Subscribe:

Selasa, 09 November 2010



Pemkab Pringsewu Peringati
Hari Pahlawan
PRINGSEWU - Peristiwa heroik mempertahankan bumi pertiwi dalam peristiwa 10 November 1945 di Kota Surabaya merupakan bukti nyata kekuatan dan semangat juang bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dengan mempersatukan jiwa dan raga secara tulus dan ikhlas, dimana  seluruh komponen bangsa bersatu padu mengusir penjajah yang ingin berusaha menancapkan kembali kekuasaannya di bumi Indonesia. Untuk itu, herndaknya kita senantiasa mengedepankan upaya menumbuh kembangkan nilai kepahlawanan dengan mengambil makna yang terkandung di dalamnya untuk kemudian diimplementasikan dalam kehiidupan sehari-hari.
Demikian dikatakan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam amanatnya yang dibacakan Sekdakab Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki saat upacara peringatan Hari Pahlawan  yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Rabu (10/11).
Menurut bupati,  para pendiri bangsa menyatakan bahwa ‘hanya bangsa yang menghargai jasa pahlawannya, dapat menjadi bangsa yang besar, karena itu hendaknya  kita menghayati dan menjadikan momentum ini sebagai inspirasi  untuk memacu kita dalam mengisi kemerdekaan ini.
“Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2010 yang mengangkat tema ‘Dengan Semangat Nilai Kepahlawanan Kita Tingkatkan Kesetiakawanan Sosial Nasional’, hendaknya dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan untuk mengatasi berbagai masalah yang melanda Bbngsa Indonesia saat ini,”  katanya.
Berbagai permasalahan yang kita hadapi, kata dia, mulai dari kemiskinan, pengangguran, keterlantaran, keterpencilan sampai pada bencana alam serta masalah sosial lainnya,  yang memerlukan perhatian dan keseriusan untuk menanggulanginya. Selain itu, dengan kesetiakawanan sosial yang diwujudkan dengan saling menghargai, menghormati, tolong menolong, membuat kita tidak akan mudah terprovokasi dan sebaliknya akan menguatkan solidaritas yang memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Selain itu, pada tanggal 12 November mendatang kita juga akan memperingati Hari Kesehatan Nasional, dimana melalui peringatan HKN  tersebut, mari kita menggaungkan pesan-pesan kesehatan agar kita lebih mensyukuri karunia Allah berupa kesehatan dan menindaklanjutinya dengan perbuatan,” ujarnya.
Lebih lanjut dipaparkan Pj Bupati Pringsewu, kesehatan sangat penting artinya dan merupakan hak asasi manusia., sehingganya  kita praktekkan dalam hidup kita, meskipun  terkadang  baru  disadari akan pentingnya kesehatan apabila sudah sakit.
“Melalui peringatan HKN ini, mari kita tanamkan perilaku hidup yang bersih dan sehat sejak dini dalam keluarga, dimana dari keluarga yang sehat akan dapat membentuk masyarakat yang sehat pula, dan dengan begitu,derajat kesehatan masyarakat akan meningkat  sehingga akan mampu meningkatkan produktifitas pula,”  ajak Pj Bupati.
Melalui HKN ke-46 tahun 2010 ini pula, dengan tema ‘Keluarga Sehat Investasi Bangsa’, Pj Bupati Pringsewu menghimbau  agar selalu ditingkatkan perilaku sehat keluarga sejak dini agar pada tahun 2014 mendatang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kabupaten Pringsewu dapat meningkat.
“Dalam kesempatan baik ini, saya mengajak kita sekalian untuk menerapkan pola sehat dengan makan dengan gizi seimbang,dengan memilih makanan yang banyak serat, seperti sayuran dan buah-buahan, menghindari narkoba, alkohol, rokok dan HIV-AIDS yang sangat membahayakan kesehatan, mengendalikan stress, antara lain dengan membiasakan 6 S yakni syukur, senyum, memberi salam atau sapaan kepada teman-teman, bersikap sopan dan berlaku santun, serta peduli lingkungan  seperti melakukan 3 M (menutup, menguras, menimbun, red) untuk mencegah demam berdarah, membuang sampah pada tempatnya, mengatur pembuangan limbah, dan pola cara hidup sehat lainnya,” pungkasnya. (*/Humas/Isnanto Hapsara, A.Md)



||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Jabatan Camat Banyumas & Adiluwih Disertijabkan
PRINGSEWU – Jabatan Camat Banyumas Kabupaten Pringsewu diserah terimakan dari pejabat lama Achmad Basri kepada penggantinya Syarifuddin Yusuf dalam acara sertijab yang juga dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, para sisten dan jajaran Pemkab Pringsewu, unsur pimpinan kecamatan beserta para kepala pekon (desa)  di balai kecamatan setempat, Selasa (9/11).
Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya mengatakan penataan personil pemerintah adalah salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan guna mengoptimalkan pelaksanaan pemerintahan, dimana hal tersebut  merupakan upaya penyegaran dan pemacu prestasi kerja yang dilakukan berdasar evaluasi kinerja pegawai.
Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November2010                                              2                                              Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November2010                                             3



 
“Pergantian camat adalah hal yang wajar dan  merupakan suatu rangkaian dari proses pemerintahan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya, yang mengarah kepada peningkatan, perbaikan, dan penyempurnaan kegiatan pemerintahan,” katanya.

Dalam menjalankan tugasnya, kata Pj Bupati, seorang camat harus memiliki pedoman kerja yang diatur  dalam PP 19 tahun 2008 pada pasal 15 ayat 1 tentang kecamatan, yakni mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat,         mengoordinasikan upaya penyelenggaraan  dan ketertiban umum, mengoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan, mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum,  mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan,
Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /Mei2010                                                             4                                              Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /Mei2010                                                         5



 
penyelenggaraan pemerintahan desa dan atau kelurahan, serta melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.
“Selain itu, sebagai pejabat pemerintah yang memiliki kedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati melalui sekretaris daerah, camat juga melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah,”  jelasnya.
Pada hari yang sama, bertempat di balai Kecamatan Adiluwih juga dilakukan sertijab Camat Adiluwih dari pejabat lama Ananto Pratikno kepada penggantinya Humaidi Elhudri yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki. Humaidi Elhudri sebelumnya menjabat sebagai Camat Pringsewu Kota, sedangkan Ananto Pratikno selanjutnya menempati posisinya sebagai Camat Gadingrejo.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan setempat yang dilakukan wakil ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Herawati Zulkifli Maliki mewakili Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Lisnalela Sudarno Eddi. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Bupati Pringsewu Hadiri Wisuda Perdana Akbid Alifa

PRINGSEWU - Peningkatan kesejahteraan wanita merupakan salah satu bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang diupayakan melalui peningkatan kesehatan. Hal tersebut merupakan suatu hal yang krusial bagi kaum wanita.

Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH   dalam sambutannya saat menghadiri wisuda perdana Akademi Kebidanan (Akbid) Alifa Pringsewu di kampus perguruan tinggi tersebut di Sidoharjo, Pringsewu, Selasa (9/11).

Menurut Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi,  seorang tenaga kesehatan, utamanya seorang bidan,  tidak hanya memberikan peningkatan kesehatan bagi kaum wanita, akan tetapi mereka juga ikut mencerdaskan kaum wanita dan masyarakat  dengan menanamkan pengetahuan, kepercayaan serta kemampuan menghargai diri sendiri.

Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November2010                                                   4                                        Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November2010                                                   5                                     
 
“Maka dari itu, saya berpesan kepada para lulusan Akbid Alifa untuk senantiasa berusaha menjadi tenaga kebidanan yang berkualitas, baik dalam tingkat pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, serta mampu bersikap santun dan sesuai dengan kode etik,” ujarnya.


Lebih lanjut Pj Bupati berharap agar para wisudawan jangan cepat berpuas diri, namun senantiasa terus belajar dan menuntut ilmu.

“Sehingga para lulusan Akbid Alifa dapat menjadi tenaga bidan yang berkualitas, serta dapat diandalkan oleh masyarakat” pungkasnya.

Hadir dalam acara wisuda perdana Akbid Alifa Pringsewu tersebut, Asisten II Setdakab Pringsewu Drs.H.Gatot Susilo, MM, jajaran Forkorpimda Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus, para pejabat Pemkab Pringsewu,  Pemkab Tanggamus, serta Pemkab Pesawaran. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 08 November 2010

Sertijab Camat Sukoharjo & Gadingrejo


PRINGSEWU - Alih tugas dalam romantika kehidupan birokrasi merupakan suatu proses yang alami dan menjadi kebutuhan bagi setiap organisasi baik swasta maupun pemerintahan.
Melalui proses ini, pegawai akan merasakan tantangan dan beban tugas yang berbeda serta memperkaya pengalaman bertugas di lingkungan kerja yang variatif., dengan harapan  terjadinya peningkatan kinerja dan prestasi organisasi.

Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat acara serah terima jabatan (sertijab) dan temu pamit antara Camat Sukoharjo yang lama Drs.Sunargianto, M.Pd kepada camat yang baru Edi Sumber Pamungkas, S.Sos di aula Balai Desa Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo, Senin (8/11).

Dikatakan Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, secara prinsip orang yang tepat harus ditempatkan pada tempat dan waktu yang tepat. 
"Dari sudut pandang inilah proses mutasi harus kita lihat," katanya.
Selanjutnya, Pj Bupati Sudarno Eddi juga berpesan kepada Camat Sukoharjo yang baru agar segera melakukan komunikasi, koordinasi dan konsolidasi dengan segenap aparat pemerintahan di kecamatan dan pekon (desa), serta senantiasa membangun koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten, baik dalam pemberdayaan masyarakat, penyelenggaraan ketertiban dan ketentraman umum.
"Berikan kesan pertama yang menarik baik di mata bawahan maupun masyarakat umum, dan jangan sampai terjadi mis-komunikasi karena hanya akan berakibat tidak baik bagi lingkungan kerja," katanya lagi.

Mengenai realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),  lanjut Pj Bupati, kepada Camat baru untuk lebih giat dalam melakukan pencapaian target, dengan menunjukkan prestasi yang baik dalam pencapaian target PBB tersebut, serta mengoptimalkan dan mendayagunakan
aparat yang ada guna membantu dan mendukung kelancaran tugas, termasuk aparat pemerintah pekon, karena  hal tersebut merupakan tugas camat untuk membina pekon, untuk mendukung kelancaran aktivitas terutama pelayanan masyarakat dalam mendukung terciptanya iklim pemerintahan yang  transparan.                                                                   "
"Kepada Isteri Camat saya berpesan agar mendukung kiprah suami dalam menunaikan tugas-tugasnya serta melanjutkan kiprah Tim Penggerak PKK Kecamatan yang telah berjalan dalam meningkatkan kualitas hidup kaum perempuan. Pandai-pandailah menempatkan diri di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga citra dan wibawa TP PKK," ujarnya.

Setelah melaksanakan acara sertijab di Kecamatan Sukoharjo, Pj Bupati Pringsewu  H.Sudarno Eddi, SH, MH  juga menghadiri acara sertijab antara Camat Gadingrejo yang lama Drs.Nang Abidin Hasan kepada Camat Gadingrejo yang baru Drs.H.Ananto Pratikno, MM  di aula GSG Kecamatan Gadingrejo.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Camat Gadingrejo yang lama Nang Abidin Hasan atas prestasinya yang telah berhasil mengkondisikan masyarakatnya, sehingga Pemkab Pringsewu berhasil mendapatkan tanah hibah untuk lokasi perkantoran seluas 46,317 hektar di kecamatan setempat.
"Kaitan  dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pringsewu, Kecamatan Gadingrejo, sebagai lokasi perkantoran pemda yang saat ini sedang dilakukan proses  pembangunannya, saya minta saudara camat untuk bisa lebih mengkondusifkan masyarakat agar dapat terus sejalan dengan pemerintah dan berperan aktif dalam pembangunan perkantoran yangsedang dilaksanakan," harapnya.

Dalam kesempatan sertijab yang dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Drs.H.Zulkifli Maliki, asisten I Bidang Pemerintahan H.Firman Muntako, SE, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs.H.Gatot Susilo, MM, Kabag Humas dan Protokol Setkab Pringsewu Dra.Dyah Murniati Fitri dan jajaran Pemkab Pringsewu serta jajaran Forkorpimcam kecamatan setempat,  Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Lisnalela Sudarno Eddi juga melantik Ketua TP-PKK masing-masing kecamatan. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)






||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Rabu, 03 November 2010


Parpol Harus Perjuangkan Kepentingan Masyarakat

PRINGSEWU - Dalam negara demokrasi, kekuasaan berada di tangan rakyat. Oleh karena itu, seluruh tujuan, arahan, dan rumusan kebijakan bernegara pada hakikatnya harus diciptakan dalam rangka mewujudkan kepentingan rakyat.
Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam kata sambutannya saat menghadiri acara ulang tahun Partai Amanat Nasional (PAN) di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kabupaten Pringsewu di Pringsewu, Kamis (4/11).

Dikatakan Pj Bupati, partai politik (parpol)
Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November 2010                                                2                                        Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November 2010                                                3                                       

 
 sebagai salah satu elemen bangsa harus  memahami, mewadahi, serta menyampaikan kebutuhan dan kepentingan publik, serta berusaha memperjuangkannya ke lembaga yang melaksanakan pemerintahan, yakni lembaga eksekutif, legislatif,  dan yudikatif. 

”Selama 12 tahun berkarya, PAN telah berhasil merebut simpati rakyat, yang dibuktikan dari banyaknya kader dan simpatisan PAN di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Pringsewu,” katanya. 

Simpati  tersebut, kata Pj Bupati Sudarno Eddi, tidak muncul begitu saja, melainkan karena niat masyarakat. 

“Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Pringsewu, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi PAN dalam membangun Kabupaten Pringsewu, dan kedepan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pingsewu dan PAN akan selalu terpelihara dengan baik,” pungkasnya. (*/Isnanto Haspara, A.Md)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Program KB Untuk Peningkatan Kualitas Keluarga

PRINGSEWU - Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program yang krusial, karena menyangkut kesejahteraan keluarga. Dengan hakikat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga terutama kesehatan ibu dan anak yang  bertujuan untuk meningkatan kualitas kehidupan keluarga, program ini dimaksudkan agar kedepan bangsa Indonesia memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai serta mampu melakukan percepatan pembangunan diberbagai bidang.

Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat membuka rapat pengendalian program KB se Provinsi Lampung di auditorium Rumah Sakit (RS) Mitra Husada, Pringsewu, Kamis (4/11).

Dikatakan Pj Bupati Kabupaten Pringsewu Sudarno Eddi, wilayah Pringsewu sendiri, dengan kondisi topografis, geografis, dan sosial budaya yang majemuk, memiliki masyarakat yang  mudah diajak ikut serta dalam membangun dan menciptakan lingkungan yang kondusif guna melaksanakan berbagai aspek kegiatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan yang lebih baik, guna  mewujudkan keluarga berkualitas dengan membentuk keluarga kecil yang nyaman dan damai.

“Dengan kondisi tersebut, berbagai kegiatan pelaksanaan program KB di Kabupaten Pringsewu selama tahun anggaran 2010 dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, guna meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan keluarga dan ketahanan keluarga dalam mengembangkan usaha ekonomi keluarga, di Kabupaten Pringsewu terdapat 50 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dan 101 kelompok panca bina yang tersebar di seluruh kecamatan,” katanya.

Perjuangan mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera melalui pelaksanaan program KB Nasional, kata Pj Bupati Sudarno Eddi, dalam perkembangannya mengalami fluktuasi terutama dengan terjadinya pergeseran sistem pemerintahan menuju otonomi daerah.

“Dampak nyata dari pelaksanaan otonomi daerah tersebut, antara lain adalah terapresiasinya Petugas Lapangan Keluarga Berencana Nasional (PKB dan PLKB), serta berkurangnya jumlah pengelola dan pengendali program di tingkat kecamatan yang disebabkan adanya mutasi dan  pengalihan tugas,”  ujarnya.

Menyadari hal tersebut, lanjut Sudarno Eddi, di Kabupaten Pringsewu telah dibentuk suatu wadah organisasi profesi yang bernama Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB).
“Khususuntuk keluarga IPeKB, saya minta untuk selalu melaksanakan program KB dengan memperhatikan sudut pandang budaya serta adat istiadat  setempat,” tandasnya.
 
Sementara itu Kepala BKKBN Provinsi Lampung Abdul Kadir mengatakan di Provinsi Lampung terdapat 1.040.000 peserta KB aktif yang didominasi pil dan suntik.
"Sedangkan dari 14 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Lampung, beberapa kabupaten dan kota telah memenuhi target peserta KB, yaitu secara berurutan masing-masing Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tulangbawang, Kota Bandar Lampung, dan Kabupaten Tanggamus," ungkapnya.

Acara rapat pengendalian program KB se Provinsi Lampung yang digelar di Kabupaten Pringsewu untuk kali pertama tersebut diikuti sebanyak 120 peserta dari 14 kabupaten dan kota serta provinsi, dan dihadiri pula ejumlah pejabat Pemkab Pringsewu dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Drs.FX Siman.
Dalam kesempatan tersebut Pj Bupati Kabupaten Pringsewu Sudarno Eddi juga mengukuhkan kepengurusan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Pringsewu. (*/Isnanto Hapsara, A.Md)



||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Sosialisasi PUAP Kabupaten Pringsewu 2010

WATES - Badan Pusat Statistik  (BPS) pada tahun 2009 telah mengeluarkan data bahwa sekitar 70 % penduduk di Kabupaten Pringsewu bergerak di sektor pertanian, dan sebagian besar adalah  petani dan buruh tani yang tinggal di perdesaan yang masih memerlukan bimbingan untuk mengakses permodalan, teknologi dan pasar.   Bercermin dari kondisi demikian, berbagai program penanggulangan kemiskinan telah dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan tersebut dimana  salah satunya adalah dengan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) yang diluncurkan melalui Kementerian  Pertanian yang  merupakan bagian integral dari Program Nasional  Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) yang dikoordinasikan oleh Menkokesra.

Demikian diungkapkan Penjabat (Pj)  Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki, yang didampingi Asisten II  Sekretariat Kabupaten (Setkab)  Pringsewu Drs.H.Gatot Susilo, MM saat membuka sosialisasi program PUAP 2010 di  Gedung Laboratorium Pertanian Wates, Kabupaten Pringsewu, Kamis (4/11).

Dikatakan Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, PUAP merupakan bentuk fasilitas bantuan modal usaha untuk para petani dan anggota kelompok tani, baik petani penggarap, buruh tani, maupun rumah tangga petani yang dikoordinasikan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

"Pelaksanaan program PUAP di Kabupaten Pringsewu pada tahun 2008 masih tergabung dengan Kabupaten Tanggamus, yaitu sebanyak 15 Gapoktan di 5 kecamatan dan 15 pekon (desa, red), kemudian pada tahun 2009  mulai dilaksanakan secara terpisah dari Kabupaten Tanggamus, yakni hanya 1 Gapoktan di Pekon Tegalsari, Kecamatan Gadingrejo,  dan tahun 2010 ini Pringsewu  mendapatkan  alokasi  15 Gapoktan  yang berada di 15 pekon di  8  kecamatan,”  ungkapnya.

Indikator keberhasilan yang ingin dicapai dari program PUAP tersebut, kata Pj Bupati,  diantaranya adalah pemahaman, peningkatan kualitas, efektifitas, efisiensi, dan produktifitas, kemudian  berkembangnya usaha agribisnis dan usaha ekonomi rumah tangga petani anggota kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan, berfungsinya Lembaga Keuangan Mikro (LKM) sebagai unit usaha permodalan Gapoktan di perdesaan yang dikelola oleh petani, serta berkurangnya jumlah petani miskin dan pengangguran di perdesaan.

“Jenis usaha agribisnis yang dapat memperoleh dukungan bantuan dana BLM PUAP meliputi seluruh kegiatan usaha agribisnis modern, dari pengadaan dana produksi hingga pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, dimana dalam pelaksanaannya, penyaluran dana dikelola langsung oleh Gapoktan  yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di pekon-pekon lokasi PUAP,”  ujarnya.

Keberhasilan pelaksanaan program PUAP  ini,  sambung Pj Bupati, akan sangat ditentukan oleh kesungguhan, kemampuan, dan partisipasi aktif para petani pelaksana program.

“Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh anggota Gapoktan pelaksana PUAP agar senantiasa memegang amanah untuk secara bersungguh-sungguh melaksanakan usaha tersebut,” harap bupati.
Ditambahkan Pj Bupati Pringsewu, keberhasilan peserta PUAP ini merupakan refleksi dari keberhasilan  semua pihak yang akan membawa dampak yang luas pada perkembangan ekonomi perdesaan dan kesejahteraan masyarakat secara umum.

“ Karenanya, kepada  tim teknis PUAP kabupaten, kecamatan, dan pekon, serta para angota komite pengarah, dan juga para camat dan kepala pekon, agar secara aktif membina dan mengarahkan pelaksanaan program PUAP ini, supaya dapat dicapai hasil yang optimal, dan pada tahun 2011 mendatang  kita bisa berharap mendapat kucuran dana dengan jumlah minimal sama dengan kabupaten induk,” pungkasnya. (*/Isnanto Hapsara, A.Md) 
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 02 November 2010


GAPENSI  Diminta Jalin Kebersamaan Membangun  Daerah

SUKOHARJO
   Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /Oktober2010                                                                 2                                          Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /Oktober2010                                                                          3                                       

 
   Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November2010                                              2                                              Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November2010                                                3                                      

 
Gabungan  Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI)  diharapkan bisa menjadi asosiasi yang profesional, handal, berkualitas, serta berdaya saing, sekaligus bisa meningkatkan kebersamaan  untuk membangun daerah.

Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutannya yang dibacakan  oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu  Drs.H.Zulkifli Maliki,  saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) GAPENSI Kabupaten Pringsewu yang pertama di Hotel Bukit Sarinongko, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, Rabu (3/11).

Dikatakannya, GAPENSI kali ini tidak hanya bersaing untuk mendapatkan proyek pasar, terminal ataupun proyek besar lainnya, namun  harus  juga bisa ikut mengolah potensi yang ada dengan sumber daya yang tersedia.
“Kualitas SDM juga merupakan kunci keberhasilan dalam suatu pekerjaan, diikuti dengan kejujuran personalnya dalam mengatasi  pesatnya kemajuan pembangunan pada saat ini, disamping profesionalitas yang tinggi dari GAPENSI sendiri hendaknya menjadi motivator  dalam menyikapi keluhan dan tanggapan masyarakat,” katanya.

Selanjutnya Pj Bupati Pringsewu melalui Sekkab Pringsewu berharap Muscab GAPENSI Kabupaten Pringsewu yang pertama tersebut bisa berjalan secara demokratis, jujur sehingga dapat memberikan pengaruh positif bagi kemajuan GAPENSI ke depan.
Muscab I GAPENSI Pringsewu yang juga dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Pringsewu Drs.H.Gatot Susilo, MM beserta sejumlah jajaran Pemkab dan Fokorpimda Pringsewu,  Ketua GAPENSI Provinsi Lampung Iskandar Hartawi dan sejumlah pengurus GAPENSI kabupaten/kota  tersebut juga memilih H.Beno Bambang sebagai ketua umum, Drs.Indra Paramayogi sebagai sekretaris, serta Ira Dyah Palupi sebagai bendahara. (*/Isnanto Hapsara, A.Md)



||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pelantikan Pengurus HIPMI Kab. Pringsewu


Kebijakan Politik & Ekonomi
Ada Keterkaitan Erat



PRINGSEWU - Ketidakstabilan dunia usaha saat ini merupakan tantangan bagi pelaku ekonomi untuk cepat beradaptasi dengan perubahan, dalam rangka mendekatkan pelayanan public, sekaligus untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah.
Untuk itu diperlukan adanya peran aktif dari seluruh stakeholders, termasuk mereka yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). 


Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat pelantikan pengurus HIPMI Kabupaten Pringsewu di Hotel Balong Kuring Cottage, Pringsewu, Selasa (2/11).

Dikatakan Pj Bupati Sudarno Eddi, merupakan sebuah langkah tepat dan cerdas dalam menciptakan bangsa ini menjadi lebih maju dan memiliki nilai dedikasi yang tinggi,  dengan melahirkan manusia-manusia yang berpotensi dan berkualitas.

“HIPMI merupakan salah satu organisasi yang mampu mendobrak sektor pembangunan disegala bidang, karenanya saya percaya saudara-saudara sekalian dapat mengembangkan ilmu dan keterampilan yang dimiliki dalam membangun Kabupaten Pringsewui lebih baik lagi,” katanya.


Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam menghadapi dan menyikapi perkembangan dunia usaha saat ini dan masa mendatang, kata Pj Bupati, antara lain adalah keterkaitan yang erat antara kebijakan politik dengan kebijakan ekonomi, yang pada akhirnya akan mempengaruhi iklim dunia usaha.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Pringsewu menyambut baik atas terbentuknya HIPMI Kabupaten Pringsewu,” ujarnya.

Menurut Pj Bupati Pringsewu,
   Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November2010                                              4                                              Doc/Humas dan Protokol/Pemkab Pringsewu /November2010                                                5                                      

 
HIPMI Kabupaten Pringsewu, diharapkan dapat merumuskan program kerja ke depan dan sekaligus mengevaluasi terhadap pelaksanaan program kerja periode sebelumnya.

“Pengurus HIPMI diharapkan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi dunia usaha saat ini yang penuh dengan kompetisi,  yang tentunya menuntut pelaku usaha melakukan inovasi, perbaikan system,  dan mampu melihat peluang, sehingga tetap dapat eksis dan berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua HIPMI Provinsi Lampung Rachmad Mirzani Djausal dalam kesempatan tersebut mengatakan, Pringsewu merupakan sebuah kota satelit  bagi wilayah selatan dan barat Provinsi Lampung yang cukup maju.

“Jadikan Pemerintah Daerah setempat sebagai mitra para pengusaha  demi kemajuan usaha sekaligus kemajuan  pembangunan Pringsewu,” katanya.
Dalam sambutannya, Ketua HIPMI Kabupaten Pringsewu Hendri Irawan, ST mengatakan sinkronisasi program-program Pemda Kabupaten Pringsewu dengan HIPMI perlu dilakukan sebagai upaya mendukung gerakan pemikiran HIPMI untuk menciptakan 1000 entrepreneur muda di Kabupaten Pringsewu.

“Hal ini sangat penting, terlebih Pringsewu adalah wilayah satelit orbitrasi perdagangan dan pendidikan di Lampung bagian selatan dan barat,”  ujarnya.

Para pengurus HIPMI Kabupaten Pringsewu yang dilantik oleh Ketua Umum Badan Pengurus Daerah HIPMI Provinsi Lampung Rachmad Mirzani Djausal tersebut, diantaranya sebagai Ketua Hendri Irawan, ST, Sekretaris Dwi Pribadi, S.Sos, serta Bendahara Wahyu Wulandari, S.IP. 
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa bersama sejumlah anggota DPRD setempat, sejumlah pejabat Pemkab Pringsewu, Sekretaris HIPMI Provinsi Lampung MA Imam Santoso, Ketua PHRI Lampung Handitya Narapati SZP, serta para pengusaha muda yang di Kabupaten Pringsewu. (*/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>