Subscribe:

Kamis, 21 Oktober 2010

Rapat Paripurna Penyampaian KUA-PPS

Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH menyerahkan dokumen KUA-PPS kepada Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Ilyasa seusai rapat parpurna Jumat (22/10).
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pringsewu, Kabupaten Mini Kaya Potensi

Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu dari 14 daerah otonom kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Lampung.
Kabupaten Pringsewu dimekarkan dari induknya Kabupaten Tanggamus setelah melalui proses perjalanan panjang yang berliku-liku.
Berdasarkan Undang-undang (UU) No.48 tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Pringsewu di Provinsi Lampung, akhirnya Kabupaten Pringsewu diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri H.Mardiyanto pada tanggal 3 April 2009 di gedung Sasana Bakti Praja, Jakarta, sekaligus pelantikan Penjabat Bupati Pringsewu pertama Ir.H.Masdulhaq.

Kabupaten Pringsewu yang beribukota di Kota Pringsewu, terdiri dari 8 kecamatan yakni Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, Pardasuka, Sukoharjo, Gadingrejo, Banyumas, Adiluwih, dan Kecamatan Ambarawa, serta terdiri atas 96 desa dan 5 kelurahan.
Dengan luas wilayah 625 kilometer persegi, dan jumlah penduduk sebesar 368.318 jiwa (sesuai data dalam UU No.48/2008), Kabupaten Pringsewu boleh dikatakan merupakan kabupaten mini dengan penduduk yang cukup padat. Bahkan, dari segi luas wilayah, saat ini  Kabupaten Pringsewu merupakan Kabupaten Terkecil di Provinsi Lampung.


Kabupaten Pringsewu yang berjarak 38 kilometer dari Kota Bandar Lampung sebagai ibukota Provinsi Lampung, mempunyai potensi yang sangat bagus di bidang perekonomian dan jasa, yang saat ini juga menjadi salah satu penggerak utama roda perekonomian Pringsewu.

Di pusat ibukota Kabupaten Pringsewu, terdapat sedikitnya 4 buah pasar yang melayani kebutuhan warga kota dan sekitarnya, yaitu masing-masing Pusat Perbelanjaan Pringsewu (Pasar Induk Pringsewu), Pasar Sarinongko, Pasar Pagi, dan Pasar Baru, serta terdapat 8 pasar kecamatan yang tersebar di setiap ibukota kecamatan, dan sejumlah pasar desa.
Selain itu, sejumlah toko swalayan banyak tersebar di seluruh sudut kabupaten, termasuk sebuah Mal yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian segera berdiri megah di kota ini yang akan menambah maraknya sektor perekonomian di Pringsewu.

Di sektor perbankan, saat ini Pringsewu merupakan kota yang mempunyai lembaga bank terbanyak kedua di Provinsi Lampung setelah Kota Bandar Lampung, yang mencapai belasan bank, belum termasuk sejumlah bank yang berada di beberapa ibukota kecamatan.
Begitu pula di sektor pendidikan, tersedia mulai tingkat Paud hingga perguruan tinggi, beberapa perguruan tinggi yang ada di Pringsewu diantaranya STKIP, STIE, STIKES, Akademi Kebidanan (AKBID), Akademi Keperawatan (AKPER) Muhammadiyah yang akan segera menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMP), Akademi Teknologi Pringsewu (ATP), , AMIK DCC, AKBID Alifa, STIKES Aisyah,  STMIK Pringsewu, serta Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pringsewu..

Di bidang kesehatan, selain terdapat puskesmas dan puskesmas pembantu di kecamatan dan desa, rumah bersalin dan klinik, Pringsewu juga memiliki 1 buah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu, dan 4 buah RS Swasta, yaitu RS Wisma Rini, RS Surya Asih, RS Mitra Husada, serta RS Mutiara Hati.

Di bidang pertambangan, beberapa potensi yang dimiliki Pringsewu diantaranya Silica yang berada di Kecamatan Sukoharjo dan Pringsewu, Andesit yang banyak tersebar di Kecamatan Gadingrejo dan Pardasuka, Diorit yang berada di Kecamatan Gadingrejo, Pasir, Sirtum dan Batu Belah yang tersebar di Kecamatan Gadingrejo, Sukoharjo, dan Pardasuka.

Di bidang perkebunan dan pertanian, total padi organik Pringsewu mencapai 450 ton/tahun, kemudian meskipun tidak terlalu luas, terdapat perkebunan Kakao di Kecamatan Pardasuka, kelapa sawit bermitra dengan PTPN VII seluas 600 hektar di Pagelaran, Aduluwih, Sukoharjo dan Gadingrejo, serta komoditas kelapa. Bahkan, saat ini telah dikembangkan pula perkebunan tembakau virginia di Kecamatan Pagelaran, yang merupakan pola kemitraan antara masyarakat dengan salah satu industri rokok terbesar di Indonesia.
Di bidang perikanan, Pringsewu merupakan sentra produksi perikanan darat di Provinsi Lampung dengan produksi 750,50 ton/tahun, serta industri ringan dan kerajinan, berupa manik-manik, anyaman bambu, makanan ringan, hingga industri batu bata dan genteng yang sudah terkenal hingga luar Lampung.


Salah satu penunjang perekonomian, kabupaten yang saat ini dipimpin oleh Penjabat Bupati H.Sudarno Eddi, SH, MH  dan Sekretaris Kabupaten Drs.H.Zulkifli Maliki, juga menyimpan potensi lain, yakni bidang pariwisata, yang sudah maupun yang belum tergali.

Di kota ini terdapat makam salah satu Pahlawan Lampung asal Pringsewu yaitu KH Ghalib yang banyak dikunjumgi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia, serta Gua Maria Padang Bulan, yang merupakan salah satu tempat wisata religius terkenal di Indonesia.
Untuk akomodasi, telah tersedia sejumlah hotel dan cottage dengan fasilitas hotel berbintang. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pansus Asset DPRD Tanggamus Kunjungi Pringsewu
PRINGSEWU - Pringsewu yang merupakan Daerah Otonom Baru (DOB) yang dibentuk berdasarkan UU No. 48 tahun 2008 sebagai  hasil pemekaran dari Kabupaten Tanggamus,  sangat menyadari pentingnya bimbingan dan bantuan dari kabupaten induk guna dapat tumbuh menjadi suatu kabupaten yang mandiri, maju, dan sejahtera. Untuk itu,  dibutuhkan kedekatan  antara kabupaten pemekaran dengan kabupaten induk.
Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu Hi.Sudarno Eddi, SH, MH saat menerima kunjungan Panitia Khusus (Pansus) penyerahan asset Kabupaten Pringsewu DPRD Kabupaten Tanggamus di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Kamis (21/10).


Dikatakan Pj Bupati Sudarno Eddi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu  menyambut baik kedatangan  Pansus DPRD Kabupaten Tanggamus  di Pringsewu guna bersilaturahmi sekaligus membahas mengenai pelimpahan aset Kabupaten Tanggamus yang ada di wilayah Kabupaten Pringsewu.
“Semoga kunjungan ini dapat menjadi langkah positif bagi kita semua untuk menyatukan pikiran, serta menghimpun tenaga dan kerjasama, guna memberikan yang terbaik kepada masyarakat Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus,” katanya.
Dikatakan Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, asset merupakan sarana utama dalam pelaksanaan pembangunan dan mutlak dibutuhkan dalam pelaksanaan program-program pembangunan, terutama  bagi sebuah Daerah Otonomi Baru (DOB), karena terlambatan pengalihan asset akan berdampak terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.
“Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kehadiran Pansus DPRD Kabupaten Tanggamus ini akan mempercepat proses pengalihan dan pelimpahan asset serta dokumen  dari Kabupaten Tanggamus kepada Kabupaten Pringsewu, apalagi  UU No. 48 Tahun 2008 mengamanatkan bahwa penyelesaian asset merupakan salah satu prioritas penilaian perkembangan Daerah Otonom Baru (DOB), kendatipun  penyerahan asset dan dokumen, serta pengelolaannya tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena banyak tata cara dan prosedur yang harus dilalui, dimana data-data mengenai asset juga harus valid dan perlu  dicermati terlebih dahulu,”  ujarnya.
Untuk itu, lanjut Pj Bupati, kepada seluruh satuan kerja  terkait di Kabupaten Pringsewu agar selalu  dapat berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Tanggamus.
“Dengan demikian tidak akan terjadi tumpang tindih data dan kemungkinan kesalahan data, sehingga kedepan tidak akan  menimbulkan permasalahan terkait pelimpahan asset tersebut,”  pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pansus penyerahan asset DPRD Kabupaten Tanggamus Ir.Najmi Damsyik menegaskan  Kabupaten Tanggamus tidak akan mempersulit penyerahan dan pelimpahan asset Kabupaten Tanggamus yang ada di wilayah Kabupaten Pringsewu kepada Kabupaten Pringsewu.
“Kabupaten Tanggamus akan mempermudah  penyerahan dan pelimpahan asset tersebut,  dengan catatan  melalui mekanisme yang berlaku, karena kami tidak akan gegabah guna menghindari timbulnya permasalahan  kelak di kemudian hari,” tegasnya.
Terkait belum diserahkannya BPKB atau surat-surat kendaraan dinas baik roda dua maupun roda empat yang mengakibatkan  belum dibayarkannya pajak kendaraan maupun perpanjangan STNK,  bila pansus dapat bekerja dengan cepat, segera akan kami serahkan, atau jika belum, sementara akan diberikan surat keterangan terlebih dahulu,” katanya.
Dikatakan Najmi Damsyik, Pringsewu merupakan kabupaten terkecil di Provinsi Lampung dari segi luas wilayah, dan bahkan terkecil nomor dua di Indonesia setelah Kabupaten Magetan di Provinsi Jawa Timur.
“Namun demikian, Kabupaten Pringsewu merupakan daerah yang maju serta memiliki potensi yang sangat bagus di bidang perekonomian,” ujarnya.
Selain ketua pansus Najmi Damsyik, hadir dalam kesempatan tersebut, sejumlah anggota Pansus DPRD Kabupaten Tanggamus diantaranya Ir.Achmadi Sumaryanto, H.Hatibi Jamal, dan beberapa legislator Tanggamus lainnya. Dari Kabupaten Pringsewu, diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Ilyasa, Wakil Ketua DPRD Drs.FX.Siman dan Stiyono beserta anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, asisten I Setdakab Pringsewu H.Firman Muntako, SE, Asisten II Drs.H.Gatot Susilo, MM, Asisten III H.Syahlulsyah, SH, MH, para kepala 
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Pringsewu, dan  para stakeholder.

 
 Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi beserta Ketua dan Wakil Ketua serta anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, rombongan Pansus DPRD Kabupaten Tanggamus, dan jajaran Pemkab Pringsewu juga meninjau sejumlah asset Kabupaten Tanggamus yang ada di wilayah Kabupaten Pringsewu yang akan diserahkan kepada Kabupaten Pringsewu, diantaranya sebidang tanah yang akan dijadikan lokasi calon Kantor Samsat Kabupaten Pringsewu di Pringsewu Timur, RSUD Pringsewu di Pringsewu Selatan, serta sejumlah asset lainnya. Disepakati pula bahwa untuk lebih mempercepat kerja pansus, akan dibentuk tim yang akan meneliti semua asset yang berada di 8 kecamatan se-Kabupaten Pringsewu. (*)


||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 19 Oktober 2010

Pemkab Akan Ubah Wajah Ibukota Kabupaten

PRINGSEWU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu bertekad merubah wajah ibukota Kabupaten Pringsewu dari yang semula hanya berstatus sebagai ibukota kecamatan menjadi lebih cantik dan representatif.
Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat memimpin rapat koordinasi (rakor) bulanan yang diikuti seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Rabu (20/10).

Menurut Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, merubah wajah sebuah kabupaten baru tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan, karena mesti dilakukan secara matang dan bertahap.
"Perlu tahapan-tahapan karena tidak mungkin dapat dilakukan secara cepat, atau memerlukan proses waktu yang cukup lama," katanya.

Saat ini, kata Pj Bupati yang juga didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki, Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab H.Firman Muntako, SE, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs.H.Gatot Susilo, MM, serta Asisten III Bidang Administrasi Umum H.Syahlulsyah, SH, MH, sudah mulai tampak adanya perubahan pada wajah ibukota Kabupaten Pringsewu, dimana saat ini kondisi Kota Pringsewu sebagai ibukota Kabupaten Pringsewu terlihat lebih indah.
Hal tersebut ditandai dengan dipasangnya sejumlah lampu hias yang menghiasi beberapa sudut kota, serta adanya tanaman hias yang ditanam dalam vas (pot) bunga di sepanjang ruas jalan protokol Kota Pringsewu.
"Sebagai tahap awal baru terdapat sejumlah vas bunga di pinggir jalan raya untuk memberikan contoh agar setiap satker dan masyarakat umum dapat juga mengikuti jejak langkah tersebut guna mempercantik wajah ibukota Kabupaten Pringsewu," ujarnya.

Lebih lanjut Penjabat Bupati Pringsewu berharap agar setiap tanaman bunga tersebut dapat dirawat dan dijaga keberadaannya oleh masing-masing satuan kerja yang menanamnya.
"Secara khusus saya juga meminta pihak Satuan Polisi Pamong Praja untuk dapat menurunkan personilnya untuk secara rutin melakukan penyiraman terhadap tanaman-tanaman bunga yang sudah ada disejumlah sudut kota," harap bupati.

Namun demikian, Pj Bupati Sudarno Eddi meminta upaya untuk mempercantik wajah Kabupaten Pringsewu tidak hanya dilakukan di pusat ibukota kabupaten saja, melainkan dilakukan di setiap kecamatan-kecamatan yang ada di wilayah Pringsewu.
"Kepada para camat dan kepala pekon (kepala desa, red) agar senantiasa menggerakkan warganya untuk dapat bergotong royong dalam upaya menciptakan keindahan, kesejukan  maupun kenyamanan di Kabupaten Pringsewu," pungkasnya. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Percantik Wajah Kota

Guna  mempercantik wajah ibukota Kabupaten Pringsewu, Pemkab Pringsewu melakukan pemasangan lampu hias di sejumlah lokasi, seperti  halnya di Tugu Bambu  yang berada di jantung Kota Pringsewu ini.
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>


Bupati Tinjau Sejumlah Potensi Di Pagelaran

PAGELARAN – Kabupaten Pringsewu sebagai salah satu dari 14 daerah otonom kabupaten kota di Provinsi Lampung, memiliki sejumlah potensi unggulan, yang bila dikembangkan lebih lanjut dapat meningkatkan PAD. Dari 8 kecamatan yang ada di Pringsewu, salah satunya adalah Kecamatan Pagelaran, yang sejak dahulu sudah terkenal sebagai lumbung perikanan darat di Provinsi Lampung.

Guna melihat lebih dekat sejumlah potensi yang ada di wilayahnya, Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu, Selasa (19/10) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kecamatan Pagelaran.



Dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Pagelaran tersebut, Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi yang didampingi Asisten I Firman Muntako, Asisten II Gatot Susilo, Asisten III Syahlulsyah, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Pringsewu Junaidi Hasyim, Kadis Perikanan dan Peternakan  Dudi Mashardi, Kadis Kesehatan Endang Budiati, Kepala Bappeda Hotman Atiek, Kepala Kantor Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Perikanan Dencik Ibrahim, Camat Pagelaran Edi Sumber Pamungkas dan jajaran uspika,  serta sejumlah pejabat eselon III dan IV lainnya berkesempatan meninjau sejumlah lokasi kolam budi daya perikanan milik warga, serta lokasi perkebunan tembakau Virginia di Pekon (Desa) Panutan. 


Perkebunan tembakau Virginia tersebut merupakan salah satu bentuk pola kemitraan antara petani tembakau dengan salah satu perusahaan industri rokok PT.HM.Sampoerna.
Setelah meninjau perkebunan tembakau, Pj Bupati Sudarno Eddi dan rombongan berkesempatan melihat proses pembuatan kompos di Rumah Kompos Kelompok Tani Puji Sutrisno Pekon Pagelaran.


Menurut Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Pringsewu tersebut, akan dikembangkan lebih lanjut yang nantinya diharapkan akan menjadi potensi unggulan.
“Potensi yang cukup berlimpah tersebut tentunya dapat menjadi salah satu sumber PAD yang pada gilirannya akan meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pada akhir kunjungan kerja di Kecamatan Pagelaran tersebut, Pj Bupati Pringsewu beserta jajaran Pemkab Pringsewu melakukan peninjauan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Pagelaran.


Pada hari yang sama, sebelumnya Pj Bupati Pringsewu juga menghadiri acara silaturahmi jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Pringsewu di Pendopo Kabupaten Pringsewu, yang juga dihadiri Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa dan Wakil Ketua DPRD Pringsewu FX Siman, serta seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz Untung. (*)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Sabtu, 16 Oktober 2010

Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Pelantikan Muslimat Siger Maghfiroh Pringsewu


Dihadiri Mama Dedeh Pukau Puluhan Ribu Jemaah


Pj Bupati Bangga Terbentuknya
Siger Maghfiroh Pringsewu

PRINGSEWU – Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH mengaku  bangga atas terbentuknya kepengurusan Muslimat Siger Maghfiroh di Kabupaten Pringsewu.
Sebab, keberadaan Siger Maghfiroh ini bisa membawa pencerahan bagi peningkatan kualitas keimanan kaum Ibu di Kabupaten Pringsewu,  sehingga nantinya dapat membimbing generasi muda Pringsewu menjadi generasi beriman, berakhlak mulia, berpengetahuan,  serta memiliki kualitas yang kompetitif.

Hal tersebut dikatakan H.Sudarno Eddi saat memberikan kata sambutan saat acara pengukuhan dan pelantikan pengurus  Muslimat Siger Maghfiroh (MSM) Kabupaten Pringsewu oleh Ketua MSM Provinsi Lampung Hj Truly Sjachroedin ZP di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Minggu (17/10).

Dikatakan H.Sudarno Eddi, dengan adanya generasi muda Pringsewu seperti itu, ia optimis akan terjadi kemajuan pembangunan yang pesat di Bumi Jejama Secancanan tersebut.

Dengan adanya kelompok pengajian ini, kata dia, maka berarti telah bertambah satu lagi yang akan membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu dalam membangun mental dan spiritual masyarakat.

“Oleh karenanya, apapun yang diusulkan untuk kemajuan kelompok ini,  Pemda Kabupaten Pringsewu akan merespon dengan baik, sebab secara tidak langsung akan memberikan warna positif di masyarakat” katanya.

Lebih lanjut, H.Sudarno Eddi berharap kepada pengurus MSM Kabupaten Pringsewu,  dapat mengemban amanah dan melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya sesuai dengan apa yang ada di AD/ART.



Dalam sambutannya, Ketua Muslimat Siger  Maghfiroh  (MSM) Provinsi Lampung Hj.Truly Sjachroedin berharap DPD MSM Kabupaten Pringsewu dapat lebih berperan dan berkiprah dalam membangun umat, serta mendukung  setiap program pembangunan di Kabupaten Pringsewu. 


"Muslimat Siger Maghfiroh Kabupaten Pringsewu agar dapat meningkatkan peran sertanya dalam membangun masyarakat dan daerah," ujarnya.

Acara pelantikan pengurus Muslimat Siger Maghfiroh Kabupaten Pringsewu juga diisi dengan siraman rohani oleh ustadzah kondang Mama Dedeh, serta dihadiri  oleh Sekdaprov Lampung dan para pejabat Pemprov Lampung serta Pemkab Pringsewu, ketua dan anggota DPRD Pringsewu, jajaran muspida Kabupaten Pringsewu, serta dibanjiri sekitar sepuluh ribu  jemaah pengajian dari seluruh kecamatan se -Kabupaten Pringsewu dan sejumlah kabupaten di sekitar Kabupaten Pringsewu. (*)








||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Kamis, 14 Oktober 2010

Cuci Tangan Pakai Sabun Penuhi Target MDGs

PRINGSEWU - Sejak tahun 2008 lalu,  United Nations Organization (UNO) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan setiap tanggal 15 Oktober sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memobilisasi milyaran manusia di seluruh dunia untuk mencuci tangan mereka dengan mempergunakan sabun.
Semakin luas budaya mencuci tangan dengan sabun ini akan membuat kontribusi yang cukup signifikan untuk memenuhi target Millenium Development Goals (MDGs),  serta dapat mengurangi hingga sekitar 70 persen tingkat kematian anak-anak di bawah usia lima tahun pada  tahun 2015 mendatang. 
Dermikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat apel Jumat dan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia tingkat Kabupaten Pringsewu di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Jumat (15/10).

Dikatakan Pj Bupati Sudarno Eddi, mencuci tangan menggunakan  sabun adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit diare dan pneumonia yang merupakan penyebab utama kematian anak-anak, dimana setiap tahunnya lebih dari 3,5 juta anak tidak dapat mencapai hidup hingga usia 5 tahun akibat diare dan pneumonia. 

“Tantangan yang dihadapi bersama saat ini adalah untuk mengubah budaya mencuci tangan dengan sabun dari sekedar ide yang abstrak,  menjadi perilaku yang membudaya di segala lapisan maupun lingkungan masyarakat,” katanya. 

Lebih lanjut Pj Bupati Kabupaten Pringsewu mengajak semua masyarakat untuk dapat  membiasakan mencuci tangan dengan  menggunakan sabun pada lingkup terkecil masyarakat terlebih dahulu, pada diri sendiri, dan anak-anak.

“ Mungkin langkah ini dipandang terlalu sederhana,  namun sangat  efektif dan dapat mencegah penyakit-penyakit yang dapat membunuh jutaan anak setiap tahunnya. Dengan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun pada waktu bersamaan dalam skala nasional, diharapkan mendapat dukungan luas dan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membudayakan mencuci tangan dengan memakai sabun,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Kabupaten Pringsewu Sudarno Eddi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Sudarno Eddi beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu melakukan cuci tangan secara massal dengan mempergunakan sabun diikuti seluruh pegawai serta  jajaran satuan kerja (satker) di lingkungan Pemkab Pringsewu seusai melaksanakan senam pagi rutin setiap hari Jumat. (*/anton)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 12 Oktober 2010

Gubernur Resmikan Pembangunan Kantor Pemkab Pringsewu

GADINGREJO – Gubernur Provinsi Lampung Sjachroedin ZP, Selasa (12/10) meresmikan pembangunan tahap pertama gedung perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu di Kecamatan Gadingrejo.

Gubernur Provinsi Lampung Sjachroedin ZP yang hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Fokorpimda) Provinsi Lampung, didampingi Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Bupati Kabupaten Tanggamus H.Bambang Kurniawan, ST beserta jajaran Fokorpimda Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu, dalam kesempatan tersebut juga melakukan pengecoran pondasi gedung secara bergantian, dilanjutkan dengan melakukan penanaman pohon penghijauan di komplek calon perkantoran Pemkab Pringsewu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Provinsi Lampung Sjachroedin ZP mengatakan, Kabupaten Pringsewu sebagai salah satu Daerah Otonom Baru (DOB), harus mampu mengejar ketertinggalannya dengan daerah-daerah lainnya di Provinsi Lampung.

Dikatakannya, dalam hal pembangunan perkantoran pemerintahan, agar senantiasa menampilkan ciri khas daerah Lampung, diantaranya yakni ornamen Lampung.

“Membangun suatu gedung perkantoran, juga harus memperhatikan kondisi wilayah sekitarnya, agar hasilnya juga baik dan serasi dengan lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut Sjachroedin ZP juga mengingatkan agar semua komponen masyarakat juga mendukung dan turut berpartisipasi dalam membangun perkantoran Pemkab Pringsewu, yang nantinya diharapkan juga bisa menjadi kebanggaan masyarakat.

”Pembangunan perkantoran Pemkab Pringsewu ini bukan saja menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu saja, melainkan tanggung jawab semua pihak agar berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan, sehingga masyarakat bisa menikmati hasilnya,”  ujar Sjachroedin ZP mengingatkan.

Sementara itu, dalam sambutannya Pj Bupati Pringsewu H.SudarnoEddi, SH, MH mengatakan lahan untuk pembangunan komplek perkantoran Pemkab Pringsewu  berasal dari tanah hibah masyarakat di  4 (empat) pekon (desa) yaitu Yogyakarta, Kediri, Bulukarto, dan Bulurejo, yang kesemuanya berada di wilayah Kecamatan Gadingrejo seluas 47 hektar, yang akan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana pusat perkantoran Pemkab Pringsewu, Mapolres Pringsewu, Makodim, serta sejumlah kantor instansi vertikal lainnya.

“Lahan untuk kantor bupati dan sekretariat pemkab sendiri akan berada pada lahan seluas sekitar 5 hektar yang pembangunannya akan dimulai pada hari ini,” kata Pj Bupati.

Selain itu, lanjut Pj Bupati Sudarno Eddi, Pemkab Pringsewu juga menerima tanah hibah dari masyarakat Pekon (Desa) Fajaragung, Kecamatan Pringsewu  yang juga akan dipergunakan untuk pembangunan fasilitas lainnya, sehingga total  luas tanah yang dihibahkan masyarakat mencapai 64,718 hektar.

“Khusus untuk tahap pertama pembangunan kantor bupati, dana yang sudah dianggarkan sebesar  4,1 milyar,” ungkapnya.

Terkait untuk pembangunan kantor-kantor dinas dan instansi pemkab lainnya, lanjut Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, sebenarnya sudah tersedia lahannya sebagaimana masterplan yang sudah disetujui oleh gubernur, namun belum tersedia dana untuk pembangunannya.

“Mudah-mudahan dapat dianggarkan pada tahun anggaran 2011-2012 mendatang,” harap bupati.


Terpisah, Kabag Humas dan Protokol Setkab Pringsewu  DM Fitri menambahkan, pusat perkantoran Pemkab Pringsewu nantinya akan  menjadi kawasan perkantoran pemerintahan terpadu, yang rencananya juga akan dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasaran serta fasilitas penunjang, seperti kawasan hutan kota, danau buatan untuk rekreasi warga, serta dilengkapi pula dengan kawasan komersial yang modern. (*)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 11 Oktober 2010

60,39 Persen Desa Di Pringsewu Siaga Aktif

PAGELARAN - Visi pembangunan kesehatan di Indonesia, yakni menuju Indonesia Sehat 2010, menggambarkan bahwa pada tahun 2010 bangsa Indonesia hidup dalam lingkungan yang sehat, berperilaku hidup bersih dan sehat, serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, sehingga memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Guna mendukung visi pemerintah tersebut, Pemkab Pringsewu mencanangkan visi kesehatan masyarakat, termasuk  Pemprov Lampung yang  mencanangkan Visi Masyarakat Lampung Sehat dan Mandiri, serta Gerakan Menuju Desa Sehat (GMDS) pada  tanggal 3 Juni 2006 lalu oleh Gubernur Provinsi Lampung, disamping telah diterbitkan pula Surat Edaran Gubernur Lampung No.890/2637/07/2006 tentang Gerakan Menuju Desa Sehat (GMDS).

Demikian dikatakan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat  menerima kunjungan tim penilai lomba Gerakan Menuju Desa Sehat - Desa Siaga Aktif (GMDS-DSA) Tingkat Provinsi Lampung di Pekon (Desa) Gemah Ripah, Kecamatan Pagelaran, Senin (11/10).

Dikatakan Pj Bupati Sudarno Eddi, Kabupaten Pringsewu yang merupakan salah satu dari 14 kabupaten dan kota  di Provinsi Lampung, telah turut berpartisipasi dalam pengembangan Gerakan Menuju Desa Sehat-Desa Siaga Aktif (GMDS-DSA).

“Dari 101 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Pringsewu telah dibentuk Poskesdes, namun demikian baru 61 desa atau sekitar 60,39 %  yang telah menjadi Desa Siaga Aktif,” katanya.


Di Pringsewu, lanjut Pj Bupati, pekon dan kelurahan yang telah menjadi Desa Siaga Aktif adalah Pekon Gemah Ripah Kecamatan Pagelaran dan Kelurahan Pringsewu Utara Kecamatan Pringsewu.


“Dengan keberhasilan Pekon Gemah Ripah dan Kelurahan Pringsewu utara menjadi Desa Siaga Aktif, telah menghantarkan Pekon dan Kelurahan tersebut sebagai peserta Lomba Gerakan Menuju Desa Sehat-Desa Siaga Aktif (GMDS-DSA) Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2010, dan diharapkan dalam Lomba Gerakan Menuju Desa Sehat-Desa Siaga Aktif (GMDS-DSA) Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2010 ini, Pekon Gemah Ripah Kecamatan Pagelaran dan Kelurahan Pringsewu Utara dapat menjadi Desa Siaga Aktif Percontohan di Wilayah Kabupaten Pringsewu khususnya, dan Provinsi Lampung pada umumnya,”  harap Sudarno Eddi.

Lebih lanjut diutarakan Pj Bupati Pringsewu, dukungan dari Pemprov Lampung dalam memunculkan kedua daerah tersebut sebagai contoh Desa Siaga Aktif yang terbaik di Provinsi Lampung tentunya akan lebih memacu Pemkab Pringsewu untuk bekerja sama baik lintas program, lintas sektoral, organisasi masyarakat atau profesi, LSM, dan dunia usaha dalam membina dan mengembangkan seluruh pekon dan kelurahan menjadi Desa Siaga Aktif.


“Semoga kegiatan lomba GMDS-GSA ini dapat memacu semangat kerjasama serta mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Pringsewu,”  pungkasnya.

 

Mewakili Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, Ketua Tim Penilai Lomba GMDS-DSA Provinsi Lampung Christin berharap dengan diadakannya lomba tersebut dapat  meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus dapat memacu perkembangan kesehatan masyarakat di Provinsi Lampung.


Dalam lomba GMDS-DSA 2010 ini, Kabupaten Pringsewu mengikut sertakan Pekon Gemah Ripah Kecamatan Pagelaran, serta Kelurahan Pringsewu Utara, Kecamatan Pringsewu. Setelah menilai Pekon Gemah Ripah, Kecamatan Pagelaran, tim selanjutnya mengunjungi Kelurahan Pringsewu Utara untuk menilai kelurahan tersebut.


Hadir dalam kesempatan tersebut, selain Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dan Sekkab Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki, para asisten serta jajaran Pemkab Pringsewu, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Sudarno Eddi, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Pringsewu Ny.Zulkifli Maliki, serta para kader PKK pekon dan kecamatan setempat. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Kamis, 07 Oktober 2010

Bupati Ajak Kampanyekan ‘Wong Pringsewu Seneng Sinau’

GADINGREJO - Sekolah sebagai suatu sistem memiliki 3 aspek pokok yang sangat berkaitan  erat dengan mutu sekolah, yaitu Kegiatan Belajar Mengajar, Kepemimpinan dan Manajemen Sekolah, serta  Budaya Sekolah.
Sedangkan program peningkatan mutu sekolah yang senatiasa menekankan pada aspek meningkatkan mutu proses belajar mengajar, hanya sedikit menyentuh aspek kepemimpinan dan manajemen sekolah, serta sama sekali tidak menyentuh aspek budaya sekolah.
 
Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat menghadiri acara halal bilhalal dan silaturahmi jajaran dunia pendidikan se-Kecamatan Gadingrejo dan Pringsewu di aula SMA Negeri Gadingrejo, Rabu (6/10).
 
Dikatakan Sudarno Eddi, peningkatan mutu proses belajar mengajar mungkin memang merupakan aspek yang paling dekat dengan prestasi siswa.

“Namun, tentunya kita sadari bersama bahwa itu saja tidak cukup, dengan kata lain perlu dilakukan pendekatan peningkatan mutu dengan sasaran peningkatan kualitas kepemimpinan dan manajemen sekolah serta pengembangan kultur sekolah,” katanya.
 
Masyarakat Kabupaten Pringsewu, kata Pj Bupati Sudarno Eddi, secara umum telah memiliki kultur yang kuat tentang pentingnya senantiasa belajar, diantaranya yakni kultur yang kuat untuk belajar atau sinau yang sudah terbentuk dalam mindset masyarakat.

“Hal ini merupakan modal dasar bagi kita dalam mengembangkan mutu pendidikan di Pringsewu,” ujarnya.
 
Lebih lanjut dikatakan mantan Sekkot Bandar Lampung ini, sudah banyak orang-orang yang menimba ilmu di Pringsewu telah menjadi orang-orang yang berhasil dalam berbagai bidang pekerjaan dan usaha, diantaranya Prof.Dr.Ir.Muhajir Utomo, M.Sc, Prof.Dr.Ir.Sugeng P.Harianto, M.Si, Dr.dr.Sugiri Syarif, MPA, Brigjen TNI (Purn) Bambang Sudibyo, serta belakangan ada salah satu pelajar SMA Negeri 1 Pringsewu Irfan Haris yang baru-baru ini berhasil menyabet juara dunia IBO di Jepang dan Korea Selatan.

“Untuk itu saya mengajak saudara-saudara agar senantiasa menjaga, mengembangkan serta mengkampanyekan budaya ‘Wong Pringsewu Seneng Sinau’ atau ‘Orang Pringsewu Senang Belajar’  dalam rangka  menuju masyarakat Pringsewu yang sejahtera,”  ajak Pj Bupati.



 
   
 
 
 
 

Ditambahkan Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, ada sejumlah indikator keberhasilan mengenai slogan ‘ Wong Pringsewu Seneng Sinau’  tersebut, diantaranya untuk jenjang pendidikan umum alumninya mampu terserap di sejumlah sekolah atau perguruan tinggi ternama, kemudian untuk jenjang pendidikan kejuruan, para alumninya juga telah mampu terserap di dunia usaha maupun industry, serta meningkatnnya animo warga dari luar wilayah Kabupaten Pringsewu untuk belajar  di Kabupaten Pringsewu.

“Di sinilah peran saudara-saudara sebagai ujung tombak dalam pembangunan pendidikan sangat dibutuhkan, dimana saudara sekalian harus mampu mendongkrak mutu pendidikan dan kualitas generasi muda di Kabupaten Pringsewu yang tercinta ini,” tandasnya.
Hadir dalam acara tersebut, selain Pj Bupati Pringsewu h.Sudarno Eddi, SH, MH dan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Pringsewu Rimir Mirhadi, SH, Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Ilyasa dan sejumlah anggota DPRD setempat, Camat Gadingrejo dan jajaran Fokorpimcam, para Kepala UPTD Pendidikan sejumlah kecamatan, serta para kepala sekolah dan ratusan dewan guru se-Kecamatan Gadingrejo dan Pringsewu, dengan penyampaian hikmah halal bilhalal yang disampaikan oleh ustadzah muda Bella Diniyah Putri.
Kegiatan serupa, sebelumnya juga dilakukan jajaran dunia pendidikan di Kecamatan Pardasuka, Ambarawa, dan Pagelaran di GSG Pagelaran, serta jajaran dunia pendidikan se-Kecamatan Sukoharjo, Banyumas, dan Adiluwih di Balai Desa Sukoharjo III, Sukoharjo. (*/anton)
KET. FOTO :
SILATURAHMI - Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dan Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa menyalami para peserta halal bilhalal dan silaturahmi jajaran dunia pendidikan se-Kecamatan Gadingrejo dan Pringsewu di aula SMA Negeri Gadingrejo, Rabu (6/10).
 
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pringsewu Siap Ikuti Lomba GMDS-DSA Tingkat Provinsi

PAGELARAN - Pekon Gemahripah, Kecamatan Pagelaran akan mewakili Kabupaten Pringsewu dalam rangka lomba Gerakan Menuju Desa Sehat - Desa Siaga Aktif (GMDS-DSA) Tingkat Provinsi Lampung yang akan digelar 13 Oktober mendatang..

Berkaitan dengan hal tersebut, Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH bersama asisten I Setdakab Pringsewu H.Firman Muntako, SE dan jajaran Pemkab Pringsewu, Kamis (7/10) melakukan kunjungan kerja dalam rangka pembinaan dan persiapan lomba tersebut, yang diterima oleh Camat Pagelaran Eddi Sumber Pamungkas, S.Sos dan Kepala Pekon Gemahripah Romli, serta jajaran Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Pekon Kabupaten Pringsewu.

Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH mengatakan, meskipun sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), Pringsewu siap mengikuti lomba GMDS-DSA bersaing dengan sejumlah kabupaten lainnya di Provinsi Lampung.

Dikatakan Pj Bupati Sudarno Eddi, visi pembangunan kesehatan yakni Indonesia Sehat 2010, menggambarkan bahwa pada tahun 2010 bangsa Indonesia hidup dalam lingkungan yang sehat, berperilaku hidup bersih dan sehat, serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, sehingga memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

"Guna mendukung visi tersebut, Pemkab Pringsewu mencanangkan visi kesehatan masyarakat di Kabupaten Pringsewu. Begitu pula pada tanggal 3 Juni 2006 lalu, Pemprov lampung juga telah mencanangkan visi masyarakat Lampung Sehat dan Mandiri dengan Gerakan Menuju Desa Sehat (GMDS) oleh Gubernur Lampung," ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkan Pj Bupati Pringsewu, dari seluruh 101 desa dan kelurahan di Pringsewu telah dibentuk Poskesdes dan Poskeskel.

"Namun demikian, baru 60,39 persen desa yang telah menjadi Desa Siaga Aktif," ungkapnya. (*/Anton/Humas)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Minggu, 15 Agustus 2010

Pemkab Pringsewu Gelar Safari Ramadhan

PRINGSEWU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu akan menggelar kegiatan safari Ramadhan 1431 Hijriyah/2010 M sebanyak 8 kali di delapan kecamatan yang ada di Pringsewu. Safari Ramadhan tahun ini Pemkab Pringsewu terbagi menjadi dua tim dengan masing-masing ketua rombongan.

Tim I dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Pringsewu, Helmi Machmud, dengan anggota Asisten I, Asisten II, Pimpinan DPRD, Sekretaris DPRD, Kepala Kantor Departemen Agama Pringsewu, Inspektur, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kapolsek Pringsewu, Kepala Canbang Kejaksanaan Negeri, Kepala Bagian Sosial, Kepala Bagian Humas dan Protokol, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, dan Kepala Bagian Keuangan.

Sedangkan tim II dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs. H. Zulkifli Maliki, dengan anggota Pimpinan DPRD, Kepala Badan KB PP, Kepala Badan PMD Kepala Kantor Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan, Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Kepala Kantor Penyuluh, Kepala Dinas Koperasi Perindusterian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Kepala Dinas Peternakan, Koramil Pringsewu, Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Bagian Kepegawaian, Kepala Bagian Umum, Sekretaris KPU.

Kegiatan safari Ramadhan 1431 H ini, yang pertama akan dilaksanakan hari ini, Senin (16/8) bertepatan dengan tanggal 6 Ramadhan 1431 H, yakni di Masjid Al-Ikhlas Wonodadi Kecamatan Gadingrejo yang akan dihadiri oleh tim I, dan Masjid Raudatul Jannah Pekon Adiluwih, Kecamatan Adiluwih yang akan dihadiri oleh tim II.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kabupaten Pringsewu, Dra. D.M. Fitri mengatakan pelaksanaan safari Ramadhan ini bertujuan untuk mempererat silahturahmi dengan masyarakat di daerah itu.

"Selain untuk menjaring aspirasi masyarakat kegiatan tersebut juga diadakan sebagai sarana pendekatan pemerintah dengan masyarakat di daerah setempat," ungkap dia. (*)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>