Subscribe:

Rabu, 06 April 2011

 Bupati Tinjau Lokasi Pembangunan Transmisi PLN 
dan Terminal Induk Gadingrejo

PRINGSEWU - Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Kamis (7/4) meninjau calon lokasi pendirian transmisi jaringan listrik tegangan tinggi di perbatasan Kabupaten Pringsewu dengan Kabupaten Tanggamus di Kecamatan Pagelaran, dan lokasi calon Terminal Induk Pringsewu di bekas lapangan sepakbola Pasar Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo.
Di lokasi pembangunan jaringan transmisi listrik tegangan tinggi yang membentang dari Sumatera Selatan hingga Lampung tersebut, diantaranya melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten Pringsewu.
Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH  yang didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan H.Firman Muntako, SE dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs.H.Gatot Susilo, MM, pihak PT.Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero dan sejumlah pejabat Pemkab Pringsewu lainnya, menyambut baik rencana pembangunan jaringan transmisi listrik tersebut yang melintasi wilayah Pringsewu.
Apalagi, rencana pembangunan jaringan transmisi tersebut juga sudah disetujui masyarakat setempat termasuk ganti rugi lahan maupun tanam tumbuh yang dilintasi jaringan transmisi  tersebut.
Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Pringsewu akan memproses perijinan yang diajukan pihak PLN setelah semuanya sudah dinyatakan 'clear' dan tidak bermasalah.
Seusai meninjau lokasi rencana pembangunan jaringan transmisi listrik tegangan tinggi tersebut, Penjabat Bupati Pringsewu dan jajaran Pemkab Pringsewu,  selanjutnya meninjau lokasi calon Terminal Induk Pringsewu yang berlokasi di bekas lapangan sepakbola Pasar Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, yang juga didukung oleh masyarakat setempat.
Pemkab Pringsewu optimis keberadaan Terminal Induk Pringsewu di Gadingrejo tersebut nantinya akan dapat meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD0 Kabupaten Pringsewu, dimana nantinya semua kendaraan umum yang melintasi Jalan Lintas Barat  (Jalinbar) baik angkutan kota, angkutan perdesaan, angkutan perbatasan, maupun bus antar kota dalam provinsi dan bus antar kota antar provinsi diwajibkan masuk ke Terminal Induk Gadingrejo, Pringsewu. (*/Humas dan Protokol)


||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 05 April 2011

    Pameran Promosi Pembangunan 
  Kabupaten Pringsewu 2011 Ditutup


PRINGSEWU - Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, Senin (4/4) malam secara resmi menutup pameran promosi pembangunan Kabupaten Pringsewu 2011  di pendopo kabupaten setempat yang digelar sejak 26 Maret lalu sebagai rangkaian peringatan HUT Kabupaten Pringsewu ke-2.

Acara penutupan juga dihadiri Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, wakil ketua serta anggota DPRD Pringsewu, Sekdakab Pringsewu H.Idrus Effendi beserta jajaran Pemkab Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus, serta Lampung Selatan.

Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi dalam sambutannya mengucapkan rasa terima aksih yang tak terhingga kepada seluruh elemen masyarakat yang telah turut mendukung dan mensukseskan kegiatan tersebut.

"Keberhasilan kegiatan ini tentunya tak terlepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Pringsewu, maupun elemen lainnya di Pringsewu, maupun luar Pringsewu," ujarnya.

Kedepan, kata penjabat bupati, kegiatan tersebut perlu ditingkatkan lagi, sehingga dapat mencapai hasil yang lebih maksimal lagi, sebagai upaya mempromosikan berbagai potensi yang ada di Kabupaten Pringsewu kepada publik.

Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan hadiah-hadiah bagi para pemenang lomba dalam rangka HUT Kabupaten Pringsewu ke-2, maupun para atlet yang telah berhasil membawa harum nama Kabupaten pringsewu dalam ajang Porprov di Menggala, Tulangbawang beberapa waktu lalu. Selain itu juga diserahkan hadiah kepada stand terbaik dalam ajang pameran promosi pembangunan Kabupaten Pringsewu yang diraih stand Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu. (*/Humas dan Protokol Setkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)


||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>
Asisten I Hadiri Pengajian Akbar 
Di Sinar Jaya

BANYUMAS – Pengajian akbar dalam rangka reuni Himpunan Alumni Miftahul Huda (Hamida)  XVI santri Pondok Pesantren Miftahul Huda 453, Dusun Sinarjaya, Pekon (Desa)  Sinarmulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Selasa (5/4) digelar di ponpes tersebut, dihadiri Asisten I Setkab Pringsewu H.Firman Muntako mewakili Penjabat  (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, Kadis Sosnakertrans Bajuri, Kabag Kessos Arief Nugroho, Kepala Kantor Kesbangpol Yus Amri Agus, Camat Banyumas Syarifudin,  kepala pekon (desa) dan masyarakat setempat.
Asisten I Setkab Pringsewu H.Firman Muntako membacakan sambutan tertulis Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi mengatakan pengajian  akbar tidak sebatas kegiatan keagamaan semata bagi umat Islam, namun suatu kegiatan dan momentum besar bagi masyarakat khususnya agar lebih mendekatkan diri kepada Allah.
April2011                                                       5


 
“Selain itu, momentum ini juga dapat mengingatkan kita untuk memperkuat kesadaran dan komitmen kita, mencontoh dan meneladani apa yang dilakukan oleh Rasulullah. Manusia amat kecil di hadapan Allah,  kita semua manusia juga amat jauh dari apa yang dimiliki dan dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itu, kita perlu terus menyempurnakan kepribadian kita dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, dan kita terus berupaya meneladani apa yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah,” kata dia. 
Penjabat Bupati Pringsewu melalui Asisten I Setkab Pringsewu berharap pengajian akbar ini akan memberikan kesejukan serta kejernihan berfikir bagi kita semua. “Terlebih Kabupaten Pringsewu sebentar lagi akan menggelar hajat besar yaitu pemilukada untuk memilih bupati dan wakil bupati definitive, yang Insya Alllah akan digelar pada tanggal 28 September 2011 mendatang, saya berharap pemilukada nanti dapat berjalan dengan kondusif, aman dan damai sesuai dengan keinginan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Pringsewu,” harapnya. (*/Humas dan Protokol Setkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
       
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 04 April 2011

Pemkab Gelar Upacara Peringatan
HUT Kabupaten Pringsewu Ke-2


PRINGSEWU - Peringatan hari ulang tahun Kabupaten Pringsewu yang ke-2 diperingati dalam suatu upacara yang diselenggarakan di Lapangan Kuncup, Pringsewu Barat, Senin (4/4) dengan inspektur upacara Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH.

Upacara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Tanggamus KH.Sujadi Saddad, sejumlah anggota DPRD Lampung, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa beserta para wakil ketua dan anggota, Kapolres Tanggamus AKBP Shobarmen, Dandim 0424/TGM Letkol Parada Siringo-ringo beserta jajaran fokorpimda lainnya, Sekda Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi beserta para asisten, staf ahli  dan  para kepala satuan kerja Pemkab Pringsewu, pelajar, ormas, OKP,  serta sejumlah mantan pejuang veteran, serta tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Pringsewu. Turut hadir pula tokoh pemuda Handitya Narapati SZP.



Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam amanatnya mengatakan di usianya yang ke-2 tahun, Kabupaten Pringsewu sudah cukup banyak mencapai keberhasilan, baik di bidang pemerintahan, ekonomi, sosial, politik, dan pertahanan keamanan. Begitu pula sejalan dengan semangat otonomi daerah yang intinya adalah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.


“Dengan semangat kebersamaan, kita telah mampu menciptakan suasana yang kondusif, sehingga program pembangunan dalam berbagai bidang dapat berjalan dengan baik dan lancar. Meskipun kita akui, dalam beberapa segi masih terdapat kekurangan, namun dengan semangat kebersamaan itu pula kita terus berupaya melakukan perbaikan dan penyempurnaan,” kata Pj Bupati Sudarno Eddi. 

Kita semua, kata bupati, memikul tanggung jawab untuk terus menerus mengadakan perbaikan, sebab pembangunan itu sendiri adalah perbaikan yang tidak ada henti-hentinya. Namun perbaikan itu harus dilakukan dengan tetap memperhatikan skala prioritas dan kemampuan daerah.

“Melalui momentum yang baik ini, atas nama Pemda Kabupaten Pringsewu, saya sampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada semua pihak, baik aparatur pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, ormas, orpol, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, generasi muda, para palajar dan mahasiswa, insan pers, serta seluruh masyarakat Pringsewu,  yang secara aktif telah memberikan kontribusi positif bagi keberhasilan pembangunan, sesuai dengan kapasitas dan fungsinya masing-masing,” kata dia.

Tanpa dukungan, kerja keras, dan kebersamaan seluruh elemen yang ada di Bumi Jejama Secancanan tercinta ini, lanjut bupati, semua kebijakan dan program pembangunan tidak akan bisa terlaksana.

 “Untuk sumbang saran, pengawasan, dan kritik konstruktif disertai solusi yang dilakukan secara arif dan bijaksana, tetap diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan pembangunan di masa-masa mendatang. Sehubungan dengan itu, saya berharap, tema sentral peringatan HUT ke-2 Kabupaten Pringsewu dapat kita hayati dan wujudkan bersama, sesuai dengan posisi dan kapasitas masing-masing, yaitu ‘Dengan semangat kebersamaan, kita sukseskan pembangunan untuk terwujudnya masyarakat yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan’.  Berbagai tantangan dan kendala yang kita hadapi selama dua tahun yang lalu, hendaknya dapat kita jadikan cambuk atau pemicu untuk lebih ulet, lebih sabar, dan pantang menyerah dalam perjuangan di masa-masa bagaimana yang kita harapkan. mendatang, tanpa saling menyalahkan antara satu dengan yang lain,”  tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa yang bertindak sebagai penyampai/pembaca sejarah singkat Kabupaten Pringsewu menuturkan sejarah perjalanan panjang Pringsewu sejak masa silam hingga terbentuk sebagai sebuah wilayah otonom, dimana sejarah Pringsewu diawali dengan berdirinya sebuah perkampungan yang bernama Tiuh Margakaya pada tahun 1738 Masehi yang terletak di tepi aliran sungai Way Tebu.

“Kemudian, 187  tahun berikutnya,  pada tanggal  9 September 1925,  sekelompok masyarakat  dari Pulau Jawa,  melalui program kolonisasi oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, membuka  permukiman baru dengan membuka  hutan belantara yang  sangat lebat,  yang banyak ditumbuhi  ribuan pohon bambu di sekitar Tiuh Margakaya tersebut. Karena begitu banyaknya pohon bambu, oleh masyarakat pembuka hutan, perkampungan atau desa yang baru dibuka  tersebut dinamakan ‘Pringsewu’  yang mengambil nama  dari bahasa Jawa yang artinya Bambu Seribu, dengan kepala desa pertama  yaitu  Bapak Ambar,” tuturnya.

Selanjutnya, pada tahun 1936  berdiri pemerintahan Kawedanaan Tataan yang berkedudukan di  Pringsewu,  dengan Wedana pertama yakni Bapak Ibrahim hingga 1943. Selanjutnya Kawedanaan Tataan berturut-turut dipimpin oleh Bapak Ramelan pada tahun 1943, Bapak Nurdin pada tahun 1949, Bapak Hasyim Asmarantaka pada tahun 1951, Bapak Saleh Adenan pada tahun 1957, serta pada tahun 1959 diangkat sebagai Wedana yaitu Bapak R.Arifin Kartaprawira yang merupakan Wedana terakhir hingga tahun 1964,  saat  pemerintahan Kawedanaan dihapuskan.

“Pada tahun 1964,  dibentuk pemerintahan Kecamatan Pringsewu yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Selatan sesuai dengan  Undang-undang Nomor 14 Tahun 1964,  yang sebelumnya  Pringsewu  juga  pernah menjadi bagian dari Kecamatan Pagelaran yang juga berkedudukan di Pringsewu. Dalam sejarah perjalanan berikutnya,  Kecamatan Pringsewu bersama sejumlah kecamatan lainnya di wilayah Lampung Selatan bagian barat  yang menjadi bagian wilayah administrasi Pembantu Bupati Lampung Selatan Wilayah Kotaagung, masuk menjadi bagian wilayah Kabupaten Tanggamus berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1997,” lanjut dia.

Seiring dengan perjalanan waktu, dengan disetujuinya  wilayah Pringsewu dan sekitarnya menjadi Daerah Otonomi Baru bersama 10 kabupaten dan 1 kota lainnya pada sidang paripurna DPR RI  pada tanggal 29 Oktober 2008,  merupakan tonggak sejarah yang tidak dapat dipungkiri, sebagai sebuah proses panjang perjuangan rakyat Pringsewu melalui wadah Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Pringsewu (P3KP)  yang dipimpin oleh sejumlah tokoh-tokoh Pringsewu diantaranya ketua umum pertama Bapak Bambang Waluyo Utomo, kemudian Bapak RU Hendarman, dan dilanjutkan  oleh Bapak Wanawir, termasuk Ketua Harian P3KP Imop Sutopo, Ketua Presidium Pusat P3KP di Jakarta yakni Bapak Sugiri Syarif, serta Ketua P3KP Provinsi Lampung  yakni Bapak Muhajir Utomo. Namun demikian, sidang paripurna di gedung DPR RI tersebut  belumlah  final,  karena masih harus melalui beberapa tahapan lagi, diantaranya  meneruskan RUU tentang Pembentukan Kabupaten Pringsewu  yang telah disetujui DPR RI tersebut kepada Presiden Republik Indonesia untuk disetujui, dan kemudian dimasukkan kedalam Lembaran Negara sekaligus pemberian nomor undang-undang tersebut melalui Menteri Sekretaris Negara. Setelah menjadi undang-undang,  selanjutnya diserahkan kepada  Menteri Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah guna ditindak lanjuti mengenai penetapan Penjabat Bupati melalui sebuah prosesi peresmian Kabupaten Pringsewu serta pelantikan Penjabat Bupati Pringsewu. Pada tanggal 26 November 2008, ditetapkanlah Undang-undang Nomor 48 Tahun 2008  Tentang Pembentukan Kabupaten Pringsewu di Provinsi Lampung.

“Akhirnya, pada tanggal 3 April 2009,  bertempat di aula Gedung Sasana Bhakti Praja Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia H.Mardiyanto, atas nama Presiden Republik Indonesia H.Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Kabupaten Pringsewu, serta melantik penjabat Bupati Pringsewu pertama saat itu Bapak Ir.H.Masdulhaq. Pada saat itu, ungkapan rasa syukur  masyarakat  Kabupaten Pringsewu menggema, setelah sekian lamanya  perjuangan masyarakat  Pringsewu  untuk membentuk dan mewujudkan Pringsewu sebagai daerah otonom yang mandiri  akhirnya dapat terwujud. Keberhasilan perjuangan membentuk Kabupaten Pringsewu tersebut, juga merupakan hasil dukungan  dan andil  dari seluruh elemen masyarakat, yang telah mengorbankan waktu, harta dan benda serta tenaga maupun curahan pemikiran demi terwujudnya Kabupaten Pringsewu yang diidam-idamkan. Keberhasilan tersebut tentunya juga tak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus  sebagai kabupaten induk dengan bupatinya mulai dari Bapak Fauzan Sya’ie hingga Bapak H.Bambang Kurniawan,  ketua dan anggota serta jajaran DPRD Kabupaten Tanggamus, dan juga dukungan kuat  datang dari  Gubernur Provinsi Lampung Bapak H.Sjachroedin ZP  beserta ketua, anggota, dan jajaran DPRD Provinsi Lampung yang telah memberikan persetujuan dan  rekomendasi pembentukan Kabupaten Pringsewu” tambahnya.

Kabupaten Pringsewu  merupakan sebuah wilayah heterogen  yang dihuni oleh masyarakat yang multi-etnis, selain masyarakat Jawa yang cukup dominan, dan masyarakat asli Lampung, yang terdiri dari  2 (dua)  masyarakat  adat,  yakni  Pepadun dan Saibatin. Pada saat  berdiri 2 (dua) tahun lalu,   Kabupaten Pringsewu memiliki luas wilayah 625 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sebanyak 368.318  (tiga ratus enam puluh delapan ribu tiga ratus delapan belas jiwa),  yang tersebar di  96 pekon (desa)  dan  5 kelurahan, dengan jumlah kecamatan yang menjadi pilar berdirinya Kabupaten Pringsewu sebanyak 8 (delapan) kecamatan, yakni masing-masing  Kecamatan Pringsewu dengan camat  pada saat itu Bapak H.Nasrun Yusuf,  Kecamatan Pagelaran dengan camatnya Bapak H.Ananto Pratikno,  Kecamatan Pardasuka dengan camatnya Bapak  Humaidi Elhudri, Kecamatan Gadingrejo dengan camatnya Bapak  Nang Abidin Hasan, Kecamatan Sukoharjo dengan camatnya Ibu DM Fitri, Kecamatan Adiluwih dengan camatnya Bapak  Edi Sumber Pamungkas, Kecamatan Ambarawa dengan camatnya Bapak Ahyani Muchsin, serta Kecamatan Banyumas dengan camatnya Bapak Syamsul Rizal.

“Selanjutnya,  atas pertimbangan dan evaluasi Gubernur Provinsi Lampung, tugas Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu diteruskan oleh  Bapak H.Helmi Machmud, hingga berakhir karena memasuki masa pensiun. Kemudian pada tanggal  3 September 2010, Gubernur Lampung  H.Sjachroedin ZP melantik Bapak H.Sudarno Eddi  sebagai Penjabat Bupati Pringsewu hingga saat ini,” pungkas Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa.


Seusai upacara peringatan HUT Kabupaten Pringsewu, dilanjutkan dengan atraksi drumband dan kesenian tradisional debus dan atraksi paralayang.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan melakukan upacara tabur bunga di TMP Bahagia Keputran, Sukoharjo, Pringsewu, yang dipimpin Dandim 0424/TGM Letkol Parada Siring-ringo. (*/Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

Panwas Kecamatan 
Se-Pringsewu Dilantik
 
SUKOHARJO – Panitia Pengawas (Panwas) Pemilukada Kabupaten Pringsewu 8 kecamatan se Kabupaten Pringsewu, Senin (4/4) dilantik Ketua Panwas Kabupaten Pringsewu Fathoni di Vila Novi, Way Sekampung, Sukoharjo, Pringsewu. Pelantikan dihadiri Sekdakab Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Asisten III H.Syahlulsyah, SH, MH, jajaran Fokorpimda, serta jajaran KPUD Pringsewu.

Sekdakab Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi membacakan sambutan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH mengatakan pelantikan anggota panwas kecamatan se-Kabupaten Pringsewu merupakan langkah antisipasi dan kesiagaan secara dini dalam menghadapi kompleksitas beban dan tugas yang begitu banyak, serta dalam upaya untuk menghindari berbagai kemungkinan penyimpangan yang terjadi.

“ Untuk itu, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, saya ucapkan selamat kepada Panitia Pengawas Pemilukada Kabupaten Pringsewu, yang baru saja dilantik untuk mengemban amanat dan tugas dalam mengatur jalannya Pemilukada pertama kalinya di Kabupaten Pringsewu. Saya berharap saudara-saudara yang baru dilantik untuk dapat menjalankan tugas dengan baik, jujur dan disertai tanggung jawab yang besar sesuai janji yang telah saudara-saudara ucapkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena apa yang kita lakukan, semua itu akhirnya kepada Tuhan jugalah akan kita pertanggung jawabkan,”  harapnya.
Sementara itu, lanjut dia, dalam menjalankan tugas panwas diharapkan dapat bertindak dan bersikap netral dengan tidak memihak pada golongan tertentu, serta berprilaku adil, jujur, dan transparan, karena di pundak petugas panwas terpikul harapan besar masyarakat yang mendambakan keberhasilan Pemilukada sebagai jembatan untuk meraih sukses dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

“Mari kita bersama-sama mendukung penyelenggaran dan pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Pringsewu ini, agar dapat berjalan sukses dan lancar. Jangan jadikan ajang pemilukada ini sebagai ajang untuk memecah belah persatuan dan kesatuan diantara kita yang sudah berjalan baik ini, dengan senantiasa menjagak komitmen dan memelihara kondisi Kabupaten Pringsewu yang kondusif, agar tetap aman dan damai,” pungkasnya. (*/Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)



DPRD Gelar Sidang Paripurna Istimewa
HUT Kabupaten Pringsewu Ke-2
PRINGSEWU – Sidang paripurna istimewa DPRD Kabupaten Pringsewu dengan agenda peringatan HUT Kabupaten Pringsewu ke-2 digelar di ruang rapat utama DPRD setempat, Senin (4/4), dihadiri Gubernur Lampung yang diwakili Inspektur Provinsi Lampung Drs.H.Zulkifli Maliki, Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Kapolres Tanggamus AKBP Shobarmen, dandim 0424/TGM Letkol P.Siringo-ringo beserta jajaran Fokorpimda lainnya, Wakil Bupati Tanggamus KH.Sujadi Saddad dan jajaran Pemkab Tanggamus beserta pimpinan DPRD Tanggamus, jajaran Pemkab Pesawaran, Ketua DPRD Pesawaran Toto Sumirat dan jajaran DPRD Pesawaran, serta seluruh jajaran Pemkab Pringsewu, dan sejumlah  tokoh masyarakat Pringsewu lainnya. 

Namun demikian, ada keunikan tersendiri dalam siding paripurna kali ini, yaitu seluruh pimpinan siding maupun anggota DPRD  dan tamu undangan seluruhnya mengenakan pakaian adat Lampung.

Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH dalam pidatonya mengatakan Kabupaten Pringsewu merupakan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Lampung hasil pemekaran dari Kabupaten Tanggamus yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2008  Tentang Pembentukan Kabupaten Pringsewu di Provinsi Lampung. Selanjutnya Kabupaten Pringsewu diresmikan sebagai kabupaten pada tanggal 3 April 2009. Diusianya yang ke-2 tahun, Kabupaten Pringsewu telah dapat melaksankan sejumlah agenda penting diantaranya ;
  1. Pembentukan organisasi perangkat daerah dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan yang telah dikembangkan menyesuaikan PP 41 Tahun 2007 dengan Perda Nomor 02 Tahun 2010 dan para pejabat yang menduduki struktur organisasi tersebut telah dilantik awal Februari lalu.
  2. Kelembagaan DPRD Kabupaten Pringsewu telah terbentuk dengan jumlah anggota lengkap 35 anggota DPRD sesuai dengan ketentuan dimana 1(satu) orang anggota DPRD baru dilantik pada 8 Maret 2011 lalu.
  3. Pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Pringsewu, Pemerintah Daerah telah melakukan MOU dengan KPU Kabupaten Pringsewu tentang pemberian dana hibah sebesar Rp. 8,6 Milyar untuk putaran pertama, dan Pemilukada menurut ketetapan KPU akan dilaksanakan pada 28 September 2011.
  4. Tugas penyelenggaraan pembangunan di Kabupaten Pringsewu sejak Tahun Anggaran 2011 dan 2012 telah mempunyai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) secara penuh, dan untuk TA 2011 sedang berjalan, bahkan untuk TA 2012 telah dipersiapkan program pembangunan melalui pelaksanaan Musrenbang.
“Diusia dua tahun ini, mari kita jadikan sebagai bahan refleksi dan perenungan, melihat sekaligus mengevaluasi perjalanan Kabupaten Pringsewu ditengah pasang surutnya dinamika ekonomi dan sosial serta pembangunan yang sudah terlaksana. Kepada seluruh element masyarakat, pihak swata dan jajaran pemerintah dapat merefleksikan apa yang sudah, sedang dilakukan dan apa yang akan dilakukan terhadap perkembangan Pringsewu. Saya sampaikan rasa terim kasih kepada segenap elemen masyarakat yang turut serta terlibat dalam pemekaran Kabupaten Pringsewu,” kata bupati.

Dalam perjalanan 2 tahun Kabupaten Pringsewu, kata bupati, pemerintah daerah terus berbenah diri membangun dengan harapan dapat sejajar dengan kabupaten lainnya. Diakuinya,  banyak prestasi yang telah dicapai Kabupaten Pringsewu, namun banyak pula kebutuhan masyarakat yang belum tercapai karena keterbatasan SDM dan dana yang ada. 

“Seluruh impian dan harapan masyarakat belum dapat kami penuhi dan wujudkan, kedepan pemerintah daerah secara bertahap akan terus membangun guna mensejahterakan masyarakat. Dalam membangun Pringsewu diperlukan peran serta seluruh masyarakat untuk mendukung visi Kabupaten Pringsewu. Saya berharap momentum hari jadinya yang ke-2 ini,  dapat disikapi dalam bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat sebagai upaya percepatan pembangunan di Kabupaten Pringsewu, karena pembentukan Kabupaten Pringsewu bukan semata-mata hanya sebagai penambahan wilayah kabupaten baru, akan tetapi lebih pada tujuan dan cita-cita untuk meningkatakan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Selanjutnya, bupati mengharapkan peran serta dan kerja sama dari seluruh unsur masyarakat  dalam upaya percepatan pembangunan di Bumi Jejama Secancanan. (*/Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Sabtu, 02 April 2011

SEJARAH SINGKAT KABUPATEN PRINGSEWU




DIBACAKAN OLEH KETUA DPRD KAB.PRINGSEWU BPK.ILYASA
SAAT UPACARA HARI JADI KAB.PRINGSEWU KE-2
DI LAP.KUNCUP, PRINGSEWU, SENIN, 4 APRIL 2011.

Sejarah Pringsewu diawali dengan berdirinya sebuah perkampungan yang bernama Tiuh Margakaya pada tahun 1738 Masehi yang  terletak di tepi aliran sungai Way Tebu.
Kemudian, 187  tahun berikutnya,  pada tanggal  9 September 1925,  sekelompok masyarakat  dari Pulau Jawa,  melalui program kolonisasi oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, membuka  permukiman baru dengan membuka  hutan belantara yang  sangat lebat,  yang banyak ditumbuhi  ribuan pohon bambu di sekitar Tiuh Margakaya tersebut.
Karena begitu banyaknya pohon bambu, oleh masyarakat pembuka hutan, perkampungan atau desa yang baru dibuka  tersebut dinamakan ‘Pringsewu’  yang mengambil nama  dari bahasa Jawa yang artinya Bambu Seribu, dengan kepala desa pertama  yaitu  Bapak Ambar.
Selanjutnya, pada tahun 1936  berdiri pemerintahan Kawedanaan Tataan yang berkedudukan di  Pringsewu,  dengan Wedana pertama yakni Bapak Ibrahim hingga 1943. Selanjutnya Kawedanaan Tataan berturut-turut dipimpin oleh Bapak Ramelan pada tahun 1943, Bapak Nurdin pada tahun 1949, Bapak Hasyim Asmarantaka pada tahun 1951, Bapak Saleh Adenan pada tahun 1957, serta pada tahun 1959 diangkat sebagai Wedana yaitu Bapak R.Arifin Kartaprawira yang merupakan Wedana terakhir hingga tahun 1964,  saat  pemerintahan Kawedanaan dihapuskan.
Pada tahun 1964,  dibentuk pemerintahan Kecamatan Pringsewu yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Selatan sesuai dengan  Undang-undang Nomor 14 Tahun 1964,  yang sebelumnya  Pringsewu  juga  pernah menjadi bagian dari Kecamatan Pagelaran yang juga berkedudukan di Pringsewu.
Dalam sejarah perjalanan berikutnya,  Kecamatan Pringsewu bersama sejumlah kecamatan lainnya di wilayah Lampung Selatan bagian barat  yang menjadi bagian wilayah administrasi Pembantu Bupati Lampung Selatan Wilayah Kotaagung, masuk menjadi bagian wilayah Kabupaten Tanggamus berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1997.
Seiring dengan perjalanan waktu, dengan disetujuinya  wilayah Pringsewu dan sekitarnya menjadi Daerah Otonomi Baru bersama 10 kabupaten dan 1 kota lainnya pada sidang paripurna DPR RI  pada tanggal 29 Oktober 2008,  merupakan tonggak sejarah yang tidak dapat dipungkiri, sebagai sebuah proses panjang perjuangan rakyat Pringsewu melalui wadah Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Pringsewu (P3KP)  yang dipimpin oleh sejumlah tokoh-tokoh Pringsewu diantaranya ketua umum pertama Bapak Bambang Waluyo Utomo, kemudian Bapak RU Hendarman, dan dilanjutkan  oleh Bapak Wanawir, termasuk Ketua Harian P3KP Imop Sutopo, Ketua Presidium Pusat P3KP di Jakarta yakni Bapak Sugiri Syarif, serta Ketua P3KP Provinsi Lampung  yakni Bapak Muhajir Utomo.
Namun demikian, sidang paripurna di gedung DPR RI tersebut  belumlah  final,  karena masih harus melalui beberapa tahapan lagi, diantaranya  meneruskan RUU tentang Pembentukan Kabupaten Pringsewu  yang telah disetujui DPR RI tersebut kepada Presiden Republik Indonesia untuk disetujui, dan kemudian dimasukkan kedalam Lembaran Negara sekaligus pemberian nomor undang-undang tersebut melalui Menteri Sekretaris Negara.
Setelah menjadi undang-undang,  selanjutnya diserahkan kepada  Menteri Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah guna ditindak lanjuti mengenai penetapan Penjabat Bupati melalui sebuah prosesi peresmian Kabupaten Pringsewu serta pelantikan Penjabat Bupati Pringsewu.
Pada tanggal 26 November 2008, ditetapkanlah Undang-undang Nomor 48 Tahun 2008  Tentang Pembentukan Kabupaten Pringsewu di Provinsi Lampung.
Akhirnya, pada tanggal 3 April 2009,  bertempat di aula Gedung Sasana Bhakti Praja Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia H.Mardiyanto, atas nama Presiden Republik Indonesia H.Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Kabupaten Pringsewu, serta melantik penjabat Bupati Pringsewu pertama saat itu Bapak Ir.H.Masdulhaq.

Pada saat itu, ungkapan rasa syukur  masyarakat  Kabupaten Pringsewu menggema, setelah sekian lamanya  perjuangan masyarakat  Pringsewu  untuk membentuk dan mewujudkan Pringsewu sebagai daerah otonom yang mandiri  akhirnya dapat terwujud.
Keberhasilan perjuangan membentuk Kabupaten Pringsewu tersebut, juga merupakan hasil dukungan  dan andil  dari seluruh elemen masyarakat, yang telah mengorbankan waktu, harta dan benda serta tenaga maupun curahan pemikiran demi terwujudnya Kabupaten Pringsewu yang diidam-idamkan.
Keberhasilan tersebut tentunya juga tak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus  sebagai kabupaten induk dengan bupatinya mulai dari Bapak Fauzan Sya’ie hingga Bapak H.Bambang Kurniawan,  ketua dan anggota serta jajaran DPRD Kabupaten Tanggamus, dan juga dukungan kuat  datang dari  Gubernur Provinsi Lampung Bapak H.Sjachroedin ZP  beserta ketua, anggota, dan jajaran DPRD Provinsi Lampung yang telah memberikan persetujuan dan  rekomendasi pembentukan Kabupaten Pringsewu.
Kabupaten Pringsewu  merupakan sebuah wilayah heterogen  yang dihuni oleh masyarakat yang multi-etnis, selain masyarakat Jawa yang cukup dominan, dan masyarakat asli Lampung, yang terdiri dari  2 (dua)  masyarakat  adat,  yakni  Pepadun dan Saibatin.
Pada saat  berdiri 2 (dua) tahun lalu,   Kabupaten Pringsewu memiliki luas wilayah 625 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sebanyak 368.318  (tiga ratus enam puluh delapan ribu tiga ratus delapan belas jiwa),  yang tersebar di  96 pekon (desa)  dan  5 kelurahan, dengan jumlah kecamatan yang menjadi pilar berdirinya Kabupaten Pringsewu sebanyak 8 (delapan) kecamatan, yakni masing-masing  Kecamatan Pringsewu dengan camat  pada saat itu Bapak H.Nasrun Yusuf,  Kecamatan Pagelaran dengan camatnya Bapak H.Ananto Pratikno,  Kecamatan Pardasuka dengan camatnya Bapak  Humaidi Elhudri, Kecamatan Gadingrejo dengan camatnya Bapak  Nang Abidin Hasan, Kecamatan Sukoharjo dengan camatnya Ibu DM Fitri, Kecamatan Adiluwih dengan camatnya Bapak  Edi Sumber Pamungkas, Kecamatan Ambarawa dengan camatnya Bapak Ahyani Muchsin, serta Kecamatan Banyumas dengan camatnya Bapak Syamsul Rizal.
Selanjutnya,  atas pertimbangan dan evaluasi Gubernur Provinsi Lampung, tugas Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu diteruskan oleh  Bapak H.Helmi Machmud, hingga berakhir karena memasuki masa pensiun. Kemudian pada tanggal  3 September 2010, Gubernur Lampung  H.Sjachroedin ZP melantik Bapak H.Sudarno Eddi  sebagai Penjabat Bupati Pringsewu hingga saat ini.
SELESAI.


HUT Pringsewu Ke-2, HUT PWI Ke-65, HPN 2011 Puluhan Ribu Warga 
Ikuti Jalan Sehat

PRINGSEWU - Dua puluhan ribu warga Kabupaten Pringsewu, Minggu (3/4) pagi  mengikuti lomba jalan sehat dalam rangka HUT Kabupaten Pringsewu ke-2, HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-65, serta hari Pers Nasional (HPN) 2011, yang dipusatkan di Lapangan Kuncup, Pringsewu Barat. 
Kegiatan yang merupakan merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu dengan PWI Perwakilan Kabupaten Pringsewu tersebut dilepas oleh Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, didampingi Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu H.Idrus Effendi, Wakil Bupati Tanggamus KH.Sujadi Saddad, Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian, jajaran forkopimda Kabupaten Pringsewu, seluruh kepala satuan kerja (satker) di lingkungan Pemkab Pringsewu, serta jajaran PWI Perwakilan Pringsewu dan PWI Perwakilan Pesawaran.

Meskipun di tengah rintik air hujan, tidak menyurutkan semangat dan antusiasme peserta untuk mengikuti lomba jalan sehat tersebut yang menempuh jarak kurang lebih 4 km menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Pringsewu.
 Pada kesempatan tersebut, panitia yang didukung Pemkab Pringsewu menyediakan berbagai macam hadiah, baik hadiah utama maupun doorprize, seperti  sepeda motor ,  lemari es, pesawat TV, sepeda, kompor gas, kipas angin, jam dinding, tabungan,  payung, bahkan hingga 1 ekor sapi, 3 ekor kambing, belasan ekor bebek (itik), bibit ikan, dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Pringsewu atas dukungannya terhadap kegiatan tersebut, yang juga merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur di hari jadinya yang ke-2  bagi Kabupaten Pringsewu. 
 "Begitu pula kepada seluruh  jajaran PWI Perwakilan Kabupaten Pringsewu yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pringsewu sehingga kegiatan lomba jalan sehat dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Pringsewu yang ke-2, Hari Ulang Tahun PWI yang ke-65, serta Hari Pers Nasional tahun 2011 berjalan dengan sukses," katanya.
 Selanjutnya, Pj Bupati Pringsewu berharap kegiatan tersebut dapat terus ditingkatkan lagi di masa yang akan datang, sebagai salah satu bentuk kemitraan dan hubungan yang harmonis antara Pemkab Pringsewu dengan jajaran pers khususnya yang tergabung dalam PWI Perwakilan Pringsewu. 
Sehari sebelumnya (2/4), Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, Sekdakab Pringsewu H.Idrus Effendi, serta  Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa dan jajaran Pemkab Pringsewu juga membuka lomba memancing yang juga diselenggarakan  oleh PWI Perwakilan Pringsewu dalam rangka memperingati HUT PWI ke-65, HPN 2011, dan HUT kabupaten Pringsewu yang ke-2d yang dipusatkan di Dusun Ganjaran, Pekon (Desa) Gumukrejo,  Kecamatan Pagelaran.

Lomba memancing ini tidak hanya diikuti peserta dari Pringsewu saja, tetapi juga diiikuti  para peserta dari sejumlah kabupaten/kota, diantaranya Pesawaran, Tanggamus, Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Metro. (*/Humas dan Protokol Setkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)







||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Jumat, 01 April 2011

Asset Tanggamus Diserahkan Ke Pringsewu

DISERAHKAN - Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi menanda tangani berita acara penyerahan asset Pemkab Tanggamus kepada Pemkab Pringsewu  disaksikan Wakil Bupati Tanggamus Sujadi Saddad, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekdakab Tanggamus Gunawan TW dan Sekdakab Pringsewu Idrus Effendi bertempat di aula Pemkab Tanggamus di Kotaagung, Jumat (1/4).
(Foto Humas & Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

(Foto Humas & Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
TABUR BENIH - Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi  bersama jajaran Pemkab Pringsewu  melakukan tabur benih ikan di sebuah kolam di Pekon Gumukmas, Kecamatan Pagelaran, Jumat (1/4).
(Foto Humas & Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

PRASASTI - Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Pringsewu Firman Muntako dan Ketua Harian Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Pringsewu (P3KP) Imop Sutopo menunjukkan prasasti peresmian Kabupaten Pringsewu yang ditanda tangani oleh Mendagri Mardiyanto tertanggal 3 April 2009 sebagai tonggak sejarah Kabupaten Pringsewu.
(Foto Humas & Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Selasa, 29 Maret 2011



PPK & PPS Se Pringsewu Dilantik

PRINGSEWU - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kabupaten Pringsewu, Rabu (30/3) dilantik oleh Ketua KPU Kabupaten Pringsewu warsito, ST. Penetapan dan pengangkatan mereka sebagai PPK berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Pringsewu No.990/05/KPU-PSW/III/2011, serta No.990/07/KPU-PSW/III/2011 untuk PPS.

Pj Bupati Pringsewu dalam sambutannya meminta semua anggota PPK dan PPS yang baru dilantik untuk segera menyesuiakan diri dengan pihak terkait baik di tingkat kecamatan, maupun tingkat pekon. “Saya juga menghimbau kepada PPK dan PPS untuk tetap menjaga netralitas dalam bertugas, karena posisi PPK dan PPS adalah posisi yang sangat rentan dengan keberpihakan. Dan dalam penyelenggaraan pemilukada, PPK dan PPS sebagai panitia harus berusaha dan bersikap secara adil dengan semua calon dan tim sukses agar tidak terjadi perselisihan serta salah paham. Dengan berlaku netral dalam bertugas, tentunya akan dapat berdampak pada keamanan dan jalannya Pemilukada”, pinta bupati.

Seperti diketahui, kata bupati, pada bulan September mendatang, Kabupaten Pringsewu akan melangsungkan Pemilukada yang pertama. “Pemilu tidak akan sukses apabila tidak ada kerjasama yang baik antara panitia dengan unsur terkait, termasuk pemerintah dan elemen masyarakat. Jangan sampai ajang pemilukada ini membuat kita terkotak-kotak,” pungkas bupati.
Turut hadir dalam acara yang digelar di Gedung Rina, Pringsewu Barat tersebut selain Pj Bupati Pringsewu,  Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekdakab Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, jajaran Fokorpimda Pringsewu/Tanggamus, KPU Provinsi Lampung, Panwas Provinsi Lampung dan Pringsewu, para asisten dan staf ahli beserta sejumlah kepala satuan kerja di lingkungan Pemkab Pringsewu,  serta elemen masyarakat lainnya. (*/Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)



||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

 Wagub Lampung Hadiri
Raker HKTI Pringsewu

GADINGREJO – Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 8 kecamatan se Kabupaten Pringsewu, Selasa (29/3) dilantik. Pelantikan yang dilaksanakan di GSG Kecamatan Gadingrejo tersebut juga dirangkaikan dengan rapat kerja  (raker) HKTI Kabupaten Pringsewu.

Acara pelantikan juga dihadiri Wakil Gubernur Lampung Joko Umar Said, Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, Sekdakab Idrus Effendi, para asisten dan staf ahli serta para kepala SKPD Pemkab Pringsewu, Wakil Ketua HKTI Lampung Rizani Puspa Wijaya, serta Rektor Universitas Lampung Sugeng P.Hariyanto.

Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi dalam kata sambutannya  mengatakan pembangunan pertanian merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi di Kabupaten Pringsewu, sehingga pelaksanaan pembangunan pertanian di Pringsewu harus menerapkan kaidah-kaidah konservasi serta peran dari Kelompok Tani yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Pringsewu.

“Sebagai salah satu organisasi profesi yang bergerak dan memperjuangkan kepentingan para petani, maka HKTI diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah daerah dan mitra petani serta pemangku kepentingan lainnya dalam membangun dan memajukan pertanian di Kabupaten Pringsewu.  Dengan segenap kemampuan yang dimiliki HKTI, seperti kemampuan dalam penguasaan teknologi, kemampuan mengakses permodalan, kemampuan manajemen dan lain sebagainya, sehingga HKTI dipercaya mampu memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dan keluarganya,” katanya.

Selanjutnya bupati juga berpesan kepada seluruh jajaran HKTI untuk memberikan pembelaan terhadap kepentingan dan hak-hak para petani dengan memberikan bimbingan dan pembinaan kepada para petani dalam berbagai aspek kegiatan, sehingga para petani mampu meningkatkan produksi dan pendapatan serta kesejahterannya, dan berikan motivasi kepada para stakeholder di bidang pertanian, sehingga mampu menggairahkan berbagai kegiatan yang terkait dengan pembangunan pertanian.
Sementara itu, Wagub Lampung Joko Umar Said dalam kesempatan tersebut mengungkapkan APBD Provinsi Lampung saat ini sudah seimbang antara belanja aparatur maupun belanja publik yakni sebesar 50 % berbanding 50 %.
“Sementara PDRB Lampung sendiri sebesar 38 % masih disumbang dari sector pertanian, sementara sector jasa sekitar 16 %,” ungkapnya.
Lebih lanjut Wagub mengungkapkan bahwa ekspor Lampung hingga saat ini terkategori  menjadi 4  jenis yakni pertanian, industry, tambang, dan kerajinan.
Wagub juga menyingung sejumlah keberhasilan pemerintahannya bersama Gubernur Lampung Sjachroedin ZP yakni diantaranya rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), dimana Gubernur Sjachroedin ZP merupakan  tokoh yang mengangkat  kembali rencana pembangunan JSS sebagai isu strategis nasional, dan sudah berhasil.
“Kemudian  pengembangan Bandara Radin Inten II menjadi bandara internasional, dan  saat ini sudah difungsikan sebagai embarkasi haji antara. Selain itu mengenai pembangunan pusat pemerintahan atau kota baru di Jatiagung dan Natar,  Lampung Selatan yang sudah dimulai, serta masalah transportasi Kereta Rel Listrik (KRL) yang sudah berjalan dengan beroperasinya KRL Seminung dan Rajabasa yang melayani jalur Tanjungkarang-Kotabumi-Waykanan,” paparnya. (Humas & Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)

Bupati Pringsewu Silaturahmi
 Dengan MKKS SMP

GADINGREJO - Kepala sekolah merupakan ujung tombak kegiatan belajar mengajar yang merupakan salah satu faktor penentu dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, lebih khusus bagi terwujudnya sekolah yang tangguh yang diwarnai oleh semakin meningkatnya kualitas proses dan hasil pendidikan di sekolah yang dipimpinnya seiring dengan semangat desentralisasi pendidikan melalui menejemen yang berbasis sekolah. Untuk itu, peran kepala sekolah semakin sentral dan strategis dalam menumbuhkan kemandirian maupun kreaktivitas kepemimpinan yang tangguh dan efektif yang berlandaskan pada prinsip kerja diantaranya professional dan obyektif, transparan, demokratis, berkelanjutan dan akuntabilitas, dan hal ini akan dapat terwujud dan mencapai hasil yang maksimal apabila para kepala sekolah mampu mengaktualisasikan 5 (lima) kompetensi kepala sekolah yaitu, kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial.

Demikian dikatakan Pj Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH saat bersilaturahmi dengan jajaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)  SMP Kabupaten Pringsewu di GSG SMP Negeri 1 Gadingrejo, Selasa (29/3).

Dikatakan bupati, peran kepala sekolah harus tetap sebagai aktor utama dalam menentukan kemajuan suatu sekolahnya. Oleh karena itu, peran kepala sekolah sangat penting dalam rangka untuk selalu mengembangkan kompetensi maupun potensi dirinya serta meningkatkan kualitas kinerja dalam rangka peningkatan mutu sekolah yang dipimpinnya menuju sekolah yang aktif.

“MKKS  ini merupakan wadah perkumpulan dan pertemuan para kepala sekolah yang merupakan organisasi non-struktural yang bersifat mandiri dan berasaskan kekeluargaan serta diharapkan dapat menjadi forum komunikasi yang efektif dan dinamis dalam memfasilitasi para kepala sekolah agar mampu mengimplementasikan agenda reformasi di sekolah masing-masing, dan diharapkan dengan adanya MKKS ini dapat turut aktif dalam melaksanakan sosialisasi program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan seperti mensukseskan program Wajib Belajar 9 tahun untuk tingkat SD,  bahkan dituntut lagi menjadi program Wajib Belajar 12 tahun, sehingga akan dapat mempercepat proses peningkatan kualitas SDM dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan nasional yakni masyarakat madani yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta sesuai dengan visi Kabupaten Pringsewu yakni Terwujudnya Sumber Daya Manusia Kabupaten Pringsewu yang Berkualitas Menuju Masyarakat Sejahtera,” ujarnya.

Silaturahmi MKKS SMP Kabupaten Pringsewu ini juga dihadiri Sekdakab Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, asisten dan  staf ahli,  kepala SKPD di lingkungan Pemkab Pringsewu, Kadis dan Sekdis Dikbudpar Kabupaten Pringsewu, para Ka UPT, serta kepala sekolah SMP anggota MKKS dari 8 kecamatan se Kabupaten Pringsewu.  (Humas & Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)





 
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>