Subscribe:

Selasa, 26 Juli 2011

Pertanian & Perikanan Masih Jadi Andalan Masyarakat


PRINGSEWU - Pertanian dan perikanan adalah soko guru perekonomian Indonesia. Kedua mata pencaharian ini masih menjadi andalan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun seringkali kesejahteraan mereka tidak begitu diperhatikan oleh pihak-pihak lain.
Hal itu dikatakan Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, SH, MH dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala BP4K Ir.Dencik Ibrahim saat pelantikan pengurus Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Kabupaten Pringsewu di pendopo kabupaten setempat, Rabu (27/7).
PPNSI sebagai wadah terhimpunnya petani dan nelayan Indonesia, kata bupati, memegang peranan penting dalam upaya perwujudan kesejahteraan kaum tani dan nelayan. Diharapkan organisasi ini dapat terus bekerja keras untuk memantau taraf hidup petani dan nelayan, serta menjadi mediator antara pemerintah dan kaum tani-nelayan guna mewujudkan peningkatan kualitas hidup kaum tani dan nelayan. 

“Dengan demikian, kaum tani dan nelayan yang memang memiliki peran penting dalam perekonomian dan sumber kehidupan bangsa Indonesia akan memiliki taraf hidup yang lebih baik dari waktu ke waktu. PPNSI pun diharapkan dapat menjadi mitra yang baik bagi pemerintah, sehingga regulasi yang dihasilkan akan selalu berpihak pada rakyat, termasuk petani dan nelayan,” ujarnya. (*)
Waluyojati Cup 2011 Ditutup
PRINGSEWU – Kejuaraan terbuka sepakbola usia 18 tahun (U-18) Wuyojati Cup 2011, secara resmi ditutup oleh Penjabat Bupati Pringsewu yang diwakili Kadis Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Pringsewu Zulfuad Zahary di lapangan sepakbola Pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu, Rabu (27/7).

Dalam sambutan yang dibacakan Kadispora Pringsewu, Pj Bupati Pringsewu Sudarno Eddi mengatakan kejuaraan tersebut perlu terus ditingkatkan sebagai sarana berlatih, meningkatkan jiwa sportif dan ksatria, serta sebagai wadah untuk mengembangkan bakat dan sportivitas di bidang olahraga, dalam rangka membentuk sikap dan kepribadian yang bugar, sehat jasmani dan rohani, sportif, kompetitif, dan mampu menghargai prestasi orang lain.Masih banyak hal yang harus kita perjuangkan untuk memasyarakatkan olahraga, mengasah kemampuan generasi muda, serta memberi contoh gaya hidup sehat kepada masyarakat,” katanya.
Bupati juga berharap  silaturahmi yang terjalin melalui kejuaraan terbuka U-18  Waluyojati Cup 2011 tersebut akan terus ada, sehingga kekompakan, kekeluargaan dan persaudaraan akan semakin erat dan hangat. (*)





||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Agama Sebagai Mata Air Penyejuk

BANYUMAS - Agama adalah tonggak penyeimbang sekaligus mata air penyejuk dalam kehidupan manusia. Dengan menanamkan kekuatan iman dan taqwa, insya Allah, kita terhindar dari kegalauan dalam menjalani kehidupan.  Agama juga dapat menenangkan dan menyejukkan jiwa tatkala kalbu kita letih menghadapi cobaan dan ujian kehidupan.

Demikian dikatakan Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi dalam sambutan yang dibacakan Kadis Sosial, Tenaga kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Pringsewu Bajuri saat menghadiri pengajian akbar dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1432 H di Pondok Pesantren Muftahul Falah, Pekon Sinarmulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Selasa (26/7).

Dikatakannya, ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya hendaknya tidak putus-putus kita lakukan, agar kita dapat senantiasa menghadapi seluruh tantangan kehidupan dengan hati tenang dan lapang, yang salah satunya adalah dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qura’n.
“Lantunan ayat-ayat suci tentu akan mampu melunakkan jiwa-jiwa kita yang lelah sekaligus sebagai upaya kita dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata bupati melalui Kadissosnakertrans yang juga didampingi Kabag Kessos Setdakab Pringsewu Arief Nugroho, serta jajaran kecamatan setempat, serta KH.Hafidhuddin dari Ponpes Ma’arif Kaliawi, Tanjungkarang Pusat.

Terkait akan datangnya bulan suci Ramadhan, lanjut dia, hendaknya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena pada bulan ini seluruh amal kebaikan yang kita lakukan akan memperoleh pahala yang berlipat ganda.
“Oleh karena itu, isilah bulan ini dengan beribadah kepada-Nya, menolong sesama, serta dengan melakukan amal perbuatan lainnya, sehingga kedatangan bulan suci ini tidak akan sia-sia, melainkan sebagai ladang amal bagi kita semua. Dan dalam menyambut bulan suci ini, kepada seluruh lapisan masyarakat, saya mohon maaf atas semua sikap maupun perkataan, baik sengaja maupun tidak, karena hanya dengan hati yang bersih dan tulus, kita dapat menjalani bulan suci Ramadhan dengan perasaan tenteram, nyaman, dan penuh keikhlasan,” ujarnya. (*/Humas Pemkab Pringsewu)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

PWRI Pringsewu Rayakan HUT Ke-49

BANYUMAS  -  Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Pringsewu, Selasa (26/7)  merayakan organisasi tersebut yang ke-49.  Kegiatan yang berlangsung  di halaman kantor PWRI Ranting Banyumas tersebut dihadiri Gubernur Lampung yang diwakili Sekretaris Provinsi Lampung Berlian Tihang,  Penjabat Bupati Pringsewu diwakili Sekkab Pringsewu  Idrus Efendi, para asisten dan staf  ahli serta jajaran Pemkab Pringsewu.
Hadir pula ketua ormas diantaranya ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Aryodhia Febriansa SZP dan ketua KNPI Pringsewu  Handitya Narapati SZP, serta ratusan anggota PWRI se Kabupaten Pringsewu.

Sekkab Pringsewu Idrus Effendi dalam sambutannya mengatakan Persatuan Wredatama Republik Indonesia sebagai organisasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pensiunan, hendaknya tidak hanya memperhatikan kepentingan internal organisasi atau anggota saja, melainkan juga kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan bangsa. Dengan usia yang ke-49, PWRI Pringsewu diharapkan semakin dirasakan manfaatnya, terutama tugas pengabdiannya di lingkungan masyarakat dan pemerintah, serta untuk kepentingan para anggotanya,” katanya.

Kepada para pengurus dan anggota PWRI, sekkab Pringsewu  berpesan agar terus memberikan kontribusi dan pengabdian kepada bangsa dan masyarakat, serta jangan jadikan masa pensiun sebagai hambatan untuk terus berkarya, namun terus tunjukkan pengabdian karena merupakan salah satu bentuk tugas yang mulia sekaligus ibadah.
PWRI hendaknya juga mampu mensosialisasikan diri dan menunjukkan kiprahnya ke masyarakat, agar PWRI dapat semakin dikenal. Hal ini akan semakin memudahkan PWRI dalam mencapai cita-cita, visi dan misi PWRI dalam menyejahterakan anggota, masyarakat, dan bangsa, harapnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung yang diwakili sekprov Berlian Tihang berharap PWRI
 
dapat bersinergi dengan semua pihak untuk  pembangunan Kabupaten Pringsewu serta menjadi tauladan bagi generasi muda dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. (*/Humas Pemkab Pringsewu)

||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Senin, 25 Juli 2011

Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringati Hari Anak Nasional


PRINGSEWU – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2011 tingkat Kabupaten Pringsewu, diperingati dalam suatu upacara di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Senin (25/7), diikuti jajaran Pemkab Pringsewu dan fokorpimda Pringsewu.

Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi yang bertindak sebagai inspektur upacara, dalam amanatnya mengatakan penyelenggaraan Hari Anak Nasional d itujukan guna  mensosialisasikan hak-hak anak yang telah disepakati dunia dan diratifikasi oleh pemerintah Indonesia dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Hak-hak anak yang tercantum dalam UU No.23/2002 tersebut antara lain mencakup ; pelayanan pendidikan dan pengajaran bermutu dalam rangka pengembangan pribadi dan semua potensi kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya, pelayanan kesehatan dan jaminan sosial dengan kebutuhan fisik, mental, spritual dan sosial, kebebasan menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatuhan.
“Pelaksanaan Hari Anak Nasional tahun 2011 dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak untuk sehat, tumbuh dan berkembang secara sejahtera agar terbentuk generasi penerus yang tangguh, kreatif, jujur, cerdas, berprestasi, serta berakhlak mulia, sesuai tema peringatan kali ini yaitu ‘Anak Indonesia Sehat, Kreatif dan Berakhlak Mulia’,” kata bupati.

Adapun hasil yang diharapkan dalam memperingati Hari Anak Nasional ini, lanjut bupati, adalah mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, memberikan perlindungan anak untuk menjamin hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, mengoptimalkan pengasuh anak oleh orang tua dengan melibatkan keluarga dan masyarakat, memberikan kesempatan pendidikan yang sama untuk setiap anak, menghentikan semua bentuk kekerasan, eksploitasi, kejahatan, dan penelantaran terhadap anak, melindungi anak dari konflik-konflik dan penggunaan mereka dalam kekuatan bersenjata, melindungi anak-anak dari bahaya penyakit menular seksual khususnya HIV dan AIDS, serta meningkatkan program investasi sosial pada anak untuk mengatasi kemiskinan jangka panjang,” ujar bupati.

Kabupaten Pringsewu sendiri, ungkap bupati,  juga memiliki anak-anak  berprestasi yang terpilih mewakili Provinsi Lampung  untuk mengikuti kegiatan nasional di Kota Surakarta, Jawa Tengah dan Kota Bandung, Jawa Barat dari tanggal 19 hingga 27 Juli 2011.
"Dengan peringatan Hari Anak Nasional ini, kita semua berharap dapat lebih meningkatkan perhatian kita terhadap anak-anak dan dapat membantu mensisoalisasikan harapan-harapan dari peringatan ini kepada semua lapisan masyarakat di Kabupaten Pringsewu, sehingga anak-anak di Kabupaten Pringsewu ini dapat lebih kreatif dan berakhlak mulia,”  pungaksnya. (*/Humas Pemkab Pringsewu)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>

Pemkab Pringsewu Gelar Rakor Di Lugusari Kec.Pagelaran


PAGELARAN – Rapat koordinasi (rakor) tingkat Kabupaten Pringsewu, Senin (25/7) digelar di Balai Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran.
Rakor yang dipimpin Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi didampingi Sekdakab Pringsewu H.Idrus Effendi, Asisten I H.Firman Muntako dan Inspektur Kabupaten Pringsewu H.Zulkifli tersebut, dihadiri staf ahli dan kepala SKPD di lingkungan Pemkab Pringsewu, para camat beserta kepala pekon dan lurah se Kabupaten Pringsewu.

Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi saat membuka rakor tersebut berharap para peserta rakor dapat mengikutinya dengan baik, sekaligus menjadikannya sebagai kegiatan untuk saling berkoordinasi satu sama lain dalam rangka membangun Kabupaten Pringsewu menjadi lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut juga terungkap sejumlah permasalahan antara lain menyangkut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dimana dari 96 pekon dan 5 kelurahan yang tersebar di 8 kecamatan, masih terdapat beberapa pekon yang masih 0 %  atau belum menyetor PBB sama sekali, yakni Pekon Way Ngison, Gumuk Rejo, Pamenang, dan Panutan yang kesemuanya di Kecamatan Pagelaran, kemudian Pekon Selapan Kecamatan Pardasuka, serta Pekon Sinar Baru Kecamatan Sukoharjo. Untuk hal ini, Dinas Pendapatan Kabupaten Pringsewu telah mengirim surat kepada camat agar lebih pro-aktif dalam melakukan penagihan PBB kepada wajib pajak., serta menurunkan tim evaluasi ke kecamatan dan pekon.
“Kepada camat yang realisasi PBB pekonnya masih nol persen, diharapkan segera melakukan penagihan dan menyetorkannya melalui BRI,”  kata Kadispenda Pringsewu Dessy  Romas.

Masih terkait realisasi PBB, Camat Sukoharjo M.Dawam juga mengungkapkan perolehan PBB di wilayahnya yang belum memenuhi target sesuai harapan,  yakni hingga minggu ke-II  bulan Juli 2011 baru mencapai  25,81 %, disebabkan 2 pekon (Sinar Baru dan Pandansari Selatan) yang belum menyetorkan PBB, meskipun sesuai rencana tahapan untuk bulan Juli harus sudah mencapai 60 %.
“Sudah dikirimkan surat teguran kepada Kepala Pekon Sinar Baru dan Pandansari Selatan,” katanya.

Namun demikian, lanjut dia, sudah ada 4 pekon yang telah mencapai target  di atas 40 % pada bulan Juni 2011, yakni masing-masing Pekon Pandansari (100 %), Sukoyoso (66,02 %), Sukoharjo IV (45 %), dan Siliwangi (44,10 %).

Senada juga disampaikan Camat Gadingrejo Ananto Pratikno yang mengungkapkan target realisasi PBB di wilayahnya yang hingga minggu pertama bulan Juli 2011 baru mencapai Rp.133.890.265  (38,32 %) dari target sebesar Rp.349.417.081.
“Beberapa pekon di Kecamatan Gadingrejo yang belum memenuhi target PBB adalah Pekon Wates (16,01 %), Gadingrejo (26.11 %), serta Wonodadi (28,76 %),” kata Ananto.

Sementara itu target perolehan PBB di Kecamatan Banyumas hingga 15 Juli 2011 sudah mencapai 57,89 %,  Kecamatan Ambarawa  tercapai target Rp.47.237.117 (30 % )  dari target Rp.157.449.955.  (*/Humas Pemkab Pringsewu)
||Baca Selengkapnya, KLIK DI SINI>>