnya, serta ratusan pengantar dan keluarga calon jemaah haji. (*/Humas/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
Jadikan Sumpah Pemuda Ajang Aktualisasi Diri
PRINGSEWU - Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober merupakan tonggak sejarah yang tidak boleh diabaikan, karena pada tanggal itulah bangsa Indonesia menunjukkan tekadnya sebagai bangsa yang merdeka yang kuat bersatu dan mampu berdiri sendiri, serta mempunyai keyakinan atas masa depannya.
Demikian amanat Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH yang disampaikannya saat  upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tingkat Kabupaten Pringsewu di halaman Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu, Kamis (28/10).
Dikatakannya, Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia.
“Melalui tema ‘Mewujudkan Pemuda Nasionalis Religius, Bangkit Bersatu Menuju Indonesia Sejahtera’ diharapkan mampu membangkitkan kesadaran pemuda Indonesia dalam meningkatkan semangat kebangsaan dan tampil sebagai pemuda nasionalis yang berpijak pada nilai-nilai religius bangsa Indonesia,” katanya.
Oleh karena itu, kata Pj Bupati Sudarno Eddi, kepada segenap pemuda dan bangsa Indonesia agar senantiasa dapat mewujudkan bhakti diri dan  bangkit bersatu menuju ‘Indonesia Bisa’ menuju masyarakat sejahtera.
“Sumpah Pemuda merupakan sumpahnya bangsa Indonesia untuk mengakui, memiliki, memperjuangkan, dan mempertahankan tanah air, bangsa dan bahasa yang terungkap dalam isi Sumpah Pemuda itu sendiri,” katanya lagi.
Janji dan isi sumpah pemuda, lanjut Pj Bupati, adalah suatu hal  yang wajib dilestarikan dan diperjuangkan demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan,  Pancasila dan UUD 1945, sekaligus dijadikan titik tolak untuk selalu menyegarkan ingatan akan tugas dan kewajiban sebagai pemuda, dan generasi yang melanjutkan pembangunan saat ini maupun di masa yang akan datang.
 ”Jadikanlah juga momentum Sumpah Pemuda sebagai ajang aktualisasi kita guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik lagi serta mewujudkan cita- cita nasional menjadi negara yang adil dan makmur sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” pungkasnya. (*)


 

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
Bangga Dengan Bahasa & Sastra Indonesia
PRINGSEWU - Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai sarana berkomunikasi, terutama dikalangan generasi muda, terasa telah sangat berkurang. Media massa, terutama televisi dan internet telah mendorong mereka menjadi lebih bangga menggunakan bahasa asing atau Bahasa Indonesia yang mereka modifikasi tanpa aturan tata bahasa  yang jelas. Begitu juga dengan sastra Indonesia, dimana hasil budaya yang dulu sempat mengalami masa keemasan, kini penggemarnya semakin surut akibat kurangnya minat dan lemahnya pemahaman generasi muda pada bahasa dan sastra Indonesia.
Demikian dikatakan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat pembukaan kegiatan Kemah Bahasa dan Sastra 2010 se Provinsi Lampung di SMA Negeri Gadingrejo, Pringsewu, Kamis (28/10).
Sebagaimana diketahui, kata Pj Bupati, dalam perkembangannya, Bahasa dan Sastra Indonesia telah diperkaya oleh berbagai bahasa serta sastra daerah dan asing.
“ Oleh karena itu, sebagai pemilik, selayaknya kita bangga akan Bahasa dan Sastra Indonesia dan menjadikannya sebagai harta tak ternilai yang patut kita jaga dan kita cintai,” katanya.
Dikatakannya, sumpah pemuda yang tercetus pada  28 Oktober 1928, secara ekslusif telah menempatkan Bahasa Indonesia sebagai sesuatu yang patut kita junjung dan banggakan penggunaannya.
“Adalah kewajiban bagi kita untuk terus melestarikan keberadaannya, karena sebagaimana yang sering kita dengar bahwa  Bahasa menunjukkan Bangsa. Bangsa yang kuat memiliki warga yang bangga menggunakan bahasanya sendiri, karena pemakaian bahasa yang merupakan alat komunikasi utama, menunjukkan sikap nasionalisme diri kita,”  ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Pj Bupati Sudarno Eddi, salah satu upaya untuk melestarikan bahasa adalah dengan selalu menghargai bulan bahasa yang jatuh pada bulan yang sama dengan lahirnya Sumpah Pemuda ini.
Ditambahkan bupati, perayaan dan penghargaan, baik dalam hal bahasa maupun sastra adalah hal yang perlu kita lakukan guna menanamkan kesadaran pentingnya meningkatkan kualitas berpikir dan menghargai kekayaan budaya sendiri.

“Membuat masyarakat Indonesia menemukan kembali identitas kebangsaan dan menguatkan karakter generasi muda melalui bahasa dan sastra Indonesia, serta memiliki sikap terbuka terhadap keberadaan kebudayaan asing lewat bahasa dan sastra guna memperkaya khasanah budaya adalah tugas kita bersama.
Untuk itu, tentu diperlukan wadah bagi generasi muda dalam mengekspresikan diri lewat bahasa dan sastra guna membuat mereka lebih mencintai bahasa dan sastra Indonesia. Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, saya sangat mengapresiasi  dan berterimakasih kepada segenap pihak yang telah bekerja keras mewujudkan Kemah Bahasa dan Sastra ini. Semoga kegiatan ini dapat menggali potensi para peserta, mengembalikan keagungan bahasa nasional, serta menggali kekayaan moral dan intelektual yang terkandung dalam karya sastra,” pungkas bupati.
Kegiatan Kemah Bahasa dan Sastra 2010 yang dibuka oleh Asisten III Setdaprov Lampung, dihadiri  perwakilan Kemendiknas, Kadis Pendidikan Provinsi Lampung, Kadis Pendidikan Kabupaten Pringsewu,  jajaran Forkorpimda Pringsewu dan Tanggamus, perwakilan Kedubes Palestina Taher Hamad, perwakilan Kedubes Meksiko, serta sejumlah negara sahabat, Rektor Universitas Kristen Indonesia, para sastrawan dan budayawan nasional, jajaran Media Group, serta para pelajar SMA se-Provinsi Lampung. (*)

                                                                   

 


                               

 

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Lokasi Makodim Pringsewu

Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH bersama Komandan Kodim 0424/TGM  Letkol Parada Siringgo-ringgo, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa dan jajaran Pemkab Pringsewu, Selasa (26/10) saat meninjau calon lokasi Markas Komando Distrik Militer (Kodim) Pringsewu.
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Kamis, 21 Oktober 2010

Rapat Paripurna Penyampaian KUA-PPS

Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH menyerahkan dokumen KUA-PPS kepada Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Ilyasa seusai rapat parpurna Jumat (22/10).
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pringsewu, Kabupaten Mini Kaya Potensi

Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu dari 14 daerah otonom kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Lampung.
Kabupaten Pringsewu dimekarkan dari induknya Kabupaten Tanggamus setelah melalui proses perjalanan panjang yang berliku-liku.
Berdasarkan Undang-undang (UU) No.48 tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Pringsewu di Provinsi Lampung, akhirnya Kabupaten Pringsewu diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri H.Mardiyanto pada tanggal 3 April 2009 di gedung Sasana Bakti Praja, Jakarta, sekaligus pelantikan Penjabat Bupati Pringsewu pertama Ir.H.Masdulhaq.

Kabupaten Pringsewu yang beribukota di Kota Pringsewu, terdiri dari 8 kecamatan yakni Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, Pardasuka, Sukoharjo, Gadingrejo, Banyumas, Adiluwih, dan Kecamatan Ambarawa, serta terdiri atas 96 desa dan 5 kelurahan.
Dengan luas wilayah 625 kilometer persegi, dan jumlah penduduk sebesar 368.318 jiwa (sesuai data dalam UU No.48/2008), Kabupaten Pringsewu boleh dikatakan merupakan kabupaten mini dengan penduduk yang cukup padat. Bahkan, dari segi luas wilayah, saat ini  Kabupaten Pringsewu merupakan Kabupaten Terkecil di Provinsi Lampung.


Kabupaten Pringsewu yang berjarak 38 kilometer dari Kota Bandar Lampung sebagai ibukota Provinsi Lampung, mempunyai potensi yang sangat bagus di bidang perekonomian dan jasa, yang saat ini juga menjadi salah satu penggerak utama roda perekonomian Pringsewu.

Di pusat ibukota Kabupaten Pringsewu, terdapat sedikitnya 4 buah pasar yang melayani kebutuhan warga kota dan sekitarnya, yaitu masing-masing Pusat Perbelanjaan Pringsewu (Pasar Induk Pringsewu), Pasar Sarinongko, Pasar Pagi, dan Pasar Baru, serta terdapat 8 pasar kecamatan yang tersebar di setiap ibukota kecamatan, dan sejumlah pasar desa.
Selain itu, sejumlah toko swalayan banyak tersebar di seluruh sudut kabupaten, termasuk sebuah Mal yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian segera berdiri megah di kota ini yang akan menambah maraknya sektor perekonomian di Pringsewu.

Di sektor perbankan, saat ini Pringsewu merupakan kota yang mempunyai lembaga bank terbanyak kedua di Provinsi Lampung setelah Kota Bandar Lampung, yang mencapai belasan bank, belum termasuk sejumlah bank yang berada di beberapa ibukota kecamatan.
Begitu pula di sektor pendidikan, tersedia mulai tingkat Paud hingga perguruan tinggi, beberapa perguruan tinggi yang ada di Pringsewu diantaranya STKIP, STIE, STIKES, Akademi Kebidanan (AKBID), Akademi Keperawatan (AKPER) Muhammadiyah yang akan segera menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMP), Akademi Teknologi Pringsewu (ATP), , AMIK DCC, AKBID Alifa, STIKES Aisyah,  STMIK Pringsewu, serta Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pringsewu..

Di bidang kesehatan, selain terdapat puskesmas dan puskesmas pembantu di kecamatan dan desa, rumah bersalin dan klinik, Pringsewu juga memiliki 1 buah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu, dan 4 buah RS Swasta, yaitu RS Wisma Rini, RS Surya Asih, RS Mitra Husada, serta RS Mutiara Hati.

Di bidang pertambangan, beberapa potensi yang dimiliki Pringsewu diantaranya Silica yang berada di Kecamatan Sukoharjo dan Pringsewu, Andesit yang banyak tersebar di Kecamatan Gadingrejo dan Pardasuka, Diorit yang berada di Kecamatan Gadingrejo, Pasir, Sirtum dan Batu Belah yang tersebar di Kecamatan Gadingrejo, Sukoharjo, dan Pardasuka.

Di bidang perkebunan dan pertanian, total padi organik Pringsewu mencapai 450 ton/tahun, kemudian meskipun tidak terlalu luas, terdapat perkebunan Kakao di Kecamatan Pardasuka, kelapa sawit bermitra dengan PTPN VII seluas 600 hektar di Pagelaran, Aduluwih, Sukoharjo dan Gadingrejo, serta komoditas kelapa. Bahkan, saat ini telah dikembangkan pula perkebunan tembakau virginia di Kecamatan Pagelaran, yang merupakan pola kemitraan antara masyarakat dengan salah satu industri rokok terbesar di Indonesia.
Di bidang perikanan, Pringsewu merupakan sentra produksi perikanan darat di Provinsi Lampung dengan produksi 750,50 ton/tahun, serta industri ringan dan kerajinan, berupa manik-manik, anyaman bambu, makanan ringan, hingga industri batu bata dan genteng yang sudah terkenal hingga luar Lampung.


Salah satu penunjang perekonomian, kabupaten yang saat ini dipimpin oleh Penjabat Bupati H.Sudarno Eddi, SH, MH  dan Sekretaris Kabupaten Drs.H.Zulkifli Maliki, juga menyimpan potensi lain, yakni bidang pariwisata, yang sudah maupun yang belum tergali.

Di kota ini terdapat makam salah satu Pahlawan Lampung asal Pringsewu yaitu KH Ghalib yang banyak dikunjumgi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia, serta Gua Maria Padang Bulan, yang merupakan salah satu tempat wisata religius terkenal di Indonesia.
Untuk akomodasi, telah tersedia sejumlah hotel dan cottage dengan fasilitas hotel berbintang. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pansus Asset DPRD Tanggamus Kunjungi Pringsewu
PRINGSEWU - Pringsewu yang merupakan Daerah Otonom Baru (DOB) yang dibentuk berdasarkan UU No. 48 tahun 2008 sebagai  hasil pemekaran dari Kabupaten Tanggamus,  sangat menyadari pentingnya bimbingan dan bantuan dari kabupaten induk guna dapat tumbuh menjadi suatu kabupaten yang mandiri, maju, dan sejahtera. Untuk itu,  dibutuhkan kedekatan  antara kabupaten pemekaran dengan kabupaten induk.
Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu Hi.Sudarno Eddi, SH, MH saat menerima kunjungan Panitia Khusus (Pansus) penyerahan asset Kabupaten Pringsewu DPRD Kabupaten Tanggamus di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Kamis (21/10).


Dikatakan Pj Bupati Sudarno Eddi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu  menyambut baik kedatangan  Pansus DPRD Kabupaten Tanggamus  di Pringsewu guna bersilaturahmi sekaligus membahas mengenai pelimpahan aset Kabupaten Tanggamus yang ada di wilayah Kabupaten Pringsewu.
“Semoga kunjungan ini dapat menjadi langkah positif bagi kita semua untuk menyatukan pikiran, serta menghimpun tenaga dan kerjasama, guna memberikan yang terbaik kepada masyarakat Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus,” katanya.
Dikatakan Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, asset merupakan sarana utama dalam pelaksanaan pembangunan dan mutlak dibutuhkan dalam pelaksanaan program-program pembangunan, terutama  bagi sebuah Daerah Otonomi Baru (DOB), karena terlambatan pengalihan asset akan berdampak terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.
“Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kehadiran Pansus DPRD Kabupaten Tanggamus ini akan mempercepat proses pengalihan dan pelimpahan asset serta dokumen  dari Kabupaten Tanggamus kepada Kabupaten Pringsewu, apalagi  UU No. 48 Tahun 2008 mengamanatkan bahwa penyelesaian asset merupakan salah satu prioritas penilaian perkembangan Daerah Otonom Baru (DOB), kendatipun  penyerahan asset dan dokumen, serta pengelolaannya tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena banyak tata cara dan prosedur yang harus dilalui, dimana data-data mengenai asset juga harus valid dan perlu  dicermati terlebih dahulu,”  ujarnya.
Untuk itu, lanjut Pj Bupati, kepada seluruh satuan kerja  terkait di Kabupaten Pringsewu agar selalu  dapat berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Tanggamus.
“Dengan demikian tidak akan terjadi tumpang tindih data dan kemungkinan kesalahan data, sehingga kedepan tidak akan  menimbulkan permasalahan terkait pelimpahan asset tersebut,”  pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pansus penyerahan asset DPRD Kabupaten Tanggamus Ir.Najmi Damsyik menegaskan  Kabupaten Tanggamus tidak akan mempersulit penyerahan dan pelimpahan asset Kabupaten Tanggamus yang ada di wilayah Kabupaten Pringsewu kepada Kabupaten Pringsewu.
“Kabupaten Tanggamus akan mempermudah  penyerahan dan pelimpahan asset tersebut,  dengan catatan  melalui mekanisme yang berlaku, karena kami tidak akan gegabah guna menghindari timbulnya permasalahan  kelak di kemudian hari,” tegasnya.
Terkait belum diserahkannya BPKB atau surat-surat kendaraan dinas baik roda dua maupun roda empat yang mengakibatkan  belum dibayarkannya pajak kendaraan maupun perpanjangan STNK,  bila pansus dapat bekerja dengan cepat, segera akan kami serahkan, atau jika belum, sementara akan diberikan surat keterangan terlebih dahulu,” katanya.
Dikatakan Najmi Damsyik, Pringsewu merupakan kabupaten terkecil di Provinsi Lampung dari segi luas wilayah, dan bahkan terkecil nomor dua di Indonesia setelah Kabupaten Magetan di Provinsi Jawa Timur.
“Namun demikian, Kabupaten Pringsewu merupakan daerah yang maju serta memiliki potensi yang sangat bagus di bidang perekonomian,” ujarnya.
Selain ketua pansus Najmi Damsyik, hadir dalam kesempatan tersebut, sejumlah anggota Pansus DPRD Kabupaten Tanggamus diantaranya Ir.Achmadi Sumaryanto, H.Hatibi Jamal, dan beberapa legislator Tanggamus lainnya. Dari Kabupaten Pringsewu, diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Ilyasa, Wakil Ketua DPRD Drs.FX.Siman dan Stiyono beserta anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, asisten I Setdakab Pringsewu H.Firman Muntako, SE, Asisten II Drs.H.Gatot Susilo, MM, Asisten III H.Syahlulsyah, SH, MH, para kepala 
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Pringsewu, dan  para stakeholder.

 
 Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi beserta Ketua dan Wakil Ketua serta anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, rombongan Pansus DPRD Kabupaten Tanggamus, dan jajaran Pemkab Pringsewu juga meninjau sejumlah asset Kabupaten Tanggamus yang ada di wilayah Kabupaten Pringsewu yang akan diserahkan kepada Kabupaten Pringsewu, diantaranya sebidang tanah yang akan dijadikan lokasi calon Kantor Samsat Kabupaten Pringsewu di Pringsewu Timur, RSUD Pringsewu di Pringsewu Selatan, serta sejumlah asset lainnya. Disepakati pula bahwa untuk lebih mempercepat kerja pansus, akan dibentuk tim yang akan meneliti semua asset yang berada di 8 kecamatan se-Kabupaten Pringsewu. (*)


||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 19 Oktober 2010

Pemkab Akan Ubah Wajah Ibukota Kabupaten

PRINGSEWU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu bertekad merubah wajah ibukota Kabupaten Pringsewu dari yang semula hanya berstatus sebagai ibukota kecamatan menjadi lebih cantik dan representatif.
Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat memimpin rapat koordinasi (rakor) bulanan yang diikuti seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Rabu (20/10).

Menurut Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, merubah wajah sebuah kabupaten baru tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan, karena mesti dilakukan secara matang dan bertahap.
"Perlu tahapan-tahapan karena tidak mungkin dapat dilakukan secara cepat, atau memerlukan proses waktu yang cukup lama," katanya.

Saat ini, kata Pj Bupati yang juga didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki, Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab H.Firman Muntako, SE, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs.H.Gatot Susilo, MM, serta Asisten III Bidang Administrasi Umum H.Syahlulsyah, SH, MH, sudah mulai tampak adanya perubahan pada wajah ibukota Kabupaten Pringsewu, dimana saat ini kondisi Kota Pringsewu sebagai ibukota Kabupaten Pringsewu terlihat lebih indah.
Hal tersebut ditandai dengan dipasangnya sejumlah lampu hias yang menghiasi beberapa sudut kota, serta adanya tanaman hias yang ditanam dalam vas (pot) bunga di sepanjang ruas jalan protokol Kota Pringsewu.
"Sebagai tahap awal baru terdapat sejumlah vas bunga di pinggir jalan raya untuk memberikan contoh agar setiap satker dan masyarakat umum dapat juga mengikuti jejak langkah tersebut guna mempercantik wajah ibukota Kabupaten Pringsewu," ujarnya.

Lebih lanjut Penjabat Bupati Pringsewu berharap agar setiap tanaman bunga tersebut dapat dirawat dan dijaga keberadaannya oleh masing-masing satuan kerja yang menanamnya.
"Secara khusus saya juga meminta pihak Satuan Polisi Pamong Praja untuk dapat menurunkan personilnya untuk secara rutin melakukan penyiraman terhadap tanaman-tanaman bunga yang sudah ada disejumlah sudut kota," harap bupati.

Namun demikian, Pj Bupati Sudarno Eddi meminta upaya untuk mempercantik wajah Kabupaten Pringsewu tidak hanya dilakukan di pusat ibukota kabupaten saja, melainkan dilakukan di setiap kecamatan-kecamatan yang ada di wilayah Pringsewu.
"Kepada para camat dan kepala pekon (kepala desa, red) agar senantiasa menggerakkan warganya untuk dapat bergotong royong dalam upaya menciptakan keindahan, kesejukan  maupun kenyamanan di Kabupaten Pringsewu," pungkasnya. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Percantik Wajah Kota

Guna  mempercantik wajah ibukota Kabupaten Pringsewu, Pemkab Pringsewu melakukan pemasangan lampu hias di sejumlah lokasi, seperti  halnya di Tugu Bambu  yang berada di jantung Kota Pringsewu ini.
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>


Bupati Tinjau Sejumlah Potensi Di Pagelaran

PAGELARAN – Kabupaten Pringsewu sebagai salah satu dari 14 daerah otonom kabupaten kota di Provinsi Lampung, memiliki sejumlah potensi unggulan, yang bila dikembangkan lebih lanjut dapat meningkatkan PAD. Dari 8 kecamatan yang ada di Pringsewu, salah satunya adalah Kecamatan Pagelaran, yang sejak dahulu sudah terkenal sebagai lumbung perikanan darat di Provinsi Lampung.

Guna melihat lebih dekat sejumlah potensi yang ada di wilayahnya, Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu, Selasa (19/10) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kecamatan Pagelaran.



Dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Pagelaran tersebut, Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi yang didampingi Asisten I Firman Muntako, Asisten II Gatot Susilo, Asisten III Syahlulsyah, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Pringsewu Junaidi Hasyim, Kadis Perikanan dan Peternakan  Dudi Mashardi, Kadis Kesehatan Endang Budiati, Kepala Bappeda Hotman Atiek, Kepala Kantor Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Perikanan Dencik Ibrahim, Camat Pagelaran Edi Sumber Pamungkas dan jajaran uspika,  serta sejumlah pejabat eselon III dan IV lainnya berkesempatan meninjau sejumlah lokasi kolam budi daya perikanan milik warga, serta lokasi perkebunan tembakau Virginia di Pekon (Desa) Panutan. 


Perkebunan tembakau Virginia tersebut merupakan salah satu bentuk pola kemitraan antara petani tembakau dengan salah satu perusahaan industri rokok PT.HM.Sampoerna.
Setelah meninjau perkebunan tembakau, Pj Bupati Sudarno Eddi dan rombongan berkesempatan melihat proses pembuatan kompos di Rumah Kompos Kelompok Tani Puji Sutrisno Pekon Pagelaran.


Menurut Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Pringsewu tersebut, akan dikembangkan lebih lanjut yang nantinya diharapkan akan menjadi potensi unggulan.
“Potensi yang cukup berlimpah tersebut tentunya dapat menjadi salah satu sumber PAD yang pada gilirannya akan meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pada akhir kunjungan kerja di Kecamatan Pagelaran tersebut, Pj Bupati Pringsewu beserta jajaran Pemkab Pringsewu melakukan peninjauan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Pagelaran.


Pada hari yang sama, sebelumnya Pj Bupati Pringsewu juga menghadiri acara silaturahmi jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Pringsewu di Pendopo Kabupaten Pringsewu, yang juga dihadiri Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa dan Wakil Ketua DPRD Pringsewu FX Siman, serta seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz Untung. (*)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Sabtu, 16 Oktober 2010

Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Pelantikan Muslimat Siger Maghfiroh Pringsewu


Dihadiri Mama Dedeh Pukau Puluhan Ribu Jemaah


Pj Bupati Bangga Terbentuknya
Siger Maghfiroh Pringsewu

PRINGSEWU – Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH mengaku  bangga atas terbentuknya kepengurusan Muslimat Siger Maghfiroh di Kabupaten Pringsewu.
Sebab, keberadaan Siger Maghfiroh ini bisa membawa pencerahan bagi peningkatan kualitas keimanan kaum Ibu di Kabupaten Pringsewu,  sehingga nantinya dapat membimbing generasi muda Pringsewu menjadi generasi beriman, berakhlak mulia, berpengetahuan,  serta memiliki kualitas yang kompetitif.

Hal tersebut dikatakan H.Sudarno Eddi saat memberikan kata sambutan saat acara pengukuhan dan pelantikan pengurus  Muslimat Siger Maghfiroh (MSM) Kabupaten Pringsewu oleh Ketua MSM Provinsi Lampung Hj Truly Sjachroedin ZP di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Minggu (17/10).

Dikatakan H.Sudarno Eddi, dengan adanya generasi muda Pringsewu seperti itu, ia optimis akan terjadi kemajuan pembangunan yang pesat di Bumi Jejama Secancanan tersebut.

Dengan adanya kelompok pengajian ini, kata dia, maka berarti telah bertambah satu lagi yang akan membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu dalam membangun mental dan spiritual masyarakat.

“Oleh karenanya, apapun yang diusulkan untuk kemajuan kelompok ini,  Pemda Kabupaten Pringsewu akan merespon dengan baik, sebab secara tidak langsung akan memberikan warna positif di masyarakat” katanya.

Lebih lanjut, H.Sudarno Eddi berharap kepada pengurus MSM Kabupaten Pringsewu,  dapat mengemban amanah dan melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya sesuai dengan apa yang ada di AD/ART.



Dalam sambutannya, Ketua Muslimat Siger  Maghfiroh  (MSM) Provinsi Lampung Hj.Truly Sjachroedin berharap DPD MSM Kabupaten Pringsewu dapat lebih berperan dan berkiprah dalam membangun umat, serta mendukung  setiap program pembangunan di Kabupaten Pringsewu. 


"Muslimat Siger Maghfiroh Kabupaten Pringsewu agar dapat meningkatkan peran sertanya dalam membangun masyarakat dan daerah," ujarnya.

Acara pelantikan pengurus Muslimat Siger Maghfiroh Kabupaten Pringsewu juga diisi dengan siraman rohani oleh ustadzah kondang Mama Dedeh, serta dihadiri  oleh Sekdaprov Lampung dan para pejabat Pemprov Lampung serta Pemkab Pringsewu, ketua dan anggota DPRD Pringsewu, jajaran muspida Kabupaten Pringsewu, serta dibanjiri sekitar sepuluh ribu  jemaah pengajian dari seluruh kecamatan se -Kabupaten Pringsewu dan sejumlah kabupaten di sekitar Kabupaten Pringsewu. (*)








||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Kamis, 14 Oktober 2010

Cuci Tangan Pakai Sabun Penuhi Target MDGs

PRINGSEWU - Sejak tahun 2008 lalu,  United Nations Organization (UNO) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan setiap tanggal 15 Oktober sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memobilisasi milyaran manusia di seluruh dunia untuk mencuci tangan mereka dengan mempergunakan sabun.
Semakin luas budaya mencuci tangan dengan sabun ini akan membuat kontribusi yang cukup signifikan untuk memenuhi target Millenium Development Goals (MDGs),  serta dapat mengurangi hingga sekitar 70 persen tingkat kematian anak-anak di bawah usia lima tahun pada  tahun 2015 mendatang. 
Dermikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat apel Jumat dan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia tingkat Kabupaten Pringsewu di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Jumat (15/10).

Dikatakan Pj Bupati Sudarno Eddi, mencuci tangan menggunakan  sabun adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit diare dan pneumonia yang merupakan penyebab utama kematian anak-anak, dimana setiap tahunnya lebih dari 3,5 juta anak tidak dapat mencapai hidup hingga usia 5 tahun akibat diare dan pneumonia. 

“Tantangan yang dihadapi bersama saat ini adalah untuk mengubah budaya mencuci tangan dengan sabun dari sekedar ide yang abstrak,  menjadi perilaku yang membudaya di segala lapisan maupun lingkungan masyarakat,” katanya. 

Lebih lanjut Pj Bupati Kabupaten Pringsewu mengajak semua masyarakat untuk dapat  membiasakan mencuci tangan dengan  menggunakan sabun pada lingkup terkecil masyarakat terlebih dahulu, pada diri sendiri, dan anak-anak.

“ Mungkin langkah ini dipandang terlalu sederhana,  namun sangat  efektif dan dapat mencegah penyakit-penyakit yang dapat membunuh jutaan anak setiap tahunnya. Dengan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun pada waktu bersamaan dalam skala nasional, diharapkan mendapat dukungan luas dan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membudayakan mencuci tangan dengan memakai sabun,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Kabupaten Pringsewu Sudarno Eddi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Sudarno Eddi beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu melakukan cuci tangan secara massal dengan mempergunakan sabun diikuti seluruh pegawai serta  jajaran satuan kerja (satker) di lingkungan Pemkab Pringsewu seusai melaksanakan senam pagi rutin setiap hari Jumat. (*/anton)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 12 Oktober 2010

Gubernur Resmikan Pembangunan Kantor Pemkab Pringsewu

GADINGREJO – Gubernur Provinsi Lampung Sjachroedin ZP, Selasa (12/10) meresmikan pembangunan tahap pertama gedung perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu di Kecamatan Gadingrejo.

Gubernur Provinsi Lampung Sjachroedin ZP yang hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Fokorpimda) Provinsi Lampung, didampingi Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Bupati Kabupaten Tanggamus H.Bambang Kurniawan, ST beserta jajaran Fokorpimda Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu, dalam kesempatan tersebut juga melakukan pengecoran pondasi gedung secara bergantian, dilanjutkan dengan melakukan penanaman pohon penghijauan di komplek calon perkantoran Pemkab Pringsewu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Provinsi Lampung Sjachroedin ZP mengatakan, Kabupaten Pringsewu sebagai salah satu Daerah Otonom Baru (DOB), harus mampu mengejar ketertinggalannya dengan daerah-daerah lainnya di Provinsi Lampung.

Dikatakannya, dalam hal pembangunan perkantoran pemerintahan, agar senantiasa menampilkan ciri khas daerah Lampung, diantaranya yakni ornamen Lampung.

“Membangun suatu gedung perkantoran, juga harus memperhatikan kondisi wilayah sekitarnya, agar hasilnya juga baik dan serasi dengan lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut Sjachroedin ZP juga mengingatkan agar semua komponen masyarakat juga mendukung dan turut berpartisipasi dalam membangun perkantoran Pemkab Pringsewu, yang nantinya diharapkan juga bisa menjadi kebanggaan masyarakat.

”Pembangunan perkantoran Pemkab Pringsewu ini bukan saja menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu saja, melainkan tanggung jawab semua pihak agar berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan, sehingga masyarakat bisa menikmati hasilnya,”  ujar Sjachroedin ZP mengingatkan.

Sementara itu, dalam sambutannya Pj Bupati Pringsewu H.SudarnoEddi, SH, MH mengatakan lahan untuk pembangunan komplek perkantoran Pemkab Pringsewu  berasal dari tanah hibah masyarakat di  4 (empat) pekon (desa) yaitu Yogyakarta, Kediri, Bulukarto, dan Bulurejo, yang kesemuanya berada di wilayah Kecamatan Gadingrejo seluas 47 hektar, yang akan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana pusat perkantoran Pemkab Pringsewu, Mapolres Pringsewu, Makodim, serta sejumlah kantor instansi vertikal lainnya.

“Lahan untuk kantor bupati dan sekretariat pemkab sendiri akan berada pada lahan seluas sekitar 5 hektar yang pembangunannya akan dimulai pada hari ini,” kata Pj Bupati.

Selain itu, lanjut Pj Bupati Sudarno Eddi, Pemkab Pringsewu juga menerima tanah hibah dari masyarakat Pekon (Desa) Fajaragung, Kecamatan Pringsewu  yang juga akan dipergunakan untuk pembangunan fasilitas lainnya, sehingga total  luas tanah yang dihibahkan masyarakat mencapai 64,718 hektar.

“Khusus untuk tahap pertama pembangunan kantor bupati, dana yang sudah dianggarkan sebesar  4,1 milyar,” ungkapnya.

Terkait untuk pembangunan kantor-kantor dinas dan instansi pemkab lainnya, lanjut Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, sebenarnya sudah tersedia lahannya sebagaimana masterplan yang sudah disetujui oleh gubernur, namun belum tersedia dana untuk pembangunannya.

“Mudah-mudahan dapat dianggarkan pada tahun anggaran 2011-2012 mendatang,” harap bupati.


Terpisah, Kabag Humas dan Protokol Setkab Pringsewu  DM Fitri menambahkan, pusat perkantoran Pemkab Pringsewu nantinya akan  menjadi kawasan perkantoran pemerintahan terpadu, yang rencananya juga akan dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasaran serta fasilitas penunjang, seperti kawasan hutan kota, danau buatan untuk rekreasi warga, serta dilengkapi pula dengan kawasan komersial yang modern. (*)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>