Rabu, 04 Mei 2011
Penanggulangan Kemiskinan
Pisah Sambut
Kapolres Tanggamus
Kapolres Tanggamus
PRINGSEWU - Acara pisah sambut Kapolres Tanggamus dari AKBP Shobarmen, S.IK, MH kepada penggantinya AKBP Bayu Aji, S.IK, M.Hum berlangsung di aula Hotel 21, Rabu (4/5) malam, dihadiri Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH, Bupati Tanggamus H.Bambang Kurniawan, ST, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa dan Ketua DPRD Tanggamus beserta anggota DPRD, Wakil Bupati Tanggamus KH.Sujadi Saddad, Wakapolres Tanggamus Kompol Eka Faturachman, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.H.Idrus Effendi, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Ir.Gunawan TW, para asisten dan jajaran Pemkab Pringsewu dan Tanggamus.
Dalam sambutannya, mantan Kapolres Tanggamus AKBP Shobarmen yang selanjutnya menjabat sebagai Kapolres Tulangbawang mengatakan selama memimpin Polres Tanggamus yang mencakup wilayah Kabupaten dan Tanggamus dan Pringsewu, banyak sekali pengalaman-pengalaman berharga yang ia dapatkan selama kurang lebih 8 bulan bertugas di wilayah hukum setempat.
"Secara umum situasi dan kondisi kamtibmas di wilayah Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pringsewu cukup baik dan kondusif, sehingga kondisi tersebut perlu dipertahankan dan bahkan lebih ditingkatkan," ujarnya.
Selama ia bertugas di wilayah hukum Polres Tanggamus yang mencakup Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus, kata Shobarmen, ia mengaku banyak mendapat dukungan dan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus dalam menangani berbagai masalah kamtibmas di kedua kabupaten tersebut.
Sedangkan Kapolres Tanggamus yang baru AKBP Bayu Aji, S.IK M.Hum dalam kesempatan tersebut mengharapkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak dalam memimpin Polres Tanggamus kedepan baik di wilayah Kabupaten Pringsewu maupun Tanggamus.(*).
Tim Lomba BKB Provinsi Lampung Kunjungi Pekon Kresnomulyo
AMBARAWA – Tim penilai lomba Bina Keluarga Balita Provinsi Lampung, Rabu (4/5) menilai Pekon (Desa) Kresnomulyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.
Tim penilai yang dipimpin Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ny.Yuliati Joko Umar Said diterima Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu H.Idrus Effendi, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Lisnalela Sudarno Eddi, para asisten dan staf ahli, serta para kepala SKPD dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu.
Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi dalam sambutannya mengatakan Bina Keluarga Balita (BKB) ini sangat berperan penting dalam pembinaan tumbuh kembang anak, sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan yang harus dimiliki, baik dalam aspek fisik, kecerdasan, emosional, sosial, dan moral agama serta kognitif, agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak Indonesia yang optimal, maju, mandiri dan berkualitas.
“Kabupaten Pringsewu merupakan Kabupaten yang memiliki 101 kelompok BKB yang tersebar di setiap pekon dan kelurahan, dan Pekon Kresnomulyo masuk dalam penilaian terbaik untuk tingkat Kabupaten dengan predikat juara pertama dalam lomba BKB,” katanya.
Sebagai upaya pembinaan terhadap balita, kata bupati, maka Pemerintah Kabupaten Pringsewu sudah menggulirkan beberapa program-program yang salah satunya adalah Kegiatan Bina Keluarga Balita yang pelaksanaan kegiatan ini bekerjasama dengan Posyandu dan PKK kelompok kerja II. Selanjutnya, bupati berharap kepada tim penilai lomba BKB Provinsi Lampung untuk dapat memberikan penilaian yang terbaik bagi Pekon Kresnomulyo agar menjadi juara sehingga bisa mewakili Provinsi Lampung dalam lomba serupa di tingkat Nasional.
Sementara itu, Kepala Pekon Kresnomulyo Sunardio dalam laporannya mengungkapkan, Pekon Kresnomulyo yang dipimpinnya memiliki luas wilayah 539,75 hektar dengan jumlah penduduk sebanyak 6.334 jiwa (1.708 KK), terdiri 3.266 pria dan 3.068 wanita.
“Jumlah balita di desa ini mencapai 565 balita dan Pasangan Usia Subur (PUS) mencapai 1.211 pasangan, dengan peserta KB aktif sebanyak 833 (68,78 persen), dan klasifikasi Bina Keluarga Balita di Kresnomulyo adalah Paripurna,” ungkapnya.
(*/Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md)
KUNJUNGI - Danrem 043/Garuda Hitam Lampung Kolonel Siburian mengunjungi Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, Rabu (4/5), diterima Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi, didampingi Sekdakab Idrus Effendi, Asisten I Firman Muntako, Asisten II Gatot Susilo, dan Asisten III Syahlulsyah.
(Foto Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu/Pujianto)
Selasa, 03 Mei 2011
Bupati Pringsewu Sampaikan LKPJ 2010
PRINGSEWU - Berdasarkan Pasal 17 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2007 Tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada pemerintah , Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat, disebutkan bahwa Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Tahun Anggaran Kepala Daerah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah paling lambat 3 bulan setelah Tahun Anggaran Berakhir. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2010, merupakan akumulasi dari kinerja penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pembangunan. Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pringsewu tahun Anggaran 2010 ini, yang dilaporkan adalah kecenderungan perkembangan dan dinamika kerja atau hasil kerja yang telah dicapai secara komulatif sejak awal tahun anggaran sampai dengan akhir Tahun Anggaran 2010.
Demikian disampaikan Penjabat Bupati Pringsewu H.Sudarno Eddi saat rapat paripurna penyampaian LKPJ Bupati Pringsewu tahun anggaran 2010 di DPRD Kabupaten Pringsewu, Selasa (3/5).
Dikatakan Penjabat Bupati Pringsewu dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa didampingi Wakil Ketua DPRD FX Siman dan Stiyono, dan seluruh fraksi yang ada, serta dihadiri seluruh kepala SKPD Pemkab Pringsewu dan jajaran fokorpimda Pringsewu, untuk muatan LKPJ sekurang-kurangnya menjelaskan arah kebijakan umum pemerintahan daerah, pengelolaan keuangan daerah secara makro, termasuk pendapatan dan belanja daerah, penyelenggaraan urusan desentralisasi, penyelenggaraan tugas pembantuan dan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.
"Arah kebijakan umum pemerintahan daerah memuat visi, misi, strategi, kebijakan dan prioritas daerah. Pengelolaan keuangan daerah memuat pengelolaan pendapatan daerah yang meliputi intensifikasi dan ekstensifikasi, target dan realisasi pendapatan asli daerah, permasalahan dan solusi mengenai pengelolaan belanja daerah termasuk kebijakan umum anggaran, target dan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah.
| |
LKPJ Kepala Daerah dan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang disusun dalam bentuk laporan keuangan terdapat subtansi yang berbeda dan pada hari ini di sampaikan kepada DPRD Kabupaten Pringsewu berupa buku LKPJ Kepala Daerah Tahun 2010, sedangkan Laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2010 dalam bentuk Raperda akan disampaikan setelah laporan keuangan daerah selesai diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Laporan keuangan dimaksud setidak-tidaknya meliputi Laporan Realisasi APBD, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan, yang dilampiri Laporan Kinerja yang telah diperiksa BPK dan ikhtisar laporan keuangan perusahaan daerah.
"Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat dilihat dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan, karena PDRB berdasarkan harga konstan nilainya tidak dipengaruhi oleh perubahan harga. Namun demikian pertumbuhan ekonomi yang tinggi bisa menjadi kurang berarti bagi masyarakat jika tidak disertai dengan pemerataan pendapatan. Harga tahun dasar yang dipergunakan untuk penghitungan saat ini adalah harga tahun 2000. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pringsewu pada tahun 2009 sedikit melambat dari pertumbuhan ekonomi di tahun sebelumnya. Dimana pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 sebesar 5.90%. Sedangkan pada tahun 2008 mengalami pertumbuhan sebesar 6,20%.Untuk tahun 2010 diperkirakan antara 5,50% sampai 6% dan sedang dihitung oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanggamus. Pada tahun 2009 pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yaitu sebesar 11,64%, kemudian di peringkat kedua oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 10,91%, sedangkan tingkat pertumbuhan terkecil terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian 1,84%. Salah satu kondisi yang menjadi pencapaian sasaran PDRB diantaranya adalah besarnya tingkat laju inflasi yang terjadi di daerah. Total laju inflasi tahun 2008 Kabupaten Pringsewu sebesar 12,03%, inflasi tertinggi terjadi pada bulan Juni 2008 sebesar 4,55% dan bulan April 2008 terjadi deflasi – 1,14% dengan rata-rata tingkat inflasi setiap bulan sebesar 1,00%. Besarnya tingkat inflasi tersebut disebabkan adanya kenaikan harga-harga barang dan jasa, sedangkan laju inflasi untuk tahun 2009 sebesar 4,25% mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2008. Dan untuk tahun 2010 diperkirakan sebesar +6% sama dengan proyeksi Tingkat Inflasi Provinsi Lampung," kata bupati lagi.
Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 oleh BPS Kabupaten Tanggamus, lanjut dia, jumlah penduduk Kabupaten Pringsewu pada tahun 2010 sebesar 364.825 jiwa dengan Kecamatan yang paling padat penduduknya adalah Kecamatan Pringsewu dengan jumlah penduduk sebesar 76.035 jiwa dengan kepadatan 1.272,12 jiwa/Km2, dan jumlah penduduk paling sedikit adalah Kecamatan Banyumas sebesar 18.998 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 412,10 jiwa/km2. Mengenai kesempatan kerja, lapangan usaha yang masih dominan yaitu di sektor pertanian, perdagangan, industri dan jasa. Hal ini dapat dilihat dari distribusi terhadap PDRB, lapangan usaha yang terbesar masih didominasi sektor pertanian (diatas 40%). Sedangkan sektor dominan kedua yang menyediakan kesempatan kerja yaitu lapangan usaha perdagangan berkisar dari 9 sampai 13%, selanjutnya lapangan usaha industri menyediakan kesempatan kerja sekitar 6%, kemudian lapangan usaha yang juga menunjukkan perkembangan cukup baik adalah lapangan usaha di sektor jasa. Berdasarkan hal tersebut maka lapangan usaha pertanian dan perdagangan merupakan sektor yang terbesar memberi kesempatan kerja bagi penduduk Kabupaten Pringsewu. PDRB perkapita baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan tidak dapat menggambarkan penyebaran pendapatan masyarakat, tetapi ukuran ini dapat dipakai sebagai acuan untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat secara umum.
| |
Sedangkan PDRB Perkapita Pringsewu berdasarkan harga konstan pada tahun 2009 juga mengalami peningkatan sebesar 3,98%. Dimana pada tahun 2008 sebesar Rp.3.627.852,- pada tahun 2009 menjadi Rp.3.772.493,-. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pringsewu pada tahun 2010 adalah sebagai berikut: Pendapatan Daerah ditargetkan sebesar Rp.389.147.422.616 dan terealisasi sebesar Rp.380.488.070.341,18 atau sebesar 98,16%, yang terdiri dari :
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp. 4.826.347.500,- terealisasi sebesar Rp.5.809.516.148,18 atau sebesar 120,37%.
2. Dana Perimbangan dianggarkan sebesar Rp.288.556.815,316.00 terealisasi sebesar Rp. 284.593.776.139,00 atau sebesar 98,63%.
Komponen Dana Perimbangan tersebut meliputi :
· Bagi hasil pajak & Bagi hasil bukan pajak dianggarkan sebesar Rp. 20.451.768.324 terealisasi sebesar Rp. 16.693.526.217 atau sebesar 81,62%.
· Bagi Hasil Sumber Daya Alam diangarkan sebesar Rp. 10.784.027.992 terealisasi sebesar Rp. 10.579.230.922 atau 98,10 %.
· Dana Alokasi Umum (DAU) dianggarkan sebesar Rp.220.812.419.000 Terealisasi sebesar Rp.220.812.419.000 atau terealisasi 100%.
| |
3. Lain-Lain Pendapatan Yang Sah dianggarkan sebesar Rp. 95.764.259.800,- terealisasi sebesar Rp. 90.084.778.054 atau sebesar 94,07 % . Penerimaan Pembiayaan daerah, yang berasal dari Sisa Lebih Tahun Anggaran sebelumnya dan Pinjaman Daerah dianggarkan sebesar Rp. 18,572,969,286.00 terealisasi sebesar Rp.14.168.245.272,- atau sebesar 76,28%.
Hasil Review Inspektorat Kabupaten Pringsewu atas perhitungan APBD Kabupaten Pringsewu untuk TA 2010 terdapat Sisa Lebih Tahun Berjalan (Silpa) sebesar Rp.6.267.862.936,1.
| |
Pemerintah Kabupaten Pringsewu pada tahun 2010, ujar bupati, telah melaksanakan program dan kegiatan diberbagai Bidang antara lain:
1. Membenahi dan menata Pasar Induk Pringsewu dengan bantuan dan dukungan masyarakat serta partisipasi masyarakat pedagang sehingga pasar induk sudah terlihat lebih representatif dan tertata lebih baik.
2. Melakukan penataan terminal dengan mengukur ulang aset pemda yang ada di terminal, mengajak masyarakat terutama pemilik lahan yang ada di pasar dan di lingkungan terminal untuk ikut serta berpartisipasi bersama-sama membenahi penataan terminal. Pelaksanaannya berjalan cukup baik, namun demikian Pemda akan terus memantau terminal termasuk membuka akses jalan dua jalur yang saat ini terputus.
3. Kabupaten Pringsewu sedang memproses pemekaran kecamatan yaitu Kecamatan Pagelaran dan Kecamatan Gadingrejo serta pemekaran terhadap beberapa pekon yang ada di kecamatan seperti di Kecamatan Adiluwih, Kecamatan Pagelaran dan lain-lain.
| |
5. Sekretariat KPU Kabupaten Pringsewu telah terbentuk dan telah terpilih 5 orang komisioner.
6. DPRD Kabupaten Pringsewu telah terbentuk dan pada tanggal 24 Juni 2010 telah dilantik sebanyak 33 orang dan pada tanggal 28 Juni 2010 telah dilantik lagi sebanyak 1 (satu) Orang Anggota DPRD.
7. Pelayanan kepada publik (masyarakat) seperti KTP, KK, Akte Kelahiran, dan lain-lain serta izin-izin yang berhubungan dengan penanaman modal (investasi) telah dilakukan perbaikan dan percepatan pelayanan oleh Satker yang menangani.
8. Mengelola potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Pringsewu dengan mensosialisasikan pajak dan retribusi seperti pajak rumah makan, walet dan lain-lain. Sebab pembangunan tentunya memerlukan dana dari partisipasi masyarakat berupa pembayaran pajak dan retribusi.
9. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Pringsewu, telah dilakukan evaluasi dan pembinaan kepada masyarakat sehingga dapat memacu kesadaran masyarakat. Sehingga pembinaan tunggakan PBB secara bertahap dapat dilunasi dan PBB tahun 2010 dapat lebih ditingkatkan.
10. Sejak berdirinya Kabupaten Pringsewu tahun 2009, Pringsewu telah mengikuti berbagai kegiatan perlombaan baik di Tingkat Kabupaten maupun di Tingkat Provinsi dan hasilnya cukup menggembirakan seperti :
a. Pameran Pembangunan tahun 2009 dan 2010 di Provinsi Lampung, stand Kabupaten Pringsewu mendapat juara pertama (I) untuk katagori Daerah Otonomi Baru (DOB).
b. Juara I Olimpiade Biologi di Korea Selatan Tahun Tahun 2010 atas nama Irfan Haris Siswa SMAN I Pringsewu
c. Hasil Penilaian Pemerintah Pusat tahun 2010 Kabupaten Pringsewu masuk katagori baik diantara DOB seluruh Indonesia.
d. MTQ tingkat Provinsi Lampung ke-38 di Lampung Barat Kabupaten Pringsewu masuk dalam Peringkat ke 6 dari 14 Kabupaten/ Kota yang ada diprovinsi Lampung dan juara terbaik ke-3 stand pameran.
e. Juara Umum pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas Tingkat Propinsi tahun 2010
f. Juara III Lomba pekon tingkat Propinsi Tahun 2010.
g. Peringkat ke 6 kejuaraan Pekan Olah Raga tingkat Propinsi Lampung Tahun 2010 di Kabupaten Tulang Bawang dari 14 Kabupaten / Kota di Provinsi Lampung
11. Kabupaten Pringsewu menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat koordinasi (Rakor) Forkopimda Provinsi Lampung dan Fokorpimda kabupaten/Kota pada tanggal 04 Mei 2010 yang dalam pelaksanaannya berjalan dengan sukses.
| |
13. Telah terbentuk kelembagaan organisasi perangkat Daerah Kabupaten Pringsewu yang telah menyesuaikan PP Nomor 41 Tahun 2007.
"Disamping catatan–catatan keberhasilan yang telah dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Pringsewu sebagaimana diuraikan sebelumnya, kami juga menyadari adanya beberapa kekurangan atau belum tercapainya tujuan dan sasaran tertentu sebagaimana rencana pembangunan yang telah ditetapkan. Kondisi ini lebih banyak disebabkan oleh keterbatasan sumber dana yang ada, kondisi faktor alam, kondisi perekonomian dan terbatasnya sumberdaya manusia yang kita miliki pada saat ini. Tantangan dan kendala dimasa depan disadari akan semakin berat untuk dihadapi. Tuntutan akan terselenggaranya good governance, globalisasi, keterbukaan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan merupakan contoh tantangan yang harus dihadapi. Hal tersebut hendaknya dapat menjadi cambuk bagi kita semua untuk menyatukan tekad dan mempererat kerjasama serta berupaya lebih keras lagi, demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pringsewu.
"Disamping catatan–catatan keberhasilan yang telah dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Pringsewu sebagaimana diuraikan sebelumnya, kami juga menyadari adanya beberapa kekurangan atau belum tercapainya tujuan dan sasaran tertentu sebagaimana rencana pembangunan yang telah ditetapkan. Kondisi ini lebih banyak disebabkan oleh keterbatasan sumber dana yang ada, kondisi faktor alam, kondisi perekonomian dan terbatasnya sumberdaya manusia yang kita miliki pada saat ini. Tantangan dan kendala dimasa depan disadari akan semakin berat untuk dihadapi. Tuntutan akan terselenggaranya good governance, globalisasi, keterbukaan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan merupakan contoh tantangan yang harus dihadapi. Hal tersebut hendaknya dapat menjadi cambuk bagi kita semua untuk menyatukan tekad dan mempererat kerjasama serta berupaya lebih keras lagi, demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pringsewu.
| |
Senin, 02 Mei 2011
Liga Pelajar Indonesia 2011 Dibuka
PRINGSEWU – Liga Pendidikan Indonesia 2011 tingkat Kabupaten Pringsewu, Selasa (3/5) secara resmi dibuka oleh Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi yang diwakili Asisten I Setkab H.Firman Muntako, bertempat di Lapangan Kuncup, Pringsewu Barat, Kabupaten Pringsewu.
Membacakan sambutan Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, Asisten I Setkab H.Firman Muntako mengatakan Pemerintah Kabupaten Pringsewu menyambut baik digelarnya Liga Pendidikan Indonesia tersebut dan berharap ke depan akan bermunculan atlet cabang olahraga terbaik dari daerah ini.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu, kata dia, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga berupaya agar fasilitas olahraga terus dilengkapi, bahkan telah mewajibkan masing-masing kelurahan dan desa untuk memiliki lapangan olahraga. Hal Ini penting untuk mendukung perkembangan olahraga di Pringsewu.
Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi melalui Asisten I juga berpesan kepada seluruh peserta Liga Pendidikan Indonesia untuk dapat bertanding secara sportif dengan menampilkan semua kemampuan yang dimiliki, serta berharap kompetisi ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Dengan kompetisi ini kiranya dapat membentuk masyarakat Pringsewu yang sehat dan kuat, seperti halnya slogan Mensana In Corporesano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” pungkasnya. (*/Humas dan Protokol Setdakab/Fitri Faula, A.Md)Kamis, 28 April 2011
Pemkab Pringsewu
Peringati Hardiknas & Harkitnas 2011
Peringati Hardiknas & Harkitnas 2011
PRINGSEWU - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2011 diperingati jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu dalam suatu upacara yang digelar di Lapangan Kuncup Pringsewu Barat, Senin (2/5) diikuti seluruh jajaran Pemkab Pringsewu, fokorpimda, pelajar dan mahasiswa, ormas dan OKP, serta elemen masyarakat lainnya.Kapolres Tanggamus AKBP Bima Aji yang bertindak sebagai inspektur upacara, saat membacakan amanat Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi, SH, MH mengatakan melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional, Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan, organisasi yang bergerak di dunia pendidikan serta pemangku kepentingan lainnya atas segala ikhtiar, kepedulian dan perhatian yang telah diberikan dalam membangun dan mengembangkan dunia pendidikan di Bumi Jejama Secancanan.
"Kita semua memahami, bahwa dalam dunia pendidikan, manusia sebagai pemeran utama, baik sebagai subyek maupun sebagai obyek. Sedangkan keilmuan adalah sebagai medianya, memanusiakan manusia sebagai salah satu tujuannya, dan kemampuan untuk menjawab berbagai persoalan yang sifatnya kekinian maupun antisipasi masa depan sebagai keniscayaan. Itulah sebabnya mengapa dunia pendidikan itu kompleks, menantang namun sangat mulia," katanya.
Menyikapi perkembangan aktual terhadap munculnya perilaku destruktif, anarkis dan radikalis, kata bupati, pendidikan memiliki peran dan tanggung jawab yang besar. Bupati juga mengajak kepada para pemangku kepentingan pendidikan, terutama kepala sekolah, guru, pimpinan perguruan tinggi dan dosen, untuk memberikan perhatian dan pendampingan lebih besar kepada peserta didik dalam membentuk dan menumbuhkan pola pikir dan perilaku yang berbasis kasih sayang, toleran terhadap realitas keanekaragaman yang dibenarkan oleh peraturan dan perundangan. Perhatian menurut bupati juga bisa dalam bentuk memberikan ruang aktivitas yang positif, sehingga bisa dicegah tumbuhnya pemikiran dan perilaku destruktif, anarkis, kekerasan dan radikalisme.
"Melalui tema Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa serta sub tema Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti, kita diingatkan kembali tentang hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional yaitu Ki Hajar Dewantara yang hari ini kita peringati hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional," ujarnya.
"Kita semua memahami, bahwa dalam dunia pendidikan, manusia sebagai pemeran utama, baik sebagai subyek maupun sebagai obyek. Sedangkan keilmuan adalah sebagai medianya, memanusiakan manusia sebagai salah satu tujuannya, dan kemampuan untuk menjawab berbagai persoalan yang sifatnya kekinian maupun antisipasi masa depan sebagai keniscayaan. Itulah sebabnya mengapa dunia pendidikan itu kompleks, menantang namun sangat mulia," katanya.
Menyikapi perkembangan aktual terhadap munculnya perilaku destruktif, anarkis dan radikalis, kata bupati, pendidikan memiliki peran dan tanggung jawab yang besar. Bupati juga mengajak kepada para pemangku kepentingan pendidikan, terutama kepala sekolah, guru, pimpinan perguruan tinggi dan dosen, untuk memberikan perhatian dan pendampingan lebih besar kepada peserta didik dalam membentuk dan menumbuhkan pola pikir dan perilaku yang berbasis kasih sayang, toleran terhadap realitas keanekaragaman yang dibenarkan oleh peraturan dan perundangan. Perhatian menurut bupati juga bisa dalam bentuk memberikan ruang aktivitas yang positif, sehingga bisa dicegah tumbuhnya pemikiran dan perilaku destruktif, anarkis, kekerasan dan radikalisme.
"Melalui tema Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa serta sub tema Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti, kita diingatkan kembali tentang hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional yaitu Ki Hajar Dewantara yang hari ini kita peringati hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional," ujarnya.
Lebih lanjut bupati memaparkan arti pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, dan jasmani anak didik.
"Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini jangan kita jadikan hanya sebagai kegiatan seremonial belaka, tetapi semestinya diwujudkan dalam kegiatan nyata. Insya Allah mulai tahun ajaran 2011-2012, pendidikan berbasis karakter kita jadikan sebagai gerakan nasional, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini sampai dengan Perguruan Tinggi, termasuk didalamnya pendidikan non-formal dan informal," tambahnya.
Terkait peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu melalui Kapolres mengatakan peringatan Harkitnas dimaksudkan untuk terus menggugah dan menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan serta jiwa patriotisme dan nasionalisme.
"Hanya bangsa yang memiliki karakter kuat yang mampu meneruskan cita-cita para tokoh pencetus kebangkitan bangsa dan para pendiri bangsa," pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Pringsewu juga memberikan penghargaan kepada 7 guru berprestasi dan 1 orang tokoh masyarakat peduli pendidikan, masing-masing adalah Drs.Heru Nugroho, S.Pd dari SMA Negeri Gadingrejo, Eko Kusmiran, S.Pd (SMPN 2 Pagelaran), Nilnahana, S.Pd (SDN 1 Patoman), Suwarni (TK Aisyiyah Wonokarto), Dra.Hermin Budiarsi, M.Pd (SMAN Gadingrejo), Dra.Umi Kursiyati (SMPN 1 Gadingrejo), Tuhono, S.Pd (TK Aisyiyah Mataram), serta Indra Samsianto (tokoh masyarakat peduli pendidikan).
Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Wakil Ketua DPRD FX.Siman dan Stiyono, Dandim 0424/TGM Letkol Parada Siringo-ringo, Sekdakab Pringsewu H.Idrus Effendi, Kacabjari Pringsewu, serta Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pringsewu H.Wanawir. (*/Humas & Protokol Setdakab/Isnanto Hapsara, A.Md).
"Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini jangan kita jadikan hanya sebagai kegiatan seremonial belaka, tetapi semestinya diwujudkan dalam kegiatan nyata. Insya Allah mulai tahun ajaran 2011-2012, pendidikan berbasis karakter kita jadikan sebagai gerakan nasional, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini sampai dengan Perguruan Tinggi, termasuk didalamnya pendidikan non-formal dan informal," tambahnya.
Terkait peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu melalui Kapolres mengatakan peringatan Harkitnas dimaksudkan untuk terus menggugah dan menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan serta jiwa patriotisme dan nasionalisme.
"Hanya bangsa yang memiliki karakter kuat yang mampu meneruskan cita-cita para tokoh pencetus kebangkitan bangsa dan para pendiri bangsa," pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Pringsewu juga memberikan penghargaan kepada 7 guru berprestasi dan 1 orang tokoh masyarakat peduli pendidikan, masing-masing adalah Drs.Heru Nugroho, S.Pd dari SMA Negeri Gadingrejo, Eko Kusmiran, S.Pd (SMPN 2 Pagelaran), Nilnahana, S.Pd (SDN 1 Patoman), Suwarni (TK Aisyiyah Wonokarto), Dra.Hermin Budiarsi, M.Pd (SMAN Gadingrejo), Dra.Umi Kursiyati (SMPN 1 Gadingrejo), Tuhono, S.Pd (TK Aisyiyah Mataram), serta Indra Samsianto (tokoh masyarakat peduli pendidikan).
Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Wakil Ketua DPRD FX.Siman dan Stiyono, Dandim 0424/TGM Letkol Parada Siringo-ringo, Sekdakab Pringsewu H.Idrus Effendi, Kacabjari Pringsewu, serta Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pringsewu H.Wanawir. (*/Humas & Protokol Setdakab/Isnanto Hapsara, A.Md).
Rabu, 27 April 2011
Melalui Corporate Social Responsibility (CSR)
Pengusaha Pringsewu Diminta Ikut Peduli Daerahnya PRINGSEWU - Sejak dahulu, Pringsewu terkenal dengan sejumlah potensi yang dapat dikembangkan sebagai andalan daerah diantaranya Sektor Pertanian dan Perkebunan seperti padi organik, kelapa sawit, coklat, lebah madu, kemudian Sektor Perikanan, yang memang telah menjadi salah satu potensi yang sangat terkenal di seluruh wilayah Provinsi Lampung dengan adanya budidaya ikan air tawar seperti ikan mas, lele, nila, dan gurame, Sektor Pertambangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral, seperti adanya batu mangan, bentonit, marmer, bijih besi, silika, biorit, andesit, serta Sektor Industri dan Perdagangan, yang juga merupakan salah satu sektor terkenal dari Pringsewu, seperti industri bahan bangunan genteng dan batu bata, pangan, sandang dan kulit, serta kerajinan. Demikian diungkapkan Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu H.Sudarno Eddi yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu H.Idrus Effendi dalam acara coffe morning antara jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu dengan para pengusaha setempat di Pendopo Mahan Agung Kabupaten Pringsewu, Kamis (28/4). Dikatakannya, sektor-sektor tersebut sangat berperan dalam menopang perekonomian Kabupaten Pringsewu, bahkan diantaranya ada beberapa yang telah dikelola secara baik dan profesional, namun masih ada yang memerlukan pengelolaan secara sungguh-sungguh dan optimal, misalnya sektor pertambangan dan energi, karena di sektor ini masih ada beberapa komoditas yang hanya dikelola oleh perorangan.
Pengembangan sektor-sektor potensial yang dimiliki Kabupaten Pringsewu, kata dia, dapat dijadikan wacana sehingga potensi tersebut dapat terus tumbuh, berkembang dan terkenal di seluruh Provinsi Lampung, Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri, sehingga Pringsewu dapat menjadi kabupaten yang maju dan makmur. “Saya ingin mengajak pihak BUMN dan pengusaha untuk lebih berpartisipasi lagi dalam upaya membesarkan kabupaten ini misalnya di bidang kebersihan dan keindahan lingkungan, dengan penambahan lampu-lampu jalan, kotak sampah, vas bunga, taman kota, serta perbaikan dan penyempurnaan drainase,” ujarnya. Bahkan, lanjut dia, agar diantara jajaran pemerintahan dan seluruh pengusaha di Pringsewu dapat saling berkoordinasi dan bahkan dapat membentuk semacam forum atau pagayuban yang mewadahi satu profesi, sehingga gerak kita sekalian dalam upaya ikut serta membesarkan Pringsewu dapat lebih terencana dan terarah. “Kegiatan-kegiatan semacam ini juga dapat menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab sebagai pengusaha sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas yang menyatakan bahwa setiap badan usaha harus melakukan CSR atau Corporate Social Responsibility atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop UMKM Kabupaten Pringsewu H.Achmad Alwi Siregar juga memaparkan sejumlah potensi yang dimiliki Kabupaten Pringsewu yang perlu dikembangkan lebih lanjut, diantaranya potensi perdagangan dan jasa maupun sektor industri, terutama home industry, baik industri pangan, sandang, dan kerajinan. Dalam acara yang dikemas secara santai dan penuh dengan suasana keakraban tersebut, sejumlah pengusaha daerah juga berharap Pemkab Pringsewu dapat lebih memperhatikan pengusaha lokal. "Dalam berbagai event pameran maupun ekspo yang telah kami ikuti baik di tingkat provinsi maupun nasional, nama Pringsewu sudah cukup termasyur dan bahkan sejumlah kalangan di luar provinsi pun memuji kehebatan Pringsewu dalam berbagai bidang, termasuk barang kerajinan serta bangunan monumental hasil karya putra Pringsewu lainnya yang bahkan sudah dipergunakan di luar wilayah. Kami berharap Pemkab Pringsewu dapat lebih memberdayakan kami daripada menggunakan jasa pihak luar," ujar Ardi, seorang pengrajin dan juga seniman setempat. Harapan senada diungkapkan Herman, seorang pengusaha kerajina kain perca dari Kecamatan Banyumas, yang mengharapkan Pemkab Pringsewu dan pihak terkait lainnya dapat membantu dari segi permodalan maupun pemasaran. "Alhamdulillah produk kami juga sudah mulai tersebar di sejumlah daerah. Untuk Sumatera produk kami sudah masuk merata ke semua provinsi hingga Aceh. Namun, agar pemasaran produk asli Pringsewu ini lebih luas lagi, kami berharap Pemkab Pringsewu dapat membantu memfasilitasinya, termasuk masalah modal yang menjadi permasalahan utama," ungkap Herman, yang juga seorang kepala pekon (kepala desa) di Kecamatan Banyumas tersebut. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Wakil Ketua DPRD FX Siman dan Stiyono, para asisten dan staf ahli, serta para kepala SKPD di lingkungan Pemkab Pringsewu, jajaran fokorpimda, jajaran perbankan, dan para pengusaha yang ada di Kabupaten Pringsewu. (*/Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md) |
Langganan:
Postingan (Atom)














