Subscribe:

Sabtu, 09 Juli 2011

Pringsewu Miliki Kapolres Baru

 


PRINGSEWU - Kapolda Lampung Brigjen Pol.Sulistyo Ishak mengangkat tiga perwira menengah di jajarannya sebagai Penjabat Kapolres (LO) pada 3  kabupaten baru yakni Kabupaten Pringsewu, Tulangbawang Barat, dan Mesuji. Ketiganya diangkat dengan surat perintah bernomor 1240 tertanggal 20 Juni 2011.

Ketiga Penjabat Kapolres tersebut masing-masing AKBP Agoes Soejadi Soepraptono sebagai Penjabat Kapolres Pringsewu, AKBP Ahmad Yani Eko Putra sebagai Pj Kapolres Tulangbawang Barat, serta AKBP Eko Supriyadi sebagai Pj Kapolres Mesuji yang masing-masing polres tersebut berstatus sebagai Polres Persiapan.

Selain ketiga Pj Kapolres  juga ditunjuk 6 perwira menengah berpangkat Komisaris Polisi untuk mendampingi 3 kapolres tersebut, yakni  Kompol Hatman Hasan dan Kompol Joko   untuk Polres Pringsewu, Kompol I Ketut Suma dan Kompol Adi Sastri untuk Polres  Tulangbawang Barat, serta Kompol A.Hanan dan Kompol Yanto Dani untuk Polres Mesuji.

Menurut Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, ketiga kapolres  itu ditunjuk untuk membantu kelancaaran tugas kepolisian di  3 kabupaten baru  tersebut menjelang pelaksaaan pemilukada.
"Tiga Pj Kapolres tersebut tugasanya menjadi penghubung kepolisian dengan Pj Bupati, selain itu mereka juga diharuskan berkoordinasi dengan polres induk, utamanya dalam setiap tindakan yang diambil," kata dia.

Berdasarkan hasil pertemuan Wakapolda Lampung Kombes Pol.Rusman dengan 4 bupati, masing-masing Bupati Pesawaran, Pj Bupati Tulangbawang Barat, Mesuji dan Pringsewu, Polda Lampung mendapat bantuan  tanah hibah untuk pembangunan mapolres. Pemkab Pesawaran menghibahkan tanah seluas 2,7 hektare, Pemkab Pringsewu seluas 4,7 hektare, Pemkab Tulangbawang Barat menghibahkan seluas 10 hektare, serta  Pemkab Mesuji menghibahkan tanah seluas 5 hektare. (*/Ant)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

KPID dan Panwas Awasi Iklan Kampanye Pemilukada

PRINGSEWU - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Lampung secara khusus akan mengawasi iklan kampanye Pemilukada yang ditayangkan di televisi dan radio. Terkait pengawasan tersebut, KPID Lampung telah menandatangani nota kesepahaman dengan Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Provinsi Lampung beberapa waktu lalu, dan sebanyak 14 stasiun radio dan 4 stasiun televisi yang akan diawasi KPID Lampung dalam masa kampanye Pemilukada  di 3 Daerah Otonom Baru (DOB).

Ketua KPID Lampung M. Iqbal Rasyid  mengatakan ruang lingkup nota kesepahaman yang ditandatangani tersebut mencakup proses pengawasan, pengkajian, pemeriksaan dan penilaian kemungkinan terjadinya pelanggaran terhadap materi, jadwal, dan larangan-larangan dalam pelaksanaan kampanye oleh peserta pemilu.
"Para peserta pemilu yang melanggar akan ditindak oleh Panwas. Sedangkan lembaga penyiaran yang melanggar akan ditindak oleh KPID," tambah Iqbal.


Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPID Lampung Dedi Triadi mengatakan iklan kampanye Pemilukada  yang diawasi bersama oleh KPID dan Panwas hanya untuk lembaga penyiaran elektronik, seperti radio dan televisi. 
Sementara untuk media cetak bukan kewenangan KPID.  Menurutnya pengawasan terhadap stasiun-stasiun radio dan televisi bukan hanya di daerah tempat berlangsungnya Pemilukada. Semua stasiun yang siarannya sampai ke Pringsewu, Tulangbawang Barat, dan Mesuji juga akan diawasi.


Dedi juga menyebutkan sejumlah siaran radio  yang mudah ditangkap siarannya di Pringsewu, diantaranya Radio Saburai, Sabaputra, Elshinta, Swara Dwi Amanda, Rapemda Pringsewu,  Yapema dan Radio Batu Tegi. Dua radio yang disebut terakhir merupakan  radio komunitas.


Sementara di Tulangbawang Barat dan Mesuji, menurut Dedi, siaran yang masuk berasal dari Radio Maskara yang merupakan stasiun radio setempat. Selain itu ada juga Radio Idola dan Rapemda Tulangbawang. Sedangkan siaran yang masuk dari Lampung Utara adalah Radio Wijaya, Mandiri, dan Rapemda Lampung Utara.
"Kerja sama ini memudahkan pengawasan kami, sebab, KPID tidak berada di daerah-daerah untuk bisa mendengar siaran radio-radio itu," kata Dedi.


Sedangkan stasiun televisi lokal yang siarannya sampai di 3 DOB, menurut Dedi, meliputi L-TV, Tegar TV, Siger TV, dan Radar TV. 
Dedi menjelaskan, semua ketentuan dalam UU Penyiaran 32/2002 dan UU 32/2004 tentang Pemda digunakan sebagai acuan pengawasan. 
"Kesepahamam ini efektif sejak ditandatangani. Tetapi pemberlakuannya yang berkaitan dengan jadwal tahapan pilkada kami sesuaikan dengan tahapan KPU. Karena itu kami juga sudah mengajukan draf nota kesepahaman dengan KPU," ujarnya. (*/kpid-lpg)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Kamis, 07 Juli 2011

Festival Anak Shaleh Kembangkan Jatidiri Anak


PRINGSEWU - Anak adalah harapan masa depan yang pada saatnya nanti mereka akan melanjutkan dan mewujudkan cita-cita luhur perjuangan bangsa yaitu menuju masyarakat yang maju, adil dan makmur.
“ Hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama dan seluruh komponen untuk dapat membina, mendidik dan mengarahkan anak-anak kita untuk dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang beriman, bertaqwa, terampil, cerdas dan berakhlak mulia, sehingga nantinya dapat mempertahankan dan melestarikan kehidupan bangsa dan negara, “ kata Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi saat membuka festival anak shaleh di pendopo kabupaten setempat, Sabtu (9/7).
Menurutnya,  melalui festival anak shaleh banyak pengalaman baru yang kita dapatkan terutama untuk membina dan mengembangkan jati diri anak-anak dalam rangka membentuk karakter anak-anak agar kelak menjadi orang yang beriman dan bertaqwa yang senantiasa menjaga kejayaan bangsa dan negara.
”Festival anak shaleh merupakan salah satu cara menanamkan pengetahuan sedini mungkin kepada anak-anak serta menanamkan sejak dini nilai-nilai moral dan agama agar mereka punya pegangan yang kokoh dalam menjalani kehidupan,” ujarnya. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
Agama Jadi Penyeimbang Hidup
AMBARAWA – Di zaman modern saat ini, agama merupakan penyeimbang dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dimana dengan agama, kita dapat mempertahankan diri dari gempuran hal-hal negatif yang saat ini banyak beredar di sekitar kita.  Pendidikan agama ini harus pula kita turunkan kepada anak-anak sejak dini, dengan demikian, anak-anak juga terhindar dari pandangan, ajaran, serta hal-hal negatif lain yang kini juga mulai mudah diakses dan merusak pikiran generasi muda.

Harapan tersebut diungkapkan Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi dalam sambutan yang dibacakan Kepala BKD Pringsewu Purwoto saat pengukuhan Ikatan Remaja Masjid (IRMAD) Kecamatan Ambarawa di balai pekon Sumberagung kecamatan setempat, Jumat (8/7) malam.

Karena itulah, bupati sangat mendukung keberadaan IRMAD dan berharap dapat lebih membekali diri dengan berbagai ilmu dan kegiatan keagamaan yang merupakan benteng diri. Bupati juga mengharapkan organisasi ini lebih berperan aktif dalam membangun karakter, moral, dan kepribadian bangsa. 

Lebih lanjut IRMAD juga dihimbau ikut aktif dalam pencegahan pengaruh ajaran-ajaran yang tidak benar, khususnya pada kalangan remaja dan anak-anak, dengan sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman agama, serta keimanan.
“Dengan demikian, generasi muda dapat terhindar dari pengaruh buruk, serta dapat menjadi generasi yang dapat diandalkan, serta mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi masyarakat,” ujarnya. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
HUT Ke-81, Gumukmas Gelar Bersih Desa

PAGELARAN - Kegiatan  bersih desa  pada  hakikatnya merupakan bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan karunia yang dicurahkan kepada kita sekalian, sekaligus guna memohon keselamatan dari Yang Maha Kuasa bagi segenap warga desa. Bersih desa adalah sebuah ritual yang merupakan  warisan dari nilai-nilai luhur  budaya  bangsa yang menunjukkan bahwa manusia menyatu dengan alam . Ritual ini juga dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan masyarakat terhadap alam yang menghidupi  kita.

Hal tersebut dikatakan Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi dalam sambutannya saat menghadiri acara bersih desa dalam rangka memperingati ulang tahun ke-81 pekon Gumukmas, Kecamatan Pagelaran di balai pekon setempat, Sabtu (9/7) malam.

Menurut bupati, acara ritual bersih desa bisa diartikan sebagai ungkapan pernyataan masyarakat terhadap identitas, akar budaya, dan idealisme melalui pengalaman otentik orisinal komunitas, dimana komunitas menjadi pencipta budayanya sendiri.
“Bersih desa dalam tradisi masyarakat  kita, menjadi salah satu bagian dari tradisi selamatan atau slametan  yang merupakan sebuah upacara inti yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Di dalam acara selamatan ini, setiap orang berada dalam keselarasan, karena masyarakat  tidak lagi dibedakan antara satu dengan yang lain, dimana antara yang satu dengan yang lainnya  tidak dipandang lebih rendah atau lebih tinggi,” kata bupati.

Bersih desa sebagai salah satu bentuk dari kegiatan selamatan, lanjut bupati, mempunyai ciri khas sendiri dibandingkan dengan yang lain, karena memiliki dimensi yang lebih  luas, karena berkaitan erat dengan dimensi sosial dalam suatu desa tertentu.
“Maka dari itu, pentingnya untuk mengadakan acara bersih desa  kadangkala tidak mudah  untuk ditawar-tawar,  karena merupakan sebuah wahana atau sarana dimana seluruh warga desa dapat berinteraksi sosial satu sama lain secara lebih intensif,” ujarnya.

Penjabat Bupati Pringsewu juga berharap dengan diselenggarakannnya acara bersih desa dalam rangka memperingati hari ulang tahun pekon Gumukmas yang ke-81 tahun ini,  bisa menjadi wahana untuk lebih menjalin keakraban, persatuan dan kesatuan diantara sesama warga, sebagai modal dasar  untuk membangun Kabupaten Pringsewu, Bumi Jejama Secancanan.
Acara bersih desa tersebut juga dimeriahkan pergelaran wayang kulit semalam suntuk dan dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Pringsewu, jajaran APDESI Kabupaten Pringsewu dan Kecamatan Pagelaran, serta masyarakat setempat. (*/Humas & Protokol Pemkab Pringsewu).
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>