Subscribe:

Rabu, 11 Mei 2011


Pendidikan & Pelatihan 
Lalu Lintas Bagi Pelajar 
PRINGSEWU – Pendidikan dan pelatihan tata cara berlalu lintas bagi pelajar se Kabupaten Pringsewu dibuka oleh Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH yang diwakili Asisten II Setdakab Pringsewu Drs.H.Gatot Susilo, MM di aula SMA Negeri 1 Pringsewu, Kamis (12/5).
Kegiatan yang  juga dihadiri Kepala Bidang  Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Ir.Irwan Dhany dan Kepala Subdit Dikyasa Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Polisi Fatmawati beserta jajaran Dishub Provinsi Lampung, Ditlantas Polda Lampung, dan Dishubkominfo Kabupaten Pringsewu tersebut, diikuti sebanyak 105 peserta pelajar yang berasal dari 20 sekolah  SMA, SMK maupun Madrasah Aliyah baik negeri maupun swasta se Kabupaten Pringsewu, yang  berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 Mei 2011.

Pelaksanaan kegiatan tersebut  adalah berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, DPA-SKPD Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Tahun 2011 Tentang Kegiatan pendidikan dan pelatihan tata cara berlalu lintas bagi pelajar pengguna sepeda motor, serta Surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor AJ.403/I/5/DJPD/2011 Tentang Kegiatan pemilihan pelajar pelopor keselamatan LLAJ.
Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Setdakab Pringsewu Drs.H.Gatot Susilo, MM mengatakan pendidikan lalu lintas  merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas.
“Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan tegas mencantumkan  aspek dan tujuan, untuk menciptakan lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar. Apalagi, menurut data yang ada, 80 persen kejadian lakalantas melibatkan pelajar dan generasi muda  terutama pengguna sepeda motor sebagai akibat belum dipahaminya aturan-aturan berlalu lintas yang benar,” ujarnya.

Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu  melalui Asisten II juga  berharap kegiatan pendidikan dan pelatihan tata cara berlalu lintas  tersebut dapat berjalan  lancar dan tertib, sekaligus kepada para peserta dapat mengikutinya dengan baik dan seksama, sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kenyamanan di jalan raya. Dalam kesempatan tersebut turut pula dibagikan helm standard secara cuma-cuma  kepada peserta pelatihan. (*/Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
OSN 2011 Tingkat
Kabupaten Pringsewu Dibuka

PRINGSEWU - Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten Pringsewu 2011 dibuka secara resmi oleh Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pringsewu Rimir Mirhadi, SH.
OSN Kabupaten Pringsewu 2011 ini diikuti sebanyak 500 peserta  yang berasal dari 17 SMA dan Madrasah Aliyah baik negeri maupun swasta se Kabupaten Pringsewu dengan materi lomba meliputi 8 mata pelajaran yakni matematika, fisika, kimia, biologi, komputer, ekonomi, astronomi dan kebumian.

Kadis Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pringsewu Rimir Mirhadi, SH mewakili Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH  mengatakan pelaksanaan OSN dilaksanakan secara serentak dalam waktu bersamaan di seluruh Indonesia.
"Kita berharap mudah-mudahan dengan diselenggarakannya OSN ini memunculkan lebih banyak lagi pelajar-pelajar berprestasi di Bumi Jejama Secancanan ini, bukan hanya di tingkat provinsi atau nasional, melainkan di tingkat dunia seperti yang kita miliki saat ini yakni Irfan Haris yang menjadi juara di tingkat dunia, sekaligus berharap pada masa mendatang jumlah peserta OSN akan semakin bertambah, mengingat jumlah sekolah di Kabupaten Pringsewu ini sangat banyak, dan baru diikuti sebanyak 17 sekolah," ujarnya. (*/Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
 Polres Pringsewu Segera Terbentuk

PRINGSEWU - Wakapolda Lampung Kombes Pol. Rusman bersama jajaran Polda Lampung, Rabu (11/5) meninjau lokasi calon markas Polres Pringsewu di komplek perkantoran pusat pemerintahan Kabupaten Pringsewu di Kecamatan Gadingrejo. Wakapolda Lampung diterima Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Kapolres Tanggamus AKBP Bayu Aji, S.IK, M.Hum, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Kepala Kejaksaan Negeri (Cabang) Pringsewu Atiek Rusmiati, SH, dan jajaran fokorpimda lainnya di Kantor Bupati Pringsewu.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda dan bupati bersama jajaran juga meninjau markas Polsek Pringsewu yang rencananya akan dijadikan kantor sementara Polres Pringsewu sebelum dibangunnya kantor Polres Pringsewu yang baru di komplek perkantoran Pemda Kabupaten Pringsewu di Gadingrejo.

Menurut Wakapolda Lampung Kombes Rusman, pihaknya saat ini sedang serius memperjuangkan pendirian Polres Pringsewu dengan mengajukannya ke Mabes Polri.
"Untuk sementara Polres Pringsewu nantinya berbentuk polres kerangka atau polres persiapan sampai terbentuknya Polres yang betul-betul sesuai dengan standar. Namun demikian, struktur Polres kerangka atau persiapan ini sama dengan polres-polres lainnya seperti adanya Kapolres dan Wakapolres, yang membedakannya adalah jumlah personil yang terbatas," jelas Wakapolda.

Untuk sementara, kata Wakapolda, Mapolres Pringsewu akan menempati Mapolsek Pringsewu dengan sejumlah perombakan bangunan dan penambahan unit bangunan menyesuaikan dengan jumlah struktur sebuah polres.

Sementara itu, Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH menyambut baik rencana dibentuknya Polres Pringsewu, dan Pemkab Pringsewu akan membantu pendirian lembaga tersebut di Bumi Jejama Secancanan tersebut dengan menganggarkannya pada APBD Perubahan dengan terlebih dahulu melalui persetujuan DPRD Pringsewu.
"Mudah-mudahan tahun ini juga (2011, red) bisa terlaksana, dan kita akan bantu sesuai dengan kemampuan daerah kita," ujar Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH yang didampingi Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekda Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, para asisten serta Kapolres Tanggamus AKBP Bayu Aji, S.IK, M.Hum dan jajaran Polres Tanggamus. (*/Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

POLRES PRINGSEWU

POLRES PRINGSEWU - Wakapolda Lampung Komisaris Besar Polisi Rusman bersama Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH  beserta jajaran Pemkab Pringsewu dan Polda Lampung, meninjau lokasi calon Markas Kepolisian Resor  (Mapolres) Pringsewu di komplek perkantoran Pemda Kabupaten Pringsewu di Gadingrejo, Pringsewu, Rabu (11/5). 
(HUMAS DAN PROTOKOL PEMKAB PRINGSEWU/ISNANTO HAPSARA, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 09 Mei 2011

KABUPATEN PRINGSEWU PADA MTQ TINGKAT PROVINSI LAMPUNG KE-39 DI KOTABUMI KABUPATEN LAMPUNG UTARA


PAWAI TA'ARUF MTQ KE-39 DI KOTABUMI  LAMPUNG UTARA - Kabupaten Pringsewu saat mengikuti pawai ta'aruf dalam rangka MTQ Provinsi Lampung ke-39 di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Tampak Bupati Lampung Utara Zaenal Abidin bersama jajaran fokorpimda Lampung Utara memberikan tepuk tangan kepada kontingen Kabupaten Pringsewu dari tribun kehormatan di depan rumah dinas Bupati Lampung Utara di Kotabumi, Senin (9/5). 
(Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
TINJAU POSKO MTQ - Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH bersama jajaran Pemkab Pringsewu saat mengunjungi posko kafilah Kabupaten Pringsewu pada MTQ Tingkat Provinsi Lampung ke-39 Kotabumi Kabupaten Lampung Utara di Kelurahan Kelapatujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. (Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
 DEFILE - Kontingen Kabupaten Pringsewu mengikuti defile saat pembukaan MTQ  Tingkat Provinsi Lampung ke-39 di Islamic Centre Kotabumi Kabupaten Lampung Utara, Senin (10/5) malam. (Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
TABUH BEDUG - Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH menabuh bedug saat pembukaan  MTQ  Tingkat Provinsi Lampung ke-39 di Islamic Centre Kotabumi Kabupaten Lampung Utara, Senin (10/5) malam. (Humas & Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md) 
Bupati Pringsewu Bagikan SK
Kenaikan Pangkat & Perubahan Status CPNS
PRINGSEWU - Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH  secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) perubahan status CPNS menjadi PNS dan SK kenaikan pangkat bagi PNS golongan I, II, dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu.
Penyerahan dilakukan bupati didampingi Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa dan Sekretaris Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Selasa (10/5), dihadiri para asisten dan staf ahli serta kepala satuan kerja perangkat daerah di lingkungan Pemkab Pringsewu.
CPNS yang mendapat perubahan status menjadi PNS tersebut merupakan CPNS pengangkatan dari tenaga honor tahun 2008 sebanyak 98 orang, terdiri golongan I/A sebanyak 4 orang, I/C (10 orang), II/A (73 orang), II/B (4 orang), dan II/C (7 orang).
Sedangkan PNS yang mendapat kenaikan pangkat  adalah sebanyak 303 orangterdiri dari golongan I sebanyak 7 orang, golongan II sebanyak 67 orang, serta golongan III sebanyak 229 orang. Sementara sebanyak 119 orang yang mengajukan kenaikan pangkat dari golongan III/D ke atas sedang dalam proses untuk penerbitan SK kenaikan pangkatnya di BKD Provinsi Lampung, dan 3 orang lainnya mengajukan kenaikan pangkat ke golongan IV/C saat ini sedang dalam proses di BKN.
Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH mengharapkan para CPNS maupun PNS yang telah menerima SK dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan tupoksi masing-masing. "Perubahab status dari CPNS menjadi PNS atau kenaikan pangkat PNS tersebut merupakan suatu bentuk penghargaan dari pemerintah kepada pegawai, sekaligus merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dituntut tanggung jawab yang lebih besar sebagai seorang abdi negara sekaligus abdi masyarakat," ujarnya. (Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
 
 Tartil Qur'an Putri Pringsewu Peringkat 5
KOTABUMI - Kabupaten Pringsewu sementara meraih peringakt ke-5 dari 14 kabupaten/kota dalam perlombaan tartil qur'an khusus putri dalam MTQ Tingkat Provinsi Lampung ke-39 di Kotabumi Kabupaten Lampung Utara.
Sedangkan di peringkat pertama sementara dipegang oleh kontingen Kabupaten Tulangbawang, peringkat 2 Kabupaten Tanggamus, ke-3 Kabupaten Lampung Barat, peringkat 4 Kabupaten Mesuji, peringakat 5 Kabupaten Pringsewu, peringakt 6 diraih tuan rumah Kabupaten Lampung Utara, peringakt 7 Kabupaten Lampung Timur, ke 8 Kota Bandar Lampung, peringakt 9  Kabupaten Pesawaran, peringkat 10 Kabupaten Lampung Tengah, ke 11 Kabupaten Way Kanan, peringkat 12 Kota Metro, 13 Kabupaten Tulangbawang Barat, serta peringkat 14 Kabupaten Lampung Selatan. (*)
 
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
Bupati Pringsewu Buka Sosialisasi KIP


PRINGSEWU – Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH membuka sosialisasi Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di kampus STMIK Pringsewu, Selasa (10/5).
Sosialisasi ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Pringsewu Drs.FX Siman, Sekretaris Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, Ketua KIP Provinsi Lampung Juniardi, S.IP, MH serta jajaran muspida setempat, diikuti sejumlah utusan satuan kerja dan para mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penanda tanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Lampung dengan STMIK Pringsewu, serta penyerahan buku UU No.14 tahun 2008 dari Ketua KIP Provinsi Lampung kepada Bupati Pringsewu dan STMIK Pringsewu.
 Menurut Ketua LPPM STMIK Pringsewu Andreas Andoyo, S.Sos, kegiatan sosialisasi UU No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ini merupakan yang pertama kali di Lampung.
“Mudah-mudahan dengan keterbukaan informasi publik kedepan segala potensi yang ada di Kabupaten Pringsewu bias diakses dan diketahui oleh publik, dan bias menjadi percontohan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KIP Provinsi Lampung Juniardi, S.IP, MH menjelaskan  Komisi Informasi adalah lembaga madndiri uang berfungsi menjalankan UU No.14 tahun  2008  dan peraturan pelaksanaannya, menetapkan  petunjuk teknis standar layanan informasi publik, dan meyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi  dan/atau ajudikasi nonlitigasi.
“Komisi Informasi terdiri dari Komisi Informasi Pusat, Komisi Informasi Provinsi,   dan jika dibutuhkan Komisi Informasi Kabupaten/Kota,” ungkapnya.

Ditambahkan pula oleh Juniardi,  ciri  khas sebuah pemerintahan yang baik adalah adanya keterbukaan informasi.

Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam kata sambutannya mengatakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan negara yang demokratis adalah keterbukaan akses informasi kepada publik, dan hak atas informasi menjadi sangat penting karena semakin terbukanya penyelenggaraan Negara, maka semakin mudah bagi publik untuk berpartisipasi dalam pengawasan kebijakan publik dan mendorong berjalannya proses penyelenggaraan Negara yang semakin  bisa dipertanggung jawabkan.
“Dengan keterbukaan akses informasi publik diharapkan masyarakat akan semakin terpacu untuk ikut berperan dalam setiap proses kebijakan publik, karena dengan adanya peran masyarakat, dapat merangsang tumbuhnya  pemerintahan yang terbuka dan bertanggung jawab, serta menghindari terjadinya praktek-praktek yang merugikan kepentingan publik,” katanya. (*/Humas & Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)




||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Kamis, 05 Mei 2011

Data BPS 2009
Warga Miskin Pringsewu 94.091 Jiwa

PRINGSEWU - Kemiskinan merupakan permasalahan sosial yang bersifat multidimensi dan tidak hanya dapat dianalisis dari perspektif fisik atau materi semata melainkan dapat terkait pula dengan karakteristik masyarakat atau individu, modal keterampilan serta budaya. Namun demikian, penanganan penanggulangan kemiskinan merupakan masalah sosial yang perlu diatasi bersama dan berkelanjutan.
Demikian dikatakan Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat membuka rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pringsewu di Panti Wecono Podomoro, Pringsewu, Kamis (5/5).
Menurut Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH  strategi pemecahan masalah sosial  terutama yang terjadi pada masyarakat perdesaan perlu memperhatikan faktor eksternal dan faktor internal.  "Secara ekternal, pemecahan masalah dilakukan dengan cara mempengaruhi pembuatan kebijakan melalui intervensi sosial sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat, sedangkan secara internal, pemecahan masalah perlu dilakukan dengan rekonstruksi sosial yaitu melakukan penataan perilaku individu dan kelompok masyarakat untuk mengembangkan swadaya dan gotong royong masyarakat dalam pemanfaatan potensi sumber daya yang dimiliki," katanya. 
Dalam prakteknya, kata penjabat bupati,  baik kebijakan program intervensi sosial dan gerakan pengembangan prakarsa swadaya masyarakat harus tetap dalam ruang upaya mengembangkan kemandirian masyarakat sebagai prasyarat dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.                                
 
Berdasarkan data BPS tahun 2009, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pringsewu sebesar 94.091 jiwa. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk versi  BPS sebanyak 364.825 jiwa, maka persentase jumlah penduduk miskin mencapai  25,55 persen yang tersebar di  8 kecamatan.  Melihat kondisi tersebut, penanggulangan kemiskinan masih menjadi prioritas utama. Bila dilihat secara nasional, tingkat kemiskinan di Kabupaten Pringsewu termasuk cukup tinggi dibandingkan prosentase kemiskinan nasional sebanyak 13,5%. 
" Penanggulangan kemiskinan bukan hanya sebagai tanggung jawab pemerintah, akan tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan, sehingga semua elemen warga negara mempunyai peranan dan tanggung jawab dalam usaha percepatan penanggulangan kemiskinan. Semangat inilah yang menjadi dasar munculnya berbagai prakarsa pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya untuk menanggulangi kemiskinan, mulai dari program yang bersifat bantuan langsung, pemberdayaan, sampai dengan bantuan permodalan," ujarnya.

Sebagai bentuk penanggulangan kemiskinan, lanjut Penjabat Bupati Pringsewu, bisa  dilakukan melalui pengembangan ekonomi rakyat, menciptakan lapangan kerja, peningkatan produktifitas pertanian serta pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang dapat membuka akses transportasi ke sentra-sentra produksi serta daerah terbelakang dan terisolasi. Kemudian dalam hal peningkatan kualitas hidup, diprioritaskan melalui program wajib belajar sembilan tahun, memberikan beasiswa kepada anak berprestasi yang tidak mampu, memberikan akses pendidikan sampai tingkat SLTA, mengatasi wabah penyakit menular, dan memberikan akses berobat kepada keluarga tidak mampu.                            "Saya berharap agar seluruh program kegiatan dalam rangka pengentasan kemiskinan dan  di Kabupaten Pringsewu dapat dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab dengan terus menjaga sinergitas dengan prioritas pembangunan daerah, serta memfungsikan setiap instansi sesuai dengan tupoksi nya,  kemudian diperlukan strategi dalam percepatan penanggulangan kemiskinan  dengan  melakukan  mengurangi  beban  pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan  kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, mengembangkan dan menjamin    keberlanjutan  usaha ekonomi mikro dan kecil.   Selain itu,  juga agar  memberi ruang yang semakin luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam  pengambilan keputusan pembangunan tanpa adanya intervensi negatif dari pihak manapun, merespon secara aktif dan bijaksana terhadap setiap usulan kegiatan masyarakat, baik yang bisa di danai dengan melibatkan seluruh instansi, keberpihakan anggaran baik dalam APBN maupun APBD terutama kepada masyarakat miskin menjadi upaya bersama dan dilaksanakan secara efektif," pungkasnya. (*/Humas & Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)


Bupati Pringsewu Lepas Kafilah MTQ Ke-39

PRINGSEWU - Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu Hi.Sudarno Eddi, S.H., M.H., Jumat (6/5) melepas keberangkatan kafilah Kabupaten Pringsewu yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Lampung ke-39 di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.  Acara pelepasan kafilah yang juga dihadiri Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.Hi.Idrus Effendi,  para asisten dan staf ahli beserta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Pringsewu, serta jajaran fokorpimda Kabupaten Pringsewu tersebut juga dirangkaikan dengan acara pengukuhan Ikatan Remaja Masjid (Irmad) Kabupaten Pringsewu dan  pengajian rutin dalam rangka pembinaan mental pegawai negeri sipil di  jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu di Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu.


Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu Hi.Sudarno Eddi, SH, MH dalam kata sambutannya mengharapkan para kafilah Bumi Jejama Secancanan dapat tampil secara prima, sehingga dapat mempersembahkan prestasi terbaik dan berikhtiar semaksimal mungkin, terlebih-lebih untuk menargetkan sebagai juara umum, karena keberhasilan MTQ bukan hanya melambangkan prestasi pribadi dan menjadi jalan dakwah, akan tetapi juga mencerminkan reputasi dan prestasi daerah dalam pembinaan dan pembangunan di bidang keagamaan.
"Tingkatkan citra positif sebagai warga Kabupaten Pringsewu dengan menjaga hati, lisan dan tindakan serta tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang kurang terpuji" kata bupati. (*/Humas & Protokol)
 

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Rabu, 04 Mei 2011

Penanggulangan Kemiskinan

Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu Lampung Hi.Sudarno Eddi, SH, MH membuka rakor penanggulangan kemiskinan Pemkab Pringsewu di Panti Wecono Podomoro, Pringsewu, Kamis (5/5).
(Humas & Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
Tahapan Pemilukada Pringsewu 2011
 Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu Hi.Sudarno Eddi, SH, MH memberikan kata sambutan saat acara penjelasan tahapan Pemilukada Kabupaten Pringsewu 2011 oleh KPU Kabupaten Pringsewu di Mahan Agung Pendopo Kabupaten Pringsewu, Kamis (5/5). Dalam kesempatan tersebut turut dihadiri jajaran KPU Provinsi Lampung, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Wakil Ketua DPRD Drs.FX.Siman dan Stiyono, SH, Kapolres Tanggamus AKBP Bayu Aji, S.IK, M.Hum, Dandim 0424/TGM Letkol P.Siringo-ringo, Sekkab Pringsewu Drs.Hi.Idrus Effendi, jajaran pemkab serta para bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Pringsewu. (Humas & Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
Pisah Sambut
Kapolres Tanggamus
 

PRINGSEWU - Acara pisah sambut Kapolres Tanggamus dari AKBP Shobarmen, S.IK, MH kepada penggantinya AKBP Bayu Aji, S.IK, M.Hum berlangsung di aula Hotel 21, Rabu (4/5) malam, dihadiri Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Bupati Tanggamus H.Bambang Kurniawan, ST, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa dan Ketua DPRD Tanggamus beserta anggota DPRD, Wakil Bupati Tanggamus KH.Sujadi Saddad, Wakapolres Tanggamus Kompol Eka Faturachman, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Ir.Gunawan TW, para asisten dan jajaran Pemkab Pringsewu dan Tanggamus.

Dalam sambutannya, mantan Kapolres Tanggamus AKBP Shobarmen yang selanjutnya menjabat sebagai Kapolres Tulangbawang mengatakan selama memimpin Polres Tanggamus yang mencakup wilayah Kabupaten  dan Tanggamus dan Pringsewu, banyak sekali pengalaman-pengalaman berharga yang ia dapatkan selama kurang lebih 8 bulan bertugas di wilayah hukum setempat.
"Secara umum situasi dan kondisi kamtibmas di wilayah Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pringsewu cukup baik dan kondusif, sehingga kondisi tersebut perlu dipertahankan dan bahkan lebih ditingkatkan,"  ujarnya.

Selama ia bertugas di wilayah hukum Polres Tanggamus yang mencakup Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus, kata Shobarmen, ia mengaku banyak mendapat dukungan dan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus dalam menangani  berbagai masalah kamtibmas di kedua kabupaten tersebut.

Sedangkan Kapolres Tanggamus yang baru AKBP Bayu Aji, S.IK M.Hum  dalam kesempatan tersebut mengharapkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak dalam memimpin Polres Tanggamus kedepan baik di wilayah Kabupaten Pringsewu maupun Tanggamus.(*).




||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Tim Lomba BKB Provinsi Lampung Kunjungi Pekon Kresnomulyo

AMBARAWA – Tim penilai lomba Bina Keluarga Balita Provinsi Lampung, Rabu (4/5) menilai Pekon (Desa) Kresnomulyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.
Tim penilai yang dipimpin Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ny.Yuliati Joko Umar Said diterima Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu H.Idrus Effendi, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Lisnalela Sudarno Eddi, para asisten dan staf ahli, serta para kepala SKPD dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu.
Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi dalam sambutannya mengatakan Bina Keluarga Balita (BKB) ini sangat berperan penting dalam pembinaan tumbuh kembang anak, sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan yang harus dimiliki, baik dalam aspek fisik, kecerdasan, emosional, sosial, dan moral agama serta kognitif, agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak Indonesia yang optimal, maju, mandiri dan berkualitas.
“Kabupaten Pringsewu merupakan Kabupaten yang memiliki 101 kelompok BKB yang tersebar di setiap pekon dan kelurahan, dan Pekon Kresnomulyo masuk dalam penilaian terbaik untuk tingkat Kabupaten dengan predikat juara pertama dalam lomba BKB,” katanya.

Sebagai upaya pembinaan terhadap balita, kata bupati, maka Pemerintah Kabupaten Pringsewu sudah menggulirkan beberapa program-program yang salah satunya adalah Kegiatan Bina Keluarga Balita yang pelaksanaan kegiatan ini bekerjasama dengan Posyandu dan PKK kelompok kerja II. Selanjutnya, bupati berharap kepada tim penilai lomba BKB Provinsi Lampung untuk dapat memberikan penilaian yang terbaik bagi Pekon Kresnomulyo agar menjadi juara sehingga bisa mewakili Provinsi Lampung dalam lomba serupa di tingkat Nasional.

Sementara itu, Kepala Pekon Kresnomulyo Sunardio dalam laporannya mengungkapkan, Pekon Kresnomulyo yang dipimpinnya memiliki luas wilayah 539,75 hektar dengan jumlah penduduk sebanyak 6.334 jiwa (1.708 KK), terdiri 3.266 pria dan 3.068 wanita.
“Jumlah balita di desa ini mencapai 565 balita dan Pasangan Usia Subur (PUS) mencapai 1.211 pasangan, dengan peserta KB aktif sebanyak 833 (68,78 persen), dan klasifikasi Bina Keluarga Balita di Kresnomulyo adalah Paripurna,” ungkapnya.
(*/Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
 
 
KUNJUNGI - Danrem 043/Garuda Hitam Lampung Kolonel Siburian mengunjungi Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, Rabu (4/5), diterima Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, didampingi Sekdakab Idrus Effendi, Asisten I Firman Muntako, Asisten II Gatot Susilo, dan Asisten III Syahlulsyah.
(Foto Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu/Pujianto)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 03 Mei 2011

Bupati Pringsewu Sampaikan LKPJ 2010

PRINGSEWU - Berdasarkan Pasal 17 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2007 Tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada pemerintah , Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat, disebutkan bahwa Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Tahun Anggaran Kepala Daerah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah paling lambat 3  bulan setelah Tahun Anggaran Berakhir.  Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2010, merupakan akumulasi dari kinerja penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pembangunan. Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pringsewu tahun Anggaran 2010 ini, yang dilaporkan adalah kecenderungan perkembangan dan dinamika kerja atau hasil kerja yang telah dicapai secara komulatif sejak awal tahun anggaran  sampai dengan akhir Tahun Anggaran 2010. 
Demikian disampaikan Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi saat rapat paripurna penyampaian LKPJ Bupati Pringsewu tahun anggaran 2010 di DPRD Kabupaten Pringsewu, Selasa (3/5).
Dikatakan Penjabat Bupati Pringsewu dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa didampingi Wakil Ketua DPRD FX Siman dan Stiyono, dan seluruh fraksi yang ada, serta dihadiri seluruh kepala SKPD Pemkab Pringsewu dan jajaran fokorpimda Pringsewu,  untuk  muatan LKPJ sekurang-kurangnya menjelaskan arah kebijakan umum pemerintahan daerah, pengelolaan keuangan daerah secara makro, termasuk pendapatan dan belanja daerah, penyelenggaraan urusan desentralisasi, penyelenggaraan tugas pembantuan dan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.
"Arah kebijakan umum pemerintahan daerah memuat visi, misi, strategi, kebijakan dan prioritas daerah. Pengelolaan keuangan daerah memuat pengelolaan pendapatan daerah yang meliputi intensifikasi dan ekstensifikasi, target dan realisasi pendapatan asli daerah, permasalahan dan solusi mengenai pengelolaan belanja daerah termasuk kebijakan umum anggaran, target dan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah.                     
 



Penyelenggaraan urusan desentralisasi memuat penyelenggaraan urusan wajib dan urusan pilihan yang meliputi program dan kegiatan serta realisasi pelaksanaannya," kata bupati. 

LKPJ Kepala Daerah dan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang disusun dalam bentuk laporan keuangan terdapat subtansi yang berbeda dan pada hari ini di sampaikan kepada DPRD Kabupaten Pringsewu berupa buku LKPJ Kepala Daerah Tahun 2010, sedangkan Laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2010 dalam bentuk Raperda akan disampaikan setelah laporan keuangan daerah selesai diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Laporan keuangan dimaksud setidak-tidaknya meliputi Laporan Realisasi APBD, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan, yang dilampiri Laporan Kinerja yang telah diperiksa BPK dan ikhtisar laporan keuangan perusahaan daerah.
"Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat dilihat dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan, karena PDRB berdasarkan harga konstan nilainya tidak dipengaruhi oleh perubahan harga. Namun demikian pertumbuhan ekonomi yang tinggi bisa menjadi kurang berarti bagi masyarakat jika tidak disertai dengan pemerataan pendapatan. Harga tahun dasar yang dipergunakan untuk penghitungan saat ini adalah harga tahun 2000. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pringsewu pada tahun 2009 sedikit melambat dari pertumbuhan ekonomi di tahun sebelumnya. Dimana pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 sebesar 5.90%. Sedangkan pada tahun 2008 mengalami pertumbuhan sebesar 6,20%.Untuk tahun 2010 diperkirakan antara 5,50% sampai 6%  dan sedang dihitung oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanggamus. Pada tahun 2009 pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yaitu sebesar 11,64%, kemudian di peringkat kedua oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 10,91%, sedangkan tingkat pertumbuhan terkecil terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian 1,84%. Salah satu kondisi yang menjadi pencapaian sasaran PDRB  diantaranya adalah besarnya tingkat laju inflasi yang terjadi di daerah. Total laju inflasi tahun 2008 Kabupaten Pringsewu sebesar 12,03%, inflasi tertinggi terjadi pada bulan Juni 2008 sebesar 4,55% dan bulan April 2008 terjadi deflasi – 1,14%  dengan rata-rata tingkat inflasi setiap bulan sebesar 1,00%. Besarnya tingkat inflasi tersebut disebabkan adanya kenaikan harga-harga barang dan jasa, sedangkan laju inflasi untuk tahun 2009 sebesar 4,25% mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2008. Dan untuk tahun 2010 diperkirakan sebesar +6% sama dengan proyeksi Tingkat Inflasi Provinsi Lampung," kata bupati lagi.


Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 oleh BPS Kabupaten Tanggamus, lanjut dia,  jumlah penduduk Kabupaten Pringsewu pada tahun 2010 sebesar 364.825 jiwa dengan Kecamatan yang paling padat penduduknya adalah Kecamatan Pringsewu dengan jumlah penduduk sebesar 76.035  jiwa dengan kepadatan 1.272,12  jiwa/Km2, dan jumlah penduduk paling sedikit adalah Kecamatan Banyumas sebesar 18.998  jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 412,10  jiwa/km2. Mengenai kesempatan kerja, lapangan usaha yang masih dominan yaitu di sektor pertanian, perdagangan, industri dan jasa. Hal ini dapat dilihat dari distribusi terhadap PDRB, lapangan usaha yang terbesar masih didominasi sektor pertanian (diatas 40%). Sedangkan sektor dominan kedua yang menyediakan kesempatan kerja yaitu lapangan usaha perdagangan berkisar dari 9 sampai 13%, selanjutnya lapangan usaha industri menyediakan kesempatan kerja sekitar 6%, kemudian lapangan usaha yang juga menunjukkan perkembangan cukup baik adalah lapangan usaha di sektor jasa.  Berdasarkan hal tersebut maka lapangan usaha pertanian dan perdagangan merupakan sektor yang terbesar memberi kesempatan kerja bagi penduduk Kabupaten Pringsewu. PDRB perkapita baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan tidak dapat menggambarkan penyebaran pendapatan masyarakat, tetapi ukuran ini dapat dipakai sebagai acuan untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat secara umum.
 



Sebagai gambaran PDRB perkapita Pringsewu atas dasar harga berlaku pada tahun 2009 sebesar Rp. 7.020.575,-  meningkat 12,88 % dibandingkan dengan tahun 2008 yang hanya sebesar Rp. 6.219.300,-.

Sedangkan PDRB Perkapita Pringsewu berdasarkan harga konstan pada tahun 2009 juga mengalami peningkatan sebesar 3,98%. Dimana pada tahun 2008 sebesar Rp.3.627.852,-   pada tahun 2009 menjadi Rp.3.772.493,-. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pringsewu pada tahun 2010 adalah sebagai berikut: Pendapatan Daerah ditargetkan sebesar Rp.389.147.422.616  dan  terealisasi sebesar Rp.380.488.070.341,18  atau sebesar 98,16%, yang terdiri dari :
1.  Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar    Rp. 4.826.347.500,- terealisasi sebesar Rp.5.809.516.148,18  atau sebesar 120,37%
2. Dana Perimbangan dianggarkan sebesar Rp.288.556.815,316.00  terealisasi sebesar Rp. 284.593.776.139,00 atau sebesar 98,63%.
Komponen Dana Perimbangan tersebut meliputi :
·     Bagi hasil pajak & Bagi hasil bukan pajak dianggarkan sebesar Rp. 20.451.768.324  terealisasi sebesar Rp. 16.693.526.217  atau sebesar 81,62%.
·     Bagi Hasil Sumber Daya Alam  diangarkan sebesar Rp. 10.784.027.992 terealisasi sebesar Rp. 10.579.230.922  atau 98,10 %.
·    Dana Alokasi Umum (DAU) dianggarkan sebesar Rp.220.812.419.000 Terealisasi sebesar Rp.220.812.419.000  atau terealisasi 100%.
 

       .   Dana Alokasi Khusus (DAK) dianggarkan sebesar Rp.36.508.600.000,- terealisasi sebesar Rp. 36.508.600.000,- atau tersealisasi sebesar 100%.
3.  Lain-Lain Pendapatan Yang Sah dianggarkan sebesar Rp. 95.764.259.800,- terealisasi sebesar Rp. 90.084.778.054  atau sebesar 94,07 % . Penerimaan Pembiayaan daerah, yang berasal dari Sisa Lebih Tahun Anggaran sebelumnya dan Pinjaman Daerah dianggarkan sebesar Rp. 18,572,969,286.00 terealisasi sebesar Rp.14.168.245.272,- atau sebesar 76,28%.
Hasil Review Inspektorat Kabupaten Pringsewu atas perhitungan APBD Kabupaten Pringsewu untuk TA 2010 terdapat Sisa Lebih Tahun Berjalan (Silpa) sebesar Rp.6.267.862.936,1.                   
 



"Belanja Daerah dianggarkan sebesar Rp.407.720.391.902,- terealisasi sebesar Rp.388.388.452.677,- atau sebesar  95,26 %, yang meliputi Belanja Tidak Langsung dianggarkan sebesar Rp.291.992.255.874,-  terealisasi sebesar Rp.280.845.872.845 yang digunakan untuk membiayai Belanja Pegawai, Belanja Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten dan Pemerintahan Daerah Lainnya serta Membiayai Belanja Tak Terduga. Sedangkan Belanja Langsung dianggarkan sebesar Rp.115.728.136.028,- terealisasi sebesar Rp.107.542.579.832 yang diaplikasikan untuk membiayai Pelaksanaan Urusan Wajib dan Urusan Pilihan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pringsewu.


Penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah terbagi dalam; Urusan wajib dan Urusan Pilihan, yang terdiri dari belanja langsung dan tidak langsung. Pada Urusan Wajib, belanja langsung terdiri dari 131 program dan 346 kegiatan. Sedangkan Urusan Pilihan terdiri dari 27 Program dan 51 kegiatan yang dijabarkan pada kegiatan-kegiatan pada Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Pringsewu,"  paparnya.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu pada tahun 2010, ujar bupati, telah melaksanakan program dan kegiatan diberbagai Bidang antara lain:
1. Membenahi dan menata Pasar Induk Pringsewu dengan bantuan dan dukungan masyarakat serta partisipasi masyarakat pedagang sehingga pasar induk sudah terlihat lebih representatif dan tertata lebih baik.
2.  Melakukan penataan terminal dengan mengukur ulang aset pemda yang ada di terminal, mengajak masyarakat terutama pemilik lahan yang ada di pasar dan di lingkungan terminal untuk ikut serta berpartisipasi bersama-sama membenahi penataan terminal. Pelaksanaannya berjalan cukup baik, namun demikian Pemda akan terus memantau terminal termasuk membuka akses jalan dua jalur yang saat ini terputus.
3. Kabupaten Pringsewu sedang memproses pemekaran kecamatan yaitu Kecamatan Pagelaran dan Kecamatan Gadingrejo serta pemekaran terhadap beberapa pekon yang ada di kecamatan seperti di Kecamatan Adiluwih, Kecamatan Pagelaran dan lain-lain.
 

4. Kabupaten Pringsewu saat ini telah memiliki UPTD SAMSAT Pembantu yang diresmikan Bapak Gubernur pada bulan Desember 2009 dan pada awal bulan Mei 2010 telah disetujui Bapak Gubernur menjadi UPTD SAMSAT Penuh.
5.  Sekretariat KPU Kabupaten Pringsewu telah terbentuk dan telah terpilih 5 orang komisioner.
6.  DPRD Kabupaten Pringsewu telah terbentuk dan pada tanggal 24 Juni 2010 telah dilantik sebanyak 33 orang dan pada tanggal 28 Juni 2010 telah dilantik lagi sebanyak 1 (satu) Orang Anggota DPRD.
7.  Pelayanan kepada publik (masyarakat) seperti KTP, KK, Akte Kelahiran, dan lain-lain serta izin-izin yang berhubungan dengan penanaman modal (investasi) telah dilakukan perbaikan dan percepatan pelayanan oleh Satker yang menangani.
8. Mengelola potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Pringsewu dengan mensosialisasikan pajak dan retribusi seperti pajak rumah makan, walet dan lain-lain. Sebab pembangunan tentunya  memerlukan dana dari partisipasi masyarakat berupa pembayaran pajak dan retribusi.
9. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Pringsewu, telah dilakukan evaluasi dan pembinaan kepada masyarakat sehingga dapat memacu kesadaran masyarakat. Sehingga pembinaan tunggakan PBB secara bertahap dapat dilunasi dan PBB tahun 2010 dapat lebih ditingkatkan.
10. Sejak berdirinya Kabupaten Pringsewu tahun 2009, Pringsewu  telah mengikuti berbagai kegiatan perlombaan baik di Tingkat Kabupaten maupun di Tingkat Provinsi dan hasilnya cukup menggembirakan seperti :
a.  Pameran Pembangunan tahun 2009 dan 2010 di Provinsi Lampung, stand Kabupaten Pringsewu mendapat        juara pertama (I) untuk katagori Daerah Otonomi Baru (DOB).
b. Juara I Olimpiade Biologi di Korea Selatan Tahun Tahun 2010 atas nama Irfan Haris Siswa SMAN I Pringsewu
c.    Hasil Penilaian Pemerintah Pusat tahun 2010 Kabupaten Pringsewu masuk katagori baik diantara DOB seluruh Indonesia.
d.  MTQ tingkat Provinsi Lampung ke-38 di Lampung Barat Kabupaten Pringsewu masuk dalam Peringkat ke 6 dari 14 Kabupaten/ Kota yang  ada diprovinsi Lampung dan juara terbaik ke-3 stand pameran.
e.  Juara Umum pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas Tingkat Propinsi tahun 2010
f.     Juara III Lomba pekon tingkat Propinsi Tahun 2010.
g.   Peringkat ke 6 kejuaraan Pekan Olah Raga tingkat Propinsi Lampung Tahun 2010 di Kabupaten Tulang Bawang dari 14 Kabupaten / Kota di Provinsi Lampung
11. Kabupaten Pringsewu menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat koordinasi (Rakor) Forkopimda Provinsi Lampung dan Fokorpimda kabupaten/Kota pada tanggal 04 Mei 2010 yang dalam pelaksanaannya berjalan dengan sukses.
 

12. Dengan terbentuknya Kabupaten Pringsewu telah berdampak positif bagi masyarakat, hal ini dapat terlihat dari munculnya banyak organisasi-organisasi kemasyarakatan baik dalam bentuk organisasi masyarakat, organisasi profesi, organisasi politik dan organisasi swadaya masyarakat (LSM). Semua organisasi ini pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat.
13.   Telah terbentuk kelembagaan organisasi perangkat Daerah Kabupaten Pringsewu yang telah menyesuaikan PP Nomor 41 Tahun 2007. 
      "Disamping catatan–catatan keberhasilan yang telah dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Pringsewu sebagaimana diuraikan sebelumnya, kami juga menyadari adanya beberapa kekurangan atau belum tercapainya tujuan dan sasaran tertentu sebagaimana rencana pembangunan yang telah ditetapkan. Kondisi ini lebih banyak disebabkan oleh keterbatasan sumber dana yang ada, kondisi faktor alam, kondisi perekonomian dan terbatasnya sumberdaya manusia yang kita miliki pada saat ini. Tantangan dan kendala dimasa depan disadari akan semakin berat untuk dihadapi. Tuntutan akan terselenggaranya good governance, globalisasi, keterbukaan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan merupakan contoh tantangan yang harus dihadapi. Hal tersebut hendaknya dapat menjadi cambuk bagi kita semua untuk menyatukan tekad dan mempererat kerjasama serta berupaya lebih keras lagi, demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pringsewu.
 
Sementara itu, masih adanya sejumlah kendala dari proses pembangunan pada tahun 2010 dapat menjadi bahan masukan untuk perbaikan kearah yang lebih baik dimasa yang akan datang. Disamping itu pula, permasalahan yang timbul dapat dicarikan solusi pemecahan sehingga pelaksanaan pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat dan roda perekonomian dapat berjalan dengan baik," pungkas bupati. (*/Humas dan Protokol)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>